Hari Wuryanto Menjawab ( Ttg. Sholat Berjamaah, Sholat Sunah dan Ziarah Kubur)

Melalu inbox Yahoo mail Saudara Abu ‘abdillah mengirimi Anda pesan.

Inilah tulisannya :

( Pertanyaan ini juga dimuat di “Forum Diskudi ” dari group

Forum Interaktif Belajar Ilmu Agama Islam Berlandaskan Al-Quran dan Sunah

Ok pak ini beberapa pertanyaan saya…..:

1.    Saya bingung tentang kewajiban sholat berjama’ah, yang dibingungkan antara lain:

a.    Saya pernah mendengar penjelasan bahwa seseorang wajib sholat bejama’ah di masjid jika seandainya ia mendengar adzan langsung dari mulut. Nah, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana dengan kedaan sekarang? Sekarang hampir semua masjid difasilitasi speaker untuk mengeraskan suara adzan. Apakah kewajiban sholat berjama’ah di masjid masih ada dengan keadaan seperti itu?
b.    Saya pernah mendengar penjelasan pula bahwa kewajiban sholat berjama’ah itu hanya untuk laki-laki. Untuk perempuan tergantung situasi kondisinya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah walaupun perempuan tersebut telah mendengar adzan lewat mulut langsung (apakah) ia tetap tidak wajib sholat berjama’ah di masjid?
c.    Ada opini (karena adanya keterangan di atas) bahwa ketika masjid sudah adzan maka tidak perlu (tidak wajib) sholat berjama’ah di masjid. Cukup berjama’ah di tempat masing2.
Ini terjadi di kompleks mahasiswa (kos-kosan mahasiswa yang dekat masjid) di tempat saya. Padahal masjid sudah diadzani namun semangat untuk sholat berjama’ah di masjid  tidak ada. Yang laki-lakinya merasa tidak ada kewajiban sholat di masjid karena adzannya menggunakan speaker, apalagi yang perempuannya merasa tidak perlu sholat berjama’ah di masjid karena merasa tidak punya kewajiban sholat berjama’ah di masjid.
Bagaimana menurut njenengan keadaan seperti ini?
d.    Mengenai sholat berjama’ahnya kaum hawa yang diimami oleh perempuan sendiri: bagaimana prakteknya? Apakah sama dengan imam laki2 (misal:  suaranya dikeraskan ketika membaca alfatikhah dan surat)? Apa syarat2nya?
e.    (kasus c di atas) perempuan tidak ke masjid karena merasa tidak punya kewajiban sholat berjamaah di masjid. Nah, bagaimana kalau mereka mengadakan sholat berjama’ah sendiri di kos mereka dengan diimami salah satu dari mereka? Boleh atau tidak?

f.    yang terakhir: APA HUKUM SHOLAT BERJAMA’AH ITU? (secara umum

2. Mengenai Sholat2 Sunah:

a.    Apa yang harus dilakukan ketika sholat tasbih lupa membaca doa sholat tasbih? ( misal: setelah membaca bacaan rukuk itu membaca doanya sholat tasbih, nah karena lupa ia langsung i’tidal)
b.    Sebenarnya sholat tahajud dengan sholat malam itu sama tidak?
c.    Sholat malam itu dilakukan 2-2 atau 4-4, sedangkan sholat witir itu bias 1,3,5,7, atau 9. Pertanyaannya apakah ada syarat khusus penggabungan antara sholat malam dengan witir? (misal: jika sholat malamnya 2-2 maka witirnya harus 1 rekaat, dsb)

3.    Mengenai ziaroh kubur:

a.    Bolehkah mendoakan orang yang ada dalam dikuburan ketika kita berada di area kuburan?
b.    Bolehkan perempuan ziaroh kubur? Kalau seandainya boleh, berarti perempuan tersebut  masuk ke area kuburan kan? (padahal saya pernah mendengar bahwa perempuan dilarang masuk ke dalam kuburan).
c.    Perempuan dilarang ikut mengantarkan mayit dari rumah duka ke kuburan. Namun ada keterangan bahwa boleh saja mengantar namun hanya sampai depan kuburan saja. Pertanyaannya: yang menjadi larangan itu kegiatan mengantar mayit atau masuk kuburan?

Cukup sekian pertanyaan dari saya. Mohon maaf mungkin pertanyaannya terlalu banyak. Namun saya jujur, saya bukan sedang ngetes atau adu kepinteran agama. Saya benar2 tidak tau. ????? ??? ????? ???? ????
——————–

Untuk membalas pesan ini, ikuti tautan di bawah ini:
http://www.facebook.com/n/?inbox%2Freadmessage.php&t=1248066204178&mid=1fbc410G4263fa48G1008e22G0&n_m=hari_w67%40yahoo.com

___
Temukan orang dari buku alamat Yahoo di FaceBook! Pergi ke:  http://www.facebook.com/find-friends/?ref=email

Pesan ini ditujukan untuk hari_w67@yahoo.com. Ingin mengatur email apa saja yang Anda terima dari Facebook? Kunjungi:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications=1&md=bXNnO2Zyb209MTc2MjU0MTk1ODt0PTEyNDgwNjYyMDQxNzg7dG89MTExMzg0ODM5Mg==
Kantor Facebook beralamat di 1601 S. California Ave., Palo Alto, CA 94304.

Hari Wuryanto menjawab:

Tentang kewajiban sholat berjamaah

a. Kembali kepada sunah / tuntunan Rosulillahi SAW. Hal in didasarkan Kitab Suci al-Quran Surah An-Nisa (4) ; 59 : …..jika kalian bertanazu’ (berselisih paham) maka kembalikanlah kepad Alloh (al-Quran) dan utusannya (sunah/dalam hadits)……

Menurut tuntunan waktu itu tentu belum ada speker/pengeras suara. Kalau dengan situasi dan kondisi berbeda seperti pada masa sekarang adzan pakai speker, memungkinkan satu tempat tertentu dapat saja mendengar adzan dari 2 atau tiga masjid bersebelahan. Jadi menurut sunah keawjiban mendatangi undangan adzan sholat adalah dari adzan mulud sehingga tidak semakin membingungkan.

.

b. Kewajiban mendatangi sholat bagi yang dengar adzan , sehemat saya tidak ada unsure gender, jadi semua kena
c. Ya, semangat menetapi sunah perlu digalakkan lagi. Boleh jadi karena alasan sibuk, padat acara, praktis yang bersumber pada ego individu akhirnya melemahkan semangat menetapi jamaah dalam berbagai aspek kehidupan. Semangat kerukunan, solidaritas , nampaknya terkena imbas efek era globalisasi yang menuntut manusia “ bersaing “ dengan sesama dalam suatu komunitas muslim.
d. Dan …
e. Berhubungan .Yang ini masih dicari referensinya, semoga tidak lupa.
f. Sholat berjamaah, Ya tadi kalo udah dengar adzan ya musti mendatangi. Dikatakan sholat jmah minimal 2 orang, satu imam satu ma’mu. Kefadholannya mengalahkan solat sendirian ada hadits yang menyatakan 25 derajat , ada juga yang 27 derajat.

2.Mengenai Sholat Sunah

a. Sehemat yang kalo lupa dan sudah berubah posisi mka tidak perlu ngulangi dan sujud sahwi, beda dengan solat wajib.
b. Solat tahajud ya termasuk qiyamu lail (solat malam) , tapi solat malam boleh jadi solat istijhoroh, hajat dll. Jadi kalo Tahajud mesti solat malam tapi solat malam belum tentu tahajud bisa yang lain. Karena lebih luas.
c. Solat malam ada hadits dari Aisyah bahwa Nabi solat di romadhon dan lainnya 4-4-3 . tapi hadits lain nabi bersabda “ matsna-,matsna” 2-2. Ya gak apa silahkan ambil yang mana yang penting ada dalilnya. Dan tak ada hubungannya antara jumlah rokaat dengan hitungan witir. Nabi bersabda solatlah “ma sya-a” sekehendak kalian dan ketika kawatir subuh maka tutuplah dengan witir. Kecuali yang dari Aiysah  4-4-(+3 witir) itu satu paket.

3. Mengenai Ziarah Kubur

a. Hadits dari Utsman bin Afwan dalam riwayat Abu Dawud bahwa “ suatu ketika Nabi selesai mengubur jenazah, nabi berhenti dan bersabda “ mintakanlah ampun bagi saudaramu(iman) dan mintakanlah ketetapan karena sesungguhnya dia akan ditanya ( di dalam kubur oleh malaikat). Berati berdoa di dalam areal pemakaman boleh. Dapat dilihat himpunan Kitabul Janaiz hal.29-30
b. Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulalloh SAW “la’ana zawarotil qubur”= mela’nati perempuan ziarah qubur. Ziarah dalam hadits ini ya masuknya ke kuburan. Batas luar / dalam kuburan ya pagar.
c. Hadits dari Umu Atiyah Riwayat Muslim “ Kami dilarang mengantarkan jenazah , dan tidak ditetapkan atas kami (tetapi semua kaum wanita). K.Janaiz hal.12. Hadits ini juga jelas bagi wanita dilarang mengantarkan jenazah. Dari hadits b dan c wanita dilarang mengantarkan atau juga datang ke kuburan.(masuk.). Kalau ada yang bilang boleh , coba tanya sumber dalilnya dari mana? Boleh jadi karena kita memang belum menerima ilmu dan pengertiannya.

March 12, 2010   Posted in: Hari Wuryanto Menjawab Pertanyaan  No Comments

Shohih Bukhori (194-256 H / 810-870 M)

Siapa yang tidak kenal dengan Kitab Sohih Bukhori ?

Di kalangan para ahli hadits Imam Bukhori penghimpunnya dikenal sebagai “ Thobibul hadits” doctor nya hadits.

Ini bukan buku karangan, tetapi hadits=cerita seputar kehidupan Rosulullohi SAW beserta sohabatnya dalam memberikan contoh suri tauladan dalam kehidupan beribadah. Jenis isinya bukan opini tetapi fakta sejarah yang mempunyai tarikh dengan indikasi kapan , dimana dan bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Beliau adalah Amirul Mu’minin fil Hadits yaitu pemimpin orang mu’min dalam hadits , gelar ahli hadits yang tertinggi. Adapan nama aslinya adalah Abu Abdilah Muhamad bin Ismail bin Ibrohim bin al-Mughiroh bin Bardizbah.

Kakeknya, Bardizbah adalah pemeluk Majusi, agama kaumnya. Kemudian putranya al-Mughiroh memeluk Islam di bawah bimbingan al-Yaman alJa’fi, gubernur Bukhoro. Pada masa itu Walid dinisbahkan kepadanya. Karena itulah ia dikatakan “alMughiroh alJa’fi”.

Imam Bukhori dilahirkan di Bukhoro sehabis sholat Jumat 13 Syawal 194 H. ayahnya meninggal dunia semasa dia masih kecil dan meninggalkan banyak harta yang memungkinkan dia hidup dalam perkembangan dan pertumbuhan yang baik. Karena itu ia dididik dan dirawat ibunya dengan tekun dan penuh perhatian. Sejak kecil ia selalu mendapat lindungan dan bimbingan Ilahi.

Diceritakan pada waktu kecil ia pernah terserang penyakit mata. Ibunya sangat sedih karenanya dan ia senantiaa berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan sakit Read the rest of this post »

March 6, 2010  Tags:   Posted in: Home, Seri Penghimpun Kutubus-Sitah  No Comments

Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-2 ; Hatinya Cocok Dengan Rosululloh SAW )

“ ….Qola akhodha biyadiy Rosulullohi SAW fa qola <Ya Aba Umamah in-na minal mu’minina man yalinu lahu qolbi> HR Ahmad fii Tafsir Ibni Katsir Juz 1 -420 min Surati Ali Imron. Dapat dilihat Kitab Mukhtarul Adilah – Kitabul adab hal.3-4

Berkata Abu Umamah Rosulullohi SAW memegang tanganku dan bersabda “ Hai Abu Umamah sesungguhnya sebagian tanda orang iman adalah orang yang lemas hatiku bagi dirinya”"

Hadist ini menerangkan bahwa seorang mu’min hatinya cocok dengan hati Rosulillahi SAW.

Apa yang Rosul sabdakan, lakukan maka dalam hati seorang mu’min akan tumbuh rasa percaya, cinta dan memiliki. Dadanya selalu merasa kering dan haus akan nasihat dan petuah Rosul dengan selalu ingin belajar mengerti kelakuan dan sabda Rosul dalam kitab-kitab sunah. Mengaji Read the rest of this post »

February 20, 2010  Tags:   Posted in: Home  No Comments

HR Tobroni : “Berkumpul Bersama Keluarga di Akhirat, Bisa ? InsyaAlloh “

An Said bin Jubair ‘an Ibni Abas adhun-nuhu ‘ani Nabiya SAW ” idha dakhola rojulu al jan-nah sa-ala ‘an abawaihi wa zaujatihi wa waladihi, fa yuqolu in-nahum lam yab’lughu darojataka wa ‘amalaka. fa yaqulu ya rob-bi qod ‘amiltu li wa lahum, fa yu’maru bi ilhaqihim bihi. Wa qoro-a Ibnu Abas < wal-ladhina amanu wattaba’athum dhur-riyatuhum bi imanin —ila akhiri ayah . Rowahu Tobroni 12248

Dari Said bin Jubair dari Ibnu Abas aku sangka dia dari Nabi SAW “ ketika seorang masuk ke surga dia bertanya tentang dua orang tuanya dan istrinya dan anaknya, maka dikatakan sesungguhnya mereka tidak sampai kepada derajatmu dan amalanmu . Orang laki-laki itupun berkata sesungguhnya saya beramal untuk ku dan untuk mereka, maka diperintahkan untuk mempertemukan keluarganya dengan laki-laki tersebut. Dan Ibnu Abas membaca < Dan orang –orang iman yang diikuti anak turunnya dengan keimanan ……hingga akhir ayat.

Hadits dari sohabat Ibni Abas ini merupakan tafsir dari surah at-Thur (52);21 “ dan orang-orang iman yang diikuti anakturunnya dengan iman maka Aku Read the rest of this post »

February 20, 2010  Tags:   Posted in: Home  No Comments

4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Cara Mengkaji )

Pendengaran langsung dapat memberikan kesan hasil yang efektif, pesan yang disampaikan dapat diterima lebih "hidup" oleh pendengar. Komunikasi dua arah terjalin dengan baik.

Untuk tema yang sama posting yang lalu adalah :

-          Murni dalam niyat

-          Murni dalam pedoman

Untuk posting kali ini , adalah Murni / Mukhlish dalam cara mengkaji.

Mengapa musti dengan cara murni ?

Kalau ditelusuri pengertian dalam Kitab Suci Al-Quran maupun Kitab-kitab hadits  seperti Sohih Bukhori, sohih Muslim Abu Dawud dll, bab demi bab, sampai dengan sub bab , semua disusun dengan rapih dan systematis. Hal demikian memudahkan kita mengkaji ulang dan mencari dengan cepat bab apa yang dimaksud. Penyusunan yang demikian memudahkan dalam menelusuri suatu bab tertentu seperti melihat peta lokasi saat seseorang akan melakukan suatu perjalanan.

Dengan pengamatan yang seksama  maka semua ilmu yang terkandung dalam Al-Quran dan al-Hadits kesemuanya mempunyai fungsi kedudukan serta peranan terhadap pemahaman yang global, universal.

Beberapa ayat/hadits seakan berfungsi sebaaimana pondasi, beberapa ayat/hadits lain berpungsi sebagaimana pilar / colom , jadi atap, genting bahkan ada yang Read the rest of this post »

February 14, 2010  Tags:   Posted in: Home  No Comments

Syarat Terjadi Kiyamat : ” Fenomena Kemunculan Rosul Palsu “

Mengomentari sebuah status tentang ” fenomena rosul palsu” di forum  http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=286470716022

maka saya terbitkan artikel yang sejenis.

Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ Tidak akan terjadi kiyamat sehingga (1)saling berperang dua golongan yang besar dan menelan banyak  korban di antar keduanya, ajakan keduanya sama (akidah), dan (2) sehingga diutus dajjal pendusta mendekati jumlah 30 semua diantara mereka mengaku dirinya adalah rosulullohi, dan (3) sehingga digenggam /dihilangkan ilmu dan (4)banyak kegoncangan, dan (5)semakin dekat zaman /perputaran waktu terasa makin singkat, dan (6) banyak huru-hara yaitu pembunuhan, dan sehingga (7) banyak harta di kalangan kamu hingga meluap dan menyusahkan pemiliknya siapa yang akan menerima sodakoh ? , ketika seorang menawarkan sodakoh hartanya maka orang yang didatangi berkata “ aku tidak memerlukan harta”, dan (8)sehingga manusia saling berlomba-lomba dalam bangunan, dan (9)sehingga seorang laki-laki melewati kuburan orang lain maka dia berkata “ seandainya tempatku nanti di situ”/bumi sudah menjadi tanah pekuburan raksasa, (10)dan sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, ketika manusia melihat matahari demikian maka semua manusia bertaubat dan ketika itulah keimanan tidak lagi bermanfaat yang sebelumnya tidak pernah ada, atau berbuat kebaikan dengan imannya,  dan (A)niscaya kiyamat terjadi sungguh sedangkan dua orang yang sedang membentangkan dagangan kainnya belum sempat bertransaksi dan belum melipat kainnya, dan (B)niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang berangkat untuk memerah susu unta maka belum merasakan hasil perahannya, dan (C) niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang membuat pematang di telaga belum sempat mengaliri sawahnya, (D) dan niscaya sungguh terjadi kiyamat ketika seorang mengangkat sesuap makanan ke mulutnya  belum sempat merasakan makanannya “

Shohih Bukhori juz 8 hal .101

Kiyamat, perkara besar yang merupakan prosesi pembongkaran “ panggung dunia”. Read the rest of this post »

February 9, 2010  Tags:   Posted in: Tafsir Al-Hadits, Tanda Akan Terjadi Kiamat  No Comments

Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-1 ; Lapang Dada Menerima Islam )

" Maka suatu saat sungguh datang kepadamu "hidayahku" /petunjukku, maka barang siapa yang mengikuti petunjukku dia tidak akan tersesat dan celaka" QS Toha(20);123

Surga ( al-janah) dan Neraka ( an-nari) haq adanya, saat ini juga sudah diciptakan, di mana letaknya

“ Fa man yuridillahu an yahdiyahu yasroh sod’rohu lil Islami, wa man yurid’ an yudhil-lahu yaj’al sod’rohu dhoy-yiqon harojan ka an-nama yas-so’adi fi sama’i , kadzalika yaj’alullohu rij’sa ‘alal-ladzina laa yu’minuun “

QS Al-An’am (6) ; 125

Barang siapa Alloh menghendakinya untuk memberi hidayah, maka Alloh melapangkan dadanya terhadap Islam, dan barang siapa yang dikehendaki disesatkan Alloh , maka Alloh membuat hatinya sempit, berat seakan-akan naik ke langit. Demikian Alloh mejadikan beban / siksaan bagi orang yang tidak beriman.

Ayat di atas menitikberatkan tentang tanda-tanda orang yang hidupnya di dunia mendapat hidayah (petunjuk) ataukah sebaliknya tersesat. Memang di dunia ini kita tidak dapat mengidentifikasi mana orang yang kelak bakal masuk surga kelak pada hari kiyamat atau neraka, karena hanya Alloh SWT yang Maha Tahu, namun Read the rest of this post »

February 6, 2010  Tags:   Posted in: Home, Tafsir Al-Quran, Tanda Calon Penghuni Surga  No Comments

Tiga Golongan Orang Jihad Masuk Neraka

Idealnya jihad adalah berakibat semakin mengharumkan agama Alloh, semakin tegak dan berjaya.

Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?

Ok , langsung saja semak paparan berikut.

Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya seorang pria dari negeri Syam “ wahai syaikh ceritakanlah hadits yang kau dengar dari Rosulillahi SAW”.

Berkata Abu Huroiroh “ ya , aku dengar kepada Rosulullohi SAW bersabda < awalnya manusia yang diberi hukuman pada hari kiyamat adalah tiga golongan orang yang mati syahid. Maka didatangkan orang tersebut dan ditunjukkan besarnya nikmat (pahala). Alloh bertanya “ apa yang kau amalkan dengan nikmat itu ? berkata hamba “ saya berperang di jalan Mu sehingga aku mati syahid” . Alloh berfirman “ dusta engkau , sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan seorang pemberani, bukankah engkau sudah dikatakan (di dunia)? !” maka diperintahkan malaikat dan dijerumuskan wajah orang itu dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang yang belajar ilmu agama dan mengajarkan serta membaca al-Quran, maka didatangkan dia dan diperlihatkan besarnya nikmat sehingga orang itu melihat nikmat tersebut. Bertanya Alloh “ apa yang kau amalkan? Saya belajar dan mengajarkan ilmu agama dan membaca al-Quran di jalanMU. Alloh berfirman “ dusta engkau, sesungguhnya engkau belajar ilmu dengan niyat agar disebut “alim dan kau baca quran agar disebut “ahli baca” bukankah sebutan itu Read the rest of this post »

February 3, 2010  Tags: ,   Posted in: Kisah-kisah Teladan, Tafsir Al-Hadits, Tentang Pemuda  No Comments

4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Pedoman )

Dari kanan ke kiri , Al-Quranul Karim, Hadits Tirmidzi, Hadits Ibnu Madjah, Hadits Muslim, Hadits Bukhori, Hadits Abu Dawud dan Hadits Nasa-i

Pada posting yang lalu sudah dibahas murni dalam niyat , berikut adalah murni dalam pedoman.

Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah Kitab Suci al-Quran sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,” Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin = demikian inilah kitab (yang) tidak ada keraguan didalamnya (sebagai) petunjuk bagi orang yang bertaqwa, takut kepada Alloh dengan mendekatkan diri memperhatikan firmanNYA di dalam alquran , berusaha melaksanakan perintah se pol kemampuan dan takut ancaman siksanya dengan menjauhi laranganNYA.

Kalau kita kaji secara makna kata perkata ayat demi ayat dari awal surat al-Fatikhah hingga akhir surah an-Nas maka ada beberapa penjelasan dari Alloh Ta’ala yang berkaitan dengan penegasan pedoman orang beriman ini.

Selain Mengkaji Al-Quran, Orang Mu’min Musti Juga Mengkaji Al-Hadits, Mengapa ?

Surah Al-Ahzab (33) ;21 “ Niscaya sungguh ada dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (ridho) Alloh dan (hidup senang) di hari akhir.

Disamping itu ada lagi pada surah Al-Hasr (69); 7 “….. wa ma atakumur-rosulu fakhudzuhu wa ma nahakum ‘anhu fantahu, wa taqulloha in-nalloha syadidul ‘iqobi “

Apa yang Rosul datangkan padamu (berikan contohnya) maka ambilah, dan apa yang rosul cegah padamu darinya maka jauhilah, dan bertaqwalah kepada Alloh sesungguhnya Alloh Maha Berat /dahsyat siksaannya”.

Jelas sekali Rosululloh Muhammad SAW diutus untuk memberikan contah suri tauladan yang benar dalam kontek memaknai dan mentafsirkan pedoman Al-Quran ke dalam amalan hidup sehari-hari. Tidak saja dalam konteks ibadah sholat, puasa , haji dll Read the rest of this post »

January 31, 2010  Tags:   Posted in: 4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam, Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran), Tafsir Al-Hadits, Tafsir Al-Quran  2 Comments