4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-3: Murni Cara Mengkaji )

Pendengaran langsung dapat memberikan kesan hasil yang efektif, pesan yang disampaikan dapat diterima lebih "hidup" oleh pendengar. Komunikasi dua arah terjalin dengan baik.
Untuk tema yang sama posting lalu adalah :
Untuk posting kali ini , adalah Murni / Mukhlish dalam “cara mengkaji”.
Mengapa musti dengan cara murni ?
Kalau ditelusuri pengertian dalam Kitab Suci Al-Quran maupun Kitab-kitab hadits seperti Sohih Bukhori, sohih Muslim, Abu Dawud dll, bab demi bab, sampai dengan sub bab , maka akan terilhat bahwa diskripsi ilmu agama disusun dengan rapih dan systematis. Hal demikian memudahkan kita mengkaji ulang dan mencari dengan cepat bab apa yang dimaksud. Juga penelusuran suatu bab tertentu seperti melihat “peta lokasi” saat seseorang akan melakukan suatu perjalanan.
Dengan pengamatan yang seksama maka semua ilmu yang terkandung dalam Al-Quran dan al-Hadits kesemuanya mempunyai fungsi kedudukan serta peranan terhadap pemahaman yang utuh, global dan universal.
Beberapa ayat/hadits seakan berfungsi sebagaimana pondasi, beberapa ayat/hadits lain berpungsi sebagaimana pilar / colom , jadi atap, genting bahkan ada yang berfungsi sebagai pemanis pandangan dan sebagainya.
Yang dimaksud dengan “Cara mengkaji” adalah cara bagaimana individu mulai mengenal informasi yang behubungan dengan agama, mengetahui makna melalui keterangan dari individu lain, kemudian menerapkan dalam amalan yang nyata. “Cara mengkaji” akan sangat menentukan pemahaman yang didapat, diyakini dan diamalkan. Ini merupakan pembahasan yang penting karena meskipun materinya sama yaitu Kitab Suci al-Quran dan Sunah / al-hadits , namun dengan perlakuan cara mengkaji yang berbeda maka berbeda pula hasilnya.
Mengintip “Cara Mengkaji “ Rosulullohi SAW dan Para Sohabat.
Kelakuan Rosulullohi SAW dan para sohabat dalam kehidupan beragama adalah “kiblatnya” para pencari ridho dan hidayah Alloh SWT. Hal ini sudah diikrarkan Alloh SWT dalam QS Al-Ahzab (33) ; 21 : Niscaya sungguh ada di dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (rohmat) Alloh dan hari akhir dan ingat Alloh yang banyak”
Bagaimana cara mengintip kehidupan beragama Rosul dan sohabat ? tentu kita perlu mencari arsip / dokumen yang memuat kehidupan rosul yang sekarang secara rapih dan systematis terhimpun dalam Kitab Hadits. Asal kata hadits adalah “ hadatsa, yuhaditsu, “ yang artinya “cerita” . Jadi kitab hadits tidak lain isinya adalah cerita seputar kehidupan rosul dan para sohabat serta pengaruhnya secara umum, hingga ke jaman para tabi’in.
Dari berbagai kitab hadits yang saat ini dijumpai urusan cara mengkaji banyak dibahas baik oleh Imam Bukhori dengan “Kitabul ‘Ilmi “ , juga Imam Muslim, Abu Dawud dll.
Sebuah hadits riwayat Abu Dawud pada jilid 2 juz 3-4 Kitabul ‘Ilmi, sub bab Fadhli Nasyr Ilmi no.hadits 3569, secara lengkap satu matan hadits sbb :“ Cerita kepadaku (Abi Dawud) Zuhair bin Harbin dan Utsman bin Abi Syaibah berkata keduanya cerita kepadaku Jarir dari al-A’masy dari Abdilah bin Abdilah dari Sa’id bin Jubair dari Ibni Abas berkata, bersabda Rosulullohi SAW < Kamu mendengarkan, dan kamu didengarkan , dan didengar dari orang yang mendengarkan kamu>
Hadits di atas maksudnya dalam mengambil ilmu yang pertama kali sohabat mendengar langsung kepada Rosulallohi SAW, kemudian sohabat menyampaikan pendengaran kepada tabi’in demikian seterusnya, ilmu dari Rosul disebarluaskan secara estafet.
Sedang hadits lain dalam Muqodimah Ibnu Madjah , sbb:
Cerita kepadaku (Ibnu Madjah) , Muhammad bin Basyar dan Muhammad bin Walid berkata cerita kepadaku Muhammad bin Ja’far cerita padaku Syu’bah dari Simakin dari Abdirohman bin Abdurrohman dari ayahnya sesungguhnya Nabi SAW bersabda < Semoga Alloh memberikan sinar kepada seorang yang MENDENGAR hadits dariku dan menyampaikan hadits tersebut, meskipun orang yang didatangi lebih hafal dari yang menyampaikan (memberi pendengaran)>.
Dari hadits di atas berarti cara mempelajari ilmu agama adalah dengan langsung melalui pendengaran.
Bahkan diceritakan bagaimana seorang pencari ilmu dari Madinah berjalan menyusuri jalan menuju Damaskus lihat di sini
February 14, 2010
Tags: Murni Cara Mengkaji Posted in: Home












2 Responses
4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Lanjutan Bag-3: Murni Cara Mengkaji ) | binanurani.com - March 30, 2010
[...] pembahasan mengenai “cara mengaji” posting yang lalu, bahwa “penyebaran ilmu “ agama Islam adalah melalui pendengaran langsung. Kisah Rosulullohi [...]
Luar Biasa ! Testimoni Dari Iblis, Tips Aman Dari Godaannya | binanurani.com - May 29, 2010
[...] Kembali ke topik kita pada artikel ini , maka untuk mengamankan diri dari godaan iblis adalah dengan memurnikan agama. [...]
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.