4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Pedoman )

Dari kanan ke kiri , Al-Quranul Karim, Hadits Tirmidzi, Hadits Ibnu Madjah, Hadits Muslim, Hadits Bukhori, Hadits Abu Dawud dan Hadits Nasa-i
Pada posting yang lalu sudah dibahas murni dalam niyat , berikut adalah murni dalam pedoman.
Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah Kitab Suci al-Quran sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,” Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin = demikian inilah kitab (yang) tidak ada keraguan didalamnya (sebagai) petunjuk bagi orang yang bertaqwa, takut kepada Alloh dengan mendekatkan diri memperhatikan firmanNYA di dalam alquran , berusaha melaksanakan perintah se pol kemampuan dan takut ancaman siksanya dengan menjauhi laranganNYA.
Kalau kita kaji secara makna kata perkata ayat demi ayat dari awal surat al-Fatikhah hingga akhir surah an-Nas maka ada beberapa penjelasan dari Alloh Ta’ala yang berkaitan dengan penegasan pedoman orang beriman ini.
Selain Mengkaji Al-Quran, Orang Mu’min Musti Juga Mengkaji Al-Hadits, Mengapa ?
Surah Al-Ahzab (33) ;21 “ Niscaya sungguh ada dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (ridho) Alloh dan (hidup senang) di hari akhir.
Disamping itu ada lagi pada surah Al-Hasr (69); 7 “….. wa ma atakumur-rosulu fakhudzuhu wa ma nahakum ‘anhu fantahu, wa taqulloha in-nalloha syadidul ‘iqobi “
Apa yang Rosul datangkan padamu (berikan contohnya) maka ambilah, dan apa yang rosul cegah padamu darinya maka jauhilah, dan bertaqwalah kepada Alloh sesungguhnya Alloh Maha Berat /dahsyat siksaannya”.
Jelas sekali Rosululloh Muhammad SAW diutus untuk memberikan contah suri tauladan yang benar dalam kontek memaknai dan mentafsirkan pedoman Al-Quran ke dalam amalan hidup sehari-hari. Tidak saja dalam konteks ibadah sholat, puasa , haji dll namun juga penerapannya ke dalam segala aspek kehidupan, seperti cara mencari rejeki, bergaul, merawat jenazah, bermusyawaroh dll.
Di mana kita sekarang dapat mengetahui dan mempelajari contoh peribadatan Rosulillahi SAW ?
Adalah Muhammad bin Isa bin Suroh At-Tirmidzi yang dikenal sebagai Abi Isa hidup pada tahun 209 – 279 H, telah menghimpun “ Jami’ Shohih “ . Beliau menghimpun hadits dengan barbagai bab dan sub bab. Setiap isi / matan hadits disertai silsilah (urutan guru berguru) yang meriwayatkan hadits tersebut.
Hampir pada setiap akhir uraian isi hadits, Tirmidzi ( demikian sebutan lebih popular) mengulas tentang rijal hadits, kekuatan haditsnya dsb. Dengan membeli dan mengkaji Hadits Tirmidzi, Saudara2 dapat sekaligus mengenal secara singkat ilmu mustolahul hadits.
Dalam rentang waktu yang tidak jauh berbeda, dikenal juga penghimpun hadits yang lain seperti Imam Bukhori menghimpun hadits Sohih Bukhori, Imam Muslim menghimpun Sohih Muslim , Abu Dawud, Nasa-i, dan Ibnu Madjah. Ke-enam kitab itulah terkenal dengan “Kutubusitah “ yaitu kitab yang enam dan sudah diakui oleh ulama Islam se dunia.
Itulah buku/hadits yang patut dijadikan pegangan bagi umat Islam dalam belajar dasar ilmu agama.
Mereka bukan membuat kitab karangan tapi menghimpun dari beberapa guru dan mengelompokkan ke dalam bab-bab tertentu.
Saudara2 dapat membelinya pada toko2 kitab di kota terdekat.
Sampai di sini maka dapat disimpulkan bahwa pedoman agama Islam selain Al-Quran wadahnya firman Alloh , juga Al-Hadits yang bermuatan cerita tentang ucapan dan perilaku Rosulullohi SAW dalam memberikan contoh peribadatan.
Hati2 Awas Barang Tiruan !
Untuk mendapatkan ilmu agama yang murni maka perlu juga sumber yang murni juga yaitu Kitabillah (Al-Quran ) dan Sunah Nabi ( Kitab2 Hadits Sohih). Sebelum wafatnya Rosulullohi SAW sudah berwasiyat demikian , dalam hadits riwayat Imam Malik yang terkenal dengan Kitab Muato’ “ telah ku tinggalkan dua perkara di kalangan kamu , tidak akan tersesat kamu selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabilah dan Sunah Nabinya Alloh “.
Yang perlu diwaspadai adalah adanya kitab-kitab karangan yang dapat merubah, menutupi atau menyembunyikan pengertian yang murni yang semestinya ditangkap dari hasil proses belajar mengajar. Maraknya kitab karangan tidak saja muncul pada masa perpecahan Islam di Indonesia abad 19, namun sejak masa hidup Rosulillahi SAW sudah ada seorang yang mempropagandakan kitab karangan.
Surah Luqman (31); 6 mengkisahkan hal tersebut.
“ Dan sebagian dari mereka ada orang yang menukarkan / menjual cerita batal untuk menyesatkan dari jalan Alloh dengan tanpa ilmu dan mengambil jalan agama dengan main-main, mereka itulah baginya siksaan yang menghinakan”.
Dikisahkan dari ayat itu, tersebut nama Nadzir bin Haris, dia membeli kitab karangan dari Syam kemudian dibawa masuk ke negeri Makah.
Pengertian “ Li yudhil-la ‘an sabilillah “ pada ayat di atas adalah “li yab’adan nas ‘an toriqil haq” = menjauhkan manusia dari jalan yang haq. ( Tafsir Sofatul Bayani hal.411 )
Bagaimana Memilih Al-Quran dan Hadits ?
Untuk memilih Kitab Suci Al-Quran yang asli, insyaAlloh masyarakat tidak kesulitan , tidak lain adalah kitab Al-Quran 30 juz sebagaimana ada di masjid2 dan dijual di toko buku/kitab.
Sedang untuk memilih hadits yang asli, pilihlah satu atau lebih di antara “kutubusitah” . Ada yang masih impor seperti cetakan Darul Fikr , Lebanon , Beirut tentunya hargaua relatif lebih mahal, namun untuk mendapatkan yang lebih hemat dapat membeli hadits cetakan Indonesia , seperti terbitan Toha Putra Semarang, Dahlan Bandung, juga sudah tersedia di toko2 kitab.
Pilihlah yang masih asli berbahasa Arab, belum ada terjemahan.
Harga Kitab untuk satu jenis saja misalkan Sohih Bukhori lebih kurang Rp.210.000,- lebih-lebih sebagai pembelajar ilmu dasar agama tidak cukup hanya dari satu sumber perowi, tapi juga dari yang lain seperti Sohih Muslim, Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa-i , Ibnu Majah, Tafsir Ahmad, Tafsir Ibni Katsir dll.
Lalu bagaimana solusinya, adakah kitab khusus yang merupakan rangkuman dari berbagai imamul hadits di atas serta di susun sesuai dengan bab-bab yang membahas dasar2 ibadah seperti sholat, puasa, jga hukum2 dasar yang sederhana?
Ya, inilah salah satu solusi yang kami tawarkan Kitab Mukhtarul Adilah
Bagaimana dapat mengetahui/ mempelajari isinya ?
InsyaAlloh akan dibahas pada posting berikutnya.
January 31, 2010
Tags: Murni Pedoman Posted in: 4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam, Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran), Tafsir Al-Hadits, Tafsir Al-Quran












2 Responses
4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Cara Mengkaji ) | binanurani.com - February 18, 2010
[...] - Murni dalam pedoman [...]
Did you use support of a essay writing service for your supreme article? I guess that you really have unique essay thesis composing skillfulness. Thanks so much for sharing that!
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.