Aplikasi Keridhoan Kepada Tiga Perkara “wajabat lahu al-Jannah”

 Katakan (Muhammad) jika kamu cinta Alloh maka ikutilah aku, maka Alloh akan cinta padamu dan mengampuni dosamu...QS Ali Imron (3); 31

" Katakan (Muhammad) jika kamu cinta Alloh maka ikutilah aku, maka Alloh akan cinta padamu dan mengampuni dosamu...QS Ali Imron (3); 31

An-nahu sami’a Aba Sa’id Al-Khud-ri an-na Rosulallohi SAW qola ” man qola rodhitu billahi rob-ban wa bil Islami di-inan wa bi Muhammmadin Shol-lallohu ‘alaihi wa salam rosulan wajabat lahul jan-nah “ Hadits Riwayat Sunan Abu Dawud juz 1 hal.350

Sesungguhnya (Abu Ali al-Janbiy) mendengar kepada Aba Sa’id al-Khudri , sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda : “ Barang siapa berkata rodhitu billahi rob-ban wa bil Islami di-inan wa bi Muhammmadin Shol-lallohu ‘alaihi wa salam rosulan = aku ridho Alloh sebagai tuhan, dan Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai utusan, maka wajib/pasti baginya SURGA !

Saudara, dalam kenyataannya apakah dengan mengucapkan kalimat doa di atas sebagai AMALAN ANDALAN lantas wajib / pasti masuk SURGA ?

Ilustrasinya begini :

Dasar pengertian agama Islam terdiri (saya hitung sendiri) ada 6.237 ayat dalam Kitab Suci al-Qur’an serta puluhan ribu matan hadits yang terbagi kedalam beberapa Kitab Hadits (minimal Kutubu Sitah = Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Madjah dan Sunan Nasa-i), kesemuanya saling berhubungan satu sama lainnya,  ibarat sebuah rumah yang tersusun dari puluhan bahkan ratusan material dengan berbagai jenis dan volume yang beragam.

Kalau kita mengamati struktur bangunan rumah, akan terlihat ada beberapa bagian material yang berfungsi sebagai pondasi, tiyang, kuda-kuda, atap kemudian ada yang berfungsi sebagai penambah unsur artistic, hiasan interior / exterior , cat yang berwarna-warni, aksesoris dll.

Demikian pula ribuan ayat dan puluhan ribu matan / butiran hadits , diantaranya ada beberapa ayat atau hadits yang berfungsi sebagai pondasi, pilar, kuda-kuda, pemanis, pelengkap keindahan, kesemuanya saling berhubungan membentuk pengertian agama Islam yang utuh dan global.

Memegang satu macam material saja tentu tidak cukup untuk diharapkan manfaatnya sebagaimana tujuan membuat rumah, namun masih harus mencari material pendukung yang lain, kemudian disusun mengikuti syarat dan standar konstruksi.

Alloh SWT mengingatkan kepada hambanya agar menetapi Islam secara kaffah / total sebagaimana tercetak pada Surah Al-Baqoroh (2) ; 208 “ Yaa ay-yu hal-ladziina amanud-khuluu fis-silmi kaf-fah , wa laa tat-tabi’u khutuwatis-syaitoni , in-nahu lakum ‘aduw-wun mubiin” = Hai orang-orang beriman masuklah ke dalam Islam dengan kaf-fah, dan jangan kau ikuti langkah syetan sesungguhnya dia musuh yang jelas bagimu”.

Kafah, total jangan tanggung-tanggung, jangan setengah-setengah, jangan berpecah-belah. Dalam al-Quran dan Kitab Hadits jukup jelas bagaimana Rosulullohi SAW mengajarkan kita cara dan tuntunan sholat dimulai dari tata cara bersuci, berwudhu, menetapi waktu, dll. Juga dalam hal etika pergaulan, berdagang, mendidik anak, praktek merawat jenazah, mekanisme kerja ta’mir, membagi harta warisan dan masih banyak materi pembahasan pada bab dan sub bab dalam berbagai himpunan hadits.

Kesemuanya perlu dan wajib dikaji secara kontinyu dan terprogram supaya kita mendapatkan gambaran pengertian yang utuh dan universal.

Kita jangan terlena begitu membaca suatu ayat/hadits sebagaimana tertulis pada posting kali ini, yang terkesan begitu mudahnya cukup dengan mengucapkan doa di atas lantas bisa SLUB ! MASUK SURGA .

Kita masih hasru prihatin , berusaha lagi , masih kita perlukan dukungan dari pengertian lain berhubungan.

Rodhitu billahi rob-ban = aku ridho Alloh sebagai tuhan.

Hamba yang ridho bertuhankan Alloh SWT akan senantiasa memperhatikan peringatan dan firmannya yang tertuang dalam mushaf Kitab Suci Al-Qur’an. Mencintai, membaca berulang-ulang SURAT CINTA dari Alloh SWT dan berusaha mewujudkan ke dalam sikap dan pola pikir, ucapan dan perbuatan.

Wa bil Islami di-inan = dan (ridho) Islam sebagai agama

Kecintaan terhadap Islam menumbuhkan sikap syukur dan percaya diri (tentu tidak sombong) meyakini bahwa Islam lah agama yang diakui oleh Alloh SWT , Surah Ali Imron (3) ;19 “ In-na diina ‘indallohil-Islam……= sesungguhnya agama (yang diakui) disisi Alloh adalah Islam..al-ayah

Wa bi Muhammadin Shol-lallohu ‘alaihi wa salam rosulan = dan (ridho) Muhammad SAW sebagai utusan.

Hamba yang ridho Nabi Muhammad SAW sebagai utusan akan berusaha memiliki kitab hadits yang berisisikan dokumen jurnalis tentang apa dan bagaimana ucapan dan kelakuan Nabi Muhammad SAW dalam kedudukannya memberikan contoh suri tauladan yang baik bagi umatnya dalam praktek beribadah kepada Alloh SWT. Sebagaimana pesan Alloh SWT dalam Surah Al-Akhzab (33) ; 21 “ laqod’ kana lakum fii rosulillahi uswatun hasanah li man kana yarjulloha wal yaumil akhir wa dhakarolloha katsiiro”= Niscaya sungguh ada dalam diri rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (rohmat) Alloh dan menghendaki hari akhir dan ingat Alloh yang banyak”

Dengan tidak meremehkan fungsi dan kedudukan

December 20, 2009   Posted in: Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran), Tafsir Al-Quran

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.