<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binanurani.com &#187; 4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam</title>
	<atom:link href="http://binanurani.com/category/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binanurani.com</link>
	<description>Majelis Ta'lim Bina Nurani Istiqomah &#124; Generasi Cinta Quran &#124; Menuju Islam Kafah &#124; Bicara Lepas &#124; Berbagi Manfaat Kepada Sesama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Lanjutan Bag-3: Murni Cara Mengkaji )</title>
		<link>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-lanjutan-bag-3-murni-cara-mengkaji/</link>
		<comments>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-lanjutan-bag-3-murni-cara-mengkaji/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 08:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Murni Cara Mengkaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1413</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana pembahasan mengenai &#8220;cara mengaji&#8221; pada  posting yang lalu, bahwa “penyebaran ilmu “ agama Islam adalah melalui pendengaran langsung. Kisah Rosulullohi SAW pertama kali “ menerima ilmu “ dari Alloh SWT  juga melalui Malaikat Jibril yang langsung menjumpai beliau di Gua Hiro.
Maka penyebaran ilmu agama dengan melalui surat , media tulis juga dapat dikategorikan “ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px;" title="Ilmu agama adalah &quot; barang berharga&quot; warisan dari para nabi, memuat bacaan, makna dan keterangan dari Kitab suci Al-Quran dan Sunah/kitab hadits, ideal menurut syariat penyebarannya adalah diserahterimakan sebagaimana estafet. Siapa yang memberikan dan yang menerima dapat dipertanggungjawabkan. " src="http://img202.imageshack.us/img202/8315/estafet.jpg" alt="" width="99" height="72" />Sebagaimana pembahasan mengenai &#8220;cara mengaji&#8221; pada  <a href="http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-cara-mengkaji/" target="_blank">posting yang lalu</a>, bahwa “<em>penyebaran ilmu</em> “ agama Islam adalah melalui pendengaran langsung. Kisah Rosulullohi SAW pertama kali “ menerima ilmu “ dari Alloh SWT  juga melalui Malaikat Jibril yang langsung menjumpai beliau di <a href="http://binanurani.com/bagaimana-rosulullohi-saw-pertama-kali-menerima-wahyu-semak-kisahnya/" target="_blank">Gua Hiro</a>.</p>
<p>Maka penyebaran ilmu agama dengan melalui surat , media tulis juga dapat dikategorikan “ cara mengaji ilmu agama” berdasarkan sebuah hadits berikut :</p>
<p>Cerita kepadaku Muhammad bin Katsir , mengabarkan padaku Sufyan, dari Abdil Malik bin Umairin berkata, cerita padaku Abdur Rohman bin Abi Bakroh dari ayahnya , sesungguhnya ayahnya ( Abi Bakroh) berkirim surat kepada putranya (Abdur Rohman) , berkata (Abi Bakroh dalam suratnya) bersabda Rosulullohi SAW <span style="color: #000080;">&lt; Janganlah seorang juru hukum menghukumi di antara dua orang sedangkan dia dalam keadaan marah&gt;</span>. Hadits Riwayat Abu Dawud Kitabul Aqdhiyah juz 3/281.</p>
<p>Seorang sohabat bernama Abi Bakroh &#8220;mewejang ilmu&#8221; kepada putranya bernama Abdur Rohman dalam kisah hadits tersebut menggunakan media “ <span style="text-decoration: underline;">kirim surat</span>”.</p>
<p>Ada lagi sebuah hadits yang beberapa hari saya telusuri halaman demi halaman, buka beberapa kitab cari belum juga ketemu , yang intinya merupakan pesan <span id="more-1413"></span>kepada sohabat Ali RA ketika melaksanakan perintah ke negeri Yaman, pesannya agar ketika menentukan hukum yang tidak jelas maka berhentilah, atau “ berkirim surat “ kepada Rosululloh SAW.</p>
<p>Kemudian hadits dari sohabat Abu Darda’ menurut riwayat Ibnu Majah dalam Kitabul Muqodimah <span style="color: #000080;">&lt;………Sesunguhnya ulama adalah ahli warisnya para nabi, sesungguhnya para nabi tidak meninggalkan warisan (berupa) dinar dan bukan juga dirham, sesungguhnya mereka mewariskan ilmu maka barang siapa yang mengambil ilmu maka dia mengambil bagian yang sempurna&gt;</span> .</p>
<p>Ini kutipan dari hadits yang secara lengkapnya dapat dilihat <a href="http://binanurani.com/semangat-mencari-ilmu/" target="_blank">di sini</a></p>
<p>Ilmu agama adalah “ilmu warisan” , namanya warisan berarti benda berharga yang mana penyerahannya juga dengan cara tertentu, ada aktivitas “ serah terima “ siapa yang memberi dan siapa yang menerima dapat diindikasi dengan jelas.</p>
<p>Benda atau materi duniawi seperti rumah, mobil, sawah, pabrik , mas, dan benda berharga lainnya apakah diobral begitu saja terserah siapa yang mengambil? Tentu saja tidak !</p>
<p>Apalagi ilmu agama adalah “<span style="color: #800000;">benda yang berharga</span> “ berasal dari wahyu dari Alloh SWT diturunkan kepada Rosulillahi SAW kemudian diserahterimakan kepada para sohabat . Sohabat memberikan kepada tabi’in, kemudian kepada tabi’it tabi’in dan seterusnya secara sambung bersambung layaknya estafet.</p>
<h3><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Bagaimana aplikasi penyebaran ilmu agama Islam pada masa sekarang?</span></span></h3>
<p>Peradaban manusia yang dinamis dari waktu ke waktu membawa dampak dalam segala sendi kehidupan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menelurkan sebuah gaya hidup dalam hal kemudahan dan tersedianya fasilitas kehidupan.</p>
<p>Pemenuhan kebutuhan individu semakin dimanjakan dengan tersedianya alat teknologi canggih.</p>
<p>Tidak terkecuali “ teknik mendapatkan ilmu agama” juga mengalami perkembangan yang signifikan. Teknologi informasi ikut mewarnai dunia da’wah, media cetak dan elektronika membanjirkan berbagai macam informasi termasuk di dalamnya pengetahuan ilmu agama.</p>
<p>Namun waspada ! di sisi lain “ cara mengaji” yang tidak lain adalah pintunya masuknya ilmu agama kepada individu harus tetap memperhatikan “ syariat “ dan rambu-rambu agar tujuan mencari ilmu agama dapat berhasil memperoleh “ ilmu yang betul-betul murni” diamalkan bermanfaat di dunia dan akhirat.</p>
<p>Bagaimanapun situasinya , kapanpun jamannya dari beberapa hadits di atas maka metode penyebaran ilmu agama sesuai syariat dapat dibuatkan rangking menurut keafdholannya sebagai berikut :</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #008000;"><em># Peringkat Pertama :</em></span></span></strong> Datang ke majelis ta’lim untuk mendapatkan ilmu agama langsung dari nara sumber yang menyampaikan kajian ilmu agama face to face, langsung membuka Kitab Suci al-Quran dan Kitab Sunah al hadits, sehingga langsung berinteraksi dalam suatu komunitas bersama nara sumber, mengikuti praktek peribadatan yang dicontohkan. Dengan demikian ketika ada hal yang tidak jelas, langsung dapat bertanya dan ketika hadirin melakukan amaliyah yang belum cocok dengan Quran dan Sunah langsung dapat diluruskan. Contoh aktivitas yang sudah lazim di kalangan umat adalah kajian teori dan praktek  <em>manasik haji</em>, praktek merawat jenazah, dll.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><em><span style="color: #008000;"># Peringkat Kedua :</span></em></strong></span> Datang ke majelis ta’lim tetapi karena keterbatasan ruang tidak dapat melihat langsung kepada penyaji materi pengajian, namun masih mendengarkan baik melalui pengeras suara atau tidak. Cara begini tetap memudahkan untuk bertanya tentang suatu pengertian maupun praktek ibadah. Contoh riel adalah kajian di suatu tempat/ruang yang berbeda ruang kelas, dengan pengeras suara.</p>
<p><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em><strong># Peringkat ketiga :</strong></em></span></span> Tidak datang ke majelis namun mendapatkan materi ilmu makna dan keterangan dari narasumber yang menyampaikan al-Quran dan Hadits melalui tulisan, brosur, bulletin, buku cetakan dll. Dengan catatan para penerima ilmu ini tetap terdaftar dalam komunitas tertentu sehingga memudahkan control dan ketika ada hal yang tidak jelas para penerima ilmu dapat dengan mudah menanyakan kepada narasumber melalui media yang telah disediakan. Contoh konkret adalah <a href="http://www.madrasahonline.com/?ref=23" target="_blank">madrasah online</a> yang dikembangkan dan dirancang dan oleh Majelis Ta&#8217;lim Bina Nurani Istiqomah berdomisili di Dusun Pringwulung Rt 04/04 Kradenan, Kec.srumbung, Kab.Magelang, Indonesia. Hp.085878618671</p>
<p>Semoga dengan kehadiran madrasah online dapat diambil manfaatnya sebagai ajang silaturahim, menambah ilmu dan wawasan agama demi peningkatan imana dan taqwa secara nyata berlandaskan semangat kembali kepada kitabillah wa sunati nabi.</p>
<p>Semoga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-lanjutan-bag-3-murni-cara-mengkaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Pedoman )</title>
		<link>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/</link>
		<comments>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 01:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Murni Pedoman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1308</guid>
		<description><![CDATA[Pada posting yang lalu sudah dibahas murni dalam niyat , berikut adalah murni dalam pedoman.
Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah Kitab Suci al-Quran sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,” Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin = demikian inilah kitab (yang) tidak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><img style="margin: 5px;" title="Kitab Suci Al-Quran dan Kitab Sunah , adalah dua perkara peninggalan Rosulillahi SAW sebagai dasar ilmu agama Islam. Kutubusitah adalah Kitab Sunah/hadits baku yang sudah diakui oleh ulama Islam sedunia, Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa-i, Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Madjah" src="http://img697.imageshack.us/img697/5929/bannermadrasah3.jpg" alt="" width="230" height="120" /><p class="wp-caption-text">Dari kanan ke kiri , Al-Quranul Karim, Hadits Tirmidzi, Hadits Ibnu Madjah, Hadits Muslim, Hadits Bukhori, Hadits Abu Dawud dan Hadits Nasa-i</p></div>
<p>Pada posting yang lalu sudah dibahas <a href="http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/" target="_blank">murni dalam niyat</a> , berikut adalah murni dalam pedoman.</p>
<p>Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah <span style="text-decoration: underline;">Kitab Suci al-Quran</span> sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,”<span style="color: #333399;"> Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin</span> = <span style="color: #800000;">demikian inilah kitab (yang) tidak ada keraguan didalamnya (sebagai) petunjuk bagi orang yang bertaqwa,</span> takut kepada Alloh dengan mendekatkan diri memperhatikan firmanNYA di dalam alquran , berusaha melaksanakan perintah se pol kemampuan dan takut ancaman siksanya dengan menjauhi laranganNYA.</p>
<p>Kalau kita kaji secara makna kata perkata ayat demi ayat dari awal surat al-Fatikhah hingga akhir surah an-Nas maka ada beberapa penjelasan dari Alloh Ta’ala yang berkaitan dengan penegasan pedoman orang beriman ini.</p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong>Selain Mengkaji Al-Quran, Orang Mu’min Musti Juga Mengkaji Al-Hadits, Mengapa ?</strong></span></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Surah Al-Ahzab (33) ;21 “ <span style="color: #000080;">Niscaya sungguh ada dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (ridho) Alloh dan (hidup senang) di hari akhir.</span></p>
<p>Disamping itu ada lagi pada surah Al-Hasr (69); 7 “…<span style="color: #333399;">.. wa ma atakumur-rosulu fakhudzuhu wa ma nahakum ‘anhu fantahu, wa taqulloha in-nalloha syadidul ‘iqobi “</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Apa yang Rosul datangkan padamu (berikan contohnya) maka ambilah, dan apa yang rosul cegah padamu darinya maka jauhilah, dan bertaqwalah kepada Alloh sesungguhnya Alloh Maha Berat /dahsyat siksaannya”.</span></p>
<p>Jelas sekali Rosululloh Muhammad SAW diutus untuk memberikan contah suri tauladan yang benar dalam kontek memaknai dan mentafsirkan pedoman Al-Quran ke dalam amalan hidup sehari-hari. Tidak saja dalam konteks ibadah sholat, puasa , haji dll <span id="more-1308"></span>namun juga penerapannya ke dalam segala aspek kehidupan, seperti cara mencari rejeki, bergaul, merawat jenazah, bermusyawaroh dll.</p>
<p>Di mana kita sekarang dapat mengetahui dan mempelajari contoh peribadatan Rosulillahi SAW ?</p>
<p>Adalah Muhammad bin Isa bin Suroh At-Tirmidzi yang dikenal sebagai Abi Isa hidup pada tahun 209 – 279 H, telah menghimpun “ Jami’ Shohih “ . Beliau menghimpun hadits dengan barbagai bab  dan sub bab. Setiap isi / matan hadits disertai silsilah (urutan guru berguru) yang meriwayatkan hadits tersebut.</p>
<p>Hampir pada setiap akhir uraian isi hadits, Tirmidzi ( demikian sebutan lebih popular) mengulas tentang rijal hadits, kekuatan haditsnya dsb. Dengan membeli dan mengkaji Hadits Tirmidzi, Saudara2 dapat sekaligus mengenal secara singkat ilmu mustolahul hadits.</p>
<p>Dalam rentang waktu yang tidak jauh berbeda, dikenal juga penghimpun hadits yang lain seperti Imam Bukhori menghimpun hadits Sohih Bukhori, Imam Muslim menghimpun Sohih Muslim , Abu Dawud, Nasa-i, dan Ibnu Madjah. Ke-enam kitab itulah terkenal dengan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">“Kutubusitah “ </a> yaitu kitab yang enam dan sudah diakui oleh ulama Islam se dunia.</p>
<p>Itulah buku/hadits yang patut dijadikan pegangan bagi umat Islam dalam belajar dasar ilmu agama.</p>
<p>Mereka bukan membuat kitab karangan tapi menghimpun dari beberapa guru dan mengelompokkan ke dalam bab-bab tertentu.</p>
<p>Saudara2 dapat membelinya pada toko2 kitab di kota terdekat.</p>
<p>Sampai di sini maka dapat disimpulkan bahwa pedoman agama Islam selain <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Quran</span></span></strong> wadahnya firman Alloh , juga <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Hadits</span></span></strong> yang bermuatan cerita tentang ucapan dan perilaku Rosulullohi SAW dalam memberikan contoh peribadatan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Hati2 Awas Barang Tiruan ! </span></strong></span></h3>
<p>Untuk mendapatkan ilmu agama yang murni maka perlu juga sumber yang murni juga yaitu Kitabillah (Al-Quran ) dan Sunah Nabi ( Kitab2 Hadits Sohih). Sebelum wafatnya Rosulullohi SAW sudah berwasiyat demikian , dalam hadits riwayat Imam Malik yang terkenal dengan Kitab Muato’ “ <span style="color: #000080;">telah ku tinggalkan dua perkara di kalangan kamu , tidak akan tersesat kamu selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabilah dan Sunah Nabinya Alloh</span> “.</p>
<p>Yang perlu diwaspadai adalah adanya kitab-kitab karangan yang dapat merubah, menutupi atau menyembunyikan pengertian yang murni yang semestinya ditangkap dari hasil proses belajar mengajar. Maraknya kitab karangan tidak saja muncul pada masa perpecahan Islam di Indonesia abad 19, namun sejak masa hidup Rosulillahi SAW sudah ada seorang yang mempropagandakan kitab karangan.</p>
<p>Surah Luqman (31); 6 mengkisahkan hal tersebut.</p>
<p>“ <span style="color: #000080;">Dan sebagian dari mereka ada orang yang menukarkan / menjual cerita batal untuk menyesatkan dari jalan Alloh dengan tanpa ilmu dan mengambil jalan agama dengan main-main, mereka itulah baginya siksaan yang menghinakan”.</span></p>
<p>Dikisahkan dari ayat itu, tersebut nama Nadzir bin Haris, dia membeli kitab karangan dari Syam kemudian dibawa masuk ke negeri Makah.</p>
<p>Pengertian “ <em>Li yudhil-la ‘an sabilillah</em> “ pada ayat di atas adalah “<em>li yab’adan nas ‘an toriqil haq</em>” = menjauhkan manusia dari jalan yang haq. <em>( Tafsir Sofatul Bayani hal.411 )</em></p>
<h3><span style="color: #333300;"><span style="text-decoration: underline;">Bagaimana Memilih Al-Quran dan Hadits ?</span></span></h3>
<p>Untuk memilih Kitab Suci Al-Quran yang asli, insyaAlloh masyarakat tidak kesulitan , tidak lain adalah kitab Al-Quran 30 juz sebagaimana ada di masjid2 dan dijual di toko buku/kitab.</p>
<p>Sedang untuk memilih hadits yang asli, pilihlah satu atau lebih di antara “kutubusitah” . Ada yang masih impor seperti cetakan Darul Fikr , Lebanon , Beirut tentunya hargaua relatif lebih mahal, namun untuk mendapatkan yang lebih hemat dapat membeli hadits cetakan Indonesia , seperti terbitan Toha Putra Semarang, Dahlan Bandung,  juga sudah tersedia di toko2 kitab.</p>
<p>Pilihlah yang masih asli berbahasa Arab,  belum ada terjemahan.</p>
<p>Harga Kitab untuk satu jenis saja misalkan Sohih Bukhori lebih kurang Rp.210.000,- lebih-lebih sebagai pembelajar ilmu dasar agama tidak cukup hanya dari satu sumber perowi, tapi juga dari yang lain seperti Sohih Muslim, Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa-i , Ibnu Majah, Tafsir Ahmad, Tafsir Ibni Katsir dll.</p>
<p>Lalu bagaimana solusinya, adakah kitab khusus yang merupakan rangkuman dari berbagai imamul hadits di atas serta di susun sesuai dengan bab-bab yang membahas dasar2 ibadah seperti sholat, puasa, jga hukum2 dasar yang sederhana?</p>
<p>Ya, inilah salah satu solusi yang kami tawarkan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">Kitab Mukhtarul Adilah</a></p>
<p>Bagaimana dapat mengetahui/ mempelajari isinya ?</p>
<p>InsyaAlloh akan dibahas pada posting berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
