<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binanurani.com &#187; Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)</title>
	<atom:link href="http://binanurani.com/category/belajar-islam-melalui-tamsil-gambaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binanurani.com</link>
	<description>Majelis Ta'lim Bina Nurani Istiqomah &#124; Generasi Cinta Quran &#124; Menuju Islam Kafah &#124; Bicara Lepas &#124; Berbagi Manfaat Kepada Sesama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cek Up Diri dengan 28 Sifat Unik Orang Beriman</title>
		<link>http://binanurani.com/28-sifatunik-orang-beriman/</link>
		<comments>http://binanurani.com/28-sifatunik-orang-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 21:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1517</guid>
		<description><![CDATA[Menurut kitab suci al-Quran sebagai peneropong , manusia yang hidup di atas bumi ini terbagi ke dalam dua golongan besar yaitu orang iman dan orang kufur  , sebagaimana keadaan di akhirat kelak manusia juga terbagi dalam dua tempat. Sebagian di surga dan sebagian di neraka.
Hal ini sudah terpatri dalam catatan permanen al-Quran al-Karim Surah at-Taghobun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px;" title="Cek up diri sendiri, sudah seberapa pantas kita mengaku sebagai orang iman" src="http://img171.imageshack.us/img171/5432/stateskop.jpg" alt="" width="101" height="120" />Menurut kitab suci al-Quran<a href="http://binanurani.com/tafsir-al-quran-1-al-quran-sebagai-teropong/" target="_blank"> sebagai peneropong</a> , manusia yang hidup di atas bumi ini terbagi ke dalam dua golongan besar yaitu orang iman dan orang kufur  , sebagaimana keadaan di akhirat kelak manusia juga terbagi dalam dua tempat. Sebagian di surga dan sebagian di neraka.</p>
<p>Hal ini sudah terpatri dalam catatan permanen al-Quran al-Karim Surah at-Taghobun (64);2 &#8220;<span style="color: #333399;"> Dialah Alloh yang menciptakan kamu semua , maka diantara kamu ada yang kufur dan sebagian kamu ada yang beriman, dan Alloh Maha Mengetahui lagi waspada&#8221;.</span></p>
<p>Surga adalah tempat kembali di sisi Alloh bagi manusia yang selama di dunia tergolong orang iman, sedang neraka/tempat segala penderitaan, tempat penyiksaan bagi manusia yang selama di dunia jadi oran  kufur alias tidak mau jadi orang iman. Dua hal yang sangat jauh berbeda</p>
<p>Pernahkah kita introspeksi, di golongan mana kita ini sebenarnya?</p>
<p>Pantaskah kita mengaku diri sebagai orang iman ?</p>
<p><a href="http://binanurani.com/siapakah-orang-mukmin-itu/" target="_blank">Siapakah orang iman itu?</a></p>
<p>Semenjak jaman dulu , sekarang hingga masa selanjutnya, orang beriman senantiasa memiliki karakter , sifat unik yang menjadi ciri spesifik sebagai manisfestasi dari ilmu dan keyakinannya <span id="more-1517"></span>kemudian terproyeksi dalam sikap, ucapan dan perbuatan.</p>
<p>Baik ! berikut adalah uraian 28 sifat orang iman menurut hadits Riwayat Hakim, paparan hadits dapat Saudara jumpai dalam himpunan hadits Mukhtarul Adilah Kitabul Khutbah hal 18-20.</p>
<p>Ke-28 uraian berikut dapat digunakan untuk &#8221; Cek Up&#8221;diri sendiri sekaligus bahan untuk introspeksi.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="37" valign="top">1.</td>
<td width="601" valign="top">Orang   yang beriman itu kuat memegang teguh pendiriannya, kuat memegang teguh   keyakinan agamanya, tidak mudah terpengaruh keadaan, tidak lemah karena   cobaan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">2.</td>
<td width="601" valign="top">Orang   beriman itu mampu membuat penilaian yang benar dan obyektif,tegas dalam mengambil sikap,   tetapi berlapang dada mudah menerima nasehat, pitutur dan   pengarahan-pengarahan ,tidak membela diri karena khawatir jatuh   mental,sakdermo, hatinya gampangan untuk diajak maju , berprestasi yang lebih   baik dan menuju kearah kesempurnaan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">3.</td>
<td width="601" valign="top">Imannya   mantap yakin terhadap kebenaran yang diperjuangkan tidak ragu –ragu dalam   mewujudkan kebenaran, rela berkorban demi suksesnya cita-cita kebenaran.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">4.</td>
<td width="601" valign="top">Haus akan ilmu pengetahuan . Selalu   mengharapkan bertambahnya ilmu sebagai modal pengetahuan kebenaran. Tidak   kenyang-kenyangnya mencari ilmu selama hayat masih dikandung badan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">5.</td>
<td width="601" valign="top">Selalu   khawatir dan takut jangan-jangan usaha amal sholih yang telah dikerjakan itu   belum cukup untuk bekal menghadap kehadirat Allah , sehingga mempunytai   semangat yang tinggi untuk beramal lebih banyak, tetapi juga merasa syukur, bahagia,   tentram dan aman,tenang karena semua usahanya diyakini akan mendapat hasil   dan berakhir dengan kemenangan menerima keridhoan dari Allah, surganya Allah   selamat dari Neraka Allah.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">6.</td>
<td width="601" valign="top">Tekun   ,telaten ,tidak putus asa dalam mencari ilmu, sabar dan arif hatinya menimba   ilmu Quran dan Hadits sebagai satu satunya kebenaran.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">7.</td>
<td width="601" valign="top">Sederhana   dalam hidup walaupun kaya raya, mengerti haknya harta sehingga berani menjadi   pelopor dalam menggunakan harta demi kelancaran perjuangan Agama Allah.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">8.</td>
<td width="601" valign="top">Merias   diri, menjaga penampilan diri dan kebersihan walaupun papa sengsara , selalu menjaga harga diri   sebagai orang iman.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">9.</td>
<td width="601" valign="top">Hatinya   tidak tama’ , nggrangsang,ngoyo, bisa menerima rejeki pemberian Allah, tetapi   tidak menimbulkan malas usaha karena menyadari bahwa suksenya perjuangan   agama Allah itu ditunjang oleh harta dan kekayaan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">10.</td>
<td width="601" valign="top">Rejekinya   dari usaha yang halal, menjauhkan diri dari hal harom atau syubhat / samar.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">11.</td>
<td width="601" valign="top">Tetap   istiqomah dalam melakukan kebajikan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">12.</td>
<td width="601" valign="top">Terampil,   trengginas dalam menangani perjuangan fi sabilillah tidak aras-arasan   ,bot-boten, berat hati, tapi ringan kaki dan ringan tangan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">13.</td>
<td width="601" valign="top">Dapat   mengendalikan diri , tidak menuruti hawa nafsu, syahwat dan mengendalikan   keinginan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">14.</td>
<td width="601" valign="top">Kasih   sayang kepada orang-orang yang menderita, keberatan menghadapi hidup dan   kehidupan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">15.</td>
<td width="601" valign="top">Tidak   menyimpang dari garis-garis kebenaran walaupun terhadap orang yang paling   sering membikin marah dan geram.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">16.</td>
<td width="601" valign="top">Cintanya   kepada seseorang tidak menimbulkan pelanggaran-pelanggaran, tidak menerjang   larangan agama sampai melakukan perbuatan dosa.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">17.</td>
<td width="601" valign="top">Tidak   menyia-nyiakan amanah/ titipan, kalau ada titipan maka segera diserahkan   kepada yang berhak menerima / bisa amanat.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">18.</td>
<td width="601" valign="top">Tidak   dengki,tidak suka menuduh jelek kepada sesama orang iman, tidak suka saling   melaknati.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">19.</td>
<td width="601" valign="top">Secara ksatria mengakui   kesalahan –kesalahan yang diperbuat walaupun tidak ada orang yang menyaksikan   perbuatannya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">20.</td>
<td width="601" valign="top">Tidak   memanggil, menuduh orang iman dengan julukan-julukan Ya kafir, ya fasik, Ya munafik.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">21.</td>
<td width="601" valign="top">Khusu’   dalam sholat , cepat cepat mengeluarkan zakat jika hartanya sudah sampai nisob.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">22.</td>
<td width="601" valign="top">Sobar,   tabah, tahan uji dan tenang dalam menghadapi fitnah,cobaan gonjang ganjing   dan kegoncangan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">23.</td>
<td width="601" valign="top">Selalu   menghidupkan syukur diwaktu longgar , aman fi sabilillah.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">24.</td>
<td width="601" valign="top">Menerima   yang jadi miliknya, nerima,bersyukur terhadap pemberian dan tidak mengaku barang yang   bukan miliknya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">25.</td>
<td width="601" valign="top">Tidak   menanam dendam kesumat dan tidak menumpuk-numpuk dendam yang membawa   permusuhan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">26.</td>
<td width="601" valign="top">Sifat   kikir, bakhilnya tidak mencegah untuk berbuat ma’ruf, kebenaran.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">27.</td>
<td width="601" valign="top">Mau   bergaul dengan manusia umumnya walaupun terhadap yang berbeda pendapat,   paham, agama, golongan, ras, suku , marga dan mau berbicara, berdialog. Bermusyawarah   dengan mereka tetapi tidak sampai terpengaruh bahkan dapat berpengaruh.</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">28.</td>
<td width="601" valign="top">Jika   dianiaya tetap sabar, sehingga Allah Dzat Pemurah memberi pertolongan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/28-sifatunik-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Pedoman )</title>
		<link>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/</link>
		<comments>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 01:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Murni Pedoman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1308</guid>
		<description><![CDATA[Pada posting yang lalu sudah dibahas murni dalam niyat , berikut adalah murni dalam pedoman.
Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah Kitab Suci al-Quran sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,” Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin = demikian inilah kitab (yang) tidak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><img style="margin: 5px;" title="Kitab Suci Al-Quran dan Kitab Sunah , adalah dua perkara peninggalan Rosulillahi SAW sebagai dasar ilmu agama Islam. Kutubusitah adalah Kitab Sunah/hadits baku yang sudah diakui oleh ulama Islam sedunia, Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa-i, Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Madjah" src="http://img697.imageshack.us/img697/5929/bannermadrasah3.jpg" alt="" width="230" height="120" /><p class="wp-caption-text">Dari kanan ke kiri , Al-Quranul Karim, Hadits Tirmidzi, Hadits Ibnu Madjah, Hadits Muslim, Hadits Bukhori, Hadits Abu Dawud dan Hadits Nasa-i</p></div>
<p>Pada posting yang lalu sudah dibahas <a href="http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/" target="_blank">murni dalam niyat</a> , berikut adalah murni dalam pedoman.</p>
<p>Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah <span style="text-decoration: underline;">Kitab Suci al-Quran</span> sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,”<span style="color: #333399;"> Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin</span> = <span style="color: #800000;">demikian inilah kitab (yang) tidak ada keraguan didalamnya (sebagai) petunjuk bagi orang yang bertaqwa,</span> takut kepada Alloh dengan mendekatkan diri memperhatikan firmanNYA di dalam alquran , berusaha melaksanakan perintah se pol kemampuan dan takut ancaman siksanya dengan menjauhi laranganNYA.</p>
<p>Kalau kita kaji secara makna kata perkata ayat demi ayat dari awal surat al-Fatikhah hingga akhir surah an-Nas maka ada beberapa penjelasan dari Alloh Ta’ala yang berkaitan dengan penegasan pedoman orang beriman ini.</p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong>Selain Mengkaji Al-Quran, Orang Mu’min Musti Juga Mengkaji Al-Hadits, Mengapa ?</strong></span></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Surah Al-Ahzab (33) ;21 “ <span style="color: #000080;">Niscaya sungguh ada dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (ridho) Alloh dan (hidup senang) di hari akhir.</span></p>
<p>Disamping itu ada lagi pada surah Al-Hasr (69); 7 “…<span style="color: #333399;">.. wa ma atakumur-rosulu fakhudzuhu wa ma nahakum ‘anhu fantahu, wa taqulloha in-nalloha syadidul ‘iqobi “</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Apa yang Rosul datangkan padamu (berikan contohnya) maka ambilah, dan apa yang rosul cegah padamu darinya maka jauhilah, dan bertaqwalah kepada Alloh sesungguhnya Alloh Maha Berat /dahsyat siksaannya”.</span></p>
<p>Jelas sekali Rosululloh Muhammad SAW diutus untuk memberikan contah suri tauladan yang benar dalam kontek memaknai dan mentafsirkan pedoman Al-Quran ke dalam amalan hidup sehari-hari. Tidak saja dalam konteks ibadah sholat, puasa , haji dll <span id="more-1308"></span>namun juga penerapannya ke dalam segala aspek kehidupan, seperti cara mencari rejeki, bergaul, merawat jenazah, bermusyawaroh dll.</p>
<p>Di mana kita sekarang dapat mengetahui dan mempelajari contoh peribadatan Rosulillahi SAW ?</p>
<p>Adalah Muhammad bin Isa bin Suroh At-Tirmidzi yang dikenal sebagai Abi Isa hidup pada tahun 209 – 279 H, telah menghimpun “ Jami’ Shohih “ . Beliau menghimpun hadits dengan barbagai bab  dan sub bab. Setiap isi / matan hadits disertai silsilah (urutan guru berguru) yang meriwayatkan hadits tersebut.</p>
<p>Hampir pada setiap akhir uraian isi hadits, Tirmidzi ( demikian sebutan lebih popular) mengulas tentang rijal hadits, kekuatan haditsnya dsb. Dengan membeli dan mengkaji Hadits Tirmidzi, Saudara2 dapat sekaligus mengenal secara singkat ilmu mustolahul hadits.</p>
<p>Dalam rentang waktu yang tidak jauh berbeda, dikenal juga penghimpun hadits yang lain seperti Imam Bukhori menghimpun hadits Sohih Bukhori, Imam Muslim menghimpun Sohih Muslim , Abu Dawud, Nasa-i, dan Ibnu Madjah. Ke-enam kitab itulah terkenal dengan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">“Kutubusitah “ </a> yaitu kitab yang enam dan sudah diakui oleh ulama Islam se dunia.</p>
<p>Itulah buku/hadits yang patut dijadikan pegangan bagi umat Islam dalam belajar dasar ilmu agama.</p>
<p>Mereka bukan membuat kitab karangan tapi menghimpun dari beberapa guru dan mengelompokkan ke dalam bab-bab tertentu.</p>
<p>Saudara2 dapat membelinya pada toko2 kitab di kota terdekat.</p>
<p>Sampai di sini maka dapat disimpulkan bahwa pedoman agama Islam selain <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Quran</span></span></strong> wadahnya firman Alloh , juga <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Hadits</span></span></strong> yang bermuatan cerita tentang ucapan dan perilaku Rosulullohi SAW dalam memberikan contoh peribadatan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Hati2 Awas Barang Tiruan ! </span></strong></span></h3>
<p>Untuk mendapatkan ilmu agama yang murni maka perlu juga sumber yang murni juga yaitu Kitabillah (Al-Quran ) dan Sunah Nabi ( Kitab2 Hadits Sohih). Sebelum wafatnya Rosulullohi SAW sudah berwasiyat demikian , dalam hadits riwayat Imam Malik yang terkenal dengan Kitab Muato’ “ <span style="color: #000080;">telah ku tinggalkan dua perkara di kalangan kamu , tidak akan tersesat kamu selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabilah dan Sunah Nabinya Alloh</span> “.</p>
<p>Yang perlu diwaspadai adalah adanya kitab-kitab karangan yang dapat merubah, menutupi atau menyembunyikan pengertian yang murni yang semestinya ditangkap dari hasil proses belajar mengajar. Maraknya kitab karangan tidak saja muncul pada masa perpecahan Islam di Indonesia abad 19, namun sejak masa hidup Rosulillahi SAW sudah ada seorang yang mempropagandakan kitab karangan.</p>
<p>Surah Luqman (31); 6 mengkisahkan hal tersebut.</p>
<p>“ <span style="color: #000080;">Dan sebagian dari mereka ada orang yang menukarkan / menjual cerita batal untuk menyesatkan dari jalan Alloh dengan tanpa ilmu dan mengambil jalan agama dengan main-main, mereka itulah baginya siksaan yang menghinakan”.</span></p>
<p>Dikisahkan dari ayat itu, tersebut nama Nadzir bin Haris, dia membeli kitab karangan dari Syam kemudian dibawa masuk ke negeri Makah.</p>
<p>Pengertian “ <em>Li yudhil-la ‘an sabilillah</em> “ pada ayat di atas adalah “<em>li yab’adan nas ‘an toriqil haq</em>” = menjauhkan manusia dari jalan yang haq. <em>( Tafsir Sofatul Bayani hal.411 )</em></p>
<h3><span style="color: #333300;"><span style="text-decoration: underline;">Bagaimana Memilih Al-Quran dan Hadits ?</span></span></h3>
<p>Untuk memilih Kitab Suci Al-Quran yang asli, insyaAlloh masyarakat tidak kesulitan , tidak lain adalah kitab Al-Quran 30 juz sebagaimana ada di masjid2 dan dijual di toko buku/kitab.</p>
<p>Sedang untuk memilih hadits yang asli, pilihlah satu atau lebih di antara “kutubusitah” . Ada yang masih impor seperti cetakan Darul Fikr , Lebanon , Beirut tentunya hargaua relatif lebih mahal, namun untuk mendapatkan yang lebih hemat dapat membeli hadits cetakan Indonesia , seperti terbitan Toha Putra Semarang, Dahlan Bandung,  juga sudah tersedia di toko2 kitab.</p>
<p>Pilihlah yang masih asli berbahasa Arab,  belum ada terjemahan.</p>
<p>Harga Kitab untuk satu jenis saja misalkan Sohih Bukhori lebih kurang Rp.210.000,- lebih-lebih sebagai pembelajar ilmu dasar agama tidak cukup hanya dari satu sumber perowi, tapi juga dari yang lain seperti Sohih Muslim, Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa-i , Ibnu Majah, Tafsir Ahmad, Tafsir Ibni Katsir dll.</p>
<p>Lalu bagaimana solusinya, adakah kitab khusus yang merupakan rangkuman dari berbagai imamul hadits di atas serta di susun sesuai dengan bab-bab yang membahas dasar2 ibadah seperti sholat, puasa, jga hukum2 dasar yang sederhana?</p>
<p>Ya, inilah salah satu solusi yang kami tawarkan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">Kitab Mukhtarul Adilah</a></p>
<p>Bagaimana dapat mengetahui/ mempelajari isinya ?</p>
<p>InsyaAlloh akan dibahas pada posting berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-1: Murni Niyat )</title>
		<link>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 14:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Kemurnian agama adalah HARGA MATI !!
Ya, kenapa ? Karena Alloh Ta’ala Yang Di atas Sana sudah berikrar tidak akan menerima amalan kecuali yang dimurnikan. Sebagaimana difirmankan dalam QS Al-Bayinah (98);5 “ Wa ma umiru il-la liya’budulloha mukhlishina lahudiina hunafa-a wa yuqimu sholata wa yu’tu zakata wa dzalika diinul qoy-yimah” = dan tidak diperintah mereka kecuali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" title="Ilmu agama yang murni adalah ilmu yang diterima oleh para sohabat dari Rosulullahi SAW ibarat madu murni yang keluar dari perut lebah, tidak ditambah/dikurangi. " src="http://img194.imageshack.us/img194/346/lebahmadu.jpg" alt="" width="111" height="108" />Kemurnian agama adalah HARGA MATI !!</p>
<p>Ya, kenapa ? Karena Alloh Ta’ala Yang Di atas Sana sudah berikrar tidak akan menerima amalan kecuali yang dimurnikan. Sebagaimana difirmankan dalam QS Al-Bayinah (98);5 “ <span style="color: #000080;">Wa ma umiru il-la liya’budulloha mukhlishina lahudiina hunafa-a wa yuqimu sholata wa yu’tu zakata wa dzalika diinul qoy-yimah”</span> = <span style="color: #800000;">dan tidak diperintah mereka kecuali semata untuk beribadah kepada Alloh dengan memurnikan agamanya dengan condong dan menentapi sholat dan membayarkan zakat, dan demikianlah agama yang tegak (benar)”.</span></p>
<p>Beribadah dengan cara yang murni adalah perintah Alloh, sehingga kalau ada hamba beribadah dengan cara tidak murni berarti melaksanakan perintah selain dari Alloh sebutan yang paling tepat adalah musrik, disamping beribadah melaksanakan perintah Alloh juga sekaligus melakukan perintah dari selain Alloh.</p>
<p>Sedangkan dalam Hadits Riwayat Nasa-i , terdapat dalam Kitabul Khutbah hal.69 fii <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Mukhtarul Adilah</a>.</p>
<p>Rosulullohi SAW bersabda “ <span style="color: #000080;">in=nalloha laa yaq’baluminal ‘amal il-lamakana lahu mukhlishon wab’tughiya bihi waj’huh </span>“ = <span style="color: #800000;">sesungguhnya Alloh tidak menerima dari suatu amal kecuali amal itu dimurnikan dan dicari dengan amal itu wajah Alloh”.</span></p>
<p>Betapa rugi dan sungguh celaka kalau sampai amal kita tidak diterima (rejected) ditolak oleh Alloh SWT . Kalau tidak diterima otomatis tidak mendapatkan hasil aj’ron /pahala dan rohmat Alloh yang “mutlak” berfungsi sebagai tiket masuk surga kelak di akhirat. Sedangkan saat di akhirat  hanya ada dua tempat tinggal kalau <span id="more-1281"></span>tidak masuk surga berarti masuk neraka, dan sebaliknya. Karena keadaan itu maka mau tidak mau kita harus berusaha hingga berhasil masuk surga, TIDAK ADA KOMPROMI.</p>
<p>Betapa pentingnya masalah ini !</p>
<p><strong>Istilah Murni</strong></p>
<p>Murni = kholasho, mukhlish, ikhlash. Seperti kata “ madu murni” berarti madu yang original / asli seperti yang keluar dari perut lebah, tidak ditambah tidak dikurangi.</p>
<p>Ibadah yang murni /mukhlish adalah cara ibadah yang asli seperti yang dicontohlan oleh Rosulullohi SAW sebagai suri tauladan dan dipraktekkan bersama para sohabat beliau .</p>
<p>Apakah ada kiat-kiat menjada kemurnian ibadah ? inilah <strong><span style="text-decoration: underline;">Empat Pilar Penjagaan Kemurnian Agama Islam</span></strong>, langsung saja kita semak :</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #000080;">#1. Murni Niyat.</span></span></h3>
<p>Sebelum beramal ibadah sekecil apapun maka yang dilakukan pertama kali adalah menata niyat. Dengan niyat yang berbeda meskipun amalannya sama maka akan membawa hasil yang berbeda pula. Lihatlah naskah hadits Sohih Bukhori juz 1 hal.2 Nabi Muhammad SAW bersabda “<span style="color: #003366;"> In-namal a’malu bin-niyat wa in-nama li kul-li imri-in ma nawa fa man kanat hij’rotuhu ila dun-ya yushibuha au ila imroatin tankihu ha, fa hij’ro tuhu ila ma hajaro ilaihi”</span></p>
<p>artinya “<span style="color: #993300;">sesungguhnya amalan (akan diperoleh hasil) tergantung niyatnya, dan sesungguhnya bagi tiap2 orang ( dia dapat) apa yang diniyati, maka barang siapa yang hijrahnya (mengikuti Nabi dari Makah ke Madinah) karena urusan keduniaan maka dia dapatkan, sedangkan yang niyat karena wanita maka dia nikahi (kalau wanitanya mau). Hijrahnya (yang didapatkan) adalah tergantung apa yang hijrah padanya (niyatnya).</span></p>
<p>Ibadah ibaratnya sekarang beramal menanam dan besuk di akhirat berharap dapat memanen hasil amal di dunia. Kalau kita beramal sekarang ini niyat dalam hati didasari ingin mendapatkan ridho dan cinta Alloh serta takut ancaman siksa Alloh, maka di akhirat kita betul-betul dapatkan apa yang diniyati itu.</p>
<p>Dalam kita beribadah , mentaati perintah Alloh SWT dalam alquran dan sabda Rosulillahi SAW dalam al-Hadits agar dijaga betul niyatnya karena Alloh semata, jangan tercampur niyat yang lain.</p>
<p>Ingatlah wasiat Rosulillahi SAW yang copy naskahnya sekarang dapat kita temukan dengan mudah di <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Mukhtarul Adilah</a> Kitabul Khutbah hal.72-73.</p>
<p>Tulisan dalam kitab itu masih asli Arabic semua, kalau lafadznya begini : “ dan bersabda (Rosulullohi ) SAW “<span style="color: #000080;"> in-na ma akhwafa ma atakhow-wafu ‘ala um-mati al-isyroku billahi ama in-ni latu aqulu ya’buduna syamsya wa laa qomaron  wa laa watsanan wa lakin a’malan li ghoirillah wa syahwatan khofi-yah”</span></p>
<p>Artinya “ <span style="color: #800000;">sesungguhnya apa yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah <span style="text-decoration: underline;">Syirik kepada Alloh</span> , ingat sesungguhnya bukan aku berkata mereka syirik dengan menyembah matahari, dan juga bukan menyembah bulan dan bukan menyembah berhala, tetapi (syirik dengan) amalan untuk selain Alloh dan keinginan yang tersembunyi”</span></p>
<p>Subhanalloh !</p>
<p>Demikian jelas pernyataan “ Maha Guru” kita , pada kenyataan yang terlihat di sekitar kita , kalau sudah masuk Islam dapat dikatakan mayoritas mereka sudah meninggalkan cara penyembahan kepada berhala seperti membakar kemenyan/dupa di dekat batu besar/pohon.</p>
<p>Namun sering terlihat adalah orang salah niyat, dalam beribadah misalnya menjadi ta’mir masjid masih punya harapan agar “ diakui” jamaah bahwa dialah orang terkemuka, orang pandai, yang lain agar menurut apa yang dikatakan, dsb.</p>
<p>Ingin jadi pimpinan jamaah pengajian, ketika akhirnya tidak dijadikan pimpinan oleh “kesepakatan musyawaroh” kemudian keluar dari pengajian, membuat jamaah pengajian tandingan, bikin ulah menyerang balik, mengacau, memfitnah dsb. Itu indikasi “salah niyat”. Kalau memang niyatnya ibadah karena Alloh akan dijadikan anggota biasa ok, akan dijadikan pengurus selagi mampu ok juga, yang penting ibadahnya sampai di sisi Alloh SWT.</p>
<p>Ibaratnya yang penting “naik mobil” sampai tujuan yang dicanangkan sejak awal. Akan diminta tolong ikut ngurusi/daftar presensi penumpang ya gak apa, dijadikan penumpang biasa ya tidak apa.</p>
<p><em>Bersambung&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Keridhoan Kepada Tiga Perkara &#8220;wajabat lahu al-Jannah&#8221;</title>
		<link>http://binanurani.com/aplikasi-tiga-doa/</link>
		<comments>http://binanurani.com/aplikasi-tiga-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 21:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/aplikasi-tiga-doa/</guid>
		<description><![CDATA[ 
An-nahu sami&#8217;a Aba Sa&#8217;id Al-Khud-ri an-na Rosulallohi SAW qola &#8221; man qola rodhitu billahi rob-ban wa bil Islami di-inan wa bi Muhammmadin Shol-lallohu ‘alaihi wa salam rosulan wajabat lahul jan-nah “ Hadits Riwayat Sunan Abu Dawud juz 1 hal.350
Sesungguhnya (Abu Ali al-Janbiy) mendengar kepada Aba Sa’id al-Khudri , sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda : “ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 130px"><img style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://img15.imageshack.us/img15/9845/cintaallohrosul.jpg" alt=" Katakan (Muhammad) jika kamu cinta Alloh maka ikutilah aku, maka Alloh akan cinta padamu dan mengampuni dosamu...QS Ali Imron (3); 31  " width="120" height="130" /><p class="wp-caption-text">&quot; Katakan (Muhammad) jika kamu cinta Alloh maka ikutilah aku, maka Alloh akan cinta padamu dan mengampuni dosamu...QS Ali Imron (3); 31  </p></div>
<p>An-nahu sami&#8217;a Aba Sa&#8217;id Al-Khud-ri an-na Rosulallohi SAW qola &#8221; man qola rodhitu billahi rob-ban wa bil Islami di-inan wa bi Muhammmadin Shol-lallohu ‘alaihi wa salam rosulan wajabat lahul jan-nah “ Hadits Riwayat Sunan Abu Dawud juz 1 hal.350</p>
<p>Sesungguhnya (Abu Ali al-Janbiy) mendengar kepada Aba Sa’id al-Khudri , sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda : “ <span style="color: #800000;">Barang siapa berkata <span style="text-decoration: underline;">rodhitu billahi rob-ban wa bil Islami di-inan wa bi Muhammmadin Shol-lallohu ‘alaihi wa salam rosulan</span> = aku ridho Alloh sebagai tuhan, dan Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai utusan, maka wajib/pasti baginya SURGA !</span></p>
<p>Saudara, dalam kenyataannya apakah dengan mengucapkan kalimat doa di atas sebagai AMALAN ANDALAN lantas wajib / pasti masuk SURGA ?</p>
<p>Ilustrasinya begini :</p>
<p>Dasar pengertian agama Islam terdiri (saya hitung sendiri) ada 6.237 ayat dalam Kitab Suci al-Qur’an serta puluhan ribu matan hadits yang terbagi kedalam beberapa Kitab Hadits (minimal Kutubu Sitah = Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Madjah dan Sunan Nasa-i), kesemuanya saling berhubungan satu sama lainnya,  <span style="color: #000080;"><strong><span style="text-decoration: underline;">ibarat</span></strong></span> sebuah rumah yang tersusun dari puluhan bahkan ratusan material dengan berbagai jenis dan volume yang beragam.</p>
<p>Kalau kita mengamati struktur bangunan rumah, akan terlihat ada beberapa bagian material yang berfungsi sebagai pondasi, tiyang, kuda-kuda, atap kemudian ada yang berfungsi sebagai penambah unsur artistic, hiasan interior / exterior , cat yang berwarna-warni, aksesoris dll.</p>
<p>Demikian pula ribuan ayat dan puluhan ribu matan / butiran hadits , diantaranya ada beberapa ayat atau hadits yang berfungsi sebagai pondasi, pilar, kuda-kuda, pemanis, pelengkap keindahan, kesemuanya saling berhubungan membentuk pengertian agama Islam yang utuh dan global.</p>
<p>Memegang satu macam material saja tentu tidak cukup untuk diharapkan manfaatnya sebagaimana tujuan membuat rumah, namun masih harus mencari material <span id="more-1117"></span>pendukung yang lain, kemudian disusun mengikuti syarat dan standar konstruksi.</p>
<p>Alloh SWT mengingatkan kepada hambanya agar menetapi Islam secara kaffah / total sebagaimana tercetak pada Surah Al-Baqoroh (2) ; 208 “<span style="color: #000080;"> Yaa ay-yu hal-ladziina amanud-khuluu fis-silmi kaf-fah , wa laa tat-tabi’u khutuwatis-syaitoni , in-nahu lakum ‘aduw-wun mubiin”</span> = <span style="color: #800000;">Hai orang-orang beriman masuklah ke dalam Islam dengan kaf-fah, dan jangan kau ikuti langkah syetan sesungguhnya dia musuh yang jelas bagimu”.</span></p>
<p>Kafah, total jangan tanggung-tanggung, jangan setengah-setengah, jangan berpecah-belah. Dalam al-Quran dan Kitab Hadits jukup jelas bagaimana Rosulullohi SAW mengajarkan kita cara dan tuntunan sholat dimulai dari tata cara bersuci, berwudhu, menetapi waktu, dll. Juga dalam hal etika pergaulan, berdagang, mendidik anak, praktek merawat jenazah, mekanisme kerja ta&#8217;mir, membagi harta warisan dan masih banyak materi pembahasan pada bab dan sub bab dalam berbagai himpunan hadits.</p>
<p>Kesemuanya perlu dan wajib dikaji secara kontinyu dan terprogram supaya kita mendapatkan gambaran pengertian yang utuh dan universal.</p>
<p>Kita jangan terlena begitu membaca suatu ayat/hadits sebagaimana tertulis pada posting kali ini, yang terkesan begitu mudahnya cukup dengan mengucapkan doa di atas lantas bisa SLUB ! MASUK SURGA .</p>
<p>Kita masih hasru prihatin , berusaha lagi , masih kita perlukan dukungan dari pengertian lain berhubungan.</p>
<h3><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;">Rodhitu billahi rob-ban = aku ridho Alloh sebagai tuhan.</span></span></h3>
<p>Hamba yang ridho bertuhankan Alloh SWT akan senantiasa memperhatikan peringatan dan firmannya yang tertuang dalam mushaf Kitab Suci Al-Qur’an. Mencintai, membaca berulang-ulang SURAT CINTA dari Alloh SWT dan berusaha mewujudkan ke dalam sikap dan pola pikir, ucapan dan perbuatan.</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #000080;">Wa bil Islami di-inan = dan (ridho) Islam sebagai agama</span></span></h3>
<p><span style="text-decoration: underline;"> </span></p>
<p>Kecintaan terhadap Islam menumbuhkan sikap syukur dan percaya diri (tentu tidak sombong) meyakini bahwa Islam lah agama yang diakui oleh Alloh SWT , Surah Ali Imron (3) ;19 “ <span style="color: #000080;">In-na diina ‘indallohil-Islam……</span>= <span style="color: #800000;">sesungguhnya agama (yang diakui) disisi Alloh adalah Islam.<span style="color: #000000;">.al-ayah</span><span style="color: #000000;"> </span><br />
</span></p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #000080;">Wa bi Muhammadin Shol-lallohu ‘alaihi wa salam rosulan = dan (ridho) Muhammad SAW sebagai utusan.</span></span></h3>
<p>Hamba yang ridho Nabi Muhammad SAW sebagai utusan akan berusaha memiliki kitab hadits yang berisisikan dokumen jurnalis tentang apa dan bagaimana ucapan dan kelakuan Nabi Muhammad SAW dalam kedudukannya memberikan contoh suri tauladan yang baik bagi umatnya dalam praktek beribadah kepada Alloh SWT. Sebagaimana pesan Alloh SWT dalam Surah Al-Akhzab (33) ; 21 “<span style="color: #000080;"> laqod’ kana lakum fii rosulillahi uswatun hasanah li man kana yarjulloha wal yaumil akhir wa dhakarolloha katsiiro”</span>= <span style="color: #800000;">Niscaya sungguh ada dalam diri rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (rohmat) Alloh dan menghendaki hari akhir dan ingat Alloh yang banyak”</span></p>
<p><span style="color: #800000;"><span style="color: #000000;">Dengan tidak meremehkan fungsi dan kedudukan </span><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/aplikasi-tiga-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Alasan Utama Orang Datang ke Majelis Ta&#8217;lim</title>
		<link>http://binanurani.com/4-alasan-utama-orang-datang-ke-majelis-talim/</link>
		<comments>http://binanurani.com/4-alasan-utama-orang-datang-ke-majelis-talim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 22:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Pengajian Langsung]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa Mempelajari Agama itu Penting?]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa Orang Datang ke Majelis Ta'lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Kata serapan atau kata yang sudah lazim didengar dan diucapkan oleh masyarakat serta dimengerti maksudnya, “ majelis ta’lim “ berasal dari Bahasa Arab. Majelis dari asal kata dasar (fi’il madzi) jalasa  = duduk =&#62; majelis = tempat duduk, sedangkan ta’lim asalnya ‘alama = ta’al-lama = belajar.  Sehingga maksud secara lengkapnya adalah tempat duduk bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata serapan atau kata yang sudah lazim didengar dan diucapkan oleh masyarakat serta dimengerti maksudnya, <em>“ majelis ta’lim</em> “ berasal dari Bahasa Arab. Majelis dari asal kata dasar (fi’il madzi) <span style="color: #000080;"><em>jalasa </em></span> = duduk =&gt; <span style="color: #000080;"><em>majelis</em></span> = tempat duduk, sedangkan ta’lim asalnya <em>‘</em><span style="color: #000080;"><em>alama</em><em> = ta’al-lama</em></span> = belajar.  Sehingga maksud secara lengkapnya adalah tempat duduk bersama dalam rangka proses belajar dan mengajar ilmu agama atau istilah singkatnya <em>“tempat pengajian”</em>.</p>
<p>Karena banyaknya manfaat majelis ta’lim di balik berbagai kegiatan yang ada di dalamnya , maka hingga kini majelis ta’lim masih menjadi idola bagi masyarakat yang haus akan ilmu agama sebagai penerang jalan kehidupan.</p>
<p>Dari aspek tujuan pembelajaran, maka majelis ta’lim diibaratkan <span style="color: #000080;">“<em> </em><em>sekolahnya orang calon sukses akhirat</em><em>”</em></span> sedangkan pembelajaran umum di SD, SLTP, SLTA adalah <span style="color: #000080;"><em>“ sekolah orang calon sukses dunia</em>”</span> .</p>
<p>Meskipun bentuk kegiatannya bersifat <em>jama’</em> atau dikerjakan secara bersama-sama, namun dalam kenyataan pelaksanaanya boleh jadi dilaksanakan di masjid-masjid, mushola, rumah perorangan, bahkan tidak menutup kemungkinan dilaksanakan di alam terbuka.</p>
<p>Alhamndulillah kegiatan mengaji di tempat pengajian kita yang akhirnya tahun lalu dinamai <strong><span style="text-decoration: underline;">Majelis Ta’lim Binanurani Istiqomah</span></strong> sebagai pertanda di-online-kannya kegiatan kita, sudah berusia 14 tahun hingga saat posting tulisan ini.<span id="more-922"></span></p>
<p>Dari tahun ke tahun jumlah peserta / jamaah majelis ta’lim kian bertambah jumlahnya.</p>
<p>Apa saja factor-faktor pendukung yang membuat mereka para jamaah selalu ketagihan mengikuti pengajian, sehingga tetap lestari hingga sekarang ?</p>
<p>Inilah , 4 Alasan Utama Orang Datang ke Majelis Ta’lim</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="55" valign="top"></td>
<td width="24" valign="top">&gt;</td>
<td width="24" valign="top">1</td>
<td width="487" valign="top">Majelis ta’lim sebagai pusat pembelajaran ilmu agama Islam   ibarat sumber mata air yang tiada habis-habisnya ditimba sebagai penyejuk   jiwa, penyeimbang kehidupan. Para peserta pendapatkan siraman rohani.   Pemahaman yang benar dari dasar ilmu agama Islam yaitu Al-Quran dan Al-Hadits   para jamaah pengajian memiliki pandangan hidup yang jauh ke depan sehingga   memiliki sikap positif dalam mengarungi kehidupan dunia yang sebentar in.</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top"></td>
<td width="24" valign="top">&gt;</td>
<td width="24" valign="top">2</td>
<td width="487" valign="top">Setiap kali pulang dari majelis ta’lim, para jamaah pengajian   mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan agama yang berkesan di dalam hati   sanubari sebagai bekal dalam memenuhi tugas melaksanakan ibadah, langkah   hidupnya terasa ringan diterangi cahaya iman yang terang benderang.</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top"></td>
<td width="24" valign="top">&gt;</td>
<td width="24" valign="top">3</td>
<td width="487" valign="top">Dengan metode pembelajaran yang “face to face” memudahkan para   peserta pengajian dalam memahami suatu keterangan dari kajian Al-Quran dan   Al-Hadits , dan apabila ditemukan suatu kejanggalan , masing-masing peserta   mendapat kebebasan untuk mengajukan pertanyaan dan langsung ditanggapi. Inilah   yang membuat mereka merasa puas.</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top"></td>
<td width="24" valign="top">&gt;</td>
<td width="24" valign="top">4</td>
<td width="487" valign="top">Karena seringnya bertemu dalam suatu kegiatan, maka hubungan   antar sesama jamaah menjadi semakin akrab, dimana-mana banyak teman dan   seakan menjadi saudara. Amalan ibadah yang tadinya terasa berat karena banyak   temannya maka menjadi terasa ringan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Itulah diantara alasan mereka awet dan selalu hadir mengikuti pengajian di Majelis Ta’lim Bina Nurani Istiqomah yang dilaksanakan dua kali dalam satu pekan hari Senin dan Jumat, kecuali bagi jamaah yang sedang ada udzur mereka titip ijin kepada peserta lain yang hadir, atau menyampaikan langsung ke ta’mir.</p>
<p>Bagi yang berkenan menghadiri pengajian langsung info lebih lanjut <a href="http://binanurani.com/tentang-kita/" target="_blank"><em>di sini.</em></a></p>
<p>Bagaimana tanggapan Saudara, silahkan ajukan usulan, comment dll.</p>
<p><em>Related Posts</em></p>
<table style="height: 275px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="598">
<tbody>
<tr>
<td width="91" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top">#</td>
<td width="483" valign="top">
<h3><a href="http://binanurani.com/lihatlah-apa-yang-dikatakan-jangan-lihat-yang-berkata/" target="_blank">Lihatlah Apa Yang Dikatakan, Jangan Lihat Siapa Yang Berkata</a></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="91" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top">#</td>
<td width="483" valign="top">
<h3><a href="http://binanurani.com/karena-hidup-ini-seperti-permainan/" target="_blank">Karena Hidup Ini Seperti Permainan</a></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="91" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top">#</td>
<td width="483" valign="top">
<h3><a href="http://binanurani.com/supaya-tidak-menyesal/" target="_blank">Supaya Tidak Menyesal di Akhirat</a></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="91" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top">#</td>
<td width="483" valign="top">
<h3><a href="http://binanurani.com/hkn-ke-3-duduk-beribadah/" target="_blank">HKN Ke-3 ” Duduk Beribadah”</a></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="91" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top">#</td>
<td width="483" valign="top">
<h3 id="post-188"><a href="http://binanurani.com/hkn-ke-2/" target="_blank">HKN Ke-2 “Keseimbangan Hidup Duniawi dan Ukhrawi”</a></h3>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/4-alasan-utama-orang-datang-ke-majelis-talim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips : Ingin dicintai dan diampuni Alloh SWT ?, ikuti Rosulillahi SAW</title>
		<link>http://binanurani.com/tips-ingin-dicintai-dan-diampuni-alloh-swt-ikuti-rosulillahi-saw/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tips-ingin-dicintai-dan-diampuni-alloh-swt-ikuti-rosulillahi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 16:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkatkan Kesadaran dan Kepahaman Hidup di Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bermanfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Ingin Dicintai Alloh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[


Qul in kuntum tuhib-bunaloh fat-tabi’uni yuhbib’kumullohu wa yaghfir lakum dhunubajum, wallohu ghofurur-rohim
Kitab Suci Al-Quran Surah Ali Imron (3);31
“Katakanlah (hai Muhammad) “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Siapa sih yang tidak suka apabila disayangi oleh orang yang kita cintai?
Seorang yang sedang dimabuk cinta akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	border:solid windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:solid windowtext .5pt; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; 	mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="right"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Qul in kuntum tuhib-bunaloh fat-tabi’uni yuhbib’kumullohu wa yaghfir lakum dhunubajum, wallohu ghofurur-rohim</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Kitab Suci Al-Quran Surah Ali Imron (3);31</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">“Katakanlah (hai Muhammad) <span style="color: navy;">“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”</span> Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Siapa sih yang tidak suka apabila disayangi oleh orang yang kita cintai?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Seorang yang sedang dimabuk cinta akan senantiasa berbunga-bunga hatinya manakala mendapatkan tanda kasih sayang dari orang yang dicintainya. Kiriman sepucuk surat darinya tidak cukup hanya dibaca sekali, mungkin dibaca berulangkali bahkan dibawa kemana-mana. Perasaan nyaman dan tenang selalu bersemayam di dada ketika berada di sampingnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Demikian juga manusia sebagai makhluk dan hamba dapatkah <span style="color: maroon;">“ menjadi kekasih Alloh SWT ?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Jawabannya jelas, sebagaimana tafsir kita kali ini , bahwa siapa yang ingin menjadi <em>“kekasih Alloh SWT </em></span><span id="more-796"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><em>“</em> diberikan resep / tips yaitu agar mengikuti Rosulillahi SAW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Alloh akan senantiasa dekat dengan hamba yang menjadi kekasihnya dan senantiasa menolong, membimbing ke arah keselamatan dan kebahagiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Lalu bagaimana caranya mengikuti Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-NYA dalam rangka pendekatan kepada Alloh SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Yang dimaksud mengikuti Nabi Muhammad SAW tentunya memahami apa dan bagaimana tingkah laku, cita-citanya, pesan dan nasihatnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Lalu bagaimana cara memahami bahasanya, realitanya kita ini orang Indonesia sedang Rosulullohi SAW sendiri adalah Bangsa Arab dari suku Quraisy yang tentu berbeda bahasanya dengan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Nah di sinilah pentingnya kita giat dan semangat belajar mencari ilmu, mengkaji Al-Quran dan As-Sunah dengan cara mempelajari arti kata demi kata bahasa Arab dalam kitab pedoman agama tersebut. Dari arti kata demi kata maka akan tersusun makna secara keseluruhan ayat maupun hadits. Dengan pembelajaran yang systematis serta berkelanjutan insyaAlloh akan terbentuk pengertian yang kian mendalam.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Setelah kita paham isinya , tentukah kita yakini, amalkan se-pol kemampuannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Dengan mengikuti Nabi Muhammad SAW konkritnya adalah melaksanakan perintahnya dan menjauhi apa yang menjadi larangannya semoga digolongkan sebagai hamba yang taat kepada Alloh SWT. Dengan demikian Alloh akan mencintai hamba, mengampuni dosanya dan memasukkan ke dalam surga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: navy;">Related Post</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<h3 class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a href="http://binanurani.com/?p=218" target="_blank">HKN   Ke-3 ” Duduk Beribadah”</a></span></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<h3 class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a title="Permanent Link to Apakah landasan ajaran dan keyakinan dalam Kristen?" href="http://binanurani.com/?p=527" target="_blank">Apakah   landasan ajaran dan keyakinan dalam Kristen?</a></span></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<h3 class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a href="http://binanurani.com/?p=585">Semangat   Mencari Ilmu Agama</a></span></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<h3 class="MsoNormal"><a href="http://binanurani.com/?p=292" target="_blank">Apa Hadits itu ?</a></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 14pt; font-family: Wingdings;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<h3><a href="http://binanurani.com/?p=716" target="_blank">Persiapan Pembekalan Menyongsong Kehidupan Akhirat</a></h3>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tips-ingin-dicintai-dan-diampuni-alloh-swt-ikuti-rosulillahi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Kebahagiaan Hidup di Dunia</title>
		<link>http://binanurani.com/arti-kebahagiaan-hidup-di-dunia/</link>
		<comments>http://binanurani.com/arti-kebahagiaan-hidup-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 11:50:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antisipasi Kejadian di Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Hikmah Kata Nurani]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Arti Kebahagiaan Hidup di Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Seorang yang sudah memiliki income melimpah, banyak asset berharga, fasilitas dan kemudahan hidup terpenuhi, taraf hidupnya jauh melampaui di atas rata-rata, tidak ada masalah dalam hal financial, keselamatan dan kesehatan diasuransikan, dapatkah dijamin merasakan kebahagiaan hakiki? Apakah arti kebahagiaan menurut Saudara?
Kalau pertanyaan di atas dilemparkan ke 10 orang, tentu akan diperoleh jawaban yang bervareasi. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><span style="font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">S</span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">eorang yang sudah memiliki income melimpah, banyak asset berharga, fasilitas dan kemudahan hidup terpenuhi, taraf hidupnya jauh melampaui di atas rata-rata, tidak ada masalah dalam hal financial, keselamatan dan kesehatan diasuransikan, dapatkah dijamin merasakan kebahagiaan hakiki? Apakah arti kebahagiaan menurut Saudara?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Kalau pertanyaan di atas dilemparkan ke 10 orang, tentu akan diperoleh jawaban yang bervareasi. Hal yang demikian disebabkan karena ukuran kebahagiaan menurut berbagai individu juga bervareasi. Faktor dominant yang mempengaruhi pendapat seseorang tentang kebahagiaan adalah wawasan ilmu pengetahuan juga pandangan hidup. Bagi kebanyakan orang ilustrasi pada tulisan di atas sudah membuat bahagia, dan kondisi seperti di atas adalah merupakan dambaan bagi setiap insan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Pandangan Hidup menurut Al- Quran</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Alloh SWT melalui media Kitab Suci Al-Quran sebagai pedoman dan pandangan hidup insan beriman, memberikan </span><span id="more-703"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">nasihat tentang keberadaan kehidupan dunia. Salah satu butir nasihat tersebut tercetak dalam Surat Al-An&#8217;am (no.surat : 6) nomor ayat 32 berikut di bawah ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;; color: purple;">&#8220;wa mal hayata dun-ya il-la la&#8217;ibun wa lahwun, wa ladarul akhirota khoirun lil-ladzina yat-taqun, afalaa ta&#8217;qiluun?&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka *), Dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertaqwa, maka tidakkah kamu memahaminya?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">*) Maksudnya kesenangan -kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. Janganlah manusia terpedaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai memperhatikan urusan akhirat. (sumber : Al-Quran dan terjemahnya versi DEPAG RI hal.191.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Pandangan Hidup menurut Al- Hadits </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;; color: purple;">“ Lau kana li ibni Adam wadiyani minal mal lab’tagho tsalitsan wa laa yamla’u jaufa ibni Adam il-lat- turoba wa yatubullohu ‘ala man taba” . </span><em><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Hadits Riwayat Bukhori juz 8 hal.92.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Seandainya ada bagi anak Adam dua jurang dari harta maka niscaya akan mencari jurang yang ke tiga, dan tidak akan memenuhi perut anak Adam kecuali debu, dan Alloh menerima taubat kepada orang yang bertaubat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Sabda Rosulullohi SAW yang dilaporkan oleh sahabat Ibnu Abas di atas menerangkan tentang kecintaan manusia terhadap harta benda dunia. Sifat dasar yang dimiliki manusia memang seperti demikian, keinginan memperbanyak harta tersebut belum akan berhenti sebelum perutnya penuh oleh tanah, maksudnya ambisi memperbanyak harta tidak akan berhenti sebelum meninggal dunia, kemudian perut juga bagian tubuh lainnya membusuk dan berubah jadi tanah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Namun begitu, Alloh SWT menerima taubat bagi orang yang menghendaki bertaubat karena menyadari bahwa hidup di dunia bukan hanya untuk memperbanyak harta namun lebih dari itu, menjalankan kewajiban beribadah kepadaNYA.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;; color: purple;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;; color: purple;">“ Ma ana wad-dun-ya in-nama ana wad-dun-ya ka rokibin istadhol-la tahta sajarotin tsuma roha wa tarokaha” </span><em><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Hadits Riwayat Ibnu Madjah juz 2 no.1376</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;; color: purple;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Tidak ada saya dan dunia sesungguhnya (gambarannya) saya dan dunia sebagaimana orang berkendaraan bernaung di bawah pohon kemudian berangkat dan meninggalkan pohon itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Nah, hadits yang barusan menjelaskan bahwa dunia ini bukanlah tujuan utama bagi manusia, melainkan tempat singgah sementara. Selanjutnya akan meninggalkan bumi ini untuk menuju tujuan terakhir, pulang ke asalnya, pangkuan Ilahi Robbi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Saudara, dari satu ayat Al-Quran dan dua matan hadits di atas dapat diambil hikmah bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Di atas bumi inilah manusia dihadapkan dengan berbagai ujian dan cobaan. Ujian yang mudah membuat manusia lalai adalah “kecintaan terhadap harta benda”. Tidak sedikit manusia yang tersibukkan mengejar sesuatu yang sifatnya keduniaan sehingga lupa tidak mengindahkan peringatan Alloh untuk mendengarkan firmanNYA, mendekatkan diri demi mendapat ridho dan ampunan Alloh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Kalau mau mengikuti keinginan hawa nafsu belaka, mencari kepuasan dan kesenangan dengan mengumpulkan harta benda maka di dalam hati manusia justru akan semakin dipenuhi dengan perasaan tamak, waktunya semakin habis disesaki dengan berbagai macam problema kehidupan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Saatnya sekarang manusia bertaubat selagi Alloh SWT masih membuka kesempatan yang sangat berharga ini. Segala potensi yang dimiliki manusia berupa kesehatan, kecerdasan pikiran, kekayaan harta benda, pangkat, jabatan tidak ada lain kecuali dari pemberian Alloh SWT juga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Laa haula wa laa quw-wata il-la billahi</span></em><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> , tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dari Alloh SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Kebahagiaan dunia yang ditengarai dengan ketersedianya segala kebutuhan materi<span> </span>kenyamanan akan <span style="text-decoration: underline;">mempunyai arti dan manfaat</span> apabila secara efektif dapat menunjang terhadap kebahagiaan hakiki di kehidupan akhirat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Harta benda, sarana kemudahan hidup adalah ibarat <em>mobil</em>, sedangkan ilmu syariat agama merupakan <em>jalan yang dilaluinya</em>. Sekencang apapun laju mobil yang Saudara kendarai, secanggih apapun accessory yang ada di dalamnya, mobil tersebut tidak akan memberikan mafaat apabila tidak berhasil mengantarkan kepada tujuan akhir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Banyaknya harta yang dimiliki, kecerdasan, bagus dan cantiknya body yang dibanggakan, tingginya pangkat dan jabatan yang dapat diraih tidak akan memberikan kebahagiaan hakiki apabila perjalanan kehidupannya tidak melalui jalan kebenaran berakhir kepada keselamatan dan keberuntungan hidup di akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Sekarang saatnya kita mencari jalan hidup, syariat agama yang diridhoiNYA. <span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/arti-kebahagiaan-hidup-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>QS Jum’at (62): 5 “ Sebagaimana Keledai Memikul Buku Besar”</title>
		<link>http://binanurani.com/qs-jum%e2%80%99at-62-5-%e2%80%9c-sebagaimana-keledai-memikul-buku-besar%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://binanurani.com/qs-jum%e2%80%99at-62-5-%e2%80%9c-sebagaimana-keledai-memikul-buku-besar%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 08:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Diibaratkan Hewan Keledai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[“ Matsalul-ladhiina khum-milut-taurota tsuma lam yahmilu *) ha ka matsalil khimari yakhmilu asfaro, bi’sa matsalul qoumil-ladhiina kadh-dhabu bi ayatillahi, waAllohu laa yahdil qoumadh-dholimiin “
 
Perumpamaan orang-orang yang dibebankan Taurot kepadanya, kemudian mereka tidak memikulnya *), adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. (Itulah) seburuk-buruknya perumpaman kaum yang mendustakan ayat-ayat Alloh. Dan Alloh tidak memberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: blue;">“ Matsalul-ladhiina khum-milut-taurota <span style="text-decoration: underline;">tsuma lam yahmilu</span> *) ha ka matsalil khimari yakhmilu asfaro, bi’sa matsalul qoumil-ladhiina kadh-dhabu bi ayatillahi, waAllohu laa yahdil qoumadh-dholimiin “</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: #333399;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Perumpamaan orang-orang yang dibebankan Taurot kepadanya, kemudian mereka <span style="text-decoration: underline;">tidak memikulnya</span> *), adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. (Itulah) seburuk-buruknya perumpaman kaum yang mendustakan ayat-ayat Alloh. Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang dholim.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Saudara-saudaraku,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Orang yang dibebankan Taurot adalah “</span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: purple;">al-yahudil-ladhina ‘alimut-Taurota wa kul-liffu ‘amala bi ha” </span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">= Orang-orang Yahudi (umat Nabi Musa) yang mengetahui (adanya) Kitab Taurot dan dibebankan untuk mengamalkan dengan nya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: purple;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: purple;">Pengertian </span><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: blue;">tsuma lam yahmilu = lam ya’malu bi ma fi ha = </span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">tidak mau mangamalkan dengan apa yang ada di dalamnya.</span><span id="more-575"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Sedangkan </span><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: blue;">khimar</span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> = keledai, nama lain lagi “bighol” adalah hewan sejenis kuda tetapi sedikit lebih kecil, biasanya dimanfaatkan untuk alat transportasi (pengangkut barang). Kalau di daerah (Jawa Tengah) saya hampir tidak melihatnya, namun hewan ini masih banyak digunakan sebagai “porter” bagi para petualang yang mengadakan ekspedisi pendakian Gunung Himalaya, Katmandu perbatasan Cina – India.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Jadi, orang Yahudi yang ditururunkan oleh Alloh kepadanya Kitab Taurot tetapi tidak mau belajar memahami dan mengamalkan isinya, maka diumpamakan sebagaimana hewan keledai yang dibebani kitab/buku besar. Namanya juga hewan, dia tidak menyadari apapun yang dibebankan kepadanya, apalagi memahami isinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Si keledai tidak mengerti bahwa kitab yang dibebankan kepadanya ternyata berisi “</span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: #993366;">Trik dan Tips melarikan diri dari ikatan Juragan</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> “ atau mungkin “</span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: #993366;">Jurus Rahasia / resep mudah mengubanh alang-alang kering menjadi pakan yang lezat dan bergizi</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">”. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Pengertian apa yang ada di dalam kitab tak berpengaruh apa-apa terhadap ilmu, sikap mapun tindakan khimar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Nah, meskipun isi gambaranannya Alloh SWT mengambil periumpamaan orang Yahudi yang pada masa itu Nabi Musa yang diutus sebagai rosulnya , namun inti pelajaran ditujukan kepada kita umat Muhammad SAW, manusia penghuni planet bumi hingga menjelang kiamat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Lalu bagaimana dengan kita, tentunya kita tidak perlu menunggua turunnya ayat yang berbunyi </span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: blue;">“ Matsalul-ladhiina khum-milul- </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: red;">Qur’an</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: blue;"> <span style="text-decoration: underline;">tsuma lam yahmiluha ….dst</span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Tapi kita sudah tanggap, kita manusia diberi “kecerdasan spiritual” yang dengan panca indera dapat menangkap “signal-signal ilahi yang bertebaran di muka bumi lalu menjadikan bahan peringatan dan semakin meningkatkan rasa taqwa keada Alloh SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Pada penjelasan di atas disebutkan bahwa sejelek-jeleknnya gambaran adalah manakala manusia yang diberika oleh Alloh derajat paling tinggi di antara semua makhluk (ciptaannya) tetapi disamakan dengan hewan yang rendah derajatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Terlebih manusia yang diberi kitab Al-Qur’an yang agung tetapi tidak menjadikannya “bahan pembelajaran” untuk meningkatkan iman dan amal solih , maka, kelak akan Alloh kembalikan keada serendah-rendahnya derajat, sebagaimana tercetak dalam Surat At-Tin (95) : 4-6</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: #3366ff;">“ La qod’ cholaq’ nal insana fii akhsani taqwim tsum-ma rodad’ na hu asfala safilina , il-la ladhiina amanu wa ‘amilus-sholihati , fa lahum ajrun ghoiru mamnun….al-ayah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Niscaya Aku (Alloh) ciptakan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk (rupa / wajah di dunia), kemudian Aku kembalikan dia ke tempat (derajat) serendah-rendahnya (di neraka) , kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih maka baginya pahala (balasan) yang tiada terputus-putus (surga).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Ok, jadi kita manusia apabila ingin bertahan dalam derajat yang baik seperti sekarang ini, maka caranya adalah menjadi orang iman dan mau beramal sholih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: black;">Dan agar kita tidak “dianggap “ oleh Alloh sebagaimana si hewan dungu “ khimar” kita harus mau mempelajari , memahami , mengamalkan Al-Quran semaksimal kemampuan kita.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/qs-jum%e2%80%99at-62-5-%e2%80%9c-sebagaimana-keledai-memikul-buku-besar%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerja Dunia = Pengamal Akhirat ?</title>
		<link>http://binanurani.com/pekerja-dunia-pengamal-akhirat/</link>
		<comments>http://binanurani.com/pekerja-dunia-pengamal-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 15:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Pandangan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Amal ditolak]]></category>
		<category><![CDATA[berilmu sebelum beramal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi, jam 07.30 terlihat oleh saya sekelompok pekerja sedang membuat lobang di tepi jalan raya jl.Jogya-Magelang Km24. Semen , Salam, Kab.Magelang, Jawa Tengah

Sepintas dari cara bekerja, pakaian yang sedang dikenakan saya tidak kesulitan mengidentifikasikan  mereka itu tergolong pekerja kasar (buruh). Bahkan pernah pada waktu yang lain pekerja seperti mereka tetap bekerja meskipun cuaca panas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Pagi tadi, jam 07.30 terlihat oleh saya sekelompok pekerja sedang membuat lobang di tepi jalan raya jl.Jogya-Magelang Km24. Semen , Salam, Kab.Magelang, Jawa Tengah<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Sepintas dari cara bekerja, pakaian yang sedang dikenakan saya tidak kesulitan mengidentifikasikan  mereka itu tergolong pekerja kasar (buruh). Bahkan pernah pada waktu yang lain pekerja seperti mereka tetap bekerja meskipun cuaca panas terik sehingga bajunya basah oleh banjiran keringat ataupun bajunya basah oleh hujan rintik-rintik. Merekapun tetap bekerja menggali ataupun seperti kepayahan menarik-narik gulungan kabel besar seukuran lengan anak kecil, dengan tubuh dan pakaiannya belepotan oleh lumpur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">MasyaAlloh,</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Setelah saya selesai servis sepede motor untuk ganti busi, saya sempat menghampiri mereka dan berbincang-bincang kecil. Ternyata mereka sedang menggali lobang untuk menambah jaringan kabel seluser milik operator XL. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Mereka serombongan dari Brebes…wow jauh ya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Tak tahu pasti berapa kilo meter dari bribes sam</span><span id="more-458"></span><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">pai ke daerah saya, yang jelas lebih dari 150 km.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Mereka berpindah-pindah menurut permintaan job / proyek dari target manajemen, sehingga selama di lokasi bekerja mereka disewakan rumah oleh pimpinannya sampai pekerjaannya beres.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Wah… repot juga bagi yang sudah berkeluarga harus meninggalkan anak dan istri demi bekerja seperti itu, ya memang mereka tergolong orang yang kurang beruntung </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>J</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Lalu apa yang menarik dari perhatian saya sehingga mengangkat tulisan ini diposting di binanurani.com ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Begini, Saudara !</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Dalam hal atau aspek tertentu mereka itu identik dengan orang beramal / beribadah ! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">loh, bukankan bekerja adalah sebagian dari ibadah ?!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Ya, tapi bukan itu yang saya maksud.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Ada</span><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> beberapa hal yang menarik dari fenomena itu untuk di “aplikasi”kan sebagai pembelajaran di binanurani.com.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Dari aspek motivasi, apa yang mereka cari sehingga sanggup bekerja seperti itu, pekerjaan yang berat, kotor kasar tidak lain mereka mencari rejeki, gaji, untuk memenuhi tuntutan hidup Saudara setuju bukan !</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Nah, giliran orang beramal ibadah kenapa disaat masih cuaca dingin harus bangun dan ambil wudhlu untuk Solat Subuh? Tidak lain karena kita ingin mendapat upah dari Alloh SWT berupa pahala sebagai tuntutan untuk dapat hidup layak di akhirat kelak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Dari aspek recruitment untuk menjadi pekerja sangat banyak vareasinya dan tingkat kesulitannya juga berbeda-beda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Semakin tinggi nilai status pekerjaanya yang diperebutkan, maka<span> </span>semakin tinggi kualifikasi yang disyaratkan serta semakin ketat persaingannya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Usaha untuk berhasil menjadi pegawai negeri (PNS) contohnya, jelas jauh lebih sulit dibanding dengan sekedar menjadi pekerja penggali lobang kabel di tepi jalan tersebut atau berbagai jenis / bidang kerja perburuhan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Satu hal kesamaan diantara PNS dan pekerja proyek penggali lobang adalah sama-sama ingin mencari rejeki sebagai tuntutan memenuhi kebutuhan hidup, meskipun hasilnya sangat jauh berbeda dari segi jumlah upah, prestis, kenyamanan hidup maupun status pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Yang jelas diantara kedua kelompok tersebut sampai dapat mengahasilkan rejeki tidak lepas dari kedisiplinan, mereka berada dalam suatu komunitas tertentu yang mempunyai pemimpin yang jelas. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Sebelum melaksanakan tugas mereka harus paham tentang apa yang menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan. Dalam melaksanakan pekerjaan mereka diawasi, diarahkan, dibimbing, kalau salah dinasihati dengan tujuan agar memperoleh kualitas pekerjaan sesuai seperti yang diharapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Dalam suatu kelompok pekerja harus rukun kompak, antara pimpinan dan pekerja saling bekerjasama, saling memahami posisinya demi dapat meraih keberhasilan tujuan bersama. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Saudara tentu dapat membayangkan bagaimana akibatnya kalau tidak dibina, tidak diarahkan, dibiarkan berjalan sendiri-sendiri atau bahkan tidak mempunyai pimpinan yang jelas?!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Manusia hidup di dunia melaksanakan ibadah adalah juga dalam<span> </span>rangka mencari upah (aj’ron / pahala dari Alloh) yang memerintahnya. Beramal di dunia adalah tuntutan pemenuhan / syarat untuk dapat hidup layak di akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Sebelum mengerjakan suatu amalan, manusia harus lebih dulu belajar memahami ilmu agama yang berisi tentang penjelasan tugas apa saja yang harus dilaksanakan. Tujuan pembelajaran adalah supaya amalan tersebut sesuai dengan kehendak yang memerintahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Seseorang yang dipilih Alloh SWT untuk memberikan pelajaran dan penjelasan kepada seluruh manusia adalah Nabi Muhammad SAW. Manusia yang ingin mencari pahala sebagai syarat kebahagiaan di akhirat wajib mengikuti pelajaran dari Nabi Muhammad SAW.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"><span> </span>“ Niscaya ada dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (wajah) Alloh, dan (kebahagiaan) akhirat dan ingat Alloh yang banyak</span></strong><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> “ Al-Quran Surat al-Ahzab (33) : 21.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Mengikuti sunah / tuntunan dari Rosululloh SAW adalah menjadi keharusan bagi orang yang ingin mencurahkan rasa cintanya kepada Alloh, mengharapkan ampunan dosanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Alloh sudah berikrar dalam Surah Ali Imron (3) : 31 <strong>“ Katakan (Muhammad) jika kamu cinta kepada Alloh maka ikutilah saya, maka Alloh akan cinta pada kamu , mengampuni pada dosa-dosamu, dan Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Beramal mencontoh Rosululloh SAW adalah juga sebagai syarat bagi orang yang ingin &#8220;persembahan &#8221; amalannya (pekerjaanya) diterima oleh Alloh SWT dan kemudian diberi pahala / upah di akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Bagaimana manusia dapat memperoleh informasi tentang pembelajaran ilmu agama agar amalannya sesuai dengan perintah Alloh SWT melalui contoh Rosulullohi SAW ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Ok,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Untuk petunjuk lebih lanjut sudah tercetak di dalam surah An-Nisa (4) : 59 “ <strong>Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Alloh dan taatlah kepada utusan Alloh (Nabi Muhammad SAW) dan (taatlah) kepada ulul amri (yang punya perkara) di antara kamu semua….al-ayah”</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Taat kepada Alloh jelas, Al-Quran adalah out put firman Alloh SWT, taat Utusan Alloh juga jelas , dengan mempelajari tuntunannya yang termaktub dalam berbagai kitab Hadits sohih, lalu siapakah “ ulil amri “ (yang punya perkara) di antara kamu. itu ?.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Bahasa yang lebih popular di kalangan umat dari “Ulil amri” adalah takmir yang bertugas mengurus, mendidik serta memimpin umat dalam peribadatan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Kalimat lain yang lebih memasyarakat adalah takmir sehingga biasa kita dengan “takmir masjid”. Takmir ini mempunyai kedudukan dan fungsi yang strategis, karena sebagai pengurus mempunyai kewajiban mendidik, menasihati mengarahkan umat agar ibadahnya terarah , terorganisasi dengan baik sehingga Islam menjadi maju, kuat dan yang jelas dengan pembinaan umat beribadah sesuai dengan contoh rosulullohi SAW , ibadah nya benar mendapat rohmat dan diberi pahala oleh Alloh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Karena ibadah / amalan yang tidak murni, tidak sesuai sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW entah dirubah dengan ditambah atau dikurangi, maka amal itu tidak akan diterima.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">“ Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alihi amruna fa huwa rodun”</span></strong><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> = barang siapa mengamalkan suatu amalan yang padanya tidak ada perkara (perintahku) maka amal itu ditolak / tidak diterima. Kitabusolah hal.110 Muhtarul Adilah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Tatacara pelaksanaan pekerjaan untuk urusan dunia dan akhirat pada prinsipnya sama, pembuatan sebuah benda produk atau jasa yang tidak sesuai dengan pemesannya juga “rejected” ditolak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Disinilah salah satu factor pentingnya mengaji agama sebelum beramal , supaya tidak asal-asalan dalam beramal / beribadah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Lalu di mana umat dapat belajar agama Islam yang benar?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Majelis taklim adalah salah satu wahana edukatif dan sarana dakwah yang efektif membimbing umat dan mengajarkan ilmu agama berdasarkan pedoman Islam yang benar yaitu Al-Quran dan Al-Hadits.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Majelis taklim adalah “sekolah” nya orang yang ingin berilmu-beramal dan berharap pahala menghendaki kebahagiaan hidup di akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Carilah majelis taklim yang benar-benar membuka al-Quran dan Al-Hadits, cirri-cirinya ketika dalam proses pengajian mubaligh /penyampai materi dan peserta pengajian sama-sama membuka, memaknai Al-Quran Hadits sehingga paham dan langsung dipraktekan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;MS Reference Sans Serif&quot;;">Pekerja dunia mencari rejeki untuk pemenuhan kebutuhan hidup <strong>di dunia , </strong><span> </span>sedangkan pekerja akhirat mengamalkan perintah Alloh untuk mendapat pahala dan ridhoNYA sebagai bekal agar hidup layak, bahagia <strong>di akhirat.</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/pekerja-dunia-pengamal-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
