<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binanurani.com &#187; Kisah-kisah Teladan</title>
	<atom:link href="http://binanurani.com/category/kisah-kisah-teladan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binanurani.com</link>
	<description>Majelis Ta'lim Bina Nurani Istiqomah &#124; Generasi Cinta Quran &#124; Menuju Islam Kafah &#124; Bicara Lepas &#124; Berbagi Manfaat Kepada Sesama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pemuda Berprestasi Namun Orang Tua Kurang Mampu, Siapa Takut !</title>
		<link>http://binanurani.com/pemuda-berprestasi-namun-orang-tua-kurang-mampu-siapa-takut/</link>
		<comments>http://binanurani.com/pemuda-berprestasi-namun-orang-tua-kurang-mampu-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 08:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Revew Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Berprestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1423</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana diberitakan Harian Kedaulatan Rakyat pada Selasa, 30 Maret 2010, Trianto, anak janda
buruh pembuat emping, dan Wulandari, anak sopir mendapat kepastian  melanjutkan pendidikan tinggi jenjang S-1 di universitas faforit di Yogyakarta UGM. Untuk kuliah, dari pendaftaran masuk sampai uang sumbangan-sumbangan lain-lain ditanggung UGM, alias gratis.
Trianto dan Wulandari diterima sebagai mahasiswa UGM melalui jalur Penjaringan Bibit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" src="http://img168.imageshack.us/img168/2349/togasarjana.jpg" alt="" width="133" height="133" />Sebagaimana diberitakan Harian Kedaulatan Rakyat pada Selasa, 30 Maret 2010, Trianto, anak janda<br />
buruh pembuat emping, dan Wulandari, anak sopir mendapat kepastian  melanjutkan pendidikan tinggi jenjang S-1 di universitas faforit di Yogyakarta UGM. Untuk kuliah, dari pendaftaran masuk sampai uang sumbangan-sumbangan lain-lain ditanggung UGM, alias gratis.</p>
<p>Trianto dan Wulandari diterima sebagai mahasiswa UGM melalui jalur Penjaringan Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM). Artinya, masuk UGM tanpa tes lantaran mempunyai prestasi akademik di atas rata-rata dan mendapat beasiswa selama 8 semester. Ini sesuatu yang tidak diduga oleh Trianto maupun Wulandari. Pihak sekolah yang mengajukan keduanya untuk maju bersaing dalam memperoleh beasiswa.<br />
Trianto yang siswa SMA Negeri 2 Bantul ini patut berbangga karena ibunya yang janda itu mampu mendorong anaknya untuk terus berprestasi. Ibunya Mujiyah buruh ‘nuthuk’ emping mlinjo, sosok ibu yang kerja keras untuk memberikan motivasi kepada anaknya bahwa miskin bukan alasan untuk tidak sekolah. ”<em>Aku sangat bangga dengan ibu, buruh emping mlinjo untuk menyekolahkan saya,</em>” ujar Trianto.<br />
Untuk membalas perjuangan hidup ibunya itulah Trianto tekun belajar, bukan berarti tak ada waktu untuk bergaul. Buktinya anak ketiga dari 4 bersaudara pasangan Mudjiono (almarhum) dan Mujiyah, warga Kepuhwetan RT 02 Wirokerten Banguntapan Bantul ini juga aktif di Peleton Inti (Tonti) dan OSIS serta kegiatan di luar <span id="more-1423"></span>sekolah yang lain. Trianto diterima di Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) UGM.<br />
”<em>Itu merupakan pilihan sejak dulu dan saya sangat bersyukur cita-cita masuk perguruan tinggi negeri bidang elektro tercapai,</em>” ujar Trianto yang mengaku akan kuliah bebas Sumbangan Peningkatan Pendidikan (SPP), Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) dan Bantuan   Operasional Pendidikan (BOP) selama 8 semester.<br />
Wulandari juga tidak bisa menyembunyikan keceriaan setelah mendapat kepastian diterima di UGM tanpa biaya sama dengan Trianto, bebas SPP, BOP dan SPMA. Beasiswa ini sangat meringankan beban orangtuanya yang selama ini berprofesi sebagai sopir pribadi di Jakarta. ”<em>Ibu di rumah mengurus anak-anak, sehingga tidak bekerja, sedang keperluan hidup tergantung ayah</em>,” ujar Wulandari sulung dari dua bersaudara.<br />
Siswa SMA Negeri 1 Sleman, warga Grojogan Pendowoharjo, Sleman ini diterima di Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan UGM.</p>
<p>Dengan bersungguh-sungguh belajar sehingga mendapatkan rangking terlebih bea siswa, maka kelak insyaAlloh akan lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan <a href="http://binanurani.com/tag/remaja-muslim-yang-mandiri/" target="_blank">demi kemandirian</a>. Hasil dari bekerja tentu saja ma’isyah sebagai bekal untuk mencukupi berbagai kebutuhan hidup juga sebagai penunjang dalam kehidupan beribadah sebagai <a href="http://binanurani.com/qs-adz-dzariat-51-56-%E2%80%9C-untuk-apa-manusia-hidup-di-dunia-%E2%80%9D/" target="_blank">kewajiban hamba </a>di hadapan Penciptanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/pemuda-berprestasi-namun-orang-tua-kurang-mampu-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Golongan Orang Jihad Masuk Neraka</title>
		<link>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 18:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[ironis !]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad masuk neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?
Ok , langsung saja semak paparan berikut.
Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 129px"><img style="margin: 5px;" title="Jihad , berjuang di jalan Alloh kalau tidak dijalankan dengan niyat yang benar dan prosedur yang sesuai dengan syariat boleh jadi justru dapat menyeret pelakunya pelakunya masuk neraka " src="http://img196.imageshack.us/img196/9561/jihadk.jpg" alt="" width="119" height="119" /><p class="wp-caption-text">Idealnya jihad adalah berakibat semakin mengharumkan agama Alloh, semakin tegak dan berjaya.</p></div>
<p>Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?</p>
<p>Ok , langsung saja semak paparan berikut.</p>
<p>Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya seorang pria dari negeri Syam “ <span style="color: #333399;">wahai syaikh ceritakanlah hadits yang kau dengar dari Rosulillahi SAW”.</span></p>
<p>Berkata Abu Huroiroh “ <span style="color: #333399;">ya , aku dengar kepada Rosulullohi SAW bersabda </span>&lt; <span style="color: #800000;">awalnya manusia yang diberi hukuman pada hari kiyamat adalah tiga golongan orang yang mati syahid. Maka didatangkan orang tersebut dan ditunjukkan besarnya nikmat (pahala). Alloh bertanya “</span> <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan dengan nikmat itu ?</span> berkata hamba “ saya berperang di jalan Mu sehingga aku mati syahid” . Alloh berfirman “ <span style="color: #333399;">dusta engkau , sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan seorang pemberani, bukankah engkau sudah dikatakan (di dunia)? !</span>” maka diperintahkan malaikat dan dijerumuskan wajah orang itu dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang yang belajar ilmu agama dan mengajarkan serta membaca al-Quran, maka didatangkan dia dan diperlihatkan besarnya nikmat sehingga orang itu melihat nikmat tersebut. Bertanya Alloh “ <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan</span>? <span style="color: #800000;">Saya belajar dan mengajarkan ilmu agama dan membaca al-Quran di jalanMU</span>. Alloh berfirman “ <span style="color: #333399;">dust<span style="color: #333399;">a engkau, sesungguhnya engkau belajar ilmu dengan niyat agar disebut “alim dan kau baca quran agar disebut “ahli baca” bukankah sebutan itu <span id="more-1322"></span></span></span><span style="color: #333399;">sudah dah kau dapatkan</span>? Maka diperintahkan dengan orang itu agar dibenamkan wajahnya dan dilempar ke neraka. Dan seorang yang Alloh berikan keluasan dengan bermacam-macam harta kesemuanya. Maka didatangkan orang itu dan diperlihatkan nikmanya. Alloh bertanya “ <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan dengan nikmay itu?” orang itu menjawabnya </span>“<span style="color: #800000;"> saya tidak meninggalkan suatu jalan dimana saya menghendaki maka saya infakan d jalan itu semua untuk Mu (Alloh)</span> , berfirman Alloh “ <span style="color: #000080;">dusta kau, sesungguhnya engkau berharap agar  dikatakan dermawan, bukankah kau sudah diberi julukan dermawan</span>. Maka diperintahkan dengan orang itu sehingga dibenamkan wajahnya dan dilempar ke neraka.</p>
<p>Hadits Riwayat Nasai juz 6 hal.23 – Kitabul Jihad –Mukhtarul Adilah</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #008000;">Amalan Salah Niyat Termasuk Syirik.</span></span></h3>
<p>Dalam hadits riwayat Ahmad , Rosulullohi SAW kembali menegaskan tentang bahayanya niyat bukan karena Alloh SAW termasuk riya’ (pamer).</p>
<p>Betapa meruginya tiga golongan orang yang ketika di dunia mereka beramal dengan begitu gigih, namun gara-gara salah niyat maka nikmat pahala yang besar tidak dapat dirasakan akhirnya dimasukkan ke neraka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasihat Untuk Raja Dzolim</title>
		<link>http://binanurani.com/nasihat-untuk-raja-dzolim/</link>
		<comments>http://binanurani.com/nasihat-untuk-raja-dzolim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 22:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat bagi raja dzolim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1232</guid>
		<description><![CDATA[
Seorang gadis kecil sedang berada di rumah sendirian. Ketika ia melongok ke luar jendela, dilihatnya seorang lelaki agak tua menuju pintu rumahnya. “Siapa gerangan?”, pikirnya. “Sepertinya bukan orang dari lingkungan sekitar sini”.
Benar, tak lama kemudian terdengar ucapan, “Assalamu’alaikum”. “Wa’alaikumussalam”,jawab gadis itu. “Oh, mari silahkan masuk tuan.. Sebentar lagi orang tua kami juga pulang, insyaAlloh. Karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://img29.imageshack.us/img29/8081/rajajahat.jpg" alt="" width="119" height="133" /></p>
<p>Seorang gadis kecil sedang berada di rumah sendirian. Ketika ia melongok ke luar jendela, dilihatnya seorang lelaki agak tua menuju pintu rumahnya. “Siapa gerangan?”, pikirnya. “Sepertinya bukan orang dari lingkungan sekitar sini”.</p>
<p>Benar, tak lama kemudian terdengar ucapan, “Assalamu’alaikum”. “Wa’alaikumussalam”,jawab gadis itu. “Oh, mari silahkan masuk tuan.. Sebentar lagi orang tua kami juga pulang, insyaAlloh. Karena setiap mahgrib kami selalu shalat berjamaah”. Tamu itu terpana. Ia mundur selangkah seraya bertanya, “Di mana orang tuamu? mengapa gadis kecil sepertimu berani mempersilahkan aku masuk? padahal kau kan belum kenal siapa aku?” . “Ayah pernah mengatakan bahwa siapa saja yang mengucapkan salam, tentunya itu orang yang baik. Demikian juga almarhum ibuku mengatakan bahwa salam itu berarti mendoakan keselamatan dan memohonkan rahmat Alloh”, jawab gadis itu.</p>
<p>Tamu itu kagum mendengar ucapan gadis kecil itu. Karenanya ia merasa malu dan merasa tanggung jawab untuk berlaku sopan. Tetapi ia masih ingin menguji gadis itu.“Apakah engkau tidak merasa takut tinggal di rumah sendirian?”. “Siapa bilang saya sendirian. Saya dan begitu juga dengan tuan tidak pernah sendirian. Kita <span id="more-1232"></span>semua selalu didampingi pengawal setia yaitu para malaikat yang akan mencatat segala amal perbuatan kita yang harus kita pertanggungjawabkan di hari kiamat nanti. Tentu saja tuan lebih tahu daripada saya…”, potong gadis kecil itu.Tamu itu menunduk dan berfikir. Pantas kampung ini tampak nyaman, aman, bersih, segar, karena hampir tiada gerak untuk iblis di sini, gumamnya dalam hati.</p>
<p>Ketika ayah gadis itu pulang, keduanya berjabat tangan dengan akrab. Tuan rumah mengijinkan sang tamu itu bermalam di rumahnya. “Di sini jauh dari kota. Jadi yang bisa kami hidangkan hanya susu perasan sendiri. Silahkan tuan”, ucap orang tua gadis tersebut mengeluarkan hidangan seadanya. “Alhamdulillah!” ucap tamu itu. “Mari diminum tuan!” Setelah keduanya minum susu perahan itu, sang tamu kemudian bertanya,”Berapakah susu yang dapat diperah setiap hari, dan berapa ongkosnya?”“Kira-kira tiga puluh liter setiap harinya, dan tidak pakai ongkos karena rumputnya tinggal dicari dan kami menggembalakannya sendiri. Jadi, tidak harus mengeluarkan upah untuk orang lain”. Tamu itu mengerutkan dahi seraya berkata,” seharusnya ada upeti buat raja di sini karena hasilnya cukup lumayan banyak”, kata sang tamu.“Tapi…”, sela gadis kecil yang sejak tadi duduk bersama ayahnya itu. “Semua barokah Alloh akan sirna jika raja selalu menarik upeti dari rakyat. Karena itu adalah kedzaliman.” Lagi-lagi sang tamu itu terperanjat mendengar ucapan gadis kecil itu. Seolah-olah ia merasa tersindir. Alangkah lancangnya mulut anak ini. Gadis yang sejak pertama dikaguminya itu, seakan-akan telah membaca suara hati dan niatnya. Sehingga semalaman ia sulit memejamkan matanya. Tetapi memang diakuinya bahwa betapa aman, tenang dan sederhananya hidup bapak dan anak itu. Tentu saja semua ini karena keyakinannya atas barokah Alloh SWT.</p>
<p>Pagi harinya, seusai shalat subuh, sang tamu diberi hidangan makanan dan susu. Tapi tiba-tiba, gadis kecil itu masuk dan berkata, “Tak seperti biasanya ayah! Sapi-sapi kita tak mau mengeluarkan susu. Apakah ada niat dari raja untuk menarik upeti kepada kita yang terpencil ini? Sebab bila raja berbuat dzalim, maka barokah Alloh akan hilang”.Tamu itu amat terkejut. Ia lalu segera keluar bersama gadis itu menuju ke tempat sapi-sapi yang sedang diperas itu, seraya berkata,”Tenangkan hatimu nak, raja tidak akan berbuat dzalim. Aku akan pergi menghadap raja ke istana. Akan kulaporkan kejadian disini, agar raja menjadi sadar. Jika ia baik dan berusaha mensejahterakan rakyatnya, tentu kita akan terus dibarokahi Alloh”.</p>
<p>“Baiklah”, kata gadis itu sambil mengangguk.Baru saja tamu itu menyelesaikan kalimatnya, gadis itu mulai mencoba lagi memerah susu. Dan sungguh ajaib, susu itu keluar lagi dengan lancarnya karena raja telah membatalkan niatnya yang buruk untuk menuntut upeti. Tanpa sepengetahuan gadis kecil dan ayahnya ternyata tamu yang menginap semalaman tersebut adalah tidak lain sang raja sendiri yang sedang menyamar melihat-lihat keadaan rakyatnya. Pada mulanya memang ia berniat untuk mencari sumber-sumber baru untuk dapat menarik upeti. Tapi akhirnya dengan kejadian tersebut, sang raja pun akhirnya membatalkan niatnya.</p>
<p>Demikianlah kiranya dapat kita mengerti, bahwa kedzaliman seorang pemimpin, hanya akan membawa kesengsaraan bagi rakyatnya, dan dijauhkan dari barokah Alloh SWT.</p>
<pre>Topik kisah di atas sejalan dengan tafsir surah al-A’rof (7);96 “ Dan sesungguhnya jika mereka penghuni desa beriman dan bertaqwa niscaya Kami bukakan pintu langit dan bumi (hidup aman, damai, subur makmur) , tetapi merak mendustakan (berbuat dzalim) , maka Kami siksa mereka sebab apa yang telah mereka kerjakan.</pre>
<pre>[Ust.H. Dave Ariant Yusuf , Staf Pengajar Pondok Mini Syaairullah
 JAKARTA TIMUR 3, http://pondoksyaairullah.blogspot.com/</pre>
<pre>]</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/nasihat-untuk-raja-dzolim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kaum Tsamud Dibinasakan Alloh SWT ?</title>
		<link>http://binanurani.com/trik-amar-maruf/</link>
		<comments>http://binanurani.com/trik-amar-maruf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 21:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[
“ (11), Kadh-dhabat tsamudu bi toghwaha. (12). idhim-ba’atsa asyqoha (13) fa qola lahum rosululohi naqotallohi wa suq-yaha (14) Fa kadh-dhabuhu fa ‘aqoruha fa damdama ‘alaihim rob-buhum bi dhambihim fa saw-waha (15) Wa laa yakhofu ‘uq-baha “
QS Asy-Syamsyi (91) : 11-15
11. Kaum Tsamud telah mendustakan (kepada rosul) dengan kedurhakannya (12) Ketika bangkit seorang paling celaka diantara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="margin: 5px;" src="http://img187.imageshack.us/img187/4670/tsamud.jpg" alt="QS al-Fajr (89);9 &quot; Dan Kaum Tsamud yang melubangi batu di lembah&quot;. Temuan para pakar akeologi sisa peninggalan kaum Tsamud yang ditemukan di antara Yaman selatan dan utara Madinah diperkirakan hidup 800 th Sebelum Masehi. " width="320" height="213" /></p>
<p><span style="color: #000080;">“ (11), Kadh-dhabat tsamudu bi toghwaha. (12). idhim-ba’atsa asyqoha (13) fa qola lahum rosululohi naqotallohi wa suq-yaha (14) Fa kadh-dhabuhu fa ‘aqoruha fa damdama ‘alaihim rob-buhum bi dhambihim fa saw-waha (15) Wa laa yakhofu ‘uq-baha “</span></p>
<p>QS Asy-Syamsyi (91) : 11-15</p>
<p><span style="color: #800000;">11. Kaum Tsamud telah mendustakan (kepada rosul) dengan kedurhakannya (12) Ketika bangkit seorang paling celaka diantara mereka (Kudar bin Shalif). (13) Kemudian utusan Alloh (Nabi Solih) berkata kepada mereka “ biarkanlah unta dari Alloh dan minumannya”. (14) Maka mereka mendustakan rosul itu dan membunuh unta, sehingga Alloh menyiksa membinasakan sebab dosa-dosa mereka dan meratakan mereka ( dengan tanah). (15) Dan Alloh tidak takut (hamba akan membalas) akibat menyiksa mereka.</span></p>
<p>Dalam Alquran di beberapa ayat dijelaskan tentang kehancuran bangsa-bangsa (kaum) yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. Seperti umat lainnya, umat Nabi Soleh, yaitu kaum Tsamud, juga dihancurkan karena mereka <span style="color: #000080;"><strong><span style="text-decoration: underline;">tidak mau beriman</span></strong></span> kepada Allah SWT dan tidak mengakui Soleh sebagai seorang Nabi. Mereka dihancurkan oleh Allah SWT dengan petir yang menggelegar sehingga meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.</p>
<p>Kisah nyata tentang kaum Tsamud ini terdapat dalam surah Hud (11) ; 61-62 dan 65-68, Ibrahim (14) ; 9, Al-A&#8217;raf (7) ;75-77, An-Naml (27) 47-50, Al-Qamar (54) <span id="more-1063"></span>23-26, dan Asy-Syu&#8217;araa&#8217; (26) ; 141-158.</p>
<p>Berdasarkan hasil studi arkeologi dan sejarah terkini mengenai kehidupan dan peninggalan bangsa Tsamud ini, ditemukanlah keberadaan situs kaum Tsamud di antara Yaman selatan dan utara Madinah yang disebut dengan nama Madain Saleh. Alquran menyebutkan, kaum Tsamud membuat rumah atau bangunan sesuai dengan gaya hidup mereka. Tsamud, seperti disebutkan dalam Alquran, merupakan fakta sejarah yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.</p>
<p>Menurut penjelasan Alquran, kaum Tsamud merupakan anak cucu dari kaum &#8216;Ad. Hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan arkeologis tentang keberadaan dan kehidupan mereka. Dijelaskan, akar kaum Tsamud dulunya hidup di utara Semenanjung Arab yang berasal dari selatan Arabia, tempat kaum &#8216;Ad pernah hidup.</p>
<p>Sumber-sumber sejarah mengungkapkan, sekelompok orang yang disebut dengan Tsamud benar-benar pernah ada. Masyarakat al-Hijr (batu) sebagaimana disebutkan dalam Alquran adalah sama dengan kaum Tsamud. Nama lain dari Tsamud adalah Ashab al-Hijr. Kata &#8216;Tsamud&#8217; adalah nama dari suatu kaum, sedangkan kata al-Hijr adalah salah satu di antara beberapa kota yang dibangun oleh orang tersebut. (Lihat Ensiklopedia Islam).</p>
<p>Seperti umat Nabi Hud yaitu kaum &#8216;Ad, ahli geografi Yunani yang bernama Pliny menggambarkan bahwa Domatha dan Hegra adalah lokasi tempat tinggal kaum Tsamud. Tempat tersebut hingga kini dikenal dengan nama Kota Al-Hijr.</p>
<p>Sumber tertua yang berkaitan dengan kaum Tsamud adalah hikayat kemenangan Raja Babilonia Sargon II (abad ke-8 SM) yang mengalahkan orang-orang ini dalam pertempuran di Arabia selatan. Bangsa Yunani juga menghubungkan kaum ini sebagai &#8216;Tamudaei&#8217;, yakni &#8216;Tsamud&#8217; sebagaimana ditulis Aristoteles, Ptolomeus, dan Pliny. Kaum Tsamud ini diperkirakan hidup pada abad ke-8 Sebelum Masehi.</p>
<p>Dalam Alquran, kaum &#8216;Ad dan Tsamud disebutkan secara bersamaan. Menurut para ahli tafsir, terdapat sebuah hubungan antara kedua kaum ini. Dan, kaum &#8216;Ad pernah menjadi bagian dari sejarah kaum Tsamud.</p>
<p>Nabi Saleh memerintahkan umatnya untuk mengambil peringatan dari kejadian yang pernah menimpa umat Nabi Hud (kaum &#8216;Ad). Sementara itu, kaum &#8216;Ad ditunjukkan contoh dari kaum Nabi Nuh yang pernah hidup sebelum mereka. Kaum &#8216;Ad mempunyai kaitan penting dengan kaum Nabi Nuh. Ketiga kaum ini mempunyai hubungan sejarah yang saling berkaitan.</p>
<p>Menurut Alquran, kaum yang pertama kali dihancurkan adalah kaum Nuh. Selanjutnya, kaum Nabi Luth yang melakukan hubungan sejenis (homoseksual). Kemudian berturut-turut, kaum Nabi Musa (penenggelaman Firaun), kaum Nabi Syu&#8217;aib (Madyan), kaum Nabi Hud (&#8217;Ad), dan kaum Nabi Saleh (Tsamud).</p>
<p>Menurut Harun Yahya dalam situsnya, umat Nabi Nuh dihancurkan pada 3000-2500 SM, kaum Ibrahim dan Luth awal tahun 2000 SM, umat Musa tahun 1300 SM, umat Hud (&#8217;Ad) 1300 SM, dan umat Nabi Saleh (Tsamud) sekitar tahun 800 SM.</p>
<p>Menurut beberapa sumber, urutan tersebut di atas belum sepenuhnya tepat. Namun, dari data itu, akan dihasilkan sebuah rangkaian yang sangat runtut (tertib), baik menurut Alquran maupun data-data sejarah.</p>
<p>Pahatan Batu<br />
Dari beberapa keterangan yang ada, Britannica Micropedia menyebutkan:<br />
Di Arabia Kuno, suku atau sekelompok suku tampaknya telah memiliki keunggulan sejak sekitar abad 4 SM sampai pertengahan awal abad 7 M. Meskipun kaum Tsamud kemungkinan asal-usulnya dari Arabia selatan, sebuah kelompok besar rupanya pindah ke utara pada awal-awal tahun, secara tradisional berdiam di lereng gunung (Jaba) Athlab. Penelitian arkeologi terakhir mengungkapkan, sejumlah besar batu bertulis dan gambar-gambar kaum Tsamud tidak hanya ada di Jabal Athlab, tetapi juga di seluruh Arabia tengah. (Britannica Micropedia, vol 11, hlm 672).</p>
<p>Pada sekitar 2000 tahun yang lampau, kaum Tsamud telah mendirikan sebuah kerajaan bersama bangsa arab yang lain, yaitu Nabataeans. Saat ini, di Lembah Rum yang juga disebut dengan Lembah Petra di Jordania, dapat dilihat berbagai contoh karya pahat batu yang terbaik dari kaum ini. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, kaum Tsamud ini memiliki kemahiran dan keahlian dalam bidang pertukangan (ukiran dan pahat memahat).</p>
<p>&#8221;Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.&#8221; (QS al-A&#8217;raf: 74)</p>
<p>Menurut Brian Doe, seorang peneliti arkeologi tentang keberadaan kaum Nabi Hud dan kaum Tsamud di Arabia selatan, kaum Tsamud ini dikenali melalui tulisan dan pahatan-pahatan yang mereka buat di dinding-dinding batu. Tulisan yang secara grafis itu sangat mirip dengan huruf-huruf Smaitic (yang disebut Thamudic) dan banyak ditemukan di Arabia selatan sampai ke Hijaz. (Brian Doe, Southern Arabia, Thames and Hudson, 1971, hlm 21-22)</p>
<p>Tulisan yang pertama ditemukan di daerah utara Yaman tengah yang dikenal sebagai Tsamud, ini dibawa ke utara oleh Rub&#8217;ah Khali ke selatan dan Hadramaut serta oleh Shabwah ke barat.</p>
<p>Seperti halnya kaum &#8216;Ad, peninggalan kaum Tsamud banyak ditemukan di daerah sekitar Hadramaut, Yaman. Walaupun telah dihancurkan oleh Allah SWT selama ribuan tahun lalu, namun hingga kini sisa-sisa peninggalan mereka (berupa bangunan dan karya seni) masih dapat ditemukan di sekitar Hadramaut dan di Kota Madain Saleh, sebelah utara Madinah. sya/berbagai sumber</p>
<p>Warisan Dunia</p>
<p>Kota bekas peninggalan umat Nabi Saleh, yaitu kaum Tsamud di Al-Hijr (Madain Saleh), kini menjadi salah satu kota warisan dunia. Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO), pada awal Juli 2008 lalu, telah mengesahkan kota tua Madain Saleh yang terletak di utara Madinah, sebagai salah satu situs warisan dunia (World Heritage Site).</p>
<p>Kaum Tsamud dan Nabatea yang menetap di Madain Saleh adalah situs bersejarah yang memiliki 132 kamar dan kuburan. Tempat ini terletak sekitar 440 km di sebelah utara Madinah. Umat ini diperkirakan hidup pada 200 SM hingga abad 200 Masehi (abad ke-2). Peninggalan yang masih bisa dilihat di sini adalah ukiran dan pahatan pada tembok, menara, serta sejumlah saluran air dan bak-bak air.</p>
<p>Selain itu, para arkeolog juga menemukan batu bata rumah warga yang dianggap sebagai sisa peninggalan umat Nabi Saleh di Nabatea yang terpelihara dengan baik setelah Petra, dan berlokasi sekitar 440 km arah utara Madinah yang berbatasan dengan Yordania. Kota Madain Saleh menjadi situs warisan dunia yang pertama diperoleh Arab Saudi. sya/iina</p>
<p>Kaum Tsamud, Entrepreneur Ulung</p>
<p>Kaum Tsamud, umat Nabi Saleh, dikenal sebagai entrepreneur ulung di masanya. Berbagai karya seni pahat, ukiran, dan pertukangan adalah contoh keahlian dan kemahiran mereka.</p>
<p>&#8221;Dan, ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum &#8216;Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.&#8221; (QS al-A&#8217;raf: 74)</p>
<p>Para arkeolog berhasil menemukan sejumlah batu karang dari hasil budaya kaum Tsamud di gunung-gunung maupun di lembah-lembah sekitar Arabia selatan dan tengah. Misalnya di Jabal Athlab, ditemukan tembikar dan lainnya.</p>
<p>Karena keahlian dan kepandaiannya itu, hasil ukiran yang mereka buat dijadikan sebagai barang dagangan dengan komunitas lainnya. Sebagian lagi dibuat hiasan di rumah-rumah mereka.</p>
<p>Produk utama kaum Tsamud adalah barang pecah belah (tembikar) yang unik dan memiliki nilai seni yang berkualitas tinggi. Sedangkan, produk lainnya yang diperdagangkan adalah kemenyan dan rempah-rempah. Dari hasil perdagangan tersebut, didapatkan kekayaan sehingga memungkinkan mereka membangun istana, rumah yang dipahat, dan makam pada batu karang. Kota tersebut berada 347 km di sebelah utara Madinah.</p>
<p>Pada sekitar 200 SM, kaum Nabasia menggantikan kaum Tsamud menguasai Kota Dedan (Al-Ula) sampai Al-Hijr (Madain Saleh). Situs arkeologi penting ditemukan di Kota Al-Ula yang telah dihuni sampai 1970, yang merupakan sebuah percontohan Kota Islam yang dikenali kembali pada abad ke-11 Masehi. Khuraibah merupakan sebuah situs Kerajaan Lihyanite, yang terdapat sejumlah besar makam. Ditemukan pula, Ikmah yang merupakan sebuah sungai (wadi) pada batunya memuat prasasti Lihyanite dan Minea</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/trik-amar-maruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tafsir QS Al-Haji (22); 27 “ Masjidil Haram Pusat Perhatian Dunia “</title>
		<link>http://binanurani.com/tafsir-qs-al-hajji-22-27-%e2%80%9c-masjidil-haram-pusat-perhatian-dunia-%e2%80%9c/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tafsir-qs-al-hajji-22-27-%e2%80%9c-masjidil-haram-pusat-perhatian-dunia-%e2%80%9c/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 22:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Kitabul Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Sa'airulloh]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Ka'bah Magnit di Bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[



 
 
Wa adhin fin-nisa bil haj-ji ya&#8217;tuka rijalan wa &#8216;ala kul-li dhomirin *)984 ya&#8217;tina min kul-li faj-jin &#8216;amiq&#8217;
Dan beritahukan kepada manusia untuk berhaji , mereka akan datang kepadamu denan berjalan kaki dan atas tiap unta yang kurus (kendaraan) *984 dari tiap-tiap penjuru yang jauh ( seluruh dunia).

[984] Unta yang kurus menggambarkan jauh dan sukarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]><br />
<mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<h3><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: blue;"><!--[if gte vml 1]><v:shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt=""  href="http://blogldii.files.wordpress.com/2008/09/makkah31.gif" mce_href="http://blogldii.files.wordpress.com/2008/09/makkah31.gif" style='width:171pt;  height:124.5pt' o:button="t"> <v:imagedata src="file:///C:\Users\Try\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" mce_src="file:///C:\Users\Try\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png"   o:href="http://blogldii.files.wordpress.com/2008/09/makkah31.gif?w=247&amp;h=180" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></h3>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #000080;">Wa adhin fin-nisa bil haj-ji ya&#8217;tuka rijalan wa &#8216;ala kul-li dhomirin *)984 ya&#8217;tina min kul-li faj-jin &#8216;amiq&#8217;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><em></em></span>Dan beritahukan kepada manusia untuk berhaji , mereka akan datang kepadamu denan berjalan kaki dan atas tiap <span style="text-decoration: underline;">unta yang kurus (kendaraan) *984</span> dari tiap-tiap penjuru yang jauh ( seluruh dunia).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><em>[984] Unta yang kurus menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">MEKAH adalah kota pertama di dunia. Di kota inilah Nabi Ibrahim dan Hajar membentuk suatu komunitas kehidupan di mana dalam menjalaninya mereka meminta kepada Allah untuk diselamatkan dari godaan setan yang terkutuk.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Kemudian Allah mengabulkan doa mereka dan diutuslah para malaikat untuk menjaga mereka. Tempat-tempat para malaikat itulah yang sekarang menjadi batas Tanah Haram. Adapun batas Tanah Haram adalah: sebelah utara 6 km (Tan’im), selatan 12 km (Adhah), barat 15 km (Syumaisyi), timur 16 km (Ji’ranah), dan tenggara 13 km (Wadinah).</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Kakbah dibentuk langsung oleh Alloh SWT sebelum keberadaan manusia pertama di bumi, Nabi Adam alaihi salam. Aliran banjir di sebelah kanan dan kiri menyisakan gundukan tanah sebagai titik awal terwujudnya baitulloh ( bait- Alloh) rumah Alloh. Nabi Adam AS sendiri selama hidupnya sudah 1000 kali melaksanakan ibadah haji ke baitulloh berjalan kaki dari negeri Hindiy (sekarang India).</span><span id="more-807"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Seiring dengan perkembangan zaman pada saat ini di sekelilingnya dibangun tempat sujud yang kita kenal dengan Masjidil Haram yang mempunyai luas 328 ribu m2 dan dapat menampung 730.000 jamaah pada hari biasa. Sedangkan pada musim haji, jamaah di Masjidil Haram bisa mencapai satu juta orang. Pada akhir tahun 2008 dilaksanakan pelebaran areal Masjidil Haram. Di sekelilingnya seperti Pasar Seng dan beberapa hotel sudah diratakan dengan tanah. Demikian pula bukit-bukit banyak yang diratakan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Praktis hanya Hotel Hilton, Hotel Intercontinental, dan Zamzam Tower (hotel baru) yang bertahan. Semua ini untuk mengantisipasi jumlah orang yang datang ke Masjidil Haram, baik saat umrah maupun pada musim haji yang setiap tahunnya selalu meningkat. Cuaca Kota Mekah tidak menentu dan perubahaan setiap waktu sangat drastic , baik malam hari maupun siang hari. Siang hari “hanya” mencapai 35-40 derajat celsius sedangkan malam hari sekitar 30 derajat sehingga sehingga cukup kondusif bagi jamaah yang melaksanakan ibadah umrah dalam keadaan puasa. Namun pada musim tertentu suhu pada siang hari dapat pencapai 49 derajat dan pada malam hari hingga 23 derajat.<span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Setiap pribadi muslim pasti bercita-cita untuk ke Masjidil Haram. Selain wajib bagi yang sudah mampu dalam bekal perjalanan, juga setiap orang yang pernah ke Mekah akan selalu berdoa agar bisa kembali untuk beribadah di Masjidil Haram seperti yang tersirat dalam doa: <span style="color: navy;">Allahumma balligna makkata wal madinata wal `arafata warzuknal hajjal mabrur, wardha anna wagfirlana warhamna anta maulana fansyurna `alal kaumil kaafirin</span>. Kota Suci Mekah dengan Masjidil Haramnya merupakan magnit bagi umat Islam. Setiap muslim bercita-cita datang ke Masjidil Haram, minimal sekali seumur hidup. Kalaupun belum bisa, biasanya kita menitip doa kepada orang-orang yang akan berangkat ke Mekah, baik untuk umrah maupun ibadah haji. Ada banyak keutamaan Tanah Haram Mekah, antara lain, beribadah disana membandingi dengan beribadah seratus ribu kali lipat dari tempat-tempat lainnya di bumi ini (Hadits riwayat Ibnu Majjah).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Keutamaan umrah di bulan Ramadhan adalah pahalanya membandingi haji bersama Nabi Muhammad (Hadis riwayat Muslim dari Ibnu Abbas). Dalam Hadits riwayat Ibnu Majjah dari Ibnu Abbas diterangkan bahwa barang siapa yang menjumpai bulan Ramadhan di Mekah lalu melaksanakan puasa dan salat maka pahalanya sama dengan seratus ribu bulan Ramadhan diluar Mekah, subhanallah.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Begitu banyak pahala dan maghfirah yang diperoleh di Mekah. Namun keutamaan bulan Ramadhan bukan hanya diperoleh di Kota Mekah. Di mana saja di muka bumi ini bila kita melaksanakan puasa dan semua amalan yang ada di dalamnya maka kita akan memperoleh pahala yang juga besar. Dalam sebuah riwayat hadis Buhori diterangkan, “<span style="color: navy;">Man shauma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqaddama min dhan bihi ”</span>. Artinya: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan niyat mencari pahala maka niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.”</span></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	border:solid windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:solid windowtext .5pt; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; 	mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: navy;">Related Post</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a href="http://binanurani.com/?p=592" target="_blank">Keistimewaan   dan Kebarokahan Air Zam-zam</a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<p class="MsoNormal"><a href="http://binanurani.com/?p=635" target="_blank"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">HR.Ibnu   Madjah Juz 2 no.1376 : “Ingin Hatinya Tenteram Sempatkan Beribadah”</span></a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a href="http://binanurani.com/?p=500" target="_blank">Usaha   Mengumpulkan Poin Pahala Sebanyak-banyaknya</a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a href="http://binanurani.com/?p=367" target="_blank">Haji   Mabrur</a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 67.3pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 18.6pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 14pt; font-family: Wingdings;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 356.9pt;" width="476" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tafsir-qs-al-hajji-22-27-%e2%80%9c-masjidil-haram-pusat-perhatian-dunia-%e2%80%9c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saudara Masih Punya Ibu Kandung ? Ikuti Kisah Menarik !</title>
		<link>http://binanurani.com/kisah-pemuda-al-qomah/</link>
		<comments>http://binanurani.com/kisah-pemuda-al-qomah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 18:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Tidak Hormat Kepada Ibu Kandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[ Saudara Masih Mempunyai Ibu Kandung ?, Ok , langsung saja mari kita simak kisah berikut.
 
Al-Qomah , sebuah kisah seorang pemuda yang gigih beribadah namun kurang perhatian kepada ibundanya
 
Aban meriwayatkan dari Anas bin Malik rodhiAllohu ‘anhu, berkata Anas :
” Ada pemuda pada zaman Rosulillahi solallohu ‘alaihi wa salam disebut namanya Al-Qomah. Dia adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Saudara Masih Mempunyai Ibu Kandung ?, Ok , langsung saja mari kita simak kisah berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Al-Qomah , sebuah kisah seorang pemuda yang gigih beribadah namun kurang perhatian kepada ibundanya</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Aban meriwayatkan dari Anas bin Malik rodhiAllohu ‘anhu, berkata Anas :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">” Ada pemuda pada zaman Rosulillahi solallohu ‘alaihi wa salam disebut namanya Al-Qomah. Dia adalah seorang pemuda yang gigih dalam beribadah dan besar sodakohnya. Suatu saat dia sakit dengan sangat berat. Dalam keadaan seperti itu istrinya memberitahu Rosulillahi SAW tentang keadaan suaminya yang dalam keadaan naza’ – <em>sakarotul maut</em>.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Rosululloh pun memerintahkan kepada Bilal, Salman, ‘Amar dan Ali RA <span style="color: navy;">“ berangkatlah kamu semua menuju Al-Qomah dan lihatlah keadaannya”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Berangkatlah mereka menuju Al Qomah dan masuk ke rumahnya “ berkatalah laa ilaha il-laAlloh” mereka </span><span id="more-783"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">mengajarkan kalimat itu kepadanya, namun Al Qomah tidak dapat bicara. Ketika keadaan diyakini semakin kritis, mereka<span> </span>mengutus kepada Bilal agar memberikan kabar kepada Rosululloh. “ <span style="color: navy;">Apakah Al Qomah masih mempunyai kedua orang tua?</span>” tanya Roasululloh SAW. Mereka menjawab “ bapaknya sudah meninggal sedangkan ibunya sudah sangat tua. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Rosulullohi SAW bersabda kepada Bilal “<span style="color: navy;"> hai Bilal, berangkatlah menjumpai ibunya Al-Qomah sampaikan salam dariku dan bertanyalah kepada beliau seandainya mampu agar datang menjumpai saya , namun jika tidak mampu tetaplah di rumah biarlah Rosulillah yang datang ke rumah ibu”</span>. Sesampai Bilal ke rumah ibu Al Qomah dan menyampaikan pesan Rosulillah SAW maka ibu pun menjawab “ Diriku biarlah kepada baginda Rosulillah, besuk pagi saya yang lebih berhak datang menghadap kepada Rosulillah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Berjalanlah ibu Al-Qomah dengan tongkatnya menuju Rosululloh dan ketika masuk libupun mengucapkan salam, Rosulillah SAW menjawab salamnya. Maka duduklah ibu Al Qomah di hadapan Rosulillah SAW. <span style="color: navy;">“ Jujurlah ibu kepadaku , karena apabila ibu berdusta kepadaku maka akan turun wahyu kepadaku, bagaimana keadaan Al-Qomah?</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">“ Wahai Rosulillah, sesungguhnya Al-Qomah dalam hal mengerjakan solat demikian dan demikian, dan berpuasa demikian dan bersodakoh dengan beberapa dirham yang tidak lagi dapat dihitung berapa timbangannya dan berapa banyaknya” . Rosululloh bertanya kembali “ <span style="color: navy;">lalu bagaimana keadaan hubungan ibu dengan Al Qomah ? </span>“ . Ibu Al Qomah menjawab “ Wahai Rosulillah sesungguhnya saya sangat murka kepadanya”. Penuh tanda tanya dalam diri Rosulillah “<span style="color: navy;"> mengapa demikian?</span>”. Jawabnya “ sesunggunya Al-Qomah lebih mengutamakan istrinya mengalahkan diriku dan dalam beberapa hal dia menurut kehendak istrinya dan menentangku” .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Rosulullohi SAW bersabda “ <span style="color: navy;">murka ibunyalah yang menghalangi lisannya mengucapkan syahadat <span style="text-decoration: underline;">laa ilaha il-lalloh</span> “ </span>. Kemudian memerintahkan kepada Bilal “ <span style="color: navy;">Berangkatlah untuk mengumpulkan kayu bakar yang banyak , akan aku bakar Al qomah” </span>. Ibunyapun bertanya “ wahai Rosulillah dialah anakku, buah hatiku akan engkau bakar dia di depanku, bagaimana mungkin hatiku akan rela ?” . “ <span style="color: navy;">Hai ibu Al-Qomah , sesungguhnya siksa Alloh itu lebih berat dan lebih kekal, apabila engkau lebih senang jika Alloh mengampuninya maka ridhoilah dia, demi Alloh tidak manfaat solatnya dan sodakohnya selagi engkau tetap murka kepadanya </span>” . Maka ibu Al- Qomahpun lalu mengangkat kedua tangannya “ wahai Rosulillah aku persaksikan kepada Alloh yang ada di langit dan engkau wahai Rosulillah dan juga orang hadir di sini bahwa sesungguhnya aku sudah ridho kepada Al-Qomah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Sesaat ibunya berkata demikian Rosulillah memerintahkan “ <span style="color: navy;">hai Bilal berangkatlah dan lihatlah keadaan Al Qomah adakah dia sudah mampu mengucapkan <span style="text-decoration: underline;">Laa ilaha il-lalloh ?</span>, barangkali ibunya Al Qomah berbicara dengan apa yang berbeda dengan isi hatinya karena malu dengan Rosulillah?</span>”. Bilal pun berangkat dan ketika sampai di pintu rumah terdengarlah Al Qomah mengucapkan Laa ilaha il-lalloh. Ketika masuk ke rumah , Bilal berkata “ wahai kamu semua, sesungguhnya murka seorang ibu menghalangi Al-Qomah untuk mengucapkan syahadat dan sesungguhnya ridhonya telah melepaskan kunci lisannya”. Kemudian Al-Qomah meninggal dunia pada hari itu juga, Rosululloh SAW datang dan memerintahkan kepada para sohabat agar memandikan , mengkafani, dan mensolati. Rosululloh SAW berdiri di tepi kubur dan berkhutbah “ <span style="color: navy;">Wahai golongan muhajir dan anshor, barang siapa yang memenangkan istrinya mengalahkan ibunya maka baginya laknat Alloh dan tidak diterima dari orang itu sorfan wa laa ‘adlan yaitu ibadah wajib dan ibadah sunahnya”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Sumber: <em>Tambiyatul Ghofilin hal.44-45 </em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;; color: navy;">Related Post</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.95in;" width="91" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 11.8pt;" width="16" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 362.6pt;" width="483" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a title="Permanent Link to Pemuda Adalah Tanaman Alloh SWT" href="../?p=302">Pemuda Adalah   Tanaman Alloh SWT</a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.95in;" width="91" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 11.8pt;" width="16" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 362.6pt;" width="483" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a title="Permanent Link to Derajat Ahlakul Karimah" href="../?p=322">Derajat Ahlakul Karimah</a><strong></strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.95in;" width="91" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 11.8pt;" width="16" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 362.6pt;" width="483" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a title="Permanent Link to Teks Nasihat-1: Peningkatan Amalan Akhlaqul Karimah (Part-1)" href="../?p=431">Teks   Nasihat-1: Peningkatan Pengamalan Akhlaqul Karimah (Part-1)</a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.95in;" width="91" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 11.8pt;" width="16" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">#</span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 362.6pt;" width="483" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><a title="Permanent Link to Peningkatan Pengamalan Akhlaqul Karimah (Part-2)" href="../?p=477">Teks   Nasihat-1: Peningkatan Pengamalan Akhlaqul Karimah (Part-2)</a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.95in;" width="91" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 11.8pt;" width="16" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
<td style="padding: 0in 5.4pt; width: 362.6pt;" width="483" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/kisah-pemuda-al-qomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Pembekalan Menyongsong Kehidupan Akhirat</title>
		<link>http://binanurani.com/persiapan-pembekalan-menyongsong-kehidupan-akhirat/</link>
		<comments>http://binanurani.com/persiapan-pembekalan-menyongsong-kehidupan-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 16:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santika211</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antisipasi Kejadian di Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Persiapan Menyongsong Akhirat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[


Seperti diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi rasul semenjak masa mudanya sudah mendapat julukan Al- Amin ( orang yang dipercaya).
Semua itu karena kejujuran dan gaya hidupnya yang sederhana dan bisa merangkul
semua kalangan pergaulan. Namun setelah beliau mendapat tugas dari Allah sebagai
seorang Rasul keadaan menjadi berbalik, kaum Quraisy justru menghina dan
mencibirkan, bahkan banyak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Seperti diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi rasul semenjak masa mudanya sudah mendapat julukan Al- Amin ( orang yang dipercaya).<br />
Semua itu karena kejujuran dan gaya hidupnya yang sederhana dan bisa merangkul<br />
semua kalangan pergaulan. Namun setelah beliau mendapat tugas dari Allah sebagai<br />
seorang Rasul keadaan menjadi berbalik, kaum Quraisy justru menghina dan<br />
mencibirkan, bahkan banyak yang mengatakan sebagai orang gila ( majenun).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Sebetulnya dihati kecil mereka masih mengakui tentang predikat Al-Amin yang selama<br />
ini disandang oleh Nabi Muhammad SAW. Pada suatu hari Nabi SAW naik ke sebuah bukit, lalu Beliau berteriak memanggil orang-<br />
orang Quraisy, dan terbukti mereka beduyun-duyun mendatanginya sehingga<br />
mereka memenuhi bukit itu. Mereka menunggu dan bertanya-tanya ada apa gerangan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"><br />
<span style="color: #000080;">&#8221; Saudara-saudara, seandainya saya berkata bahwa di balik bukit ini ada musuh yang akan<br />
menyerang kita apakah saudara percaya?</span>&#8221; begitu Nabi bertanya.<br />
<span style="color: #800080;">&#8220;Ya kami semua percaya dan kami siap untuk menghadapinya&#8221;</span>.- jawab qoum Quraisy<br />
<span style="color: #000080;">&#8221; Saudara-saudara kalau aku katakan bahwa di balik kehidupan ini ada kematian dan setelah manusia mati ada lagi kehidupan, dan di sana ada surga dan neraka, percayakah kalian?</span>&#8221;<br />
Nah bagaimana reaksi orang-orang Quraisy? <span style="text-decoration: underline;">sebagian besar mereka tidak percaya</span> .<br />
Padahal sesungguhnya dibalik kematian itulah kehidupan yang sesungguhnya, disanalah<br />
masa depan yang jauh dan perlu kita siapkan bekalnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;">Ingin lebih lanjut mengikuti pembekalan menyongsong kehidupan akhirat, mari kita kaji bersama <a href="http://madrasahonline.com/index.html">disini</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Microsoft Sans Serif&quot;;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/persiapan-pembekalan-menyongsong-kehidupan-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Mengaji, Dalil-dalil Bab Peningkatan Amalan Ibadah (part-1)</title>
		<link>http://binanurani.com/hasil-mengaji/</link>
		<comments>http://binanurani.com/hasil-mengaji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 18:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[11 Januari 2008]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Kejadian di Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Kitabul Adab (Kitab tentang Budi Pekerti)]]></category>
		<category><![CDATA[Pengajian Langsung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Pengajian pada hari ini Senin ,11 Januari 2008 sebagaimana biasa dilaksanakan di mushola kampung saya sendiri. Menuju tempat pengajian cukup jalan kaki karena Jarak dari rumah lebih kurang hanya 150 meter. Jadwal waktu pengajian di mushola ini sudah rutin yaitu setiap Senin jam 13.30 &#8211; 15.00 WIB sedangkan untuk Jumat dimulai habis jumatan atau jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengajian pada hari ini Senin ,11 Januari 2008 sebagaimana biasa dilaksanakan di mushola kampung saya sendiri. Menuju tempat pengajian cukup jalan kaki karena Jarak dari rumah lebih kurang hanya 150 meter. Jadwal waktu pengajian di mushola ini sudah rutin yaitu setiap Senin jam 13.30 &#8211; 15.00 WIB sedangkan untuk Jumat dimulai habis jumatan atau jam 13.oo sampai 14.30 WIB. Sedangkan tempatnya kadang berpindah-pindah menurut kebutuhan terutama untuk hari Jumat.</p>
<p>Materi yang disampaikan berupa satu halaman ukuran folio bolak-balik dengan judul <span style="color: #800080;"><strong>&#8220;Dalil-dalil Bab Peningkatan Amalan Ibadah&#8221;.</strong></span></p>
<p>Nah, akan saya coba untuk menayangkan hasilnya di blog ini, supaya Saudara juga dapat mengikuti.</p>
<p>Silahkan menuju http://www.binanurani.blogspot.com, untuk melihat dalilnya.</p>
<p>Dalil yang pertama diambil dari Al-Quran Surah al-Haser ayat 18 , kalau dibaca lebih kurang berbunyi sebagai berikut : <span id="more-388"></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>&#8220;Yaa ay-yu hal-ladziina amanut-taqulloha wal tan dhur nafsun ma qod-damat li ghod&#8217; wat-taqulloha in-nalloha chobiirun bima ta&#8217;lamuun&#8221;</strong></span></p>
<p>Maknanya,</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Yaa ay-yu ha</span> = </strong>wahai<strong><br />
</strong></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Al-ladziina amanu </strong><span style="color: #000000;">= orang-orang yang beriman (percaya) </span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>it-taqulloha </strong><span style="color: #000000;">= Taqwalah (takutlah ) kamu semua kepada Alloh</span></span></p>
<p>Ok, dari tiga suku kata ini saya terangkan dulu ya,</p>
<p>Alloh SWT melalui surat yang dikirimkan untuk hambanya (manusia di muka bumi) melalui Rosulullohi SAW , menyeru kepada orang yang beriman, (orang beriman adalah orang yang percaya adanya Alloh, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhirat, dan Taqdir)</p>
<p>agar takut kepada Alloh. Mengapa Kita diseru oleh Alloh SWT supaya takut padanya?</p>
<p>Ya, karena kalo kita percaya, Dialah yang menciptakan dunia dan seisinya, termasuk kita di dalamnya, Alloh jua yang Maha Merencanakan bagaimana nanti yang akan dilaksanakan setelah kehancuran alam semesta ini (kiamat).</p>
<p>Nah, kalau Alloh SWT memperingatkan hambanya ini berarti karena sayang, belas kasih kepada hambanya. Seandainya kita mau memperhatikan, memahami makna firmannya yang tertulis di dalam kitab al-Quran kemudian membuat kita semakin mendekat untuk mentaatinya, maka nanti Alloh juga akan sayang dan memberikan balasan yang setimpal.</p>
<p>Kalau Alloh SWT sudah sayang kepada kita, wah&#8230;.ya jelas dong. kita bakal beruntung, dimanja dibikin senang bahagia dunia akhirat.</p>
<p>Tetapi sebaliknya, kalau tidak takut, tidak mempedulikan peringatannya, ya berarti termasuk hamba yang meremehkan dan keras kepala, nanti bakal dibenci Alloh dan Alloh sudah mengancam dengan menyediakan siksaan yang dahsyat dan abadi di akhirat nanti. ( dan akhirat tuh gak jauh-jauh loh, ketika seseorang meninggal dunia berarti sudah masuk halaman akhirat !!, dan bukankan mati itu datang sewaktu-waktu ?! )</p>
<p>Kemudian kalimat nerikutnya</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>wal tan dhur nafsun ma qod-damat li ghod&#8217;</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>wa </strong><span style="color: #000000;">= dan, </span><strong>Lam (mati) </strong><span style="color: #000000;">= supaya, </span><strong>in tan dhur </strong><span style="color: #000000;">= melihat , mengoreksi </span></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #000000;"> </span><strong>nafsun </strong>= <span style="color: #000000;">seseorang</span> , <strong>ma </strong><span style="color: #000000;">= apa-apa<br />
</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>qod-damat </strong><span style="color: #000000;">= yang telah mengerjakan , </span><strong>li </strong><span style="color: #000000;">= untuk / bagi</span><strong> , ghodin </strong><span style="color: #000000;">= besuk hari</span><strong> </strong><span style="color: #000000;">.menurut tafsir sofatul hal.548 bahwa li ghodin ai (yaitu) li yaumil qiyamah = untuk hari kiamat.</span></span></p>
<p>Pada bagian ini Alloh memperingatkan, agar setiap diri manusia mempersiapkan segala sesuatunya sebagai bekal sebelum melakukan perjalanan panjang pulang ke pangkuan ilahi (dipanggil Alloh SWT alias meninggal (kan) dunia.</p>
<p>Sebagaimana kita tahu bahwa waktu ini berlalu begitu cepat, makin ke sini rasanya makin pendek saja.</p>
<p>Satu minggu rasanya seperti 4 atau 5 hari, baru kemarin jumatan rasanya sekarang sudah jumatan lagi, yang saya &#8220;rasakan&#8221; begitu. Nah, sedangkan waktu tidak pernah berhenti apalagi mundur kembali. Maka , Saudara sebelum kita dipanggil pulang ke rahmatulloh hayo segera berbenah diri, berkemas-kemas persiapkan segala sesuatunya jangan sampai ada yang ketinggalan. Dan lebih penting lagi Malaikat Izroil (sang pencabut nyawa) belum pernah terjadi dalam sejarah, memberitahu beberapa hari sebelumnya kepada kita bahwa dia diutus Alloh akan mencabut nyawa kita. Nah loh !!</p>
<p>Kalimat berikut ,</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>wat-taqulloha in-nalloha chobiirun bima ta&#8217;lamuun&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>wa </strong><span style="color: #000000;">= dan </span><strong>, it-taquu </strong><span style="color: #000000;">= takutlah kamu semua</span><strong> , Alloha = </strong><span style="color: #000000;">(kepada) Alloh</span></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>in-na </strong>= sesungguhnya<strong>,  Alloha </strong><span style="color: #000000;">= Alloh </span><strong>, chobiirun </strong><span style="color: #000000;">= maha waspada</span></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>bi ma </strong><span style="color: #000000;">= dengan apa-apa</span><strong>, ta&#8217;lamuun </strong><span style="color: #000000;">= yang (kamu semua) mengerjakan&#8221;</span></span></p>
<p>Di sini Alloh menegaskan agar kita takut kepadanya. Kata takut ini berbeda apabila ditempatkan pada kontek kalimat yang berbeda. Kalau taku kepada harimau tentunya lari menjauh agar tidak diterkam, tetapi takut kepada Alloh adalah takut dengan ancaman siksaanya dan solusinya justru kita mendekatiNYA, mendekati Kitabnya, mau mempelajari dengan cara mencaritahu kepada siapa kita akan bertanya. Karena Alloh SWT ada tapi sifatnya ghoib , tidak kasad mata, manusia yang diutus Alloh (Rosululloh , Muhammad SAW ada, tetapi sekarang sudah dipanggil Alloh mendahului kita. Perantara kita takut pada Alloh adalah dengan wujud peninggalan , warisan Nabi Muhammad SAW yaitu al-Quran dan Hadits. Itupun benda mati sebatas kertas bertuliskan huruf Arab.</p>
<p>Nah ! Quran Hadits dapat menjadi &#8220;hidup&#8221; apabila ada yang menghidupkan, merekalah orang yang selalu berusaha mendalami , mengamalkan se maksimalnya dan mau intisyar , menyebarluaskan, mengajar mengaji, amar makruf nahi mungkar, membentuk majelis ta&#8217;lim dsb.</p>
<p>Sesungguhnya Alloh maha waspada dengan apapun yang kita kerjakan. Semuanya tak luput dari monitor yang dipasang disegenap penjuru, bahkan malaikat tidak pernah lalai menguntit di sebelah kanan dan kiri kita. Mencatat gerak-gerik kita sebagai bahan reportase nanti dalam menjatuhkan hukuman bagi kita di mahkamah akhirat kelak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/hasil-mengaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahtera Nabi Nuh Alaihi Salam (part-2 tamat)</title>
		<link>http://binanurani.com/nabi-nuh-part-2-tamat/</link>
		<comments>http://binanurani.com/nabi-nuh-part-2-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 18:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Bayinya tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu tenggelam bersama bayinya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Bahtera Nabi Nuh tersebut berdimensi 1200 hasta panjang, 600 hasta lebar dan tingginya 30 hasta. Terbagi menjadi tiga lantai, lantai dasar untuk binatang , lantai kedua untuk manusia dan lantai tiga untuk burung-burung.
Atas dasar wahyu Alloh SWT, Nabi Nuh mengajak kaumnya yang beriman untuk memasuki kapal serta memuat berbagai pasang hewan.
Pada Al-Quran Surat Hud ayat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahtera Nabi Nuh tersebut berdimensi 1200 hasta panjang, 600 hasta lebar dan tingginya 30 hasta. Terbagi menjadi tiga lantai, lantai dasar untuk binatang , lantai kedua untuk manusia dan lantai tiga untuk burung-burung.</p>
<p>Atas dasar wahyu Alloh SWT, Nabi Nuh mengajak kaumnya yang beriman untuk memasuki kapal serta memuat berbagai pasang hewan.</p>
<p>Pada Al-Quran Surat Hud ayat 40 disebutkan: <strong>&#8221; Hingga apabila datang perintah Kami dan tanur telah memancarkan air, Kami berfirman muatlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing sepasang hewan (jantan-betina) serta keluargamu kecuali orang yang telah terdahului ketetapan terhadapnya, dan muatlah orang-orang yang beriman. Dan tidaklah beriman kepada Nuh melainkan sedikit saja.&#8221;</strong></p>
<p>Tidaklah berapa lama setelah Nabi Nuh dan seluruh pengikutnya naik kapal, langitpun menjadi hitam diiringi angin kencang bersamaan dengan turunnya hujan yang sangat lebat bagaikan dituangkan dari langit , bumipun mulai menyemburkan air  sampai memenuhi selokan-selokan dataran rendah sehinggalah dataran tinggi.<span id="more-360"></span></p>
<p>Bersamaan dengan terjadinya banjir yang menenggelamkan sebagian permukaan bumi tersebut, juga terjadi peristiwa yang sangat dramatis dan memilukan. Manakala seorang ibu dengan menggendong bayi yang amat dicintainya berlari ke tempat yang lebih tinggi karena dikejar air yang semakin meninggi. Ibu dengan bayinya lari ke sebuah gunung, air pun terus naik sehingga dengan segala perjuangannya ibu itu sampai puncak gunung. Air pun seakan mengejar sehingga menggenangi puncak gunung, sang ibu mengangkat bayinya di atas pundaknya, pada waktu itu sudah tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi sebagai penyelamatan. Ketika air terus menggenangi pundaknya, sang ibu memindahkan bayi ke aras kepalanya. Air seperti tidak mau berhenti dan ketika sudah menggenangi kepalanya, ibu pun mengangkat bayi dengan kedua tangannya di atas kepala, <em>subhanalloh.</em></p>
<p>Kisah tentang perempuan tersebut dapat dilihat hadits Kitabul Ahkam hal.18 dalm Muhtarul Adilah.</p>
<p>Kejadian demikian sempat membikin Rosululloh berkomentar &#8221; seandainya Alloh menyayangi kaum Nabi Nuh, maka niscaya Alloh akan menyayangi dan tidak akan membinasakan perempuan beserta anaknya tersebut&#8221;. Secara kemanusiaan memanglah seorang ibu dan bayinya pantas mendapat pertolongan, namun  Alloh hanya menyayangi kepada hambanya, meskipun keadaannya memprihatinkan namun karena tidak beriman kepada Alloh (dengan lantaran taat kepada Nabi Nuh, waktu itu) makan kebinasaanlah sebagai riwayat terakhir.</p>
<p>Nabi Nuh mempunyai putra antar lain Sam, Ham, Yafits dan Kan&#8217;am. Kan&#8217;am adalah salah satu putranya yang selalu memusuhi ayahnya sendiri. Pada awal terjadi banjir, diajak oleh ayahnya untuk naik ke dalam perahu, namun tidak mau taat dan memilih bersama orang kufur  lainnya  mencari keselamatan ke atas puncak gunung, namun toh Alloh SWT tidak peduli, akhirnya Kan&#8217;an mati dalam kekafiran.</p>
<p>Jumlah penumpang kapal yang akhirnya selamat antara lain 80 orang yang berada di atas kapal selama 150 hari, Alloh mengarahkan kapal itu menuju Makah, kapalpun berputar-putar di Baitulloah selama 40 hari. Setelah itu kapal Nabi Nuh diarahkan ke Bukit Judiy dan mendarat di Souq Tsamanin -Jazirah Arab. Kejadian berlabuhnya kapal tersebut pada hari As-Syuro&#8217; bulan Muharam, dari ke -80 penumpang itu mempunyai bahasa masing-masing, salah satunya adalah Bahasa Arab.</p>
<p>Dari anak Nabi Nuh yaitu Sam lahirlah bangsa Arab, Persi Romawi sedang dari Yafits lahir Ya&#8217;jud wa ma&#8217;jud, bangsa Turki dan bangsa Slaves adapun anak Ham lahirlah bangsa Qibthi, Barbor,dan Sudan.</p>
<p>Tamat.</p>
<p><em>(Dihimpun dari berbagai sumber)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/nabi-nuh-part-2-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahtera Nabi Nuh Alaihi Salam (part-1)</title>
		<link>http://binanurani.com/nabi-nuh-alaihi-salam/</link>
		<comments>http://binanurani.com/nabi-nuh-alaihi-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 13:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Nama lengkap Nabi Nuh adalah Nuh bin Lamak bin Mat Wahyalah bin Khanuk (Idris) bin Yarad bin Mahyalil bin Qonin bin An-Wasy bin Syits bin Adam AS. Jarak antara Nuh dan Adam adalah sepuluh abad. Alloh berfirman &#8221; Dan mereka berkata: jangan sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Tuhan -tuhan  kalian dan jangan pula sekali-kali meninggalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama lengkap Nabi Nuh adalah Nuh bin Lamak bin Mat Wahyalah bin Khanuk (Idris) bin Yarad bin Mahyalil bin Qonin bin An-Wasy bin Syits bin Adam AS. Jarak antara Nuh dan Adam adalah sepuluh abad. Alloh berfirman &#8221; <span style="color: #0000ff;">Dan mereka berkata: jangan sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Tuhan -tuhan  kalian dan jangan pula sekali-kali meninggalkan (penyembahan) wadda, dan jangan pula suwa, yoguts, ya&#8217;uq dan nasr&#8230;</span><em>.&#8221;</em> Mereka (nama-nama tersebut ) yang di jadikan nama berhala adalah kaum yang hidup diantara Adam dan Nuh ,mereka orang-orang yang shaleh dan mempunyai pengikut.</p>
<p>Setelah mereka meninggal, pengikutnya berkata, &#8220;<span style="color: #0000ff;">Seandainya kita menggambar mereka niscaya kita akan rindu beribadah jika kita ingat mereka&#8221;</span> Turun temurun mereka menggambar wajah orang-orang sholih itu, lalu iblis datang pada generasi  berikutnya dan membisiki :<span style="color: #0000ff;">&#8221; Orang-orang terdahulu menyembah gambar-gambar itu dan melalui gambar-gambar itu mereka meminta hujan&#8221; </span>dan mulailah kaum itu membuat beraneka ragam bentuk sesembahan ada yang dibuat lukisan dan patung-patung yang menyerupai orang-orang solih itu.<span id="more-349"></span></p>
<p>Lalu Alloh mengutus Nuh yang merupakan keturunan kesembilan dari Adam.  Nuh merupakan rasul/utusan pertama yang diutus Alloh ke muka bumi, maka Nuh pun segera menyeru kaumnya supaya mengesakan Alloh dan beribadah tidak menyekutukan, tetapi kaumnya mendustakan bahkan mereka menangkap dan menyiksa Nabi Nuh, kaumnya mengolok-olok nabi Nuh dan pengikutnya karena pengikut Nabi Nuh kebanyakan dari golongan orang-orang lemah dan miskin. Mereka tiada henti-henti mengolok-olok Nabi Nuh, firman Alloh: &#8221; <span style="color: #0000ff;">Berkata pemuda-pemuda dari kaum Nabi Nuh <em>sesungguhnya kami memandangmu berada dalam kesesatan yang nyata</em>&#8220;</span> Nuh menjawab:&#8221;<span style="color: #0000ff;"> <em>Hai kaum-ku tidak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam&#8221;</em> </span>&lt;Al-A&#8217;rof (7):60-61&gt; .</p>
<p>Mereka heran seorang manusia biasa bisa menjadi Rasul Tuhan, zaman terus berlalu perseteruan antara Nuh AS dan kamunya tetap terus berlangsung.  &#8220;<span style="color: #0000ff;">Dan sesungguhnya Kami mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun, maka mereka ditimpa banjir besar&#8230;</span><em>&#8220;</em> QS An-Kabut (29):14. Ketika Nuh sudah merasa putus asa karena dari keturunan mereka tidak ada yang beriman, bahkan semakin parah dari kewajaran dengan penentangan dan mendustakan dalam bentuk ucapan sehinggalah perbuatan.</p>
<p>Akhirnya  Nabi Nuh mendoakan keburukan bagi kaumnya dan Alloh mengabulkannya.  Kemudian Alloh memerintah kepada Nuh agar menanam sebatang pohon untuk dibuat sebuah kapal. Maka iapun menanamnya dan menunggu selama seratus tahun. Kayu tersebut kemudian dijadikan bahan utama pembuatan kapal dengan dikerjanan oleh Nuh sendiri dengan langsung mendapat bimbingan dan pengarahan dari Alloh SWT. Tidak sedikit hambatan dan cobaan dari kaumnya dalam pembuatan kapal tersebut, bahkan kaumnya mengolok-olok Nabi Nuh adalah orang gila , karena pembuatan kapal dikerjakan pada musim kemarau bahkan letaknya di atas bukit.</p>
<p>Kebencian kaum tersebut terhadap Nabi Nuh sangatlah keterlaluan, mereka sampai berani buang kotoran di dalam kapal Nabu Nuh yang belum selesai dibuat, namun akibat perbuatan itu akhirnya banyak di antara mereka yang kemudian sakit. Merekapun merengek-rengek kepada Nabi Nuh untuk mengobati, Nabi Nuh menyuruh mereka untuk membersihkan kotoran mereka sendiri dari dalam kapal. Dengan cara seperti itu, merekapun sembuh dari sakit&#8230;<em>Bersambung ke part-2</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/nabi-nuh-alaihi-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
