<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binanurani.com &#187; Tafsir Al-Hadits</title>
	<atom:link href="http://binanurani.com/category/tafsir-al-hadits/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binanurani.com</link>
	<description>Majelis Ta'lim Bina Nurani Istiqomah &#124; Generasi Cinta Quran &#124; Menuju Islam Kafah &#124; Bicara Lepas &#124; Berbagi Manfaat Kepada Sesama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kefadholan Orang Sobar</title>
		<link>http://binanurani.com/kefadholan-orang-sobar/</link>
		<comments>http://binanurani.com/kefadholan-orang-sobar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 23:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Derajat Tinggi di Sisi Alloh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/kefadholan-orang-sobar/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sering terdengar di masyarakat kalimat “ Sesungguhnya Alloh beserta orang yang sobar” innalloha ma’a shobirin. Atau “ sudah, sabar saja “ nasihat kepada orang yang sedang curhat.
Apa sebenarnya definisi shobar itu?
Sebelum melanjutkan mari kita cek sebenarnya lafadz yang betul itu “sobar” atau “sabar”.
Kalau mengikuti ejakan dari aslinya Bahasa Arab yang tepat, sebenarnya berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px;" title="Dimana ada seorang yang bersobar , memaafkan orang lain, rendah hati karena Alloh, maka derajatnya makin meninggi di sisi Alloh" src="http://img708.imageshack.us/img708/3198/anaktangga2.jpg" alt="" width="131" height="114" />Sudah sering terdengar di masyarakat kalimat “ <em>Sesungguhnya Alloh beserta orang yang sobar</em>” innalloha ma’a shobirin. Atau “ <em>sudah, sabar saja</em> “ nasihat kepada orang yang sedang curhat.</p>
<p>Apa sebenarnya definisi shobar itu?</p>
<p>Sebelum melanjutkan mari kita cek sebenarnya lafadz yang betul itu “sobar” atau “sabar”.</p>
<p>Kalau mengikuti ejakan dari aslinya Bahasa Arab yang tepat, sebenarnya berasal dari tiga huruf hijaiyah “ sho-ba dan ro ” . Tapi kebiasaan yang terdengar di kalangan umat menjadi “sabar “. Ada baiknya jika kita membiasakan mengucapkan sesuai dengan lafadz aslinya, meski tidak ada perbedaan maksud yang sebenarnya.</p>
<p>Seperti halnya “ Arafah” tempat wukuf orang beribadah haji secara lafdziyah adalah “ Arofah” . Kita dapat melafadzkan dengan bunyi yang benar manakala dapat melihat langsung naskah / skrip baik dari al-Quran maupun al-Hadits dengan  mengetahui cara membacanya sesuai dengan “makhrojul huruf” dalam ilmu tajwid.</p>
<p>Baik! mari kita lihat seperti apa makna secara kontek dalam sebuah hadits maupun al-Quran.<span id="more-1498"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Hadits : 1</span></p>
<p>Dari Abi Said sesungguhnya seorang pria dari Anshor meminta (harta) kepada Nabi Muhammad SAW , maka diberilah dia. Kemudian meminta kembali ,Nabi pun memberikannya. Akhirnya Nabi bersabda “ <span style="color: #000080;">Tiada lagi kebaikan (harta) di sisiku dan aku tidak menyimpannya lagi, barangsiapa yang mengambil cukup maka Alloh akan membuatnya kaya dan siapa yang menjaga diri (tidak minta) maka Alloh akan menjaganya , barangsiapa yang berusaha mensobarkan diri maka Alloh akan memberi kesobaran, tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih luas kecuali kesobaran</span>” Hadits Riwayat Tirmidzi hal.180</p>
<p><em>Hadits : 2</em></p>
<p>Dari Abu Huroiroh RA sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “<span style="color: #000080;"> Bukanlah kuat itu dari (tenaga) dorongan , tetapi sesungguhnya (orang yang ) kuat itu adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah</span>” Hadits Riwayat Imam Bukhori Kitabul Adab juz 8 hal.24</p>
<p>Pada hadits pertama bagaimana diceritakan orang yang meminta sesuatu kepada Rosululloh hingga dua kali, sampai akhirnya Nabi menasihati yang intinya bahwa meskipun seseorang itu dalam keadaan kekurangan, namun kalau mau  bersobar menahan diri , merasa cukup dan menjaga diri agar tidak mudah minta , maka Alloh akan membuat hatinya merasa kaya/cukup. Dengan sesorang diberikan kesobaran maka itulah pemberian yang baik dan luas.</p>
<p>Sedang pada hadits  yang ke dua bahwa orang yang kuat adalah dalam arti kuat kesobarannya mampu mengendalikan diri dalam keadaan kekurangan, atau menahan diri untuk tidak meluapkan kemarahan di saat sedang emosi.</p>
<h3>Kefadholan Orang Sobar.</h3>
<p>Dari Abi Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ <span style="color: #000080;">Tidaklah sodakoh mengurangi harta, tidaklah Alloh menambah kepada seseorang sebab memaafkan kecuali kemulyaannya, dan tidaklah seseorang itu rendah hati niyat karena Alloh kecuali Alloh meninggikan derajatnya</span> “ HR Tirmidzi jus 8 hal.184.</p>
<p>Karena sobarnya seseorang hingga sanggup menahan diri tidak marah di saat mendapat perlakuan yang tidak benar dari orang lain, bahkan sanggup memaafkan maka orang itu ditinggikan derajatnya jadi orang yang mulya di sisi Alloh SWT.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/kefadholan-orang-sobar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Cara Bagaimana Menyuntikkan Andrenalin Iman ke Dalam Tubuh Sendiri</title>
		<link>http://binanurani.com/5-cara-bagaimana-menyuntikkan-andrenalin-iman-ke-dalam-tubuh-sendiri/</link>
		<comments>http://binanurani.com/5-cara-bagaimana-menyuntikkan-andrenalin-iman-ke-dalam-tubuh-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 18:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bermanfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Suntikan Andrenalin Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1441</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan untuk menjadi “muslim beneran” masih menggantung di awan, diri Saudara belum juga “take action” menapakkan kaki ke tangga peningkatan ilmu, iman dan taqwa.
Waspadalah !
Alloh Ta’ala Yang Maha Tahu sudah mengamati gerak-gerik umat yang ingin jadi muslim namun hanya dalam angan2 belaka.
“ Terkadang orang-orang kufur berharap jadi muslim, biarkan saja mereka makan dan berfoya-foya, mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px;" title="Beberapa resep perlu disuntikkan agar tubuh manusia tergerak melangkahkan kaki steb by step menuju ke jalan yang di ridhoi Alloh , sabilillah." src="http://img388.imageshack.us/img388/6268/suntikan.jpg" alt="" width="81" height="97" />Keinginan untuk menjadi “muslim beneran” masih menggantung di awan, diri Saudara belum juga “take action” menapakkan kaki ke tangga peningkatan ilmu, iman dan taqwa.</p>
<p>Waspadalah !</p>
<p>Alloh Ta’ala Yang Maha Tahu sudah mengamati gerak-gerik umat yang ingin jadi muslim namun hanya dalam angan2 belaka.</p>
<p><span style="color: #333399;">“ Terkadang orang-orang kufur berharap jadi muslim, biarkan saja mereka makan dan berfoya-foya, mereka hanya disibukkan dengan hayalan-hayalan , toh mereka akan mengetahuinya nanti (akibatnya)</span>” Kitab Suci al-Quran Surah al-Hijr (15);2-3.</p>
<p>Tentu Saudara tidak ingin tergolong mereka yang disindir dalam ayat di atas , bukan?</p>
<p>Lalu bagaimana?</p>
<p>Nah, supaya keinginan jadi muslim sejati tidak hanya dalam bayangan, , resep berikut barangkali dapat sebagai rujukan untuk memacu andrenalin iman Saudara <span id="more-1441"></span>untuk percepatan tambahnya ilmu dan amalan.</p>
<p><span style="color: #993300;"><strong> </strong></span></p>
<h3><span style="color: #993300;"><strong>1.Berpikir Realis</strong></span></h3>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="55" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="535" valign="top">Mengapa   orang sanggup belajar keras dari SD – Perguruan Tinggi bahkan “ long live   education” dengan mengorbankan tenaga, waktu , pikiran bahkan dan   mengeluarkan dana yang tidak sedikit?</p>
<p>Karena   mereka berpikir realistis. “ Kalau saya tidak belajar keras dari sekarang,   apa jadinya masa depan saya? Saya tidak ingin jadi miskin, hidup menderita”,   sedangkan waktu terus bergulir, masa depan itu pasti datang menjemput.</p>
<p>Demikian   pula “masa depan akhirat “ di awali dengan masuk liang kubur melalui tahapan “al-masalatu   fil qobri” dan yang lebih berat “ yaumil hisabi” hari penghitungan amal.</p>
<p>Siapa   yang dapat menghindari?.</p>
<p>Itu   yang dimaksud berpikir realis , sekarang masih ada peluang gunakan peluang   emas. Pernyataan sohabat Ali RA “<span style="color: #333399;">Barang siapa menghendaki sukses dunia maka   pasti dengn ilmu , barang siapa menghendaki suskes akhirat maka pasti dengan   ilmu dan barang siapa menghendakisukses keduanya maka pasti dengan ilmu</span>”   Riwayat Hadits Ibnu ‘Asakir.</p>
<p>Jadikan   akhirat masa depan terbaik dan terindah bagi Saudara.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #993300;"><strong> </strong></span></p>
<h3><span style="color: #993300;">2.Jadilah Sopir Teladan</span></h3>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="55" valign="top"></td>
<td width="535" valign="top">Siapa   yang sanggup tinggal sendirian di atas bumi in tanpa pendamping hidup?</p>
<p>Berkeluarga   adalah pilihan agar tenang dan hidup barokah. Kepala keluarga itu sopir   ibaratnya sedangkan istri adalah pendampingnya. Sopir yang baik adalah yang   menguasai jalur perjalanan membawa seluruh penumpang dengan teknik mengemudi   yang baik sehingga penumpang merasa aman dan nyaman selamat sampai tujuan.</p>
<p>Menjadi   kepala keluarga dan pendampingnya kelak akan diminta pertanggungjawaban dalam   hal bagaimana merawat dan membimbing ahli keluarganya.</p>
<p>Sunan   Ibnu Madjah telah menorehkan hadits dalam juz 2/954 sabda Rosulullohi SAW “   <span style="color: #333399;">Ingatlah tiap-tiap kalian adalah penggembala yang akan ditanyakan   pertanggungjawaban, seorang imam yang menggembala umat akan ditanyakan   tentang mereka, seorang laki-laki sebagai penggembala ahli keluarganya juga   ditanya pertangungjawaban……(kelak di akhirat)</span>” Hadits in dapat dilihat juga   di Mukhtarul Adilah.</p>
<p>Bagaimana   menelusuri route perjalanan hidup , teknik mengarahkan ahli keluarga,   membikin suasana nyaman dan aman agar selamat sampai tujuan dengan selamat di   akhirat semua sudah ada panduan dan petunjuk teknisnya.</p>
<p>Mengingat   cuaca, badai, kabut yang mengaburkan pandangan ketika menentukan pilihan,   belum lagi gangguan dan godaan yang tidak remeh serta medan yang berat menghadang   di depan jalan.</p>
<p>Sayangi   dan cintailah istri dan anak, ajaklah ke jalan keselamatan menuju tujuan   akhir dan kebahagiaan abadi.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3><span style="color: #993300;">3.Hindarkan Mubadzir</span></h3>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="55" valign="top"></td>
<td width="535" valign="top">Saudara   sudah memliki Kitab al-Quran di rumah namun hanya dibiarkan “membisu” di rak   buku atau di atas almari hingga berdebu?</p>
<p>Bukankan   dulu saat membei sudah pasang niyat untuk belajar mengaji?</p>
<p>Jangan   mubadzir, kalau dibiarkan maka nilainya mendekati nol.</p>
<p>Jangan   biarkan diri Saudara tergolong orang-orang yang disindir dalam al-Quran surah   Jum’at (62);5 “ <span style="color: #333399;">Perumpamaannya orang yang dibebanan Taurot kepadanya kemudian   tidak mau mengamalkannya ibarat himar yang membawa buku, itulah   sejelek-jeleknya gambaran orang yang mendustakan ayat-ayat Alloh, dan Alloh   tidak menunjukkan kepada kaum yang dzolim</span>”</p>
<p>Dalam   tafsir Sofatul Bayan yang dimaksud adalah orang Yahudi yang diturunkan Kitab   Taurot melalui Rosululloh Musa AS, namun mereka mendustakan.</p>
<p>Aplikasi   ayat itu pada masa sekarang adal umat Muhammad SAW yang diturunkan al-Quran,   barang siapa mendustakan maka gambarannya juga seperti himar yang dibebani   buku.</p>
<p>Namanya   himar kan hewan, meskipun isi bukunya luar biasa hebat , namun tidak memberi   manfaat sedikitpun.</p>
<p>Nah   hindari sejauh-jauhnya gambaran itu mengenai Saudara.</p>
<p>Maka   segera take action buka kitabnya dan ambil barokahnya. Sekarang sudah ada   media pembelajaran Islam secara intensif. Tinggal bagaimana motivasi Saudara   mendapat manfaat yang luar biasa.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3><span style="color: #993300;">4.Carilah Teman Belajar</span>.</h3>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="55" valign="top"></td>
<td width="535" valign="top">Ingin   suasana belajar mengaji yang lebih hidup , jangan berdiam diri seperti orang   semedi.</p>
<p>Ilmu   pengetahuan umum atau ilmu dunia tidak masalah dengan belajar sendiri /   autodidak, tapi belajar mengaji ilmu agama tidak dapat sendirian. Ilmu agama   yang bersumber kepada Kitab al-Quran dan Sunah (al-hadits) memuat ilmu yang   kita amalkan sebagai bekal ketika sewaktu-waktu dipanggil menghadapNYA.   Belajar dengan membaca-baca, menyimpulkan sendiri tanpa pembimbing maka   dijamin menemukan kesalahan. Buktinya Rosulullohi SAW bersabda dalam hadits   riwayat Abu Dawud “ <span style="color: #333399;">Barang siapa berkata dalam kitabilah ‘aza wa jalla dengan   pendapat sendiri maka jika cocok maka sungguh salah</span>”</p>
<p>Kitab   pedoman Islam tersebut bukan bahasa kita sendiri sehingga kita harus cari   tempat belajar sebagai sandaran yang dapat menjelaskan pengertian secara   teori dan prakteknya serta dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Dengan mempunyai teman belajar dalam suatu komunitas   yang punya motivasi dan dibimbing maka akan mempercepat berlangsungnya proses   belajar mengajar Islam untuk tercapainya target yang telah ditentukan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Terapkan resep di atas supaya Saudara bergairah kembali menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani.</p>
<p>Demi tegarnya mengarungi kehidupan dunia yang hanya sebentar dan serba tidak menentu in.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/5-cara-bagaimana-menyuntikkan-andrenalin-iman-ke-dalam-tubuh-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip “Al-Masalatu fil qobri “ Pertanyaan Dalam Kubur.</title>
		<link>http://binanurani.com/mengintip-%e2%80%9cal-masalatul-fil-qobri-%e2%80%9c-pertanyaan-dalam-kubur/</link>
		<comments>http://binanurani.com/mengintip-%e2%80%9cal-masalatul-fil-qobri-%e2%80%9c-pertanyaan-dalam-kubur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 00:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Kitabul Janaiz]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Pandangan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Siksa Kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1432</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang belum pernah lihat kuburan / pemakaman ? Yakin teman2 sudah biasa melihatnya, namun apakah Saudara percaya jika saya katakan bahwa sepeninggal para takziyin dan takziyah , sebutan bagi para pelayat, si jenazah didatangi dua malaikat?
Boleh jadi Saudara tidak percaya dan akan kembali bertanya “ memang kamu pernah melihatnya denganmata kepala sendiri?”
Kalau ditanya begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px;" title="Pemakaman/kuburan secara fisik sebatas tempat jenazah dikebumikan, meskipun dalam dimensi waktu yang sama namun jenazah berada pada &quot;dimesi ruang &quot; yang berbeda. Mereka dan tentunya kita suatu saat kelak, akan dihadapkan pertanyaan kubur , sebuah &quot; PERKARA BESAR &quot;" src="http://img151.imageshack.us/img151/1411/pusara.jpg" alt="" width="150" height="104" />Siapa yang belum pernah lihat kuburan / pemakaman ? Yakin teman2 sudah biasa melihatnya, namun apakah Saudara percaya jika saya katakan bahwa sepeninggal para takziyin dan takziyah , sebutan bagi para pelayat, si jenazah didatangi dua malaikat?</p>
<p>Boleh jadi Saudara tidak percaya dan akan kembali bertanya “ memang kamu pernah melihatnya denganmata kepala sendiri?”</p>
<p>Kalau ditanya begitu maka saya jawab “ <em>ya belum , karena kita sama-sama masih hidup belum pernah mengalami mati  lalu hidup lagi”.</em></p>
<p>Ok percaya / tidak itu hak asasi, ya kan ?</p>
<p><strong>Lalu apa perlunya kita bicarakan apa yang belum pernah kita lihat ?</strong></p>
<p>Itulah konsep keimanan, iman (<em>amana, yu&#8217;minu= percaya</em>), termasuk iman kepada Alloh, percaya adanya rosul, malaikat, kitab-kitab, hari akhir dan taqdir, juga kepada barang ghoib (sesuatu yang tidak nampak oleh mata namun ada, haq ).</p>
<p>Kitab Suci Al-Quran termasuk tafsirnya dalam Kitab al-Hadits adalah <a href="http://binanurani.com/tag/al-quran-sebagai-teropong/" target="_blank">ibarat teropong</a>, alat untuk melihat sesuati dengan lebih detail.</p>
<p>Pada posting kali ini saya sampaikan sebuah hadits. Kalau dilihat dari typenya termasuk “hadits qouli” = sabda Nabi. Karena ada type lain lagi yaitu hadits fi’li = perbuatan nabi.</p>
<p>Baik !</p>
<p>Langsung saja saya potong urutan sanadnya mulai yang mendekati Nabi, dan hanya saya artikan ke dalam bahasa yang kita pahami, insyaAlloh.</p>
<p>Dari Qotadah dari Anas sesungguhnya Nabi Sholallohu ‘alaihi wa salam bersabda “ <span style="color: #000080;">sesungguhnya hamba ketika diletakkan dalam kuburnya dan teman2 nya (pelayat <span id="more-1432"></span>dan penggali kubur) berpaling meninggalkan, maka dia (jenazah) mendengar kresek2 suara sandal mereka. Lalu datanglah dua malaikat yang kemudian mendudukkan ( merubah posisi mayat yang tadinya terlentang).</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kemudian keduanya bertanya kepada sang jenazah “ apa yang kau tahu tentang ini lelaki Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam ? . Maka jika mayat mukmin dia berkata “ <em>Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba dan utusan Alloh</em>” . Kemudian malaikat berkata “ lihatlah tempatmu dari neraka sungguh Alloh telah menggantikan untukmu dengan (surga) yang lebih baik daripadanya. Bersabda Rosululloh SAW melanjutkan “ maka malaikat memperlihatkan kedua tempat ( antara surga dan neraka) kepada jenazah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dan apabila mayat kufur atau munafiq maka ketika malaikat bertanya “ apa yang kau tahu tentang lelaki ini? Jenazah berkata “ <em>aku tidak tahu, aku hanya berkata apa yang manusia lain katakan</em> “ .</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Malaikat kembali menegaskan “ kamu tidak tahu, kamu tidak membaca (belajar agama di dunia) ? “.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Maka jenazah dihantam dengan satu pukulan di antara dua telinganya hingga menjeritlah dengan suara yang sangat keras. Sehingga makhluk di sekitar pemakaman mendengar jeritan itu selain dua golongan ( jin dan manusia).”</span></p>
<p>Demikian hadits riwayat Nasai Kitab Janaiz atau dapat Saudara lihat di himpunan hadits <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Mukhtarul Adilah.</a></p>
<p>Tertera di tepi halaman hadits tanggal 1 /11/91 sebagai tarikh saya kaji waktu itu.</p>
<p><a href="http://binanurani.com/surga-dan-neraka-dimanakah-gerangan/" target="_blank">Surga dan neraka</a> dibikin oleh Sang Pencipta sebagai muara akhir segala proses kehidupan.</p>
<p>Cerita tadi termasuk barang ghoib, kalau teman2 percaya maka akan baik akibatnya dari sisi psikis karena dengan percaya akan menambah rasa takut (taqwa).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/mengintip-%e2%80%9cal-masalatul-fil-qobri-%e2%80%9c-pertanyaan-dalam-kubur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat Terjadi Kiyamat : &#8221; Fenomena Kemunculan Rosul Palsu &#8220;</title>
		<link>http://binanurani.com/syarat-terjadi-kiyamat-fenomena-kemunculan-rosul-palsu/</link>
		<comments>http://binanurani.com/syarat-terjadi-kiyamat-fenomena-kemunculan-rosul-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 23:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda Akan Terjadi Kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Rosul Palsu Bermunculan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[Mengomentari sebuah status tentang &#8221; fenomena rosul palsu&#8221; di forum  http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=286470716022
maka saya terbitkan artikel yang sejenis.
Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ Tidak akan terjadi kiyamat sehingga (1)saling berperang dua golongan yang besar dan menelan banyak  korban di antar keduanya, ajakan keduanya sama (akidah), dan (2) sehingga diutus dajjal pendusta mendekati jumlah 30 semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" title="Kiyamat , ditandai dengan hancurnya bumi dan seluruh isinya, pertanda Alloh SWT mengakhiri permainan  Panggung dunia untuk diganti dengan kehidupan sebenarnya, akhirat" src="http://img704.imageshack.us/img704/6915/kiyamat.jpg" alt="" width="200" height="133" />Mengomentari sebuah status tentang &#8221; fenomena rosul palsu&#8221; di forum  <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=wall&amp;gid=286470716022" target="_blank">http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=286470716022</a></p>
<p>maka saya terbitkan artikel yang sejenis.</p>
<p>Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ <span style="color: #000080;">Tidak akan terjadi kiyamat sehingga (1)saling berperang dua golongan yang besar dan menelan banyak  korban di antar keduanya, ajakan keduanya sama (akidah), dan (2) <span style="text-decoration: underline;">sehingga diutus dajjal pendusta mendekati jumlah 30 semua diantara mereka mengaku dirinya adalah rosulullohi</span>, dan (3) sehingga digenggam /dihilangkan ilmu dan (4)banyak kegoncangan, dan (5)semakin dekat zaman /perputaran waktu terasa makin singkat, dan (6) banyak huru-hara yaitu pembunuhan, dan sehingga (7) banyak harta di kalangan kamu hingga meluap dan menyusahkan pemiliknya siapa yang akan menerima sodakoh ? , ketika seorang menawarkan sodakoh hartanya maka orang yang didatangi berkata “ aku tidak memerlukan harta”, dan (8)sehingga manusia saling berlomba-lomba dalam bangunan, dan (9)sehingga seorang laki-laki melewati kuburan orang lain maka dia berkata “ seandainya tempatku nanti di situ”/bumi sudah menjadi tanah pekuburan raksasa, (10)dan sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, ketika manusia melihat matahari demikian maka semua manusia bertaubat dan ketika itulah keimanan tidak lagi bermanfaat yang sebelumnya tidak pernah ada, atau berbuat kebaikan dengan imannya,  dan (A)niscaya kiyamat terjadi sungguh sedangkan dua orang yang sedang membentangkan dagangan kainnya belum sempat bertransaksi dan belum melipat kainnya, dan (B)niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang berangkat untuk memerah susu unta maka belum merasakan hasil perahannya, dan (C) niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang membuat pematang di telaga belum sempat mengaliri sawahnya, (D) dan niscaya sungguh terjadi kiyamat ketika seorang mengangkat sesuap makanan ke mulutnya  belum sempat merasakan makanannya “</span></p>
<p>Shohih Bukhori juz 8 hal .101</p>
<p>Kiyamat, perkara besar yang merupakan prosesi pembongkaran “ panggung dunia”. <span id="more-1344"></span></p>
<p>Ibaratnya : ketika pertunjukan wayang kulit usai maka sang dalang dibantu seluruh krew membongkar panggung pertunjukan tersebut.</p>
<p>Manakala kiyamat terjadi itu pertanda Alloh SWT menghendaki menghapus kehidupan dunia di atas bumi untuk diganti fase berikutnya.</p>
<p>Dari masa ke masa senantiasa menarik untuk dibicarakan. Dari pakar intelektual hingga paranormal pun mengeluarkan statement bahwa akan terjadi suatu tanda kejadian alam sebagai terjadinya kiyamat bahkan dengan berpatok pada waktu tertentu.</p>
<h3>Sebenarnya kalau kita melakukan “<strong><span style="color: #800000;"> bedah kitab</span></strong>” dengan cara sederhana yaitu mencari dokumen peninggalan Rosulillahi SAW berupa hadits-hadits sohih kemudian menterjemahkan kata demi kata ke dalam bahasa yang kita pahami (tentu didampingi ahlinya), maka kita akan menemukan gambaran yang lebih detail tentang kiyamat.</h3>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #003300;">Rosul Palsu Bermunculan.</span></span></h3>
<p>Kalau diingat-ingat pemberitaan di Indonesia baik lewat media cetak maupun elektroik, sudah berkali-kali ditemukan kasus “ nabi/rosul palsu”.</p>
<p>Suatu bukti yang tidak dapat dipungkiri bahwa Maha Benar Alloh atas segala firmnaNYA. Sesuatu yang pernah Rosulullohi SAW sabdakan adalah atas dasar wahyu dari Yang Maha Merencanakan.</p>
<p>Masih banyak lagi beberapa tanda akan terjadinya kiyamat yang terdapat dalam beberapa hadits yan lain.</p>
<p>Pada artikel di ata, pemerian(1), (2) dst merupakan tanda alam bahwa semakin dekatnya kiyamat seperti matahari terbit dari barat yang akan mengacaukan system permusiman di atas bumi, system cuaca, ekosystem dll.</p>
<p>Sedang pemerian (A), (B), dst merupakn proses hari H bahwa begitu cepatnya kiyamat dengan suara yang sangat dahsyat, yang tentu tidak lagi dapat digambarkan di sini, Allohu Akbar !</p>
<p>Saudara menginginkan koleksi hadits-hadits besar mungkin mahal harganya , di sini dapat melihat <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Kitab Mukhtarul Adilah </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/syarat-terjadi-kiyamat-fenomena-kemunculan-rosul-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Golongan Orang Jihad Masuk Neraka</title>
		<link>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 18:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[ironis !]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad masuk neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?
Ok , langsung saja semak paparan berikut.
Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 129px"><img style="margin: 5px;" title="Jihad , berjuang di jalan Alloh kalau tidak dijalankan dengan niyat yang benar dan prosedur yang sesuai dengan syariat boleh jadi justru dapat menyeret pelakunya pelakunya masuk neraka " src="http://img196.imageshack.us/img196/9561/jihadk.jpg" alt="" width="119" height="119" /><p class="wp-caption-text">Idealnya jihad adalah berakibat semakin mengharumkan agama Alloh, semakin tegak dan berjaya.</p></div>
<p>Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?</p>
<p>Ok , langsung saja semak paparan berikut.</p>
<p>Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya seorang pria dari negeri Syam “ <span style="color: #333399;">wahai syaikh ceritakanlah hadits yang kau dengar dari Rosulillahi SAW”.</span></p>
<p>Berkata Abu Huroiroh “ <span style="color: #333399;">ya , aku dengar kepada Rosulullohi SAW bersabda </span>&lt; <span style="color: #800000;">awalnya manusia yang diberi hukuman pada hari kiyamat adalah tiga golongan orang yang mati syahid. Maka didatangkan orang tersebut dan ditunjukkan besarnya nikmat (pahala). Alloh bertanya “</span> <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan dengan nikmat itu ?</span> berkata hamba “ saya berperang di jalan Mu sehingga aku mati syahid” . Alloh berfirman “ <span style="color: #333399;">dusta engkau , sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan seorang pemberani, bukankah engkau sudah dikatakan (di dunia)? !</span>” maka diperintahkan malaikat dan dijerumuskan wajah orang itu dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang yang belajar ilmu agama dan mengajarkan serta membaca al-Quran, maka didatangkan dia dan diperlihatkan besarnya nikmat sehingga orang itu melihat nikmat tersebut. Bertanya Alloh “ <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan</span>? <span style="color: #800000;">Saya belajar dan mengajarkan ilmu agama dan membaca al-Quran di jalanMU</span>. Alloh berfirman “ <span style="color: #333399;">dust<span style="color: #333399;">a engkau, sesungguhnya engkau belajar ilmu dengan niyat agar disebut “alim dan kau baca quran agar disebut “ahli baca” bukankah sebutan itu <span id="more-1322"></span></span></span><span style="color: #333399;">sudah dah kau dapatkan</span>? Maka diperintahkan dengan orang itu agar dibenamkan wajahnya dan dilempar ke neraka. Dan seorang yang Alloh berikan keluasan dengan bermacam-macam harta kesemuanya. Maka didatangkan orang itu dan diperlihatkan nikmanya. Alloh bertanya “ <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan dengan nikmay itu?” orang itu menjawabnya </span>“<span style="color: #800000;"> saya tidak meninggalkan suatu jalan dimana saya menghendaki maka saya infakan d jalan itu semua untuk Mu (Alloh)</span> , berfirman Alloh “ <span style="color: #000080;">dusta kau, sesungguhnya engkau berharap agar  dikatakan dermawan, bukankah kau sudah diberi julukan dermawan</span>. Maka diperintahkan dengan orang itu sehingga dibenamkan wajahnya dan dilempar ke neraka.</p>
<p>Hadits Riwayat Nasai juz 6 hal.23 – Kitabul Jihad –Mukhtarul Adilah</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #008000;">Amalan Salah Niyat Termasuk Syirik.</span></span></h3>
<p>Dalam hadits riwayat Ahmad , Rosulullohi SAW kembali menegaskan tentang bahayanya niyat bukan karena Alloh SAW termasuk riya’ (pamer).</p>
<p>Betapa meruginya tiga golongan orang yang ketika di dunia mereka beramal dengan begitu gigih, namun gara-gara salah niyat maka nikmat pahala yang besar tidak dapat dirasakan akhirnya dimasukkan ke neraka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Pedoman )</title>
		<link>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/</link>
		<comments>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 01:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Murni Pedoman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1308</guid>
		<description><![CDATA[Pada posting yang lalu sudah dibahas murni dalam niyat , berikut adalah murni dalam pedoman.
Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah Kitab Suci al-Quran sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,” Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin = demikian inilah kitab (yang) tidak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><img style="margin: 5px;" title="Kitab Suci Al-Quran dan Kitab Sunah , adalah dua perkara peninggalan Rosulillahi SAW sebagai dasar ilmu agama Islam. Kutubusitah adalah Kitab Sunah/hadits baku yang sudah diakui oleh ulama Islam sedunia, Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa-i, Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Madjah" src="http://img697.imageshack.us/img697/5929/bannermadrasah3.jpg" alt="" width="230" height="120" /><p class="wp-caption-text">Dari kanan ke kiri , Al-Quranul Karim, Hadits Tirmidzi, Hadits Ibnu Madjah, Hadits Muslim, Hadits Bukhori, Hadits Abu Dawud dan Hadits Nasa-i</p></div>
<p>Pada posting yang lalu sudah dibahas <a href="http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/" target="_blank">murni dalam niyat</a> , berikut adalah murni dalam pedoman.</p>
<p>Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah <span style="text-decoration: underline;">Kitab Suci al-Quran</span> sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,”<span style="color: #333399;"> Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin</span> = <span style="color: #800000;">demikian inilah kitab (yang) tidak ada keraguan didalamnya (sebagai) petunjuk bagi orang yang bertaqwa,</span> takut kepada Alloh dengan mendekatkan diri memperhatikan firmanNYA di dalam alquran , berusaha melaksanakan perintah se pol kemampuan dan takut ancaman siksanya dengan menjauhi laranganNYA.</p>
<p>Kalau kita kaji secara makna kata perkata ayat demi ayat dari awal surat al-Fatikhah hingga akhir surah an-Nas maka ada beberapa penjelasan dari Alloh Ta’ala yang berkaitan dengan penegasan pedoman orang beriman ini.</p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong>Selain Mengkaji Al-Quran, Orang Mu’min Musti Juga Mengkaji Al-Hadits, Mengapa ?</strong></span></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Surah Al-Ahzab (33) ;21 “ <span style="color: #000080;">Niscaya sungguh ada dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (ridho) Alloh dan (hidup senang) di hari akhir.</span></p>
<p>Disamping itu ada lagi pada surah Al-Hasr (69); 7 “…<span style="color: #333399;">.. wa ma atakumur-rosulu fakhudzuhu wa ma nahakum ‘anhu fantahu, wa taqulloha in-nalloha syadidul ‘iqobi “</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Apa yang Rosul datangkan padamu (berikan contohnya) maka ambilah, dan apa yang rosul cegah padamu darinya maka jauhilah, dan bertaqwalah kepada Alloh sesungguhnya Alloh Maha Berat /dahsyat siksaannya”.</span></p>
<p>Jelas sekali Rosululloh Muhammad SAW diutus untuk memberikan contah suri tauladan yang benar dalam kontek memaknai dan mentafsirkan pedoman Al-Quran ke dalam amalan hidup sehari-hari. Tidak saja dalam konteks ibadah sholat, puasa , haji dll <span id="more-1308"></span>namun juga penerapannya ke dalam segala aspek kehidupan, seperti cara mencari rejeki, bergaul, merawat jenazah, bermusyawaroh dll.</p>
<p>Di mana kita sekarang dapat mengetahui dan mempelajari contoh peribadatan Rosulillahi SAW ?</p>
<p>Adalah Muhammad bin Isa bin Suroh At-Tirmidzi yang dikenal sebagai Abi Isa hidup pada tahun 209 – 279 H, telah menghimpun “ Jami’ Shohih “ . Beliau menghimpun hadits dengan barbagai bab  dan sub bab. Setiap isi / matan hadits disertai silsilah (urutan guru berguru) yang meriwayatkan hadits tersebut.</p>
<p>Hampir pada setiap akhir uraian isi hadits, Tirmidzi ( demikian sebutan lebih popular) mengulas tentang rijal hadits, kekuatan haditsnya dsb. Dengan membeli dan mengkaji Hadits Tirmidzi, Saudara2 dapat sekaligus mengenal secara singkat ilmu mustolahul hadits.</p>
<p>Dalam rentang waktu yang tidak jauh berbeda, dikenal juga penghimpun hadits yang lain seperti Imam Bukhori menghimpun hadits Sohih Bukhori, Imam Muslim menghimpun Sohih Muslim , Abu Dawud, Nasa-i, dan Ibnu Madjah. Ke-enam kitab itulah terkenal dengan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">“Kutubusitah “ </a> yaitu kitab yang enam dan sudah diakui oleh ulama Islam se dunia.</p>
<p>Itulah buku/hadits yang patut dijadikan pegangan bagi umat Islam dalam belajar dasar ilmu agama.</p>
<p>Mereka bukan membuat kitab karangan tapi menghimpun dari beberapa guru dan mengelompokkan ke dalam bab-bab tertentu.</p>
<p>Saudara2 dapat membelinya pada toko2 kitab di kota terdekat.</p>
<p>Sampai di sini maka dapat disimpulkan bahwa pedoman agama Islam selain <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Quran</span></span></strong> wadahnya firman Alloh , juga <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Hadits</span></span></strong> yang bermuatan cerita tentang ucapan dan perilaku Rosulullohi SAW dalam memberikan contoh peribadatan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Hati2 Awas Barang Tiruan ! </span></strong></span></h3>
<p>Untuk mendapatkan ilmu agama yang murni maka perlu juga sumber yang murni juga yaitu Kitabillah (Al-Quran ) dan Sunah Nabi ( Kitab2 Hadits Sohih). Sebelum wafatnya Rosulullohi SAW sudah berwasiyat demikian , dalam hadits riwayat Imam Malik yang terkenal dengan Kitab Muato’ “ <span style="color: #000080;">telah ku tinggalkan dua perkara di kalangan kamu , tidak akan tersesat kamu selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabilah dan Sunah Nabinya Alloh</span> “.</p>
<p>Yang perlu diwaspadai adalah adanya kitab-kitab karangan yang dapat merubah, menutupi atau menyembunyikan pengertian yang murni yang semestinya ditangkap dari hasil proses belajar mengajar. Maraknya kitab karangan tidak saja muncul pada masa perpecahan Islam di Indonesia abad 19, namun sejak masa hidup Rosulillahi SAW sudah ada seorang yang mempropagandakan kitab karangan.</p>
<p>Surah Luqman (31); 6 mengkisahkan hal tersebut.</p>
<p>“ <span style="color: #000080;">Dan sebagian dari mereka ada orang yang menukarkan / menjual cerita batal untuk menyesatkan dari jalan Alloh dengan tanpa ilmu dan mengambil jalan agama dengan main-main, mereka itulah baginya siksaan yang menghinakan”.</span></p>
<p>Dikisahkan dari ayat itu, tersebut nama Nadzir bin Haris, dia membeli kitab karangan dari Syam kemudian dibawa masuk ke negeri Makah.</p>
<p>Pengertian “ <em>Li yudhil-la ‘an sabilillah</em> “ pada ayat di atas adalah “<em>li yab’adan nas ‘an toriqil haq</em>” = menjauhkan manusia dari jalan yang haq. <em>( Tafsir Sofatul Bayani hal.411 )</em></p>
<h3><span style="color: #333300;"><span style="text-decoration: underline;">Bagaimana Memilih Al-Quran dan Hadits ?</span></span></h3>
<p>Untuk memilih Kitab Suci Al-Quran yang asli, insyaAlloh masyarakat tidak kesulitan , tidak lain adalah kitab Al-Quran 30 juz sebagaimana ada di masjid2 dan dijual di toko buku/kitab.</p>
<p>Sedang untuk memilih hadits yang asli, pilihlah satu atau lebih di antara “kutubusitah” . Ada yang masih impor seperti cetakan Darul Fikr , Lebanon , Beirut tentunya hargaua relatif lebih mahal, namun untuk mendapatkan yang lebih hemat dapat membeli hadits cetakan Indonesia , seperti terbitan Toha Putra Semarang, Dahlan Bandung,  juga sudah tersedia di toko2 kitab.</p>
<p>Pilihlah yang masih asli berbahasa Arab,  belum ada terjemahan.</p>
<p>Harga Kitab untuk satu jenis saja misalkan Sohih Bukhori lebih kurang Rp.210.000,- lebih-lebih sebagai pembelajar ilmu dasar agama tidak cukup hanya dari satu sumber perowi, tapi juga dari yang lain seperti Sohih Muslim, Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa-i , Ibnu Majah, Tafsir Ahmad, Tafsir Ibni Katsir dll.</p>
<p>Lalu bagaimana solusinya, adakah kitab khusus yang merupakan rangkuman dari berbagai imamul hadits di atas serta di susun sesuai dengan bab-bab yang membahas dasar2 ibadah seperti sholat, puasa, jga hukum2 dasar yang sederhana?</p>
<p>Ya, inilah salah satu solusi yang kami tawarkan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">Kitab Mukhtarul Adilah</a></p>
<p>Bagaimana dapat mengetahui/ mempelajari isinya ?</p>
<p>InsyaAlloh akan dibahas pada posting berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bibir Bengkak Melepuh di Dalam Neraka</title>
		<link>http://binanurani.com/apa-neraka-itu/</link>
		<comments>http://binanurani.com/apa-neraka-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 17:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Bibir bengkak melepuh dalam neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[ 
“ An Abi Sa’id al-Khudri ‘ani Nabi SAW qola wa hum fi ha kalihun qola tasywihi naru fataqol-lasu syafatuhul ‘ulya hat-ta tablugho wasato ro’sihi wa tastarkhi syafatuhu sulfa hat-ta tadhriba sur-rotahu “ HR Tirmidzi juz 4 Fii Mukhtarul Adilah Kitabu Sifati Jannati wa nar hal 45
Dari Abu Sa’id al Khudri dari Nabi Muhammad SAW [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 141px"><img style="margin: 5px;" title="Bibir orang ahli neraka melepuh bengkak, bibir atas membengkak hingga kepala , bibir bawah menjulur hingga pusar, SUBHANALLOH ! " src="http://img137.imageshack.us/img137/785/apim.jpg" alt="Panas api neraka 70 kali lipat panas api di dunia sanggup meluluh lantakkan apa saja yang masuk ke dalamnya." width="131" height="103" /><p class="wp-caption-text">Panas api neraka 70 kali lipat panas api dunia sanggup meluluh lantakkan apa saja yang masuk ke dalamnya.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">“ An Abi Sa’id al-Khudri ‘ani Nabi SAW qola wa hum fi ha kalihun qola tasywihi naru fataqol-lasu syafatuhul ‘ulya hat-ta tablugho wasato ro’sihi wa tastarkhi syafatuhu sulfa hat-ta tadhriba sur-rotahu</span> “ HR Tirmidzi juz 4 Fii Mukhtarul Adilah Kitabu Sifati Jannati wa nar hal 45</p>
<p><span style="color: #800000;">Dari Abu Sa’id al Khudri dari Nabi Muhammad SAW bersabda “Wa hum fi ha kalihun” bersabda Nabi, api neraka mengelupaskan maka bibir atasnya penghuni neraka hingga membengkak sampai ke tengah kepala dan menjulur bibir bawahnya hingga ke tengah-tengah pusar.</span></p>
<p>Nah , inilah apa yang Rosululloh jelaskan mengenai tafsir QS al-Mu’min (23) ;124 yang berbunyi “<span style="color: #000080;"> wa hum fi ha kalihun “</span> = dan mereka di dalam neraka “ njeber” , ini istilah ( Jawa) yang saya terima dari guru mengaji untuk menjelaskan bahwa bibirnya melebar karena bengkak dan sakit.</p>
<p>Api neraka yang demikian dahsyat panasnya menghancurkan segala apa yang masuk didalam neraka. Manusia yang Alloh hidupkan di muka bumi, namu tidak mengindahkan firmannya menjadi penghuni neraka, disiksa oleh Alloh dengan berbagai macam siksaan sehingga bibir yang atas melepuh bengkak hingga menutupi wajah bahkan sampai tengah kepala, sedangkan bibir bawah bengkak menjulur hingga ke pusat.</p>
<p>Subhanalloh !</p>
<p>‘<span style="color: #000080;"> An Abu Huroiroh ‘ani Nabi SAW qola narukum hadhihi lati tuqiduna juz-un wahidun min sab’iina juz’an min har-ri jahannam, qolu : wallohi in kanat lakafiyatan ya Rosulalloh , qola fa in-naha fidhilat bi sab’ina wa sitiina juz-an kul-luhunna mitslu har-ri ha.</span> HR. Tirmidzi juz 4 hal.710.</p>
<p><span style="color: #800000;">Dari Abu Huroiroh dari Nabi SAW bersabda api kamu yang kamu nyalakan ini (di dunia) adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya jahannam, mereka <span id="more-1292"></span>berkata “ demi Alloh sesungguhnya api dunia niscaya cukup panas wahai Rosululloh. Nabi bersabda maka sesungguhnya api dunia ini dilipatkan dengan enam puluh bagian , semuanya semisal panasnya neraka jahannam.</span></p>
<p>Siapa main api terbakar ! tapi jangan coba-coba melupakan firman Alloh SWT, Kalau Alloh SWT sudah murka maka akan menyiksa dengan keras belum pernah ada seorangpun yang menyiksa sebagaimana siksaan Alloh SWT.</p>
<p>Kita tentu berharap sebaliknya, bukan !</p>
<p>Rohmat dan kasih sayang yang Alloh SWT limpahkan kepada hambanya yang taat.</p>
<p>InsyaAlloh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/apa-neraka-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-1: Murni Niyat )</title>
		<link>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 14:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Kemurnian agama adalah HARGA MATI !!
Ya, kenapa ? Karena Alloh Ta’ala Yang Di atas Sana sudah berikrar tidak akan menerima amalan kecuali yang dimurnikan. Sebagaimana difirmankan dalam QS Al-Bayinah (98);5 “ Wa ma umiru il-la liya’budulloha mukhlishina lahudiina hunafa-a wa yuqimu sholata wa yu’tu zakata wa dzalika diinul qoy-yimah” = dan tidak diperintah mereka kecuali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" title="Ilmu agama yang murni adalah ilmu yang diterima oleh para sohabat dari Rosulullahi SAW ibarat madu murni yang keluar dari perut lebah, tidak ditambah/dikurangi. " src="http://img194.imageshack.us/img194/346/lebahmadu.jpg" alt="" width="111" height="108" />Kemurnian agama adalah HARGA MATI !!</p>
<p>Ya, kenapa ? Karena Alloh Ta’ala Yang Di atas Sana sudah berikrar tidak akan menerima amalan kecuali yang dimurnikan. Sebagaimana difirmankan dalam QS Al-Bayinah (98);5 “ <span style="color: #000080;">Wa ma umiru il-la liya’budulloha mukhlishina lahudiina hunafa-a wa yuqimu sholata wa yu’tu zakata wa dzalika diinul qoy-yimah”</span> = <span style="color: #800000;">dan tidak diperintah mereka kecuali semata untuk beribadah kepada Alloh dengan memurnikan agamanya dengan condong dan menentapi sholat dan membayarkan zakat, dan demikianlah agama yang tegak (benar)”.</span></p>
<p>Beribadah dengan cara yang murni adalah perintah Alloh, sehingga kalau ada hamba beribadah dengan cara tidak murni berarti melaksanakan perintah selain dari Alloh sebutan yang paling tepat adalah musrik, disamping beribadah melaksanakan perintah Alloh juga sekaligus melakukan perintah dari selain Alloh.</p>
<p>Sedangkan dalam Hadits Riwayat Nasa-i , terdapat dalam Kitabul Khutbah hal.69 fii <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Mukhtarul Adilah</a>.</p>
<p>Rosulullohi SAW bersabda “ <span style="color: #000080;">in=nalloha laa yaq’baluminal ‘amal il-lamakana lahu mukhlishon wab’tughiya bihi waj’huh </span>“ = <span style="color: #800000;">sesungguhnya Alloh tidak menerima dari suatu amal kecuali amal itu dimurnikan dan dicari dengan amal itu wajah Alloh”.</span></p>
<p>Betapa rugi dan sungguh celaka kalau sampai amal kita tidak diterima (rejected) ditolak oleh Alloh SWT . Kalau tidak diterima otomatis tidak mendapatkan hasil aj’ron /pahala dan rohmat Alloh yang “mutlak” berfungsi sebagai tiket masuk surga kelak di akhirat. Sedangkan saat di akhirat  hanya ada dua tempat tinggal kalau <span id="more-1281"></span>tidak masuk surga berarti masuk neraka, dan sebaliknya. Karena keadaan itu maka mau tidak mau kita harus berusaha hingga berhasil masuk surga, TIDAK ADA KOMPROMI.</p>
<p>Betapa pentingnya masalah ini !</p>
<p><strong>Istilah Murni</strong></p>
<p>Murni = kholasho, mukhlish, ikhlash. Seperti kata “ madu murni” berarti madu yang original / asli seperti yang keluar dari perut lebah, tidak ditambah tidak dikurangi.</p>
<p>Ibadah yang murni /mukhlish adalah cara ibadah yang asli seperti yang dicontohlan oleh Rosulullohi SAW sebagai suri tauladan dan dipraktekkan bersama para sohabat beliau .</p>
<p>Apakah ada kiat-kiat menjada kemurnian ibadah ? inilah <strong><span style="text-decoration: underline;">Empat Pilar Penjagaan Kemurnian Agama Islam</span></strong>, langsung saja kita semak :</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #000080;">#1. Murni Niyat.</span></span></h3>
<p>Sebelum beramal ibadah sekecil apapun maka yang dilakukan pertama kali adalah menata niyat. Dengan niyat yang berbeda meskipun amalannya sama maka akan membawa hasil yang berbeda pula. Lihatlah naskah hadits Sohih Bukhori juz 1 hal.2 Nabi Muhammad SAW bersabda “<span style="color: #003366;"> In-namal a’malu bin-niyat wa in-nama li kul-li imri-in ma nawa fa man kanat hij’rotuhu ila dun-ya yushibuha au ila imroatin tankihu ha, fa hij’ro tuhu ila ma hajaro ilaihi”</span></p>
<p>artinya “<span style="color: #993300;">sesungguhnya amalan (akan diperoleh hasil) tergantung niyatnya, dan sesungguhnya bagi tiap2 orang ( dia dapat) apa yang diniyati, maka barang siapa yang hijrahnya (mengikuti Nabi dari Makah ke Madinah) karena urusan keduniaan maka dia dapatkan, sedangkan yang niyat karena wanita maka dia nikahi (kalau wanitanya mau). Hijrahnya (yang didapatkan) adalah tergantung apa yang hijrah padanya (niyatnya).</span></p>
<p>Ibadah ibaratnya sekarang beramal menanam dan besuk di akhirat berharap dapat memanen hasil amal di dunia. Kalau kita beramal sekarang ini niyat dalam hati didasari ingin mendapatkan ridho dan cinta Alloh serta takut ancaman siksa Alloh, maka di akhirat kita betul-betul dapatkan apa yang diniyati itu.</p>
<p>Dalam kita beribadah , mentaati perintah Alloh SWT dalam alquran dan sabda Rosulillahi SAW dalam al-Hadits agar dijaga betul niyatnya karena Alloh semata, jangan tercampur niyat yang lain.</p>
<p>Ingatlah wasiat Rosulillahi SAW yang copy naskahnya sekarang dapat kita temukan dengan mudah di <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Mukhtarul Adilah</a> Kitabul Khutbah hal.72-73.</p>
<p>Tulisan dalam kitab itu masih asli Arabic semua, kalau lafadznya begini : “ dan bersabda (Rosulullohi ) SAW “<span style="color: #000080;"> in-na ma akhwafa ma atakhow-wafu ‘ala um-mati al-isyroku billahi ama in-ni latu aqulu ya’buduna syamsya wa laa qomaron  wa laa watsanan wa lakin a’malan li ghoirillah wa syahwatan khofi-yah”</span></p>
<p>Artinya “ <span style="color: #800000;">sesungguhnya apa yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah <span style="text-decoration: underline;">Syirik kepada Alloh</span> , ingat sesungguhnya bukan aku berkata mereka syirik dengan menyembah matahari, dan juga bukan menyembah bulan dan bukan menyembah berhala, tetapi (syirik dengan) amalan untuk selain Alloh dan keinginan yang tersembunyi”</span></p>
<p>Subhanalloh !</p>
<p>Demikian jelas pernyataan “ Maha Guru” kita , pada kenyataan yang terlihat di sekitar kita , kalau sudah masuk Islam dapat dikatakan mayoritas mereka sudah meninggalkan cara penyembahan kepada berhala seperti membakar kemenyan/dupa di dekat batu besar/pohon.</p>
<p>Namun sering terlihat adalah orang salah niyat, dalam beribadah misalnya menjadi ta’mir masjid masih punya harapan agar “ diakui” jamaah bahwa dialah orang terkemuka, orang pandai, yang lain agar menurut apa yang dikatakan, dsb.</p>
<p>Ingin jadi pimpinan jamaah pengajian, ketika akhirnya tidak dijadikan pimpinan oleh “kesepakatan musyawaroh” kemudian keluar dari pengajian, membuat jamaah pengajian tandingan, bikin ulah menyerang balik, mengacau, memfitnah dsb. Itu indikasi “salah niyat”. Kalau memang niyatnya ibadah karena Alloh akan dijadikan anggota biasa ok, akan dijadikan pengurus selagi mampu ok juga, yang penting ibadahnya sampai di sisi Alloh SWT.</p>
<p>Ibaratnya yang penting “naik mobil” sampai tujuan yang dicanangkan sejak awal. Akan diminta tolong ikut ngurusi/daftar presensi penumpang ya gak apa, dijadikan penumpang biasa ya tidak apa.</p>
<p><em>Bersambung&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencabut Uban</title>
		<link>http://binanurani.com/kajian-dalil-dalil-naqli/</link>
		<comments>http://binanurani.com/kajian-dalil-dalil-naqli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 22:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Mencabut Uban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1264</guid>
		<description><![CDATA[
&#8221; Qola Rosulullohi SAW laa tan tifuus-syaiba ma min muslim yasyibu syaiban fil Islam qola ‘an sufyan il-la kanat lahu nuron yaumal qiyamah, wa qola fi haditsi yahya il-la kataballohu lahu biha hasanatan wa hatho biha khoti-atan” Hadits Riwayat Abu Dawud juz 2.
Bersabda Rosulullohi SAW “ jangan kau cabut uban, (sebab) tiada seorang yang beruban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p><span style="color: #000080;"><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://img402.imageshack.us/img402/1204/mencabutuban.jpg" alt="" width="69" height="69" />&#8221; Qola Rosulullohi SAW laa tan tifuus-syaiba ma min muslim yasyibu syaiban fil Islam qola ‘an sufyan il-la kanat lahu nuron yaumal qiyamah, wa qola fi haditsi yahya il-la kataballohu lahu biha hasanatan wa hatho biha khoti-atan”</span> Hadits Riwayat Abu Dawud juz 2.</p>
<p><span style="color: #800000;">Bersabda Rosulullohi SAW “ jangan kau cabut uban, (sebab) tiada seorang yang beruban dengan satu helai uban di dalam Islam (berkata dari Sufyan) kecuali ada baginya cahaya di hari kiyamat. Dan berkata (dari Yahya) kecuali Alloh SWT menulis baginya dengan satu uban itu satu kebaikan dan dihapus satu kejelekan “</span></p>
<p>Uban, dimana tumbuhnya menandai umur manusia menjelang tua. Sementara pandangan orang justru ingin mencabut uban supaya tetap terlihat muda, atau mewarnai rambut, merubah bentuk rambut rebonding yang sekarang sedang marak menjadi bahan pembicaraan.</p>
<p>Memang pada umumnya manusia selalu ingin tampil percaya diri dengan berbagai usaha. Beberapa hadits lain yang berhubungan dengan perawatan tubuh boleh jadi termasuk dari apa yang pernah Rosulullohi SAW terangakn dalam beberapa atsar/hadits. Hal ini yang perlu membuat kita umat muslim lebih &#8221; mutawari&#8217; / hati-hati jangan sampai kita melanggar dari apa yang pernah Rosululloh ajarkan , bukankah Beluai guru besar kita yang memberikan contoh suri tauladan yang patut kita ma&#8217;mum? !</p>
<p>Berikut hadits seputar perawatan tubuh, sbb:</p>
<p><span style="color: #000080;">“ ‘An ‘Alqomah ‘an Abdillah la’ana Nabiyu Sholallohu ‘alaihi wa salam al-washimati wal mustaushimati wal mutanamishoti wal mutafalijati lil husni al mughoy-yiroti kholqollahi ta’ala . Ma li laa al’anu man la’ana Nabiyu Sholallohu ‘alaihi wa salam ? wa huwa fii kitabillahi wa ma atakumur-Rosulu fakhudhu hu </span>…..al-ayah “ HR Bukhori Kitabu Libasa.</p>
<p><span style="color: #800000;">Dari Alqomah dari Abdillah , Nabi Muhammad SAW melaknati orang yang mentato dan orang yang minta ditato dan orang yang mencabut/menyukur rambut alis ( atas mata) dan orang yang meratakan gigi, orang yang merubah ciptaan Alloh Yang Maha Luhur. Mengapa saya tidak melaknati orang yang telah dilaknati Nabiyalloh SAW ?! sedangkan perintah Alloh (jelas dalam al-Quran) &lt; Dan apa yang rosul datangkan padamu maka ikutilah….al-ayah QS Al-Hasr (59) ;7.</span></p>
<p><span style="color: #800000;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/kajian-dalil-dalil-naqli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Perkara yang Diridhoi dan yang Dibenci Alloh SWT</title>
		<link>http://binanurani.com/tiga-perkara-yang-dibenci-dan-disukai-alloh-swt/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tiga-perkara-yang-dibenci-dan-disukai-alloh-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 08:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Perkara Diridhoi dan Dibenci Alloh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1254</guid>
		<description><![CDATA[ 
“ An Abi Huroiroh qola, qola Rosulullohi SAW in-naAlloha yardho lakum tsalatsan wa yakrohu lakum tsalatsan . fa yardho lakum an ta’buduhu wa laa tusyriku bihi syai-a, wa an ta’tashimu bi hab’lillahi jami’an wa laa tafar-roqu, wa yakrohu lakum qila wa qola, wa katsrota su’al wa idhlo’atal mal “ Sohih Muslim Kitab al-aq’dziyah juz [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 140px"><img title="Apakah merokok termasuk aktifitas yang makruh ( dibenci Alloh) karena mensia-siakan harta ?" src="http://img33.imageshack.us/img33/7623/merokok.jpg" alt="Masih terdapat berbagai pandangan hukum yang berbeda tentang merokok, di antaranya ada yang mengharamkan karena membahayakan kesehatan manusia." width="130" height="104" /><p class="wp-caption-text">Masih terdapat berbagai pandangan hukum yang berbeda tentang merokok, di antaranya ada yang mengharamkan karena membahayakan kesehatan manusia.</p></div>
<p>“ An Abi Huroiroh qola, qola Rosulullohi SAW in-naAlloha yardho lakum tsalatsan wa yakrohu lakum tsalatsan . fa yardho lakum an ta’buduhu wa laa tusyriku bihi syai-a, wa an ta’tashimu bi hab’lillahi jami’an wa laa tafar-roqu, wa yakrohu lakum qila wa qola, wa katsrota su’al wa idhlo’atal mal “ Sohih Muslim Kitab al-aq’dziyah juz 2 hal.61.</p>
<p><span style="color: #800000;">Dari Abi Huroiroh berkata, bersabda Rosulullohi SAW sesungguhnya Alloh ridho padamu akan tiga perkara dan benci padamu akan tiga perkara. Alloh ridho padamu jika kamu beribadah (menyembah) kepadaNYA , dan tidak menyekutukan kepadaNYA dengan sesuatupun, dan jika kamu berpegang kepada tali (agama) Alloh dengan berjamaah dan tidak berpecah belah. Sedangkan Alloh benci kepadamu jika kamu “ dikatakan atau katanya “, memperbanyak pertanyaan dan mensia-siakan harta.</span></p>
<p>Ya, tiga perkara ini seperti mengandung kekuatan magnet yang luar biasa. Di satu sisi kalau kita lakukan membuat Alloh ridho, namun yang lain membuat kita dibenci Alloh SWT , nah apa gerangan? Bukankah dari awal kita berniyat lalu bergerak dalam apapun hal yang kita cari adalah ridho Alloh semata? . Sebab kalau orang sudah diridhoi Alloh SWT , pertanda bakal disayangi , ditolong urusan dunia – akhirat, siapa yang tidak senang ?</p>
<p>Sedangkan kebalikannya kalau akibat perbuatan kiat sendiri lalu Alloh menjadi benci, murka , tentu ini alamat orang bakal celaka, menerima adzab Alloh yang tiada terkira, hanya bikin sengsara dunia akhirat.</p>
<p>Betapa penting bukan ? ! lalu bagaimana penjelasannya ?</p>
<p>Baik ! kita mulai,<span id="more-1254"></span></p>
<h3><span style="color: #008000;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Tiga Perkara Yang Diridhoi</span></strong></span></h3>
<p><span style="color: #000080;"><strong><span style="text-decoration: underline;">#.Jika Kamu Menyembah dan Tidak MensekutukanNYA</span></strong></span></p>
<p>Alloh SWT ridho kalau kita sembah, cukup jelas. Karena justru untuk itulah kita diciptakan hidup di atas bumi ini. Kembali ditegaskan oleh Alloh SWT “ <span style="color: #000080;">Apakah kau kira Aku ciptakan kamu (manusia dan jin) dengan main-main( tak ada tujuan) ?! dan kamu kira tidak akan dikembalikan (kepada Alloh untuk mempertanggungjawabkan perbuatan) ?!</span> “ lihat firman Alloh di Surah Al-Mu’minun (23); 115.</p>
<p>Penegasan dari Alloh yang boleh jadi menyentak lamunan kita yang lalai dariNYA. Sedangkan jawaban dari ayat di atas ditegaskan dalam Kitab Al-Quran yaitu Surah Adz-Dzariyat (51);56 “ <span style="color: #000080;">wa ma kholaq’tul jin-na wal insana il-la liya’buduni” = <span style="color: #800000;">tidaklah Kami citakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah(menyembah ) kepadaKU </span></span>“.</p>
<p>Ayat ini cukup jelas jika manusia yang dapat menunaikan tugas sesuai kehendak penciptanya maka Alloh SWT akan meridhoinya.</p>
<p>Berikutnya adalah jika kita tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun. Dalam beribadah semestinya kita betul-betul yakin bahwa Alloh lah yang menjadi “causa prima” penyebab yang pertama. Segala penyebab kejadian suatu perkara harus diyakini dari Alloh semata.</p>
<h3><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;">#.Jika Kamu Berpegang Teguh Kepada Tali Alloh (agama) Dengan Cara Berjamaah.</span></span></h3>
<p>Istilah berjamaah dalam agama Islam ada 2 pengertian, yaitu berjamaah dalam melaksakan ibadah sholat dan berjamaah dalam struktur organisasi.</p>
<p>Keduanya mempunyai konsep pemikiran yang identik yaitu adanya pimpinan, makmum yang taat mengikuti pimpinan (imam). Menetapi Islam dengan cara berjamaah adalah perintah Alloh SWT dalam Kitab Suci al-Quran Surah Ali Imron (3) ; 103. Banyak ayat dan hadits yang belum sempat dimuat di sini bahwa aslinya agama Islam ialah berjamaah, ada pimpinan dan ada makmum (jamaah/rokyah), dengan berjamaah Islam menjadi bersatu , kompak, rukun dan maju. Asalnya Islam juga satu ( ummatan wahidah) . Pada jaman Rosulullohi SAW, beliau sendiri yang menjadi pimpinan/imam, kemudian sepeninggal beliau kepempinan Islam diganti khulafau rosyidin Abu Bakar, Umar bin Khotob, Utsman dan Ali RA.</p>
<p>Pembahasan praktek menetapi Islam dengan berjamaah tentu tidak muat di sini.</p>
<h3><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;">#.Jika Kamu Tidak Berecahbelah</span></span></h3>
<p>Berpecah belah adalah kebalikan dari berjamaah. Dan jangan berpecah belah adalah penegasan dari kalimat sebelumnya yang mengandung pengertian betapa pentingnya berjamaah, bersatu, kompak, rukun.</p>
<h3>Kita lanjutkan dengan<span style="color: #008000;"> <strong><span style="text-decoration: underline;">Tiga Perkara Yang Dimurkai</span></strong></span></h3>
<h3><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;">#.“Qila wa qola”</span></span></h3>
<p><span style="color: #000080;"> </span>= dikatakan dan katanya = adalah istilah dalam proses penerimaan ilmu agama Islam hanya dengan “ katanya si fulan, si fulanah berkata begini, begitu “ dll. Cara seperti itu masih sering terlihat di kalangan muslim bahwa suatu pengertian atau amalan hanya bersumber dari “<span style="text-decoration: underline;">katanya</span> pak kiyai itu begini” , atau “kalau ulama fulan <span style="text-decoration: underline;">berkata</span> begitu” dan semacam itu,  tanpa menunjukkan dalil hujah yang dapat dipertanggungjawabkan serta bersumber kepada Kitabillah Al-quran atau hadits riwayat siapa.</p>
<p>Padahal demikian jelas perintah Alloh dan Rosulnya dalam mencari ilmu agama Islam adalah dengan cara berguru kepada orang ahli yang sudah berguru sebelumnya. Penegasan mengenai cara belajar agama adalah dengan bertanya kepada yang ahlinya dapat dilihat Surah An-Nahl (16) ; 43 dan Al-Anbiya (21);7. …<span style="color: #000080;">Fas alu ahladhikri in kuntum laa ta’lamun</span> = <span style="color: #800000;">bertanyalah kepada yang ahli ilmu jika kamu tidak tahu.</span></p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #000080;">#.Memperbanyak Pertanyaan</span>.</span></h3>
<p>Pepatah “ malu bertanya sesat di jalan” cocok untuk diterapkan bagi Saudara kita yang haus akan siraman dan hal ilmu agama. Dengan bertanya maka akan mendapatkan kejelasan dari masalah yang belum paham atau diragukan. Berbekal keyakinan itulah maka dalam beramal akan merasa mantab dan tidak ragu-ragu lagi.</p>
<p>Tetapi memperbanyak pertanyaan yang dibenci Alloh di sini maksudnya hanya banyak bicara, tidak segera melaksanakan perintah yang sebenarnya sudah jelas untuk dilaksanakan. Seperti kisah orang Bani Isroil ketika diperintah oleh Alloh SWT untuk menyembelih sapi , dapat dilihat Surah al-Baqoroh (2) ; 67-71. Seekor sapi kan sudah jelas kalau dilaksanakan juga mudah, tetapi karena banyak kepada Alloh SWT melalui utusan waktu itu Nabi Musa, akhirnya menjadikan berat bagi mereka sendiri, mempersempit ruang gerak mereka, sehingga Alloh mengecap hati mereka.</p>
<h3><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;">#.Mensia-siakan Harta</span></span></h3>
<p>Memubadzirkan harta adalah teman syetan, lihat surah al-Isro’ (17);27 . Harta benda bagi orang iman sebenarnya sangat berharga , satu rupiah pun bernilai untuk dibelanjakan di jalan Alloh / fii sabilillah. Menghabiskan harta untuk hal yang kurang manfaat atau bahkan memudhorotkan adalah perbuatan tidak disukai dalam Islam.</p>
<p>Bagaimana dengan kebiasaan merokok di kalangan muslim bahkan para tokoh2 agama ? inilah yang masih terjadi silang pendapat.</p>
<p>Semoga kita dihindarkan dari hal2 yang menyebabkan kebencian Alloh SWT sebaliknya kita berusah untuk mengamalkan hal yang membuat Alloh ridho, amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tiga-perkara-yang-dibenci-dan-disukai-alloh-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
