Di Sini Ada Syetan ! Bukan Sekedar Judul Film

‘An Abi Huroiroh an-na Rosulallohi SAW qola < idha nudiya lis-sholati ad’baro syaitonu lahu dlurotun hata laa yasma’u ta’dhina, fa idha qudhiya nida-u aq’bala, hata idha tsuwiba bis-sholati ad’baro, hata idha qudhiya tatswibu aq’bala hata yakhturo bainal mar’i wa nafsihi yaqulu udhkur kadha-udhkur kadha lima yakun yadhkuru hata yadlol-lal mar’u in yad’ri kam shol-la>

Hadits Riwayat Sunan Nasa-i juz 2 hal.32 fii Mukhratul Adilah Kitabus-Sholah hal 37-38

Dari Abi Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda < Ketika diadhani untuk sholat, maka syetan berlari sehingga terkentut-kentut (menjauh) sehingga tidak mendengar lagi suara adhan, ketika selesai adhan syetan kembali datang, sehingga ketika dikomati untuk sholat syetan berlari menjauh. Ketika selesai komat maka syetan datang kembali dan menggoda (memisahkan) antara seseorang dengan hatinya. Syetan berkata ‘ ingatlah ini, ingatlah ini” terhadap perkara yang sebelumnya lupa, sampailah seseodia lumrang kehilangan konsentrasinya (terlupa) berapa rokaat telah dia amalkan>.

Menyadari kehadiran syetan dalam sholat kita.

Rasanya tidak terhitung berapa kali sholat yang kita amalkan sehari-hari ada kalanya terlupa , atau minimal ragu-ragu berapa rokaat yang telah kita lakukan tadi, 2 rokaat atau 3 rokaat ya. Okelah kalau sholat yang jumlah rokaatnya banyak, 4 rokaat misalnya. Yang lebih repot kalau sholat maghrib saja yang cuma 3 rokaat saja sampai lupa, saat kita berdiri rokaat ke tiga kita masih berpikir dalam keraguan “ wah ini tadi sudah rokaat berapa” bahkan lupa dalam sholat subuh, parah Saudara !

Tapi hal itu memang riel, hal yang bisa saja terjadi terlebih mengingat sabda Nabi di atas, memang demikian kerjaan syetan.

Lalu bagaimana , apa sikap yang harus diambil ketika menjumpai kergyan tentang jumlah rikaat dalam sholat? insyaAlloh akan kita bahas pada posting yan akan datang.

Syetan adalah makhluk jahat dari golongan jin yang ketika di surga awalnya diperintah bersama-sama dengan para malaikat untuk sujud (hormat) kepada Adam ‘alaihi salam. Kisah ini dapat dilihat dalam Surah Al-A’rof (7) ;11-16. Semua malaikat sujud dan tunduk perintah Alloh SWT kecuali iblis ( abal jin/bapak dari jin). Alloh bertanya ” ma mana’aka ala tasjuda idh amartuka ? ” = apa yang mencegahmu untuk sujud ketika Aku perintah ? Jawabnya saya lebih baik daripada Adam, Kau ciptakan aku dari api sedang Kau ciptakan Adam dari tanah” . Seketika Alloh SWT murka ” Turunlah kau dari surga ! tidak sepatutnya kau bersikap takabur (angkuh/sombong) di dalam surga, maka keluarlah sesungguhnya kau orang yang hina”. Syetan diusir dari surga namun mengajukan banding di hadapan Alloh “  andzirni ila yaumi yub’atsun = ( Ya Alloh) berilah kami waktu hingga hari kebangkitan . Dengan sifat bijaksana Alloh SWT mengabulkan “  Sesungguhnya kau diberi waktu”.

Sejak saat itu mulai timbul rasa dendam iblis kepada Nabi Adam sehingga berikrar “ fa bima aghwaitani la-aq’udan-na lahum shirotokal mustaqim = gara-gara (Nabi Adam) Kau Alloh akhirnya menyesatka aku maka niscaya akan aku duduki (halangi) anak Adam dari jalanMU yang benar/lurus” . Tidak cuma itu iblis pun terus nggedumel ” niscaya sungguh akan aku datangi anak Adam dari depan mereka, dari belakang mereka , dari kanan mereka dari kiri mereka, sehingga tidak Kau jumpai kebanyakan mereka bersyukur”. Kembali Alloh SWT menegaskan “ hengkang kau dari surga dengan dicela dan diusir, niscaya barang siapa yang mengikutimu dari anak Adam maka neraka jahannam akan Aku penuhi dari kamu semua

Saudara, kisah dramatis sekaligus tonggak sejarah dimulainya permusuhan antara iblis / syetan versus Nabi Adam plus anak keturunannya ” ila yaumil qiyamah”=hingga hari kiyamat. Dengan begitu setiap niyat baik kita untuk menuju jalan kebenaran mencari ridho dan rohmat Alloh, maka syetan tidak akan tinggal diam. Dengan kelebihan yang diberikan Alloh SWT termasuk diberi umur panjang, hingga ribuan tahun umurnya syetan ingin mengajak sebanyak mungkin anak Adam untuk masuk neraka jahannam.

Di Sini Ada Syetan Bukan Sekedar Judul Film, tapi fakta. Betapa banyak kelak  mayoritas manusia masuk neraka jahanam adalah hasil tipu daya syetan. Syetan sebagaimana jin adalah makhluk halus yang kita tidak dapat melihat dengan mata telanjang, meski atas idzin Alloh kadang ada manusia yang dengan mata kepalanya berhasil melihat makhluk halus, jin / syetan.

Betapa banyak syetan di sekeliling kita ini , sejak jaman Nabi Adam sudah ada terus bekembang berketurunan sedangkan umurnya panjang.

Yang mesti kita waspadai adalah kelicikan tipu dayanya karena dapat menggagalkan kita meraih ” shirotol mustaqim= jalan(hidup) yang

lurus/benar, sebagaimana yang selalu kita lantunkan setiap rokaat sholat kita.

” Ihdinashirotol mustaqim = (Ya Alloh) tunjukkan kami ke jalan yang lurus.

January 6, 2010  Tags:   Posted in: Beberapa Hal Tentang Sholat, Tafsir Al-Quran

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.