Enam Syarat Mencari Ilmu Agama Islam. Bag-6 dari 6 Tulisan : Tulu Zamani=Masa yang Panjang

Demi waktu, Sesungguhnya manusia niscaya dalam keadaan rugi kecuali orang yang beriman dan beramal solih serta saling berwasiat kepada barang haq dan saling berwasiat dengan kesobaran
Waktu sebagai satu variable penentu keberhasilan tercapainya cita-cita kita, segalanya berproses seiring berputarnya waktu.
Ilmu agama Islam bisa masuk ke dalam hati sampai kita bisa ridho menerima, meyakini dan mengamalkan semuanya memerlukan waktu.
Kalau kita sudah mengikuti cara mempelajari ilmu agama sebagaimana tuntunan Rosululloh SAW, insyaAlloh sampai waktunya nanti kita dapat menemukan kebenaran agama sebagai bekal menghadap IIlahi manakala sewaktu-waktu mendapatkan panggilanNya
Sebaliknya, manakala sudah diberi kesempatan tapi tidak digunakan sebaik-baiknya, maka akan tergolong orang yang tidak mengindahkan rambu-rambu, dan akhirnya tergolong orang yang ingkar.
Nanti di akhirat orang yang mengingkari perintah Alloh SWT akan menyesal, hal ini sudah direncanakan oleh Alloh SWT, kita sekarang sudah dapat membuka “bocoran naskah” tersebut dalam QS Fatir (35): 36-37 sebagai berikut :
” Dan orang-orang yang kufur (mengingkari perintah Alloh SWT) baginya neraka jahanam. Tidak dihukumi atas mereka maka kemudian mati (meskipun dihukum / disiksa seperti apapun tetap hidup), dan siksaan mereka tidak akan diringankan. Demikianlah kami (Alloh SWT) membalas setiap orang kufur / mengingkari.
Dan mereka berteriak (menjerit) di dalam neraka jahanam ” wahai tuhan kami keluarkanlah kami, kami akan beramal solih bukan seperti amal saya dulu (di dunia)”
(Alloh menjawab) Bukankah Kami sudah berikan kamu umur (di dunia) sebagaimana orang-orang yang ingat/menjadi orang iman, dan bukankah orang yang memberi kabar penakut (Nabi Muhammad SAW)juga sudah datang padamu !!,
Maka (sekarang)rasakanlah, tidak akan ada penolong bagi orang yang aniaya (nekat, sengaja meremehkan)”
MasyaAlloh!!
Tentunya kita tidak ingin mengalami nasib seperti mereka, bukan!
Ya, mereka sekalipun menangis minta dikembalikan ke dunia untuk menjadi orang iman sehinggalah keluar “air mata darah”, sungguh sia-sia, tidak ada gunanya. Dunia / bumi sudah tidak ada wujudnya, hancur hilang karena prosesi kiyamat, yang ada tinggal dua pilihan, surga apa neraka. Link skema
Seluruh makhluk berwujud manusia yang pernah dihidupkan di bumi, pada masa akhirat hanya ada pada dua tempat, QS As-Syuro (42):7 : “Dan demikianlah Kami berikan wahyu kepadamu (Muhammad SAW) Kitab Al-Qu’an dengan ejaan Arab, agar engkau berikan kabar menakutkan kepada kampung (Makah) dan sekitarnya (seluruh dunia), dan agar engkau berikan kabar menakutkan tentang adanya hari perkumpulan (hari kiyamat) yang tidak ada keraguan atasnya, segolongan di surga dan segolongan di neraka”
Perlu kita ketahui bahwa : Tholabil `ilmi minal mahdi ilaa lahdi
Mencari ilmu itu sejak lahir sampai liang lahad (akan dikubur). Jadi kesempatan kita hidup ini sangatlah luas dan waktu yang cukup panjang dan batas akhirnya adalah ”kematian”.
Dengan memiliki ke-enam syarat sebagaimana tersebut di atas, maka diharapkan disamping dapat meningkatkan efektifitas penghayatan perolehan ilmu agama, juga penghayatan hikmah/pengertian yang terkandung di dalamnya diharapkan berpengaruh positif terhadap mentalitas dan perilaku orang yang memiliki kebiasaan menuntut ilmu agama / mengaji.
Bacaan sebelumnya Enam Syarat Mencari Ilmu Agama Islam. Bag-5 : Irsyadu Ustadzi = Petunjuk Guru
December 13, 2009
Tags: Waktu sebagai syarat menuntut ilmu Agama Islam Posted in: My Articles, Tafsir Al-Hadits, Tafsir Al-Quran












Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.