<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binanurani.com</title>
	<atom:link href="http://binanurani.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binanurani.com</link>
	<description>Majelis Ta'lim Bina Nurani Istiqomah &#124; Generasi Cinta Quran &#124; Menuju Islam Kafah &#124; Bicara Lepas &#124; Berbagi Manfaat Kepada Sesama</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 09:57:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Shohih Bukhori (194-256 H / 810-870 M)</title>
		<link>http://binanurani.com/shohih-bukhori-194-256-h-810-870-m/</link>
		<comments>http://binanurani.com/shohih-bukhori-194-256-h-810-870-m/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Seri Penghimpun Kutubus-Sitah]]></category>
		<category><![CDATA[Shohih Bukhori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1386</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal dengan Kitab Sohih Bukhori ?
Di kalangan para ahli hadits Imam Bukhori penghimpunnya dikenal sebagai “ Thobibul hadits” doctor nya hadits.
Ini bukan buku karangan, tetapi hadits=cerita seputar kehidupan Rosulullohi SAW beserta sohabatnya dalam memberikan contoh suri tauladan dalam kehidupan beribadah. Jenis isinya bukan opini tetapi fakta sejarah yang mempunyai tarikh dengan indikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px;" title="Kitab Sohih Bukhori adalah &quot; Prime book &quot;nya umat Muslim. Kalangan ulama menilai sebagai otentisitasnya di bawah Kitab Suci al-Quran al Kariim. Kini banyak tersedia di toko kitab baik cetakan dalam negeri maupun impor dari Beirut Lebanon." src="http://img534.imageshack.us/img534/8548/1030010.jpg" alt="" width="200" height="266" />Siapa yang tidak kenal dengan Kitab Sohih Bukhori ?</p>
<p>Di kalangan para ahli hadits Imam Bukhori penghimpunnya dikenal sebagai “<span style="color: #000080;"><strong> Thobibul hadits</strong></span>” doctor nya hadits.</p>
<p>Ini bukan buku karangan, tetapi hadits=cerita seputar kehidupan Rosulullohi SAW beserta sohabatnya dalam memberikan contoh suri tauladan dalam kehidupan beribadah. Jenis isinya bukan opini tetapi fakta sejarah yang mempunyai tarikh dengan indikasi kapan , dimana dan bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi.</p>
<p>Beliau adalah Amirul Mu’minin fil Hadits yaitu pemimpin orang mu’min dalam hadits , gelar ahli hadits yang tertinggi. Adapan nama aslinya adalah Abu Abdilah Muhamad bin Ismail bin Ibrohim bin al-Mughiroh bin Bardizbah.</p>
<p>Kakeknya, Bardizbah adalah pemeluk Majusi, agama kaumnya. Kemudian putranya al-Mughiroh memeluk Islam di bawah bimbingan al-Yaman alJa’fi, gubernur Bukhoro. Pada masa itu Walid dinisbahkan kepadanya. Karena itulah ia dikatakan “alMughiroh alJa’fi”.</p>
<p>Imam Bukhori dilahirkan di Bukhoro sehabis sholat Jumat 13 Syawal 194 H. ayahnya meninggal dunia semasa dia masih kecil dan meninggalkan banyak harta yang memungkinkan dia hidup dalam perkembangan dan pertumbuhan yang baik. Karena itu ia dididik dan dirawat ibunya dengan tekun dan penuh perhatian. Sejak kecil ia selalu mendapat lindungan dan bimbingan Ilahi.</p>
<p>Diceritakan pada waktu kecil ia pernah terserang penyakit mata. Ibunya sangat sedih karenanya dan ia senantiaa berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan sakit <span id="more-1386"></span>putranya. Kemudian ibunya bermimpi bertemu dengan Nabi Jbrohim a.s dan berkata “wahai ibu , Alloh telah menyembuhkan sakit putramu dan kini ia sudah dapat melihat kembali. Semua ini berkat doamu yang tiada henti-hentinya”. Dan ternysts esok paginya, Bukhori sudah dapat melihat. Maka duka hati ibunya pun berganti menjadi kegembiraan.</p>
<p>Pada tahun 210 H. Bukhori berangkat menuju Baitullah untuk menunaikan ibadah haji, disertai ibu dan saudaranya, Ahmad. Kemudian bunya dan saudaranya yang berusia lebih tua itu pulang kembali ke Bukhoro, sedang ia sendiri memilih Makah sebagai tempat tinggalnya. Makah merupakan salah satu pusat ilmu yang penting di Hijaz. Di tempat ia mendapatkan apa yang dimaksudnya dan sesuatu yang dapat memuaskan kehausan akan ilmu pengetahuan. Dan sewaktu-waktu ia juga pergi ke Madinah. Di kedua tanah suci itulah ia menulis karya-karyanya dan menyusun dasar-dasar kitab AlJami’as Shohih dan pendahuluannya.</p>
<p>Dalam rangka mencapai tujuannya yang mulia Imam Bukhori telah melakukan perjalanan ke berbagai negeri diantaranya Syam, Mesir dan Jazirah Basrah, Hijaz ( Makah dan Madinah) Kuffa dan Bagdad untuk menemui ulama-ulama hadits.</p>
<p>Pada tahun 250 H. Imam Bukhori mengunjungi Naisabur, kedatangannya disambut gembira oleh para penduduk juga oleh gurunya Az Zihli dan para ulama lainnya.</p>
<p>Akan tetapi sangat disayangkan , sebagian orang yang merasa iri dan dengki meniupkan badai fitnah dan hasutan kepada Imam Bukhori, mereka menuduhnya sebagai orang yang berpendapat bahwa “Qur’an “ adalah makhluk. Hal inilah yang menimbulkan kemarahan dan kebencian az Zihli gurunya sendiri kepadanya. Sehingga ia berkata “ Barang siapa yang berpendapat bahwa lafadz-lafadz Quran adalah makhluk , maka ia adalah ahli bid’ah, ia tidak boleh bicara dan mejelisnya tidak boleh didatangi.</p>
<p>Az Zihli benar-benar murka kepadanya , sehingga ia berkata “ Lelaki itu (Bukhori) tidak boleh tinggal bersamaku di negeri ini”. Oleh karenanya Bukhori berpendapat bahwa keluar dari negeri itu adalah lebih baik demi menjaga diri dengan harapan fitnah yang menimpa dirinya dapat mereda. Maka ia memutuskan untuk keluar dari negeri tersebut.</p>
<p>Kemudian beliau pulang ke negerinya sendiri, Bukhara. Kedatangannya disambut meriah oleh seluruh penduduk, selama beberapa tahun ia menetap di negerinya itu, ia mengadakan majelis pengajian dan pengajaran hadits. Tetapi kemudian badai fitnah yang mengeruhkan suasana damai bertiup kencang lagi. Kali ini badai fitnah itu datangnya dari penguasa Bukhara sendiri, Khalid bin Ahmad Az-Zihli, walaupun sebab timbulnya itu dari sikap Imam Bukhori yang terlalu memuliakan ilmu yang dimilikinya.</p>
<p>Fitnah kali ini membuat Imam Bukhori harus meninggalkan Bukhara. Akan tetapi kemudian penduduk Samarkhand mengirimkan surat kepada Imam Bukhori yang isinya meminta supaya ia menetap di negeri mereka. Imam Bukhori akhirnya pergi utnuk memenuhi permintaan mereka, akan tetapi ketika perjalannya sampai di Khartand , sebuah desa kecil terletak di dua farsakh sebelum Samarkhand, dan di desa itu terdapat beberapa familinya , iapun singgah terlebih dahulu untuk mengunjungi mereka.</p>
<p>Tetapi di desa itu Imam Bukhori jatuh sakit, hingga menemui ajalnya. Ia wafat pada malam idul fitri th.256 H ( 31 Agustus 870 M) dalam usia 62 tahun kurang 13 hari.</p>
<p>Imam Bukhori menyatakan “ Aku menulis hadits yang diterima dari 1080 orang guru yang semuanya adalah ahli hadits dan berpendirian, bahwa imam  itu adalah ucapan dan perbuatan”.</p>
<p>Diantara guru-guru besar itu adalah : Ali ibni Al-Madani , Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in , Maki bin Ibrahim al- Balhi, Muhammad bin Yusuf al-Faryabi , dan Ibni Rahawaih. Hadits yang diriwayatkan dalam Sohih Bukhori berasal dari 289 guru.</p>
<p>Diantara sekian banyak murid  yang paling menonjol adalah Muslim al-Hajaj, Tirmidzi, Nasai , Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abu Dawud , Muhammad bin Yusuf al-Faryabi, Ibrohim bin Al-Ma’qil Al-Nasafi, Hammad bin Syakir al-Nasawi dan Mansur bin Muhammad al-Bazhawi.</p>
<p>Karya tulis Imam Bukhori cukup banyak , diantaranya yang paling masyhur adalah :</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="38" valign="top">
<p align="right">1.</p>
</td>
<td width="552" valign="top">Al   Jami’as Sahih ( Dhahih Bukhori)</td>
</tr>
<tr>
<td width="38" valign="top">
<p align="right">2.</p>
</td>
<td width="552" valign="top">Al Adab   al Mufrad</td>
</tr>
<tr>
<td width="38" valign="top">
<p align="right">3.</p>
<p align="right">4.</p>
<p align="right">5.</p>
<p align="right">6.</p>
<p align="right">7.</p>
<p align="right">8.</p>
<p align="right">9.</p>
<p align="right">10.</p>
<p align="right">11.</p>
<p align="right">12.</p>
<p align="right">13.</p>
<p align="right">14.</p>
<p align="right">15.</p>
</td>
<td width="552" valign="top">At   Tarikh as-saghir</p>
<p>At   Tarikh al Awsat</p>
<p>At   Tarikh al Kabir</p>
<p>At   Tafsir al Kabir</p>
<p>Al   Musnad al Kadir</p>
<p>Kitab   al’Ilal</p>
<p>Raf’ul   Yadain fiSalah</p>
<p>Birril   Walidain</p>
<p>Kitab   al Asyribah</p>
<p>Al   Qiro’ah Khalf al-Imam</p>
<p>Kitab   adDu’afa</p>
<p>Asma’i   as Sahabah</p>
<p>Kitab   al Kuna</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jumlah hadits kitab Al-Jami as –Shohih sebanyak 7275 matan sudah termasuk hadits yang diulang. 4000 hadits diantaranya tanpa pengulangan. Dalam Muqodimah Fathul Barri, syarah shohih Bukhori, Ibn Hajar menyebutkan, bahwa semua hadist mawsul yang termuat dalam Shohih Bukhori tanpa hadits yang disebutkan berulang sebanyak 2.602 buah hadits.</p>
<p>Buku-buku syarah Shohih Bukhori itu cukup banyak jumlahnya. Menurut penghimpun Kasyfuz-Zunun, buku syarah tersebut tidak kurang dari 82 macam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/shohih-bukhori-194-256-h-810-870-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-2 ; Hatinya Cocok Dengan Rosululloh SAW )</title>
		<link>http://binanurani.com/tanda-calon-penghuni-surga-bag-2-hatinya-cocok-dengan-rosululloh-saw/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tanda-calon-penghuni-surga-bag-2-hatinya-cocok-dengan-rosululloh-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 21:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Orang Iman Cocok Dengan Rosululloh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1374</guid>
		<description><![CDATA[“ ….Qola akhodha biyadiy Rosulullohi SAW fa qola &#60;Ya Aba Umamah in-na minal mu’minina man yalinu lahu qolbi&#62; HR Ahmad fii Tafsir Ibni Katsir Juz 1 -420 min Surati Ali Imron. Dapat dilihat Kitab Mukhtarul Adilah &#8211; Kitabul adab hal.3-4
Berkata Abu Umamah Rosulullohi SAW memegang tanganku dan bersabda “ Hai Abu Umamah sesungguhnya sebagian tanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 7px;" src="http://img690.imageshack.us/img690/9605/cintarosul.jpg" alt="" width="118" height="118" />“ ….Qola akhodha biyadiy Rosulullohi SAW fa qola &lt;<span style="color: #000080;">Ya Aba Umamah in-na minal mu’minina man yalinu lahu qolbi</span>&gt; HR Ahmad fii Tafsir Ibni Katsir Juz 1 -420 min Surati Ali Imron. Dapat dilihat <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Kitab Mukhtarul Adilah</a> &#8211; Kitabul adab hal.3-4</p>
<p>Berkata Abu Umamah Rosulullohi SAW memegang tanganku dan bersabda “<span style="color: #800000;"> Hai Abu Umamah sesungguhnya sebagian tanda orang iman adalah orang yang lemas hatiku bagi dirinya&#8221;"</span></p>
<p>Hadist ini menerangkan bahwa seorang mu’min hatinya cocok dengan hati Rosulillahi SAW.</p>
<p>Apa yang Rosul sabdakan, lakukan maka dalam hati seorang mu&#8217;min akan tumbuh rasa percaya, cinta dan memiliki. Dadanya selalu merasa kering dan haus akan nasihat dan petuah Rosul dengan selalu ingin belajar mengerti kelakuan dan sabda Rosul dalam kitab-kitab sunah. Mengaji <span id="more-1374"></span>al-Quran dan al-Hadits dijadikan nafas hidupnya.</p>
<p>Dalam setiapperbincangan batinnya senantiasa mencinta dan membela Rosulillahi SAW.</p>
<p>Setiap detik dan detak langkah hidupnya selalu melebihkan cinta kepada Alloh dan Rosul dibanding siapapun makhluk di dunia ini, sebagai wujud dari manisnya iman.</p>
<p><em>SUBHANALLOH</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tanda-calon-penghuni-surga-bag-2-hatinya-cocok-dengan-rosululloh-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HR Tobroni : &#8220;Berkumpul Bersama Keluarga di Akhirat, Bisa ? InsyaAlloh &#8220;</title>
		<link>http://binanurani.com/berkumpul-bersama-keluarga-di-akhirat-bisa-insyaalloh/</link>
		<comments>http://binanurani.com/berkumpul-bersama-keluarga-di-akhirat-bisa-insyaalloh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 22:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Berkumpul Bersama Keluarga di Akhirat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1366</guid>
		<description><![CDATA[“An Said bin Jubair ‘an Ibni Abas adhun-nuhu ‘ani Nabiya SAW ” idha dakhola rojulu al jan-nah sa-ala ‘an abawaihi wa zaujatihi wa waladihi, fa yuqolu in-nahum lam yab’lughu darojataka wa ‘amalaka. fa yaqulu ya rob-bi qod ‘amiltu li wa lahum, fa yu’maru bi ilhaqihim bihi. Wa qoro-a Ibnu Abas &#60; wal-ladhina amanu wattaba’athum dhur-riyatuhum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<span style="color: #000080;">An Said bin Jubair ‘an Ibni Abas adhun-nuhu ‘ani Nabiya SAW ” idha dakhola rojulu al jan-nah sa-ala ‘an abawaihi wa zaujatihi wa waladihi, fa yuqolu in-nahum lam yab’lughu darojataka wa ‘amalaka. fa yaqulu ya rob-bi qod ‘amiltu li wa lahum, fa yu’maru bi ilhaqihim bihi. Wa qoro-a Ibnu Abas &lt; wal-ladhina amanu wattaba’athum dhur-riyatuhum bi imanin &#8212;ila akhiri ayah </span>. Rowahu Tobroni 12248</p>
<p>Dari Said bin Jubair dari Ibnu Abas aku sangka dia dari Nabi SAW “ <span style="color: #800000;">ketika seorang masuk ke surga dia bertanya tentang dua orang tuanya dan istrinya dan anaknya, maka dikatakan sesungguhnya mereka tidak sampai kepada derajatmu dan amalanmu . Orang laki-laki itupun berkata sesungguhnya saya beramal untuk ku dan untuk mereka, maka diperintahkan untuk mempertemukan keluarganya dengan laki-laki tersebut. Dan Ibnu Abas membaca &lt; Dan orang –orang iman yang diikuti anak turunnya dengan keimanan ……hingga akhir ayat.</span></p>
<p>Hadits dari sohabat Ibni Abas ini merupakan tafsir dari surah at-Thur (52);21 “ dan orang-orang iman yang diikuti anakturunnya dengan <span style="text-decoration: underline;">iman</span> maka Aku <span id="more-1366"></span>pertemukan dengan mereka , dan tidak Aku kurangi amal sedikitpun dari mereka, tiap-tiap diri digadaikan dengan apa yang dia amalkan”</p>
<p>Matan haditsnya pun demikian jelas , seorang laki yang masuk surga dapat dipertemukan dengan keluarganya , dengan catatan sama2 beriman. Lafadz “ sesunggunya mereka tidak sampai kepada derajatmu dan amalanmu” menandakan bapak, istri dan anak-anaknya juga masuk ke surga (karena juga beriman) hanya saja derajat yang didapat dari amalnya lebih rendah dibanding orang laki2 yang mempertanyakan keluarganya.</p>
<p>Dari Abu Huroiroh berkata , bersabda Rosulullohi SAW “ <span style="color: #000080;">di dalam surga ada seratus derajat, apa-apa (jarak) di antara derajat satu dan lainnya seratus tahun perjalanan”</span>. Hadits Riwayat Tirmidzi no.67414</p>
<p>Sedangkan al-Quran Surah al-An’am (6);132 “ <span style="color: #000080;">Dan bagi tiap-tiap diri mendapatkan derajat dengan apa yang diamalkan, dan tidaklah Tuhanmu lalai dengan apa yang mereka (hamba) kerjakan.</span></p>
<p><em>Posting yang berhubungan:</em></p>
<h3><a href="http://binanurani.com/meningkatkan-derajat-di-sisi-alloh-swt/" target="_blank"># Ingin ditinggikan derajatnya di sisi Alloh ?</a></h3>
<h3><a href="http://binanurani.com/siapakah-orang-mukmin-itu/" target="_blank"># Siapakah Oran Mu&#8217;min Itu?</a></h3>
<h3><a href="http://binanurani.com/perbedaan-drastis-akibat-orang-iman-dan-orang-kufur/" target="_blank"># Perbedaan Drastis Orang Iman  dan Orang Kufur</a></h3>
<h3><a href="http://binanurani.com/tanda-caloh-penghuni-surga-bag-1-senang-hati-menerima-islam/" target="_blank"># Tanda-tanda Calon Penghuni Surga</a></h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/berkumpul-bersama-keluarga-di-akhirat-bisa-insyaalloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Cara Mengkaji )</title>
		<link>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-cara-mengkaji/</link>
		<comments>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-cara-mengkaji/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 05:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Murni Cara Mengkaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1354</guid>
		<description><![CDATA[Untuk tema yang sama posting yang lalu adalah :
-          Murni dalam niyat
-          Murni dalam pedoman
Untuk posting kali ini , adalah Murni / Mukhlish dalam cara mengkaji.
Mengapa musti dengan cara murni ?
Kalau ditelusuri pengertian dalam Kitab Suci Al-Quran maupun Kitab-kitab hadits  seperti Sohih Bukhori, sohih Muslim Abu Dawud dll, bab demi bab, sampai dengan sub bab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 124px"><img style="margin: 5px;" title="Cara penyebaran ilmu agama pada masa Rosulillah yaitu dengan cara live /pendengaran langsung. Sohabat mendengar langsung kepada Rosul, kemudian sohabat menyebarluaskan ilmu itu kepada tabiin , demikian dan seterusnya sambung-bersambung secara estafet." src="http://img32.imageshack.us/img32/5042/pendengaran.jpg" alt="" width="114" height="111" /><p class="wp-caption-text">Pendengaran langsung dapat memberikan kesan hasil yang efektif, pesan yang disampaikan dapat diterima lebih &quot;hidup&quot; oleh pendengar. Komunikasi dua arah terjalin dengan baik.</p></div>
<p>Untuk tema yang sama posting yang lalu adalah :</p>
<p>-          <a href="http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/" target="_blank">Murni dalam niyat</a></p>
<p>-          <a href="http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/" target="_blank">Murni dalam pedoman</a></p>
<p>Untuk posting kali ini , adalah Murni / Mukhlish dalam cara mengkaji.</p>
<h3><span style="color: #008000;">Mengapa musti dengan cara murni ?</span></h3>
<p>Kalau ditelusuri pengertian dalam Kitab Suci Al-Quran maupun Kitab-kitab hadits  seperti Sohih Bukhori, sohih Muslim Abu Dawud dll, bab demi bab, sampai dengan sub bab , semua disusun dengan rapih dan systematis. Hal demikian memudahkan kita mengkaji ulang dan mencari dengan cepat bab apa yang dimaksud. Penyusunan yang demikian memudahkan dalam menelusuri suatu bab tertentu seperti melihat peta lokasi saat seseorang akan melakukan suatu perjalanan.</p>
<p>Dengan pengamatan yang seksama  maka semua ilmu yang terkandung dalam Al-Quran dan al-Hadits kesemuanya mempunyai fungsi kedudukan serta peranan terhadap pemahaman yang global, universal.</p>
<p>Beberapa ayat/hadits seakan berfungsi sebaaimana pondasi, beberapa ayat/hadits lain berpungsi sebagaimana pilar / colom , jadi atap, genting bahkan ada yang <span id="more-1354"></span>berfungsi sebagai pemanis pandangan.</p>
<p><span style="color: #000080;">“Cara mengkaji”</span> adalah cara bagaimana individu mulai mengenal informasi yang behubungan dengan agama, mengetahui makna melalui keterangan dari individu lain, kemudian menerapkan dalam amalan yang nyata. “Cara mengkaji” akan sangat menentukan pemahaman yang didapat, diyakini dan diamalkan. Ini merupakan pembahasan yang penting sebelum mengikuti pengkajian yang sebenarnya.</p>
<h3><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;">Mengintip “Cara Mengkaji “ Rosulullohi SAW dan Para Sohabat.</span></span></h3>
<p>Kelakuan Rosulullohi SAW dan para sohabat dalam kehidupan beragama adalah “kiblatnya” para pencari hidayah Alloh SWT. Tentu hal ini sudah diikrarkan Alloh SWT dalam QS Al-Ahzab (33) ; 21 : <span style="color: #000080;">Niscaya sungguh ada di dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (rohmat) Alloh dan hari akhir dan ingat Alloh yang banyak”</span></p>
<p>Bagaimana cara mengintip kehidupan beragama Rosul dan sohabat ? tentu kita perlu mencari arsip / dokumen yang memuat kehidupan rosul yang sekarang secara rapih dan systematis terhimpun dalam Kitab Hadits. Asal kata hadits adalah “ <em>hadatsa, yuhaditsu,</em> “ yang artinya “cerita” . Jadi kitab hadits tidak lain isinya adalah cerita seputar kehidupan rosul dan pengaruhnya hingga ke jaman sohabat dan tabi’in.</p>
<p>Dari berbagai kitab hadits yang saat ini dijumpai urusan cara mengkaji banyak dibahas baik oleh Imam Bukhori dengan “Kitabul ‘Ilmi “ , juga Imam Muslim, Abu Dawud dll.</p>
<p>Sebuah hadits riwayat Abu Dawud pada jilid 2 juz 3-4 Kitabul ‘Ilmi, sub bab Fadhli Nasyr Ilmi no.hadits 3569, secara lengkap satu matan hadits sbb :“ <span style="color: #000080;">Cerita kepadaku (Abi Dawud) Zuhair bin Harbin dan Utsman bin Abi Syaibah berkata keduanya cerita kepadaku Jarir dari al-A’masy dari Abdilah bin Abdilah dari Sa’id bin Jubair dari Ibni Abas berkata, bersabda Rosulullohi SAW &lt; Kamu mendengarkan, dan kamu didengarkan , dan didengar dari orang yang mendengarkan kamu</span>&gt;</p>
<p>Hadits di atas maksudnya dalam mengambil ilmu yang pertama kali sohabat mendengar langsung kepada Rosulallohi SAW, kemudian sohabat menyampaikan pendengaran kepada tabi’in demikian seterusnya, ilmu dari Rosul disebarluaskan secara estafet.</p>
<p>Sedang hadits lain dalam Muqodimah Ibnu Madjah , sbb:</p>
<p>Cerita kepadaku (Ibnu Madjah) , Muhammad bin Basyar dan Muhammad bin Walid berkata cerita kepadaku Muhammad bin Ja’far cerita padaku Syu’bah dari Simakin dari Abdirohman bin Abdurrohman dari ayahnya sesungguhnya Nabi SAW bersabda &lt; <span style="color: #000080;">Semoga Alloh memberikan sinar kepada seorang yang MENDENGAR hadits dariku dan menyampaikan hadits tersebut, meskipun orang yang didatangi lebih hafal dari yang menyampaikan (memberi pendengaran)</span>&gt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-cara-mengkaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat Terjadi Kiyamat : &#8221; Fenomena Kemunculan Rosul Palsu &#8220;</title>
		<link>http://binanurani.com/syarat-terjadi-kiyamat-fenomena-kemunculan-rosul-palsu/</link>
		<comments>http://binanurani.com/syarat-terjadi-kiyamat-fenomena-kemunculan-rosul-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 23:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda Akan Terjadi Kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Rosul Palsu Bermunculan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[Mengomentari sebuah status tentang &#8221; fenomena rosul palsu&#8221; di forum  http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=286470716022
maka saya terbitkan artikel yang sejenis.
Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ Tidak akan terjadi kiyamat sehingga (1)saling berperang dua golongan yang besar dan menelan banyak  korban di antar keduanya, ajakan keduanya sama (akidah), dan (2) sehingga diutus dajjal pendusta mendekati jumlah 30 semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" title="Kiyamat , ditandai dengan hancurnya bumi dan seluruh isinya, pertanda Alloh SWT mengakhiri permainan  Panggung dunia untuk diganti dengan kehidupan sebenarnya, akhirat" src="http://img704.imageshack.us/img704/6915/kiyamat.jpg" alt="" width="200" height="133" />Mengomentari sebuah status tentang &#8221; fenomena rosul palsu&#8221; di forum  <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=wall&amp;gid=286470716022" target="_blank">http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=286470716022</a></p>
<p>maka saya terbitkan artikel yang sejenis.</p>
<p>Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ <span style="color: #000080;">Tidak akan terjadi kiyamat sehingga (1)saling berperang dua golongan yang besar dan menelan banyak  korban di antar keduanya, ajakan keduanya sama (akidah), dan (2) <span style="text-decoration: underline;">sehingga diutus dajjal pendusta mendekati jumlah 30 semua diantara mereka mengaku dirinya adalah rosulullohi</span>, dan (3) sehingga digenggam /dihilangkan ilmu dan (4)banyak kegoncangan, dan (5)semakin dekat zaman /perputaran waktu terasa makin singkat, dan (6) banyak huru-hara yaitu pembunuhan, dan sehingga (7) banyak harta di kalangan kamu hingga meluap dan menyusahkan pemiliknya siapa yang akan menerima sodakoh ? , ketika seorang menawarkan sodakoh hartanya maka orang yang didatangi berkata “ aku tidak memerlukan harta”, dan (8)sehingga manusia saling berlomba-lomba dalam bangunan, dan (9)sehingga seorang laki-laki melewati kuburan orang lain maka dia berkata “ seandainya tempatku nanti di situ”/bumi sudah menjadi tanah pekuburan raksasa, (10)dan sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, ketika manusia melihat matahari demikian maka semua manusia bertaubat dan ketika itulah keimanan tidak lagi bermanfaat yang sebelumnya tidak pernah ada, atau berbuat kebaikan dengan imannya,  dan (A)niscaya kiyamat terjadi sungguh sedangkan dua orang yang sedang membentangkan dagangan kainnya belum sempat bertransaksi dan belum melipat kainnya, dan (B)niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang berangkat untuk memerah susu unta maka belum merasakan hasil perahannya, dan (C) niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang membuat pematang di telaga belum sempat mengaliri sawahnya, (D) dan niscaya sungguh terjadi kiyamat ketika seorang mengangkat sesuap makanan ke mulutnya  belum sempat merasakan makanannya “</span></p>
<p>Shohih Bukhori juz 8 hal .101</p>
<p>Kiyamat, perkara besar yang merupakan prosesi pembongkaran “ panggung dunia”. <span id="more-1344"></span></p>
<p>Ibaratnya : ketika pertunjukan wayang kulit usai maka sang dalang dibantu seluruh krew membongkar panggung pertunjukan tersebut.</p>
<p>Manakala kiyamat terjadi itu pertanda Alloh SWT menghendaki menghapus kehidupan dunia di atas bumi untuk diganti fase berikutnya.</p>
<p>Dari masa ke masa senantiasa menarik untuk dibicarakan. Dari pakar intelektual hingga paranormal pun mengeluarkan statement bahwa akan terjadi suatu tanda kejadian alam sebagai terjadinya kiyamat bahkan dengan berpatok pada waktu tertentu.</p>
<h3>Sebenarnya kalau kita melakukan “<strong><span style="color: #800000;"> bedah kitab</span></strong>” dengan cara sederhana yaitu mencari dokumen peninggalan Rosulillahi SAW berupa hadits-hadits sohih kemudian menterjemahkan kata demi kata ke dalam bahasa yang kita pahami (tentu didampingi ahlinya), maka kita akan menemukan gambaran yang lebih detail tentang kiyamat.</h3>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #003300;">Rosul Palsu Bermunculan.</span></span></h3>
<p>Kalau diingat-ingat pemberitaan di Indonesia baik lewat media cetak maupun elektroik, sudah berkali-kali ditemukan kasus “ nabi/rosul palsu”.</p>
<p>Suatu bukti yang tidak dapat dipungkiri bahwa Maha Benar Alloh atas segala firmnaNYA. Sesuatu yang pernah Rosulullohi SAW sabdakan adalah atas dasar wahyu dari Yang Maha Merencanakan.</p>
<p>Masih banyak lagi beberapa tanda akan terjadinya kiyamat yang terdapat dalam beberapa hadits yan lain.</p>
<p>Pada artikel di ata, pemerian(1), (2) dst merupakan tanda alam bahwa semakin dekatnya kiyamat seperti matahari terbit dari barat yang akan mengacaukan system permusiman di atas bumi, system cuaca, ekosystem dll.</p>
<p>Sedang pemerian (A), (B), dst merupakn proses hari H bahwa begitu cepatnya kiyamat dengan suara yang sangat dahsyat, yang tentu tidak lagi dapat digambarkan di sini, Allohu Akbar !</p>
<p>Saudara menginginkan koleksi hadits-hadits besar mungkin mahal harganya , di sini dapat melihat <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Kitab Mukhtarul Adilah </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/syarat-terjadi-kiyamat-fenomena-kemunculan-rosul-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-1 ; Lapang Dada Menerima Islam )</title>
		<link>http://binanurani.com/tanda-caloh-penghuni-surga-bag-1-senang-hati-menerima-islam/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tanda-caloh-penghuni-surga-bag-1-senang-hati-menerima-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 23:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda Calon Penghuni Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Lapang Dada Menerima Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[Surga ( al-janah) dan Neraka ( an-nari) haq adanya, saat ini juga sudah diciptakan, di mana letaknya
“ Fa man yuridillahu an yahdiyahu yasroh sod’rohu lil Islami, wa man yurid’ an yudhil-lahu yaj’al sod’rohu dhoy-yiqon harojan ka an-nama yas-so’adi fi sama’i , kadzalika yaj’alullohu rij’sa ‘alal-ladzina laa yu’minuun “
QS Al-An’am (6) ; 125
Barang siapa Alloh menghendakinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 135px"><img style="margin: 5px;" title="Manusia yang kelak Alloh masukkan ke surga, hatinya lapang dada, menerima dan ridho terhadap Islam. Segala aturan main dari yang ringan hingga yang secara umum dianggap berat, mereka mengerjakan dengan senang hati penuh tawakal didasari iman dan taqwa. Dekat dengan Alloh SWT " src="http://img21.imageshack.us/img21/7648/hidayah.jpg" alt="" width="125" height="125" /><p class="wp-caption-text">&quot; Maka suatu saat sungguh datang kepadamu &quot;hidayahku&quot; /petunjukku, maka barang siapa yang mengikuti petunjukku dia tidak akan tersesat dan celaka&quot; QS Toha(20);123</p></div>
<p>Surga ( al-janah) dan Neraka ( an-nari) haq adanya, saat ini juga sudah diciptakan, <a href="http://binanurani.com/surga-dan-neraka-dimanakah-gerangan/" target="_blank">di mana letaknya</a></p>
<p><span style="color: #333399;">“ Fa man yuridillahu an yahdiyahu yasroh sod’rohu lil Islami, wa man yurid’ an yudhil-lahu yaj’al sod’rohu dhoy-yiqon harojan ka an-nama yas-so’adi fi sama’i , kadzalika yaj’alullohu rij’sa ‘alal-ladzina laa yu’minuun “</span></p>
<p>QS Al-An’am (6) ; 125</p>
<p><span style="color: #800000;">Barang siapa Alloh menghendakinya untuk memberi hidayah, maka Alloh melapangkan dadanya terhadap Islam, dan barang siapa yang dikehendaki disesatkan Alloh , maka Alloh membuat hatinya sempit, berat seakan-akan naik ke langit. Demikian Alloh mejadikan beban / siksaan bagi orang yang tidak beriman.</span></p>
<p>Ayat di atas menitikberatkan tentang tanda-tanda orang yang hidupnya di dunia mendapat hidayah (petunjuk) ataukah sebaliknya tersesat. Memang di dunia ini kita tidak dapat mengidentifikasi mana orang yang kelak bakal masuk surga kelak pada hari kiyamat atau neraka, karena hanya Alloh SWT yang Maha Tahu, namun <span id="more-1332"></span>melalui tanda-tanda yang sudah Alloh bentangkan dalam Kitab Suci al-Quran, paling tidak kita dapat meraba-raba.</p>
<p>Bagi yang mendapatkan hidayah, maka hatinya terasa lapang dada, ridho mencari dan menerima ilmu /pengertian yang terdapat dalam  Kitab Suci al-Quran dan al-hadits. Kandungan pengertian ilmu agama dari yang dinilai ringan hingga yang berat, hatinya tetap ridho dalam menjalakan disertai rasa tawakal (berserah diri) kepada Alloh dengan se pol kemampuannya. Tiada henti-hentinya belajar sehingga dapat menemukan Islam yang utuh, kaffah dengan isiqomah. Dengan ketoatannya kepada Alloh dan utusannya menjalankan ibadah sesuai denhgan syariat , maka kelak Alloh memasukkan  ke dalam surga “ barang siapa yang toaat kepada Alloh dan utusannya maka Alloh memasukkan ke dalam surga….. QS an-Nisa (4) ; 13.</p>
<p>Sedang manusia yang kelak akan dimasukkan oleh Alloh ke neraka, maka di dunia hatinya merasa berat dan sempit untuk menerima ilmu dan pengertian (hikmah) yang terkandung dalam Kitab Suci Al-Quran dan hadits. Menurut pikirannya dia tidak sanggup dan tidak mampu belajar dan mengamalkan ajaran agama, seakan disuruh naik ke langit. Hal yang dianggap tidak mungkin.</p>
<p>Hingga meninggal dunia tidak dapat menetapi Islam sebagaimana syariat yang dikehendaki oleh Alloh SWT , sehingga ketidaktoatannya itu Alloh masukkan ke dalam neraka, QS An-Nisa (4); 14.</p>
<p>Saudara, istilah “ Alloh SWT memberi hidayah atau menesatkan “ bukan berarti Alloh SWT kejam dan pilih kasih kepada hambanya.</p>
<p>Kalau dipahami betul sebenarnya Alloh sudah membrikan peluang yang sama kepada semua hambanya. Akal dan pikiran adalah bekal untuk dapat mencerna semua tanda-tanda alam ini yang bermuara kepada rasa takut kepada Alloh SWT. Hidayah Alloh SWT secara teori sudah terwujud di dalam al-Quran, awal surah Al-Baqoroh sudah menjelaskan hal itu. “ Alif lam mim, demikian in kitab yang tidak ada keraguan menjadi HIDAYAH/pentunuk bagi orang yang bertaqwa.</p>
<p>Namun pada kenyataannya hanya sedikit di antara manusia yang mau peduli untuk belajar lebih mendalam tentang makna dan kandungan Al-Quran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tanda-caloh-penghuni-surga-bag-1-senang-hati-menerima-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Golongan Orang Jihad Masuk Neraka</title>
		<link>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 18:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[ironis !]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad masuk neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?
Ok , langsung saja semak paparan berikut.
Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 129px"><img style="margin: 5px;" title="Jihad , berjuang di jalan Alloh kalau tidak dijalankan dengan niyat yang benar dan prosedur yang sesuai dengan syariat boleh jadi justru dapat menyeret pelakunya pelakunya masuk neraka " src="http://img196.imageshack.us/img196/9561/jihadk.jpg" alt="" width="119" height="119" /><p class="wp-caption-text">Idealnya jihad adalah berakibat semakin mengharumkan agama Alloh, semakin tegak dan berjaya.</p></div>
<p>Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?</p>
<p>Ok , langsung saja semak paparan berikut.</p>
<p>Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya seorang pria dari negeri Syam “ <span style="color: #333399;">wahai syaikh ceritakanlah hadits yang kau dengar dari Rosulillahi SAW”.</span></p>
<p>Berkata Abu Huroiroh “ <span style="color: #333399;">ya , aku dengar kepada Rosulullohi SAW bersabda </span>&lt; <span style="color: #800000;">awalnya manusia yang diberi hukuman pada hari kiyamat adalah tiga golongan orang yang mati syahid. Maka didatangkan orang tersebut dan ditunjukkan besarnya nikmat (pahala). Alloh bertanya “</span> <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan dengan nikmat itu ?</span> berkata hamba “ saya berperang di jalan Mu sehingga aku mati syahid” . Alloh berfirman “ <span style="color: #333399;">dusta engkau , sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan seorang pemberani, bukankah engkau sudah dikatakan (di dunia)? !</span>” maka diperintahkan malaikat dan dijerumuskan wajah orang itu dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang yang belajar ilmu agama dan mengajarkan serta membaca al-Quran, maka didatangkan dia dan diperlihatkan besarnya nikmat sehingga orang itu melihat nikmat tersebut. Bertanya Alloh “ <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan</span>? <span style="color: #800000;">Saya belajar dan mengajarkan ilmu agama dan membaca al-Quran di jalanMU</span>. Alloh berfirman “ <span style="color: #333399;">dust<span style="color: #333399;">a engkau, sesungguhnya engkau belajar ilmu dengan niyat agar disebut “alim dan kau baca quran agar disebut “ahli baca” bukankah sebutan itu <span id="more-1322"></span></span></span><span style="color: #333399;">sudah dah kau dapatkan</span>? Maka diperintahkan dengan orang itu agar dibenamkan wajahnya dan dilempar ke neraka. Dan seorang yang Alloh berikan keluasan dengan bermacam-macam harta kesemuanya. Maka didatangkan orang itu dan diperlihatkan nikmanya. Alloh bertanya “ <span style="color: #333399;">apa yang kau amalkan dengan nikmay itu?” orang itu menjawabnya </span>“<span style="color: #800000;"> saya tidak meninggalkan suatu jalan dimana saya menghendaki maka saya infakan d jalan itu semua untuk Mu (Alloh)</span> , berfirman Alloh “ <span style="color: #000080;">dusta kau, sesungguhnya engkau berharap agar  dikatakan dermawan, bukankah kau sudah diberi julukan dermawan</span>. Maka diperintahkan dengan orang itu sehingga dibenamkan wajahnya dan dilempar ke neraka.</p>
<p>Hadits Riwayat Nasai juz 6 hal.23 – Kitabul Jihad –Mukhtarul Adilah</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #008000;">Amalan Salah Niyat Termasuk Syirik.</span></span></h3>
<p>Dalam hadits riwayat Ahmad , Rosulullohi SAW kembali menegaskan tentang bahayanya niyat bukan karena Alloh SAW termasuk riya’ (pamer).</p>
<p>Betapa meruginya tiga golongan orang yang ketika di dunia mereka beramal dengan begitu gigih, namun gara-gara salah niyat maka nikmat pahala yang besar tidak dapat dirasakan akhirnya dimasukkan ke neraka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tiga-orang-jihad-masuk-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-2: Murni Pedoman )</title>
		<link>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/</link>
		<comments>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 01:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Murni Pedoman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1308</guid>
		<description><![CDATA[Pada posting yang lalu sudah dibahas murni dalam niyat , berikut adalah murni dalam pedoman.
Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah Kitab Suci al-Quran sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,” Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin = demikian inilah kitab (yang) tidak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><img style="margin: 5px;" title="Kitab Suci Al-Quran dan Kitab Sunah , adalah dua perkara peninggalan Rosulillahi SAW sebagai dasar ilmu agama Islam. Kutubusitah adalah Kitab Sunah/hadits baku yang sudah diakui oleh ulama Islam sedunia, Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa-i, Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Madjah" src="http://img697.imageshack.us/img697/5929/bannermadrasah3.jpg" alt="" width="230" height="120" /><p class="wp-caption-text">Dari kanan ke kiri , Al-Quranul Karim, Hadits Tirmidzi, Hadits Ibnu Madjah, Hadits Muslim, Hadits Bukhori, Hadits Abu Dawud dan Hadits Nasa-i</p></div>
<p>Pada posting yang lalu sudah dibahas <a href="http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/" target="_blank">murni dalam niyat</a> , berikut adalah murni dalam pedoman.</p>
<p>Pedoman dasar ilmu dan sumber segala sumber hukm agama Islam adalah <span style="text-decoration: underline;">Kitab Suci al-Quran</span> sebagaimana Alloh Ta’ala menegaskan di bagian awal Al-Quran ,”<span style="color: #333399;"> Alif lam mim, dzalikal kitab laa roiba fihi hudan lil mutaqiin</span> = <span style="color: #800000;">demikian inilah kitab (yang) tidak ada keraguan didalamnya (sebagai) petunjuk bagi orang yang bertaqwa,</span> takut kepada Alloh dengan mendekatkan diri memperhatikan firmanNYA di dalam alquran , berusaha melaksanakan perintah se pol kemampuan dan takut ancaman siksanya dengan menjauhi laranganNYA.</p>
<p>Kalau kita kaji secara makna kata perkata ayat demi ayat dari awal surat al-Fatikhah hingga akhir surah an-Nas maka ada beberapa penjelasan dari Alloh Ta’ala yang berkaitan dengan penegasan pedoman orang beriman ini.</p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong>Selain Mengkaji Al-Quran, Orang Mu’min Musti Juga Mengkaji Al-Hadits, Mengapa ?</strong></span></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Surah Al-Ahzab (33) ;21 “ <span style="color: #000080;">Niscaya sungguh ada dalam diri Rosulillah contoh yang baik bagi orang yang menghendaki (ridho) Alloh dan (hidup senang) di hari akhir.</span></p>
<p>Disamping itu ada lagi pada surah Al-Hasr (69); 7 “…<span style="color: #333399;">.. wa ma atakumur-rosulu fakhudzuhu wa ma nahakum ‘anhu fantahu, wa taqulloha in-nalloha syadidul ‘iqobi “</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Apa yang Rosul datangkan padamu (berikan contohnya) maka ambilah, dan apa yang rosul cegah padamu darinya maka jauhilah, dan bertaqwalah kepada Alloh sesungguhnya Alloh Maha Berat /dahsyat siksaannya”.</span></p>
<p>Jelas sekali Rosululloh Muhammad SAW diutus untuk memberikan contah suri tauladan yang benar dalam kontek memaknai dan mentafsirkan pedoman Al-Quran ke dalam amalan hidup sehari-hari. Tidak saja dalam konteks ibadah sholat, puasa , haji dll <span id="more-1308"></span>namun juga penerapannya ke dalam segala aspek kehidupan, seperti cara mencari rejeki, bergaul, merawat jenazah, bermusyawaroh dll.</p>
<p>Di mana kita sekarang dapat mengetahui dan mempelajari contoh peribadatan Rosulillahi SAW ?</p>
<p>Adalah Muhammad bin Isa bin Suroh At-Tirmidzi yang dikenal sebagai Abi Isa hidup pada tahun 209 – 279 H, telah menghimpun “ Jami’ Shohih “ . Beliau menghimpun hadits dengan barbagai bab  dan sub bab. Setiap isi / matan hadits disertai silsilah (urutan guru berguru) yang meriwayatkan hadits tersebut.</p>
<p>Hampir pada setiap akhir uraian isi hadits, Tirmidzi ( demikian sebutan lebih popular) mengulas tentang rijal hadits, kekuatan haditsnya dsb. Dengan membeli dan mengkaji Hadits Tirmidzi, Saudara2 dapat sekaligus mengenal secara singkat ilmu mustolahul hadits.</p>
<p>Dalam rentang waktu yang tidak jauh berbeda, dikenal juga penghimpun hadits yang lain seperti Imam Bukhori menghimpun hadits Sohih Bukhori, Imam Muslim menghimpun Sohih Muslim , Abu Dawud, Nasa-i, dan Ibnu Madjah. Ke-enam kitab itulah terkenal dengan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">“Kutubusitah “ </a> yaitu kitab yang enam dan sudah diakui oleh ulama Islam se dunia.</p>
<p>Itulah buku/hadits yang patut dijadikan pegangan bagi umat Islam dalam belajar dasar ilmu agama.</p>
<p>Mereka bukan membuat kitab karangan tapi menghimpun dari beberapa guru dan mengelompokkan ke dalam bab-bab tertentu.</p>
<p>Saudara2 dapat membelinya pada toko2 kitab di kota terdekat.</p>
<p>Sampai di sini maka dapat disimpulkan bahwa pedoman agama Islam selain <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Quran</span></span></strong> wadahnya firman Alloh , juga <strong><span style="color: #800080;"><span style="text-decoration: underline;">Al-Hadits</span></span></strong> yang bermuatan cerita tentang ucapan dan perilaku Rosulullohi SAW dalam memberikan contoh peribadatan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><span style="color: #333300;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Hati2 Awas Barang Tiruan ! </span></strong></span></h3>
<p>Untuk mendapatkan ilmu agama yang murni maka perlu juga sumber yang murni juga yaitu Kitabillah (Al-Quran ) dan Sunah Nabi ( Kitab2 Hadits Sohih). Sebelum wafatnya Rosulullohi SAW sudah berwasiyat demikian , dalam hadits riwayat Imam Malik yang terkenal dengan Kitab Muato’ “ <span style="color: #000080;">telah ku tinggalkan dua perkara di kalangan kamu , tidak akan tersesat kamu selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabilah dan Sunah Nabinya Alloh</span> “.</p>
<p>Yang perlu diwaspadai adalah adanya kitab-kitab karangan yang dapat merubah, menutupi atau menyembunyikan pengertian yang murni yang semestinya ditangkap dari hasil proses belajar mengajar. Maraknya kitab karangan tidak saja muncul pada masa perpecahan Islam di Indonesia abad 19, namun sejak masa hidup Rosulillahi SAW sudah ada seorang yang mempropagandakan kitab karangan.</p>
<p>Surah Luqman (31); 6 mengkisahkan hal tersebut.</p>
<p>“ <span style="color: #000080;">Dan sebagian dari mereka ada orang yang menukarkan / menjual cerita batal untuk menyesatkan dari jalan Alloh dengan tanpa ilmu dan mengambil jalan agama dengan main-main, mereka itulah baginya siksaan yang menghinakan”.</span></p>
<p>Dikisahkan dari ayat itu, tersebut nama Nadzir bin Haris, dia membeli kitab karangan dari Syam kemudian dibawa masuk ke negeri Makah.</p>
<p>Pengertian “ <em>Li yudhil-la ‘an sabilillah</em> “ pada ayat di atas adalah “<em>li yab’adan nas ‘an toriqil haq</em>” = menjauhkan manusia dari jalan yang haq. <em>( Tafsir Sofatul Bayani hal.411 )</em></p>
<h3><span style="color: #333300;"><span style="text-decoration: underline;">Bagaimana Memilih Al-Quran dan Hadits ?</span></span></h3>
<p>Untuk memilih Kitab Suci Al-Quran yang asli, insyaAlloh masyarakat tidak kesulitan , tidak lain adalah kitab Al-Quran 30 juz sebagaimana ada di masjid2 dan dijual di toko buku/kitab.</p>
<p>Sedang untuk memilih hadits yang asli, pilihlah satu atau lebih di antara “kutubusitah” . Ada yang masih impor seperti cetakan Darul Fikr , Lebanon , Beirut tentunya hargaua relatif lebih mahal, namun untuk mendapatkan yang lebih hemat dapat membeli hadits cetakan Indonesia , seperti terbitan Toha Putra Semarang, Dahlan Bandung,  juga sudah tersedia di toko2 kitab.</p>
<p>Pilihlah yang masih asli berbahasa Arab,  belum ada terjemahan.</p>
<p>Harga Kitab untuk satu jenis saja misalkan Sohih Bukhori lebih kurang Rp.210.000,- lebih-lebih sebagai pembelajar ilmu dasar agama tidak cukup hanya dari satu sumber perowi, tapi juga dari yang lain seperti Sohih Muslim, Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa-i , Ibnu Majah, Tafsir Ahmad, Tafsir Ibni Katsir dll.</p>
<p>Lalu bagaimana solusinya, adakah kitab khusus yang merupakan rangkuman dari berbagai imamul hadits di atas serta di susun sesuai dengan bab-bab yang membahas dasar2 ibadah seperti sholat, puasa, jga hukum2 dasar yang sederhana?</p>
<p>Ya, inilah salah satu solusi yang kami tawarkan <a href="http://kitabexpo.blogspot.com/" target="_blank">Kitab Mukhtarul Adilah</a></p>
<p>Bagaimana dapat mengetahui/ mempelajari isinya ?</p>
<p>InsyaAlloh akan dibahas pada posting berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/4-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam-bag-2-murni-pedoman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bibir Bengkak Melepuh di Dalam Neraka</title>
		<link>http://binanurani.com/apa-neraka-itu/</link>
		<comments>http://binanurani.com/apa-neraka-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 17:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Bibir bengkak melepuh dalam neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[ 
“ An Abi Sa’id al-Khudri ‘ani Nabi SAW qola wa hum fi ha kalihun qola tasywihi naru fataqol-lasu syafatuhul ‘ulya hat-ta tablugho wasato ro’sihi wa tastarkhi syafatuhu sulfa hat-ta tadhriba sur-rotahu “ HR Tirmidzi juz 4 Fii Mukhtarul Adilah Kitabu Sifati Jannati wa nar hal 45
Dari Abu Sa’id al Khudri dari Nabi Muhammad SAW [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 141px"><img style="margin: 5px;" title="Bibir orang ahli neraka melepuh bengkak, bibir atas membengkak hingga kepala , bibir bawah menjulur hingga pusar, SUBHANALLOH ! " src="http://img137.imageshack.us/img137/785/apim.jpg" alt="Panas api neraka 70 kali lipat panas api di dunia sanggup meluluh lantakkan apa saja yang masuk ke dalamnya." width="131" height="103" /><p class="wp-caption-text">Panas api neraka 70 kali lipat panas api dunia sanggup meluluh lantakkan apa saja yang masuk ke dalamnya.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">“ An Abi Sa’id al-Khudri ‘ani Nabi SAW qola wa hum fi ha kalihun qola tasywihi naru fataqol-lasu syafatuhul ‘ulya hat-ta tablugho wasato ro’sihi wa tastarkhi syafatuhu sulfa hat-ta tadhriba sur-rotahu</span> “ HR Tirmidzi juz 4 Fii Mukhtarul Adilah Kitabu Sifati Jannati wa nar hal 45</p>
<p><span style="color: #800000;">Dari Abu Sa’id al Khudri dari Nabi Muhammad SAW bersabda “Wa hum fi ha kalihun” bersabda Nabi, api neraka mengelupaskan maka bibir atasnya penghuni neraka hingga membengkak sampai ke tengah kepala dan menjulur bibir bawahnya hingga ke tengah-tengah pusar.</span></p>
<p>Nah , inilah apa yang Rosululloh jelaskan mengenai tafsir QS al-Mu’min (23) ;124 yang berbunyi “<span style="color: #000080;"> wa hum fi ha kalihun “</span> = dan mereka di dalam neraka “ njeber” , ini istilah ( Jawa) yang saya terima dari guru mengaji untuk menjelaskan bahwa bibirnya melebar karena bengkak dan sakit.</p>
<p>Api neraka yang demikian dahsyat panasnya menghancurkan segala apa yang masuk didalam neraka. Manusia yang Alloh hidupkan di muka bumi, namu tidak mengindahkan firmannya menjadi penghuni neraka, disiksa oleh Alloh dengan berbagai macam siksaan sehingga bibir yang atas melepuh bengkak hingga menutupi wajah bahkan sampai tengah kepala, sedangkan bibir bawah bengkak menjulur hingga ke pusat.</p>
<p>Subhanalloh !</p>
<p>‘<span style="color: #000080;"> An Abu Huroiroh ‘ani Nabi SAW qola narukum hadhihi lati tuqiduna juz-un wahidun min sab’iina juz’an min har-ri jahannam, qolu : wallohi in kanat lakafiyatan ya Rosulalloh , qola fa in-naha fidhilat bi sab’ina wa sitiina juz-an kul-luhunna mitslu har-ri ha.</span> HR. Tirmidzi juz 4 hal.710.</p>
<p><span style="color: #800000;">Dari Abu Huroiroh dari Nabi SAW bersabda api kamu yang kamu nyalakan ini (di dunia) adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya jahannam, mereka <span id="more-1292"></span>berkata “ demi Alloh sesungguhnya api dunia niscaya cukup panas wahai Rosululloh. Nabi bersabda maka sesungguhnya api dunia ini dilipatkan dengan enam puluh bagian , semuanya semisal panasnya neraka jahannam.</span></p>
<p>Siapa main api terbakar ! tapi jangan coba-coba melupakan firman Alloh SWT, Kalau Alloh SWT sudah murka maka akan menyiksa dengan keras belum pernah ada seorangpun yang menyiksa sebagaimana siksaan Alloh SWT.</p>
<p>Kita tentu berharap sebaliknya, bukan !</p>
<p>Rohmat dan kasih sayang yang Alloh SWT limpahkan kepada hambanya yang taat.</p>
<p>InsyaAlloh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/apa-neraka-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-1: Murni Niyat )</title>
		<link>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/</link>
		<comments>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 14:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam Melalui Tamsil (gambaran)]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Kemurnian agama adalah HARGA MATI !!
Ya, kenapa ? Karena Alloh Ta’ala Yang Di atas Sana sudah berikrar tidak akan menerima amalan kecuali yang dimurnikan. Sebagaimana difirmankan dalam QS Al-Bayinah (98);5 “ Wa ma umiru il-la liya’budulloha mukhlishina lahudiina hunafa-a wa yuqimu sholata wa yu’tu zakata wa dzalika diinul qoy-yimah” = dan tidak diperintah mereka kecuali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" title="Ilmu agama yang murni adalah ilmu yang diterima oleh para sohabat dari Rosulullahi SAW ibarat madu murni yang keluar dari perut lebah, tidak ditambah/dikurangi. " src="http://img194.imageshack.us/img194/346/lebahmadu.jpg" alt="" width="111" height="108" />Kemurnian agama adalah HARGA MATI !!</p>
<p>Ya, kenapa ? Karena Alloh Ta’ala Yang Di atas Sana sudah berikrar tidak akan menerima amalan kecuali yang dimurnikan. Sebagaimana difirmankan dalam QS Al-Bayinah (98);5 “ <span style="color: #000080;">Wa ma umiru il-la liya’budulloha mukhlishina lahudiina hunafa-a wa yuqimu sholata wa yu’tu zakata wa dzalika diinul qoy-yimah”</span> = <span style="color: #800000;">dan tidak diperintah mereka kecuali semata untuk beribadah kepada Alloh dengan memurnikan agamanya dengan condong dan menentapi sholat dan membayarkan zakat, dan demikianlah agama yang tegak (benar)”.</span></p>
<p>Beribadah dengan cara yang murni adalah perintah Alloh, sehingga kalau ada hamba beribadah dengan cara tidak murni berarti melaksanakan perintah selain dari Alloh sebutan yang paling tepat adalah musrik, disamping beribadah melaksanakan perintah Alloh juga sekaligus melakukan perintah dari selain Alloh.</p>
<p>Sedangkan dalam Hadits Riwayat Nasa-i , terdapat dalam Kitabul Khutbah hal.69 fii <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Mukhtarul Adilah</a>.</p>
<p>Rosulullohi SAW bersabda “ <span style="color: #000080;">in=nalloha laa yaq’baluminal ‘amal il-lamakana lahu mukhlishon wab’tughiya bihi waj’huh </span>“ = <span style="color: #800000;">sesungguhnya Alloh tidak menerima dari suatu amal kecuali amal itu dimurnikan dan dicari dengan amal itu wajah Alloh”.</span></p>
<p>Betapa rugi dan sungguh celaka kalau sampai amal kita tidak diterima (rejected) ditolak oleh Alloh SWT . Kalau tidak diterima otomatis tidak mendapatkan hasil aj’ron /pahala dan rohmat Alloh yang “mutlak” berfungsi sebagai tiket masuk surga kelak di akhirat. Sedangkan saat di akhirat  hanya ada dua tempat tinggal kalau <span id="more-1281"></span>tidak masuk surga berarti masuk neraka, dan sebaliknya. Karena keadaan itu maka mau tidak mau kita harus berusaha hingga berhasil masuk surga, TIDAK ADA KOMPROMI.</p>
<p>Betapa pentingnya masalah ini !</p>
<p><strong>Istilah Murni</strong></p>
<p>Murni = kholasho, mukhlish, ikhlash. Seperti kata “ madu murni” berarti madu yang original / asli seperti yang keluar dari perut lebah, tidak ditambah tidak dikurangi.</p>
<p>Ibadah yang murni /mukhlish adalah cara ibadah yang asli seperti yang dicontohlan oleh Rosulullohi SAW sebagai suri tauladan dan dipraktekkan bersama para sohabat beliau .</p>
<p>Apakah ada kiat-kiat menjada kemurnian ibadah ? inilah <strong><span style="text-decoration: underline;">Empat Pilar Penjagaan Kemurnian Agama Islam</span></strong>, langsung saja kita semak :</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #000080;">#1. Murni Niyat.</span></span></h3>
<p>Sebelum beramal ibadah sekecil apapun maka yang dilakukan pertama kali adalah menata niyat. Dengan niyat yang berbeda meskipun amalannya sama maka akan membawa hasil yang berbeda pula. Lihatlah naskah hadits Sohih Bukhori juz 1 hal.2 Nabi Muhammad SAW bersabda “<span style="color: #003366;"> In-namal a’malu bin-niyat wa in-nama li kul-li imri-in ma nawa fa man kanat hij’rotuhu ila dun-ya yushibuha au ila imroatin tankihu ha, fa hij’ro tuhu ila ma hajaro ilaihi”</span></p>
<p>artinya “<span style="color: #993300;">sesungguhnya amalan (akan diperoleh hasil) tergantung niyatnya, dan sesungguhnya bagi tiap2 orang ( dia dapat) apa yang diniyati, maka barang siapa yang hijrahnya (mengikuti Nabi dari Makah ke Madinah) karena urusan keduniaan maka dia dapatkan, sedangkan yang niyat karena wanita maka dia nikahi (kalau wanitanya mau). Hijrahnya (yang didapatkan) adalah tergantung apa yang hijrah padanya (niyatnya).</span></p>
<p>Ibadah ibaratnya sekarang beramal menanam dan besuk di akhirat berharap dapat memanen hasil amal di dunia. Kalau kita beramal sekarang ini niyat dalam hati didasari ingin mendapatkan ridho dan cinta Alloh serta takut ancaman siksa Alloh, maka di akhirat kita betul-betul dapatkan apa yang diniyati itu.</p>
<p>Dalam kita beribadah , mentaati perintah Alloh SWT dalam alquran dan sabda Rosulillahi SAW dalam al-Hadits agar dijaga betul niyatnya karena Alloh semata, jangan tercampur niyat yang lain.</p>
<p>Ingatlah wasiat Rosulillahi SAW yang copy naskahnya sekarang dapat kita temukan dengan mudah di <a href="http://binanurani.com/kitab-mukhtarul-adilah/" target="_blank">Mukhtarul Adilah</a> Kitabul Khutbah hal.72-73.</p>
<p>Tulisan dalam kitab itu masih asli Arabic semua, kalau lafadznya begini : “ dan bersabda (Rosulullohi ) SAW “<span style="color: #000080;"> in-na ma akhwafa ma atakhow-wafu ‘ala um-mati al-isyroku billahi ama in-ni latu aqulu ya’buduna syamsya wa laa qomaron  wa laa watsanan wa lakin a’malan li ghoirillah wa syahwatan khofi-yah”</span></p>
<p>Artinya “ <span style="color: #800000;">sesungguhnya apa yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah <span style="text-decoration: underline;">Syirik kepada Alloh</span> , ingat sesungguhnya bukan aku berkata mereka syirik dengan menyembah matahari, dan juga bukan menyembah bulan dan bukan menyembah berhala, tetapi (syirik dengan) amalan untuk selain Alloh dan keinginan yang tersembunyi”</span></p>
<p>Subhanalloh !</p>
<p>Demikian jelas pernyataan “ Maha Guru” kita , pada kenyataan yang terlihat di sekitar kita , kalau sudah masuk Islam dapat dikatakan mayoritas mereka sudah meninggalkan cara penyembahan kepada berhala seperti membakar kemenyan/dupa di dekat batu besar/pohon.</p>
<p>Namun sering terlihat adalah orang salah niyat, dalam beribadah misalnya menjadi ta’mir masjid masih punya harapan agar “ diakui” jamaah bahwa dialah orang terkemuka, orang pandai, yang lain agar menurut apa yang dikatakan, dsb.</p>
<p>Ingin jadi pimpinan jamaah pengajian, ketika akhirnya tidak dijadikan pimpinan oleh “kesepakatan musyawaroh” kemudian keluar dari pengajian, membuat jamaah pengajian tandingan, bikin ulah menyerang balik, mengacau, memfitnah dsb. Itu indikasi “salah niyat”. Kalau memang niyatnya ibadah karena Alloh akan dijadikan anggota biasa ok, akan dijadikan pengurus selagi mampu ok juga, yang penting ibadahnya sampai di sisi Alloh SWT.</p>
<p>Ibaratnya yang penting “naik mobil” sampai tujuan yang dicanangkan sejak awal. Akan diminta tolong ikut ngurusi/daftar presensi penumpang ya gak apa, dijadikan penumpang biasa ya tidak apa.</p>
<p><em>Bersambung&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/tiga-pilar-penjaga-kemurnian-agama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
