Hari Wuryanto Menjawab ( Ttg. Sholat Berjamaah, Sholat Sunah dan Ziarah Kubur)

Melalu inbox Yahoo mail Saudara Abu ‘abdillah mengirimi Anda pesan.

Inilah tulisannya :

( Pertanyaan ini juga dimuat di “Forum Diskudi ” dari group

Forum Interaktif Belajar Ilmu Agama Islam Berlandaskan Al-Quran dan Sunah

Ok pak ini beberapa pertanyaan saya…..:

1.    Saya bingung tentang kewajiban sholat berjama’ah, yang dibingungkan antara lain:

a.    Saya pernah mendengar penjelasan bahwa seseorang wajib sholat bejama’ah di masjid jika seandainya ia mendengar adzan langsung dari mulut. Nah, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana dengan kedaan sekarang? Sekarang hampir semua masjid difasilitasi speaker untuk mengeraskan suara adzan. Apakah kewajiban sholat berjama’ah di masjid masih ada dengan keadaan seperti itu?
b.    Saya pernah mendengar penjelasan pula bahwa kewajiban sholat berjama’ah itu hanya untuk laki-laki. Untuk perempuan tergantung situasi kondisinya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah walaupun perempuan tersebut telah mendengar adzan lewat mulut langsung (apakah) ia tetap tidak wajib sholat berjama’ah di masjid?
c.    Ada opini (karena adanya keterangan di atas) bahwa ketika masjid sudah adzan maka tidak perlu (tidak wajib) sholat berjama’ah di masjid. Cukup berjama’ah di tempat masing2.
Ini terjadi di kompleks mahasiswa (kos-kosan mahasiswa yang dekat masjid) di tempat saya. Padahal masjid sudah diadzani namun semangat untuk sholat berjama’ah di masjid  tidak ada. Yang laki-lakinya merasa tidak ada kewajiban sholat di masjid karena adzannya menggunakan speaker, apalagi yang perempuannya merasa tidak perlu sholat berjama’ah di masjid karena merasa tidak punya kewajiban sholat berjama’ah di masjid.
Bagaimana menurut njenengan keadaan seperti ini?
d.    Mengenai sholat berjama’ahnya kaum hawa yang diimami oleh perempuan sendiri: bagaimana prakteknya? Apakah sama dengan imam laki2 (misal:  suaranya dikeraskan ketika membaca alfatikhah dan surat)? Apa syarat2nya?
e.    (kasus c di atas) perempuan tidak ke masjid karena merasa tidak punya kewajiban sholat berjamaah di masjid. Nah, bagaimana kalau mereka mengadakan sholat berjama’ah sendiri di kos mereka dengan diimami salah satu dari mereka? Boleh atau tidak?

f.    yang terakhir: APA HUKUM SHOLAT BERJAMA’AH ITU? (secara umum

2. Mengenai Sholat2 Sunah:

a.    Apa yang harus dilakukan ketika sholat tasbih lupa membaca doa sholat tasbih? ( misal: setelah membaca bacaan rukuk itu membaca doanya sholat tasbih, nah karena lupa ia langsung i’tidal)
b.    Sebenarnya sholat tahajud dengan sholat malam itu sama tidak?
c.    Sholat malam itu dilakukan 2-2 atau 4-4, sedangkan sholat witir itu bias 1,3,5,7, atau 9. Pertanyaannya apakah ada syarat khusus penggabungan antara sholat malam dengan witir? (misal: jika sholat malamnya 2-2 maka witirnya harus 1 rekaat, dsb)

3.    Mengenai ziaroh kubur:

a.    Bolehkah mendoakan orang yang ada dalam dikuburan ketika kita berada di area kuburan?
b.    Bolehkan perempuan ziaroh kubur? Kalau seandainya boleh, berarti perempuan tersebut  masuk ke area kuburan kan? (padahal saya pernah mendengar bahwa perempuan dilarang masuk ke dalam kuburan).
c.    Perempuan dilarang ikut mengantarkan mayit dari rumah duka ke kuburan. Namun ada keterangan bahwa boleh saja mengantar namun hanya sampai depan kuburan saja. Pertanyaannya: yang menjadi larangan itu kegiatan mengantar mayit atau masuk kuburan?

Cukup sekian pertanyaan dari saya. Mohon maaf mungkin pertanyaannya terlalu banyak. Namun saya jujur, saya bukan sedang ngetes atau adu kepinteran agama. Saya benar2 tidak tau. ????? ??? ????? ???? ????
——————–

Untuk membalas pesan ini, ikuti tautan di bawah ini:
http://www.facebook.com/n/?inbox%2Freadmessage.php&t=1248066204178&mid=1fbc410G4263fa48G1008e22G0&n_m=hari_w67%40yahoo.com

___
Temukan orang dari buku alamat Yahoo di FaceBook! Pergi ke:  http://www.facebook.com/find-friends/?ref=email

Pesan ini ditujukan untuk hari_w67@yahoo.com. Ingin mengatur email apa saja yang Anda terima dari Facebook? Kunjungi:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications=1&md=bXNnO2Zyb209MTc2MjU0MTk1ODt0PTEyNDgwNjYyMDQxNzg7dG89MTExMzg0ODM5Mg==
Kantor Facebook beralamat di 1601 S. California Ave., Palo Alto, CA 94304.

Hari Wuryanto menjawab:

Tentang kewajiban sholat berjamaah

a. Kembali kepada sunah / tuntunan Rosulillahi SAW. Hal in didasarkan Kitab Suci al-Quran Surah An-Nisa (4) ; 59 : …..jika kalian bertanazu’ (berselisih paham) maka kembalikanlah kepad Alloh (al-Quran) dan utusannya (sunah/dalam hadits)……

Menurut tuntunan waktu itu tentu belum ada speker/pengeras suara. Kalau dengan situasi dan kondisi berbeda seperti pada masa sekarang adzan pakai speker, memungkinkan satu tempat tertentu dapat saja mendengar adzan dari 2 atau tiga masjid bersebelahan. Jadi menurut sunah keawjiban mendatangi undangan adzan sholat adalah dari adzan mulud sehingga tidak semakin membingungkan.

.

b. Kewajiban mendatangi sholat bagi yang dengar adzan , sehemat saya tidak ada unsure gender, jadi semua kena
c. Ya, semangat menetapi sunah perlu digalakkan lagi. Boleh jadi karena alasan sibuk, padat acara, praktis yang bersumber pada ego individu akhirnya melemahkan semangat menetapi jamaah dalam berbagai aspek kehidupan. Semangat kerukunan, solidaritas , nampaknya terkena imbas efek era globalisasi yang menuntut manusia “ bersaing “ dengan sesama dalam suatu komunitas muslim.
d. Dan …
e. Berhubungan .Yang ini masih dicari referensinya, semoga tidak lupa.
f. Sholat berjamaah, Ya tadi kalo udah dengar adzan ya musti mendatangi. Dikatakan sholat jmah minimal 2 orang, satu imam satu ma’mu. Kefadholannya mengalahkan solat sendirian ada hadits yang menyatakan 25 derajat , ada juga yang 27 derajat.

2.Mengenai Sholat Sunah

a. Sehemat yang kalo lupa dan sudah berubah posisi mka tidak perlu ngulangi dan sujud sahwi, beda dengan solat wajib.
b. Solat tahajud ya termasuk qiyamu lail (solat malam) , tapi solat malam boleh jadi solat istijhoroh, hajat dll. Jadi kalo Tahajud mesti solat malam tapi solat malam belum tentu tahajud bisa yang lain. Karena lebih luas.
c. Solat malam ada hadits dari Aisyah bahwa Nabi solat di romadhon dan lainnya 4-4-3 . tapi hadits lain nabi bersabda “ matsna-,matsna” 2-2. Ya gak apa silahkan ambil yang mana yang penting ada dalilnya. Dan tak ada hubungannya antara jumlah rokaat dengan hitungan witir. Nabi bersabda solatlah “ma sya-a” sekehendak kalian dan ketika kawatir subuh maka tutuplah dengan witir. Kecuali yang dari Aiysah  4-4-(+3 witir) itu satu paket.

3. Mengenai Ziarah Kubur

a. Hadits dari Utsman bin Afwan dalam riwayat Abu Dawud bahwa “ suatu ketika Nabi selesai mengubur jenazah, nabi berhenti dan bersabda “ mintakanlah ampun bagi saudaramu(iman) dan mintakanlah ketetapan karena sesungguhnya dia akan ditanya ( di dalam kubur oleh malaikat). Berati berdoa di dalam areal pemakaman boleh. Dapat dilihat himpunan Kitabul Janaiz hal.29-30
b. Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulalloh SAW “la’ana zawarotil qubur”= mela’nati perempuan ziarah qubur. Ziarah dalam hadits ini ya masuknya ke kuburan. Batas luar / dalam kuburan ya pagar.
c. Hadits dari Umu Atiyah Riwayat Muslim “ Kami dilarang mengantarkan jenazah , dan tidak ditetapkan atas kami (tetapi semua kaum wanita). K.Janaiz hal.12. Hadits ini juga jelas bagi wanita dilarang mengantarkan jenazah. Dari hadits b dan c wanita dilarang mengantarkan atau juga datang ke kuburan.(masuk.). Kalau ada yang bilang boleh , coba tanya sumber dalilnya dari mana? Boleh jadi karena kita memang belum menerima ilmu dan pengertiannya.

March 12, 2010   Posted in: Hari Wuryanto Menjawab Pertanyaan

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.