Hasil Mengaji, Dalil-dalil Bab Peningkatan Amalan Ibadah (part-1)
Pengajian pada hari ini Senin ,11 Januari 2008 sebagaimana biasa dilaksanakan di mushola kampung saya sendiri. Menuju tempat pengajian cukup jalan kaki karena Jarak dari rumah lebih kurang hanya 150 meter. Jadwal waktu pengajian di mushola ini sudah rutin yaitu setiap Senin jam 13.30 – 15.00 WIB sedangkan untuk Jumat dimulai habis jumatan atau jam 13.oo sampai 14.30 WIB. Sedangkan tempatnya kadang berpindah-pindah menurut kebutuhan terutama untuk hari Jumat.
Materi yang disampaikan berupa satu halaman ukuran folio bolak-balik dengan judul “Dalil-dalil Bab Peningkatan Amalan Ibadah”.
Nah, akan saya coba untuk menayangkan hasilnya di blog ini, supaya Saudara juga dapat mengikuti.
Silahkan menuju http://www.binanurani.blogspot.com, untuk melihat dalilnya.
Dalil yang pertama diambil dari Al-Quran Surah al-Haser ayat 18 , kalau dibaca lebih kurang berbunyi sebagai berikut :
“Yaa ay-yu hal-ladziina amanut-taqulloha wal tan dhur nafsun ma qod-damat li ghod’ wat-taqulloha in-nalloha chobiirun bima ta’lamuun”
Maknanya,
Yaa ay-yu ha = wahai
Al-ladziina amanu = orang-orang yang beriman (percaya)
it-taqulloha = Taqwalah (takutlah ) kamu semua kepada Alloh
Ok, dari tiga suku kata ini saya terangkan dulu ya,
Alloh SWT melalui surat yang dikirimkan untuk hambanya (manusia di muka bumi) melalui Rosulullohi SAW , menyeru kepada orang yang beriman, (orang beriman adalah orang yang percaya adanya Alloh, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhirat, dan Taqdir)
agar takut kepada Alloh. Mengapa Kita diseru oleh Alloh SWT supaya takut padanya?
Ya, karena kalo kita percaya, Dialah yang menciptakan dunia dan seisinya, termasuk kita di dalamnya, Alloh jua yang Maha Merencanakan bagaimana nanti yang akan dilaksanakan setelah kehancuran alam semesta ini (kiamat).
Nah, kalau Alloh SWT memperingatkan hambanya ini berarti karena sayang, belas kasih kepada hambanya. Seandainya kita mau memperhatikan, memahami makna firmannya yang tertulis di dalam kitab al-Quran kemudian membuat kita semakin mendekat untuk mentaatinya, maka nanti Alloh juga akan sayang dan memberikan balasan yang setimpal.
Kalau Alloh SWT sudah sayang kepada kita, wah….ya jelas dong. kita bakal beruntung, dimanja dibikin senang bahagia dunia akhirat.
Tetapi sebaliknya, kalau tidak takut, tidak mempedulikan peringatannya, ya berarti termasuk hamba yang meremehkan dan keras kepala, nanti bakal dibenci Alloh dan Alloh sudah mengancam dengan menyediakan siksaan yang dahsyat dan abadi di akhirat nanti. ( dan akhirat tuh gak jauh-jauh loh, ketika seseorang meninggal dunia berarti sudah masuk halaman akhirat !!, dan bukankan mati itu datang sewaktu-waktu ?! )
Kemudian kalimat nerikutnya
wal tan dhur nafsun ma qod-damat li ghod’
wa = dan, Lam (mati) = supaya, in tan dhur = melihat , mengoreksi
nafsun = seseorang , ma = apa-apa
qod-damat = yang telah mengerjakan , li = untuk / bagi , ghodin = besuk hari .menurut tafsir sofatul hal.548 bahwa li ghodin ai (yaitu) li yaumil qiyamah = untuk hari kiamat.
Pada bagian ini Alloh memperingatkan, agar setiap diri manusia mempersiapkan segala sesuatunya sebagai bekal sebelum melakukan perjalanan panjang pulang ke pangkuan ilahi (dipanggil Alloh SWT alias meninggal (kan) dunia.
Sebagaimana kita tahu bahwa waktu ini berlalu begitu cepat, makin ke sini rasanya makin pendek saja.
Satu minggu rasanya seperti 4 atau 5 hari, baru kemarin jumatan rasanya sekarang sudah jumatan lagi, yang saya “rasakan” begitu. Nah, sedangkan waktu tidak pernah berhenti apalagi mundur kembali. Maka , Saudara sebelum kita dipanggil pulang ke rahmatulloh hayo segera berbenah diri, berkemas-kemas persiapkan segala sesuatunya jangan sampai ada yang ketinggalan. Dan lebih penting lagi Malaikat Izroil (sang pencabut nyawa) belum pernah terjadi dalam sejarah, memberitahu beberapa hari sebelumnya kepada kita bahwa dia diutus Alloh akan mencabut nyawa kita. Nah loh !!
Kalimat berikut ,
wat-taqulloha in-nalloha chobiirun bima ta’lamuun”
wa = dan , it-taquu = takutlah kamu semua , Alloha = (kepada) Alloh
in-na = sesungguhnya, Alloha = Alloh , chobiirun = maha waspada
bi ma = dengan apa-apa, ta’lamuun = yang (kamu semua) mengerjakan”
Di sini Alloh menegaskan agar kita takut kepadanya. Kata takut ini berbeda apabila ditempatkan pada kontek kalimat yang berbeda. Kalau taku kepada harimau tentunya lari menjauh agar tidak diterkam, tetapi takut kepada Alloh adalah takut dengan ancaman siksaanya dan solusinya justru kita mendekatiNYA, mendekati Kitabnya, mau mempelajari dengan cara mencaritahu kepada siapa kita akan bertanya. Karena Alloh SWT ada tapi sifatnya ghoib , tidak kasad mata, manusia yang diutus Alloh (Rosululloh , Muhammad SAW ada, tetapi sekarang sudah dipanggil Alloh mendahului kita. Perantara kita takut pada Alloh adalah dengan wujud peninggalan , warisan Nabi Muhammad SAW yaitu al-Quran dan Hadits. Itupun benda mati sebatas kertas bertuliskan huruf Arab.
Nah ! Quran Hadits dapat menjadi “hidup” apabila ada yang menghidupkan, merekalah orang yang selalu berusaha mendalami , mengamalkan se maksimalnya dan mau intisyar , menyebarluaskan, mengajar mengaji, amar makruf nahi mungkar, membentuk majelis ta’lim dsb.
Sesungguhnya Alloh maha waspada dengan apapun yang kita kerjakan. Semuanya tak luput dari monitor yang dipasang disegenap penjuru, bahkan malaikat tidak pernah lalai menguntit di sebelah kanan dan kiri kita. Mencatat gerak-gerik kita sebagai bahan reportase nanti dalam menjatuhkan hukuman bagi kita di mahkamah akhirat kelak.
January 12, 2009
Tags: Pengajian Langsung Posted in: 11 Januari 2008, Antisipasi Kejadian di Akhirat, Kisah-kisah Teladan, Kitabul Adab (Kitab tentang Budi Pekerti)












One Response
HR.Al-Baihaqi-Kitabil ‘Idaini : “Ucapakan Ketika Ber-Hari Raya” | binanurani.com - September 22, 2009
[...] Hasil Mengaji, Dalil-dalil Bab Peningkatan Amalan Ibadah (part-1) [...]
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.