Kitab Mukhtarul Adilah

Model

Tampak Depan

Tampak Belakang

Cover 1

Cover 2

Kini telah hadir

Kitab Muchtarul Adilah

Ya, itulah salah satu bahan rujukan/acuan sebagai media pembelajaran dasar agama Islam di Majlis Ta’lim Online ini, dari hal yang mendasar, bahkan bagi yang masih awam sekalipun diharapkan mampu untuk mengikuti.

Tidak menutup kemungkinan bagi yang non Muslim pun sekedar membaca-baca juga boleh saja. Terbukti ketika di Bandung, seorang (Non Muslim) bisa mengikuti pelajaran dari kita, mulai dari mengenal, mengeja huru Arab, aa-ba-ta secara perlahan, sampai akhirnya insyaf dan memakai jilbab…. ;)

Pada masa sebelum wafatnya Rosululloh Muhammad SAW, wahyu ayat Al-Qur’an hanya beredar dari mulut ke mulut di kalangan para sohabat. Kemudian mereka menghafalkan dalam hati, demikian pula cerita tentang kelakuan/amalan Nabi Muhammad SAW.

Banyak di antara para sohabat yang betul-betul hafal ayat Al-Qur’an. Salah satu factor yang membuat para sohabat hafal karena makna dan pengertiannya langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai penyejuk dan penerang jalan kehidupan.

Sehingga dahulu istilahnya “al-ilmu fii sudur” ilmu ada di dalam hati, Sohabat Abu Ghuroiroh mampu menghafal lima ribu lebih al-hadis, luar biasa !! ya , itu lebih kurang 1400 tahun yang lalu.

Namun sekarang kita memasuki era globalisasi, dimana pikiran manusia dijejali dengan berbagai urusan duniawi. Beranjak dari bangun tidur pagi hari hingga malam berangkat ke peraduan, suasana hiruk pikuk, hangar-bingar, berbagai masalah kehidupan keseharian dunia ini begitu banyak menyerap energi dan menjejali space memori pikiran manusia.

Dalam kondisi seperti ini, masihkah tersisa cukup banyak space/ruang memori otak kita untuk menampung sekian banyak pengertian dari pengajian yang kita dapatkan, mengingat-ingat untuk waktu yang lama, bahkan untuk menghafal lafal ayat al-Qur’an serta al-Hadits ? !

Terlebih lagi suatu saat kelak kita ingin menyampaikan kembali ilmu/pengertian agama yang kita peroleh dari kursus ini kepada istri, suami, anak-anak, orang tua, mertua sahabat, handai taulan, tetangga sebagai amanah yang harus tetap kita jaga kemurnian pengertian dan amalannya.

Tentunya kita ingin pahala dari amal jariah kita bukan?!

Ya , ini adalah masalah ilmu agama, salah satu bagian dari tiga macam amal jariah, yang sangat kita harapkan nilai pahalanya kelak di alam barzah.

Di saat kita sendirian menanti keputusan hukuman mahkamah ilahi, langkah bahagianya manakala kita terus mendapatkan pahala yang terus mengalir, yang akan menambah kredit point bobot timbangan amal baik .

Apabila kita sudah paham pengertian suatu amalan, disamping mengamalkan untuk pribadi, jika kita juga mau menyampaikan ilmu itu kepada orang lain hingga orang itu juga mau mengamalkan ilmu yang kita berikan, maka pahala akan terus mengalir kepada kita sekalipun kita sudah meninggal dunia kelak, selama orang tersebut mengamalkan ilmu yang kita berikan.

Namun mampukah kita menyampaikan kembali apa yang kita terima dengan baik dalam waktu yang cukup lama, tanpa bahan, materi, buku panduan, atau catatan ??

Rasanya sulit, apalagi ilmu agama, tentunya kita takut untuk menyampaikan dengan sembrono, diakal-akal, dikira-kira.

Bagimana solusinya??

Ya, kita memerlukan catatan penunjang untuk mengikuti pengajian ini.

Inilah jawabannya kini sudah tersedia satu paket himpunan hadis “Mukhtarul Adilah” sebagai kitab pegangan umat Muslim dalam belajar agama Islam

Dengan memegang dan memiliki himpunan hadis , maka akan mempermudah kita dalam belajar.

Bagi yang ingin mengikuti pengkajian online di sini http://www.lantabur.tv/

Setelah membuka web dari link di atas segera hubungi petugas untuk diberitahukan jadwal pengkajian Bacaan, makna dan keterangan  Al-Quran, Al-Hadits Mukhtarul Adilah dan juga ada nasihat agama.

Setelah kita menyalin makna dan keterangan dari tayangan online di internet, maka pada waktu lain kita dapat membuka kembali pelajarannya, dideres, diulang kaji kembali sepuasnya sampai kita betul-betul faham, bahkan kalau niat sungguh-sungguh dapat menghafal lafadznya.

Kitab hadis nantinya juga bisa diwariskan, sebagai peninggalan dan tetap bisa diambil manfaatnya, menjadi ilmu yang manfaat, amal jariah asal tidak rusak/hilang.

Kelebihan memiliki modul dalam bentuk fisik ini tentunya berbeda dengan modul pada umumnya yang berbentuk e-book ,yang hanya didapat dengan down load. Karena berada dalam system komputer tentunya banyak factor kendalanya, seperti mati listrik, hanya bisa dibaca secara online, data hilang, error dsb.

Sedangkan Kitab Mukhtarul Adilah bisa dipesan, datang secara fisik, kita pegang, kita buka, ditulisi, dibuka kembali secara offline, dsb.

Ingat . pada masa sekarang ilmu lebih banyak kita simpan dalam tulisan, sehingga bukan lagi “al-ilmu fii sudur” sebagaimana pada masa Rosululloh SAW, tetapi “al-ilmu fii sutur” ilmu di dalam tulisan, bukan begitu?!

Yang penting kita umat Islam bangga dengan kitabnya, jangan kalah sama orang Nasrani yang pergi ke gereja dengan yakin dan “percaya diri” menenteng Al-Kitab nya. Kita bangga bukan saja memiliki mushaf al-Qur’an dan al-Hadis tetapi juga memiliki keterangannya, selalu kita ingat-ingat inti pengertiannya, sehingga insyaalloh lebih mudah untuk menghayati dan mengamalkan kedalam kehidupan nyata.

Mencari ilmu dengan mencatat secara tertib apa yang diperoleh kemudian menyimpannya akan mempunyai kelebihan yang jauh lebih baik dibanding dengan yang hanya mengikuti secara sekilas tanpa mencatat.

Orang yang memperhatikan dan mencatat secara sungguh-sungguh diumpamakan orang yang mencari sumber air, dengan sambil membawa wadah/tempat. Setelah diri sendiri minum sepuasnya, maka juga dapat mengambil air tadi untuk dibawa pulang. Sewaktu waktu haus bisa minum kembali sepuasnya. Bukan itu saja, kita dapat memberikan kepada orang lain yang memerlukan.

Sedangkan belajar tidak memiliki catatan, gambarannya sebagaimana orang berangkat mencari sumber air tanpa membawa wadah, susah payah menemukan sumber air namun hanya berguna untuk diri sendiri, dapat minum sepuasnya tetapi karena tidak membawa alat / wadah, maka ketika sudah pulang ke rumah suatu saat kehausan, terpaksa harus bersusah payah lagi mencari sumber air yang kemarin sudah didapatkan. Mencari yang kedua kali boleh jadi lebih sulit atau bahkan tidak dapat menemukan kembali.

Nah siapa yang rugi?

Pekerjaan menjadi tidak efektif dan efisien. Itu sebagai ilustrasi / gambarannya.

Apalagi ada orang lain menanyakan, mana hasilnya belajar mengaji kemarin, mungkin bisa saja lupa, lupa sebagian keterangan dll, tentunya banyak kesulitan seandainya ingin menyampaikan/memberikan kepada orang lain yang memerlukan.

Ilmu, sesuatu yang unik sampai-sampai orang Jawa memiliki falsafah tentang ilmu :

“Digowo ora mendosol”/ Dibawa tidak menonjol. Tidak ada indikasi bahwa orang itu mempunyai ilmu, missal. makin banyak ilmu makin hitam mukanya, atau makin putih.

Tidak ada orang jalannya menjadi lambat dan terengah-engah karena keberatan “membawa ilmu yang banyak”… ;)

“Di edum ora kalong”/ dibagi-bagi, diberikan tidak berkurang. Justru makin banyak memberi ,makan kita makin ingat dan hapal, LUAR BIASA !

Berbeda dengan benda / materi fisik yang makin diambil/diberikan kepada orang pasti makin lama makin habis. Ilmu yang kita miliki, ketika ada orang yang memintanya dengan cara kita memberikan pengertiannya, ilmu kita tidak berkurang, tapi justru makin sering kita memberikan akan makin bertambah banyak lagi ilmu yang kita miliki.

Kitab Muchtarul Adilah asli dicetak di Indonesia yang merupakan kutipan dari Kitab Suci Al-Qur’anul Karim dan berbagai kitab Hadis Sohih antara lain Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud yang terkenal dengan “Kutubusitah” yaitu enam kitab hadis sohih yang sudah tidak diragukan lagi otentisitasnya serta kesohihannya, diakui oleh ulama Islam se dunia.

Selain dari kutubusitah, Muchtarul Adilah juga dilengkapi dengan hadis-hadis lain seperti Musnad Ahmad, Tafsir Ibnu Katsir, Sunan Darimi, Tobroni, Al-Baihaqi, Ad-Dailami, Abu Ya’la dll.

Mukhtarul Adilah terdiri dari 16 (enam belas) tema (pokok bahasan), tiap satu kitab memuat satu pokok bahasan, yang dikemas menjadi 3 jilid.

Pokok bahasan untuk tahapan awal bagi pemula antara lain:

  1. Kitabus-Sholah, berisi dari dasar perintah sholat, tentang asal-usul adzan, cara berwudhlu, cara bacaan dan gerakan solat, etika berdo’a dll.
  2. Kitab Janati wan Nar, tentang keadaan surga, pohon di surga, jumlah berapa drajat/kelas tempat tinggal di surga, keadaan wanita yang masuk ke surga, keadaan/kekuatan hubungan suami-istri orang di surga, kegantengan pria di surga. Juga keadaan neraka, keadaan api neraka yang 70 kali lipat api dunia, bermacam-macam jenis siksaan, amalan orang yang menyebabkan masuk neraka, kekalnya ahli surga dan ahli neraka, para pembesar / pimpinan yang masuk neraka itu waktu di dunia seperti apa?
  3. Kitab Ahkam, memuat antara lain hukum orang yang membantah al-Qur’an, Sabda Nabi tentang perpecahan umat Islam, apa hukumnya orang menambah-nambah dalam amalan ibadah (bid’ah), dll.
  4. Kitab Adilah: memuat kewajiban menuntut ilmu agama(mengaji), menurut ayat Al-Quran maupun al-Hadis, apa saja ilmu yang wajib dicari, kefadholan orang yang mau mengaji, apa hukumnya orang yang mengatakan tentang ilmu agama dengan merekayasa menggunakan logika sendiri, bagaimana lipatan pahala orang yang sudah meningkat kwalitas Islamnya, bagaimana bunyi hadits bahwa Alloh tidak menilai/memandang wajah/muka dan harta seseorang tetapi menilai hati dan amalan/perbuatannya, apa dan bagaimana konsep jihad fii sabilillah ( berjuang di jalan Alloh) menurut substansi (inti/hakikat) Al-Qur’an dan Al-Hadis.
  5. Kitab Janaiz: membahas masalah kubur, apa saja masalah/kejadian yang bakal dihadapi tiap manusia manakala sudah ditinggalkan oleh para takziah/yang mengantar jenazah?, bagaimana hukum dasar pakaian laki-laki muslim menurut Nabi Muhammad SAW dll.
  6. Dan beberapa kitab yang lain, InsyaAlloh kita berusaha, semoga suatu saat kelak kami dan semua Saudara-saudara pembaca yang budiman bisa membahas satu per satu, step by step, semoga Alloh memberi idzin dan barokah. Amin

Miliki segera untuk melengkapi literature Islam, koleksi kitab Saudara.

Seharga : Rp.165.000,- ( belum termasuk ongkos kirim)

Pengiriman paket kami menggunakan jasa pengiriman paket TIKI , (www.tiki-online.com)

Sedang untuk Saudara-saudara yang memesan dari luar negeri, biaya pengirimannya bervareasi,  terlebih dahulu kami mohon untuk memberi data alamat lengkap guna penentuan biaya pengirimannya.

Lho, kenapa mahal !!

Ok,

Mahal atau tidak suatu barang itu tentu tergantung bagaimana kita menilai.  Bagi Saudara yang belajar kursus elektronik atau computer atau entah apalagi,  berapa biaya yang harus dikeluarkan? Tiga ratus ribu, empat ratus ribu atau berapa ?, toh karena kita menganggap itu penting tetap saja mau membayar.

Karena apa, ya karena merasa penting. Apalagi pendidikian formal, sekolah dari SD hingga pendidikan tinggi, berapa biaya yang harus dikeluarkan. Tentu saja disamping membayar untuk membeli buku paket juga sebagai iuran pendidikan yang sifatnya rutin.

Pernahkah di antara Saudara menghitung?. Pasti banyak, toh kita gak sempat menghitungnya, itu ilmu dunia yang hasilnya dirasakan selama di dunia.

Sedangkan Kitab Mukhtarul Adilah bukannya memuat ilmu keduniaan, namun membahas ilmu akhirat, membahas jalan yang akan kita lalui supaya selamat  , tidak hanya di dunia, namun hingga selamat sampai tujuan akhir kita nanti kembali ke Rahmatulloh/alam akhirat.

Apa ini tidak termasuk menjual ayat ?

Kalau kami bicara harga kitab, ya memang untuk pengadaan kitab bagi peserta pengajian, tetap dengan mengeluarkan sejumlah dana. Kami berfungsi sebagaimana layaknya distributor , reseller. Membeli produk pada suatu saat dan menjual kembali pada waktu yang lain.

Jadi ini bukan menjual ayat, namun menjual buku sebagaimana umumnya orang memiliki usaha pertokoan yang menjual peralatan ibadah, sajadah, mukena, kitab-kitab dll.

Ini aspek bisnisnya.

Sedangkan kalau kita bicara tentang ilmunya, pembahasan mulai dari penjelasan, tanya jawab sepuasnya, insyaAlloh sampai prakteknya (kalau diperlukan) semua betul-betul gratis. Karena ilmu agama memang tidak boleh diperjual-belikan. Inilah aspek pengkajian ilmu, sosialisasi dan penyebaran ilmu agama yang berdasar al-Qur’an dan al-Hadits.

Jadi yang gratis adalah ilmunya termasuk pendampingan, konsultasi/bimbingannya, sedangkan kitabnya tetap dijual dengan sejumlah harga tertentu, karena kami juga membeli dari agen , pusat penerbitan dan percetakan.

Kalau Saudara ingin betul-betul gratis ya tidak perlu membeli kitab, semua terpulang kepada para peserta kursus. Namun bagi yang tidak membeli kitab tetap disarankan agar mencatat di buku pribadinya atau print out setiap tayangan kemudian disimpan yang rapih, guna sewaktu-waktu dapat kita mengulang kaji. Sehingga kita betul-betul mendapat kesan yang baik di dalam memori pikiran kita dan sebanyak mungkin memperoleh manfaat dari program ini.

Dengan mencatat dan mengingat di dalam hati, maka insyaAlloh kelak akan betul-betul mendapat manfaat , makin lama makin banyak juga ilmu agama kita, dengan memperbanyak kepahaman dari ilmu agama maka kita makin percaya diri,

Merasa punya sesuatu yang mahal harganya, dan ternyata tidak setiap orang dapat merasakan, kecuali orang yang sudah memiliki banyak ilmu agama.

Karena yang kita kaji adalah ilmu dari Alloh SWT, Tuhan yang menghendaki dan merencanakan jalannya kehidupan di dunia ini, pada akhirnya insyaAlloh kita akan melihat rahasia di balik kehidupan ini, mempunyai prinsip hidup dan keyakinan sebagai modal menghadapi dan menyikapi segala bolak-balik perubahan zaman.

InsyaAlloh kami menjamin kepuasan pemesanan kitab kepada kami.

“Tidak puas , kembalikan  kitab, kembali uang”

Ya, kami tidak ingin mengecewakan dalam hal pemesanan “Kitab Muchtarul Adilah”.

Idealnya orang jual beli itu ya sifatnya adil bagi kedua belah pihak, penjual dan pembeli.

Ciiri spesifik sytem marketing di internet pada umumnya, calon pembeli suatu program, e-book, produk barang atau jasa, tidak bisa melihat , memegang terleboh dulu produk yang dijual, hal ini yang memungkinkan terjadinya kesenjangan antara promosi online yang berpeluang “berlebihan” dengan realitas barang/ produk/program yang sebenarnya. Setelah calon pembeli deal untuk membeli dan barangnya datang, boleh jadi akhirnya pembeli kecewa, karena ternyata barangnya tidak seperti yang dibayangkan sebagaimana promosinya.

Jadinya seperti “beli kucing dalam karung”

Nah, dengan pemesanan Kitab Muchtarul Adilah kita menghindari hal seperti itu.

Kami mengusahakan agar peserta betul-betul puas, jangan ada yang kecewa nantinya.

Prosedur Pemesanan Kitab :

1# . Kirimkan data nama dan alamat pos lengkap melalui SMS 085724253411 atau e-mail:  hari_w67@yahoo.com untuk penentuan biaya kirim + harga kitab.

2#. Setelah kami kirimkan biaya yang mesti ditransfer ( harga kitab+bea kirim) Saudara dapat transfer ke

(A).a/n : Hari Wuryanto

No. Rek.: 136-00-0568763-4

Bank: PT.Bank Mandiri KCP Muntilan

(B). a/n : Hari Wuryanto

No.Rek.: 1040326720

Bank : BCA KCP Muntilan

3#. Sesudah dana ditransfer segeralah konfirmasi melalui SMS atau e-mail.

4#. Pesanan segera dikirimkan melalui TIKI, sesampai kitab ditangan Saudara2, segera laporkan.

NB : Kami tidak melayani pemesanan kitab dengan jenis sampul tertentu, gambar di atas sebagai contoh saja. Jadi kitab yang dikirimkan sesuai dengan stok yang ada, toh yang penting isinya sama saja.

mohon maklum

Garansi Uang Kembali

Kami berikan waktu sampai 3 (tiga) hari, kalau tidak puas ,maka kembalikan kitab, kita kembalikan uang.

Tentu dengan syarat kitab tetap dalam kondisi utuh, tidak dikurangi lembarannya, tidak ditulisi, tidak rusak dan satu lagi uang kembalian kepada Saudara hanya senilai harga kitab (bea ongkos kirim dari Saudara tidak dikembalikan.)

Tentu kami minta nomor rekening bank, dan atas nama siapa, guna pengembalian uang Saudara.

Semoga maklum adanya .

Kontak person ; email : hari_w67@yahoo.com

SMS : 085724253411

www.binanurani.com

DAFTAR PEMESAN KITAB MUKHTARUL ADILAH

No.

Nama

Alamat

Tgl Pesan

Tgl Terima

1 Bp.Sutardi Blog BL no.20-21 Perum Puri Nirwana 3 Karadenan, Cibinong , Bogor 16913

Hp.085719753309

28-1-‘10 31-1-‘10
2 Sdr.Agus Prawoto Jl.Raya Pemogan Gg.Wisata no.13 Denpasar , BaliHp.081805543316 20-2-’10 23-2-’10
3 Bp.H.M.Anshari Ibrahim Jl.Sumbersari Rt.57 no.45 B Kelurah Sepinggan, Balikpapan. 76117

0811532905

11-6-’10 16-6-’10

5 Responses

  1. Empat Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam | binanurani.com - January 26, 2010

    [...] Kitab Mukhtarul Adilah [...]

  2. Syarat Terjadi Kiyamat : ” Fenomena Kemunculan Rosul Palsu “ | binanurani.com - February 9, 2010

    [...] Kitab Mukhtarul Adilah [...]

  3. Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-2 ; Hatinya Cocok Dengan Rosululloh SAW ) | binanurani.com - February 20, 2010

    [...] Kitab Mukhtarul Adilah [...]

  4. Mengintip “Al-Masalatu fil qobri “ Pertanyaan Dalam Kubur. | binanurani.com - April 11, 2010

    [...] Kitab Mukhtarul Adilah [...]

  5. Kapan Kiyamat ? | binanurani.com - July 16, 2010

    [...] Kitab Mukhtarul Adilah [...]

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.