Kursus Gratis Makna Quran Hadits
|
Fakta : Mempelajari ilmu dasar Agama Islam sebenarnya mudah, asal ditunjukkan sehingga tahu cara dan rahasia jalannya.
Pernahkah Saudara berpikir suatu saat menemukan cara mudah mempelajari ilmu dasar Agama Islam, sehingga memperoleh kepuasan dan keyakinan menghadapi segala kemungkinan di balik kehidupan dunia yang fana ini? Ya, memang Saudara, suatu fenomena di masyarakat pada dasarnya mereka kesulitan menemukan kembali kemurnian Ilmu Agama Islam, sebagai bekal pengamalan secara real menjadi pegangan hidup, way of life, jalan keselamatan dunia dan akhirat.
Hal itu memang dimaklumi mengingat adanya beberapa faktor yang dapat menjadi kendala antara lain : - Faktor Tempat Kemana akan mencari tempat ataupun lembaga yang benar-benar mengajarkan ilmu agama Islam kepada masyarakat tentang peribadatan dengan menunjukkan dalil dan data otentik berdasarkan kepada Kitab Suci Al-Quran dan Sunah Rosululloh SAW secara kongkrit.
- Faktor Materi dan Pengajar / Ustadznya Masalah materi sebenarnya sudah jelas karena pedoman Agama Islam adalah al-Quran dan al-Hadis , sebagaimana Nabi Muhammad SAW sudah berpesan “Taroktu fii kum amroini lan tadhil-lu ma tamasktum bi hima kitaabillahi wa sun-nati nabiyihi,” = Telah aku tinggalkan dua perkara di kalangan kamu semua, (yang mana) kamu semua tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya, (yaitu) Kitabillah (Al-Quran) dan Sunah / tuntunan Nabinya Alloh (al-Hadis). Hadis Riwayat Malik fii Muato’.Haditsnya begitu jelas, namun kenyataanya praktek di lapangan permasalahan materi ini belum memasyarakat sebagaimana yang diharapkan.Demikian juga siapa pengajar (ustadz) yang memiliki kemampuan memadai tentang penguasaan ilmu dasar Agama Islam, namun tetap dengan ridho sanggup berjuang Lillahi Ta’ala (karena Alloh) memberikan ilmunya, membimbing serta mendampingi dengan sobar, tekun.Melayani dan mendatangi masyarakat yang meminta kursus private meskipun hanya mengajar satu atau dua orang? ikhlas, Gratis !!
- Faktor Metode Pembelajaran / Pengajian. Metode pengajian pada umumnya selama ini belum efektif mengena pada sasaran, dengan hanya mendengarkan ulama / ustadz ceramah di podium pada tabligh akbar , media elektronik (radio, televisi, internet) , ataupun tulisan di media cetak yang berpola komunikasi searah , rasanya belum memperoleh hasil yang optimal. Terkadang materi yang dibawakan justru tidak menyentuh permasalahan pembinaan umat dengan tuntunan perilaku kehidupan sehari-hari.Sementara mempelajari agama dengan membeli dan membaca buku-buku agama karangan para penulis, terkadang juga menimbulkan berbagai keraguan. Semakin banyak membaca buku-buku karangan belum tentu semakin mantap dalam keyakinan terhadap suatu amalan atau topic tertentu.Hal ini dimaklumi karena untuk satu topic tertentu saja, cukup banyak para penulis dari berbagai sudut pandangnya tentang Islam yang dipublikasikan dengan banyaknya penerbitan buku karangan para penulis tersebut.Alhasil sulit untuk menyimpulkan, lalu munculah keraguan bagi para pencari “hidayah” ilmu agama, bahkan dapat “membingungkan”.Mudahkah kita menghubungi penulis melalui penerbit untuk sekedar konfirmasi, terlebih untuk berbincang-bincang sepuasnya ?Saatnya kita perlu cara lain untuk mendalami dasar ilmu Agama Islam, dengan cara yang praktis namun efektif menemukan ketepatan dalam keyakinan, yang tidak sekedar sebagai pengetahuan layaknya membaca koran dan majalah.- Faktor Lamanya Waktu Belajar.Banyak di antara kita memiliki kegiatan yang sudah menjadi rutinitas, menyita banyak waktu dan perhatian, seperti bekerja, mengurus anak, kuliah, mengurus partai, mengawasi perusahaan, padatnya jadwal mengajar les private, kepadatan sidang bagi anggota dewan, kesibukan shooting bagi para selebritis, kesibukan membuat Surat Lamaran kerja bagi para pemburu kerja, serta berbagai kesibukan dalam keluarga, sehingga urusan mengaji / mendalami agama berpeluang menjadi semakin terabaikan.Keinginan untuk mendalami agama secara intensif sebagaimana Saudara-saudara kita yang belajar di pondok pesantren, yang mengabiskan waktu bertahun-tahun, ternyata banyak pertimbangan.Itu idealis tetapi belum tentu realistis.Namun dengan metode pembelajaran (mengaji) dengan memaknai Quran Hadits dengan bimbingan langsung dari mubaligh ini, pengalaman saya, Hari Wuryanto mengikuti pengajian tersebut sehingga menemukan “kunci rahasia” Agama Islam sebagaimana bentuk ASLI-nya yang dipraktekkan oleh Rosululloh SAW beserta para sohabatnya hanya memerlukan waktu 3 bulan !!.Pengajian private yang saya ikuti pun tidak setiap hari, karena saya harus mengatur waktu dengan jadwal kuliah di sebuah universitas di Yogyakarta pada akhir tahun 1990. Lulus kuliah Juli 1993 saya memperdalam pengkajian Makna Quran Hadits meliputi bacaan, makna keterangan/tafsirnya di Pondok Pesantren. Satu tahun kemudian saya sudah lulus dari pondok pesantren dan mengantongi ijazah mubaligh pada Agustus 1994.Berapa lama waktu yang Saudara perlukan sehingga menemukan keyakinan memiliki kunci rahasia tersebut?Saudara sendiri yang dapat mengatur target waktunya.Kabar Gembira !!! saatnya saya berbagi dengan SaudaraKini telah hadir satu paket Mukhtarul Adilah, (Himpunan Dalil-dalil Pilihan)Master piece yang akan menjawab berbagai permasalahan di atas. Mukhtarul Adilah bukan kitab / buku karangan para pakar, intelektual, tetapi lembaran /muskhaf berisi dokumen warisan dari para perawi / penghimpun hadits yang pertama dan masih ASLI dalam bentuk script BAHASA ARAB.
Saudara sendiri yang akan memaknai bersama saya Hari Wuryanto sebagai pemandu / pendamping.
Mukhtarul Adilah adalah Himpunan Dalil Pilihan yang dikutip langsung dari sumber ilmu agama yaitu Al-Quran dan Sunah (Al-Hadits) Sohih. Terdiri dari 16 (enam belas) Kitab memuat Tema-tema pilihan yang berhubungan dengan peribadatan sehari-hari antara lain :
(1) Kitabu Sholah : Dasar-dasar perintah sholat, awalnya adzan, waktu sholat, bacaan dan praktek gerakan sholat menurut tuntunan Rosululloh SAW,
(2) Kitabu Sifatil Jannati wa Nar : Penjelasan dari Al-Quran dan Hadits tentang alam gaib /keadaan surga dan neraka, juga bagaimana ciri-ciri calon penghuni surga dan neraka?.
(3) Kitabul Adab: Memuat tuntunan / budi pekerti Rosulullohi SAW yang patut kita teladani.
(4) Kitabul Janaiz : Bab tentang masalah /persoalan yang akan dihadapi jenazah di alam kubur, perawatan jenazah, solat jenazah dll.
(5) Kitabu Solatunawafil : Tuntunan berbagai macam solat-solat sunah.
(6) Kitabul Ahkam : Hukum-hukum dasar / umum .
(7) Kitabushoum : Perintah, Dasar dan tuntunan ibadah puasa. (8) Kitabul Haji : Dasar dan perintah melaksanakan ibadah haji, lengkap dengan dalil dari al-Quran maupun Hadits. (9) Kitabul Manasik al-Haji : Dalil rangkaian serta tuntunan, syarat dan rukun haji lengkap.
(10) Kitabul Adilah : Tentang sabda Rosululloh SAW bahwa umat Islam akan pecah menjadi 73 golongan, 72 golongan di antaranya masuk neraka, 1 golongan yang berhasil ke surga, simak kiat dan jurus berkelit dari perpecahan umat……dan lain-lain.
Ikuti pembahasannya dalam KURSUS GRATIS MAKNA QURAN HADITS !! Isi dari Mukhtarul Adilah dikutip langsung dari Kita Suci Al-Quran dan berbagai hadis sohih antara lain ; Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasai, Sunan Ibnu Madjah, Keenam imamul hadits tersebut dikenal dengan KUTUBUSSITAH. Juga hadits lain seperti Sunan Ahmad bin Hambal, Al-Baihaqi , Malik, Tobroni, Ibnu Habban, Abu Ya’la, Hakim, Ibnu Abi Dun-ya, Sunan Darimi, Ibnu Katsir, Ad-Dailami, Ibnu ‘Asakir dll.
Himpunan Mukhtarul Adilah yang terdiri dari 16 (enam belas) Kitab tersebut disusun menjadi 3 (tiga) jilid yang praktis dan mudah dipelajari. Sebagai pegangan umat Islam dalam berilmu, bersikap dan beramal.
Bayangan bahwa mempelajari agama adalah sulit, kini menjadi demikian mudah, menyenangkan bahkan mengasyikkan. Bagaimana memulai belajar mengaji dari dasar ? Bergabunglah di siniDengan mengikuti Kursus Makna Quran Hadits di binanurani.com, urusan tempat / lokasi tidak ada masalah karena Saudara cukup berada di depan computer online. Materi pengajian online ini juga jelas dan baku dan tidak asing lagi, dengan memberdayakan Al-Quran yang ada di rumah masing-masing, atau membeli sendiri di toko kitab bagi yang belum memilikinya , serta Himpunan Hadits Mukhtarul Adilah yang dapat diperoleh dengan mudah.
Keduanya sudah diakui oleh ulama Islam sedunia sebagai pedoman Agama Islam. Metode pembelajaran yang unik dan tetap original yaitu penyampain pesan inti pengertian Quran Hadits serta pendampingan, komunikasi interaktif dua arah, untuk menjaga kemurnian pengertian ilmu (teorinya) serta kemurnian amalan (prakteknya) sehingga terhindar dari perselisihan paham (khilafiah).
Waktu pengajian dapat Saudara atur sendiri sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Inilah saatnya ! Pemunculan metode pembelajaran (pengajian) untuk menunjukkan kemurnian Ilmu Agama Islam di internet pertama di Indonesia ! Ikuti dalam pembahasannya di kursus private gratis makna Quran Hadis, Saudara dapat berinteraktif dengan nara sumber, system pengajiannya dengan makna kata demi kata sebagai pembekalan ilmu demi mencapai keseimbangan hidup dunia dan akhirat.
Ya Benar ! , apapun latar belakang pendidikan, dari tingkat manapun pengetahuan Saudara, bahkan yang masih awam sekalipun tetap dapat mengikuti pengajian ini.
Pembahasannya dirancang semudah mungkin benar-benar dari nol / dasar. Kita ingat nasihat tentang keseimbangan dunia dan akhirat sebagaimana Rosululloh SAW bersabda : “a’dhomun-nasi hamman al mukminulladhii yahummu bi amri dun-yahu wa amri akhirotihi” artinya Paling besar (di antara) cita –cita manusia adalah orang iman yang bercita (kesuksesan) urusan dunia dan urusan akhiratnya. Hadis Riwayat Ibnu Madjah , Kitabul Ahkam hal.21 dalam Mukhtarul Adilah.
Ilustrasinya, dalam suatu perjalanan panjang, urusan keduniaan yang menyangkut harta kekayaan adalah laksana mobil, bekal / uang saku , sedangkan mempelajari ilmu agama adalah cara mencari jalannya. Bergabunglah !! yakinlah insyaAlloh Saudara bisa.“Fa inna ma’al ‘usri yusron, inna ma’al ‘usri yusron” = Maka sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan, Sesunggunya di balik kesulitan ada kemudahan ” QS Al-Insyiroh(94); 5-6. Ketika kita berdo’a “ihdinas-sirotol mustaqim—sirotol-ladzii na an’amta ‘alaihim, ghoiril maghdzhubi ‘alaihim wa ladhool-lin” = (Ya Alloh) tunjukkanlah kami (ke) jalan yang lurus (benar )–Yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalannya oarang-orang yang Engkau murka atas mereka dan bukan jalan orang yang tersesat (.QS Al-Fatihah (1):6-7 maka perhatikanlah Alloh SWT sudah menjawab dalam Kitab Suci Al-Quran pada Surah Al-An’am (5):153 “Wa anna hadha sirotii mustaqiima fa tabi’uhu wa laa tatabi’us-subula fa tafar-roqo bikum ‘an sabilihi, dhalikum washokum bihi la’alakum tataquun”= Dan sesunggunya ini (Quran) adalah jalanKU yang lurus / benar, maka ikutilah (Quran itu) dan jangan kamu ukuti beberapa jalan (selain Quran) maka kamu menjadi berpeceh-belah jauh dari jalan Alloh, demikian itu Alloh wasiat kepadamu agar kamu jadi orang yang bertaqwa. Semoga bermanfaat.
|













Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.