Ingin Ditinggikan Derajatnya di Sisi Alloh SWT ?

Ya ay-yu hal-ladziina amanu idza qila lakum tafas-sakhu fil majaalis fafsakhu, yafsakhilahu lakum,a) wa idza qilan suzu fan-suzu, b) Yarfa’illahul-ladziina amanu min-kum wal-ladziina utul ‘ilma darojat, wal-lohu bima ta’maluna khobiirun c)Al-Quran Surat Al-Mujadalah (58):11.

Artinya ” Hai orang-orang yang beriman ketika ditakakan kepadamu berikanlah kelapangan dalam majelis, maka memberikanlah kelapangan, (dengan begitu) maka Alloh akan memberikan kelapangan kepadamu (a), dan ketika dikatakan bersuarailah kamu maka bersurailah (b), (Alloh SWT) mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu dari kamu semua, dan Alloh dengan apa yang kamu amalkan Maha Waspada (c)

Keterangan :

(a) Orang-orang yang beriman diseru oleh Alloh SWT agar ketika berada dalam suatu majelis (sedang duduk-duduk bersama , misal majelis taklim /duduk bersama belajar mengaji) dan diperintahkan agar memberikan kelapangan, maka berikanlah keluasan. Tujuan agar peserta yang hadir belakangan tetap dapat ikut duduk nyaman dan bergabung dalam kegiatan tersebut.

(b). Ketika acara sudah selesai dan seluruh peserta dipersilahkan untuk “bubar jalan” maka segeralah bergegas pulang. Contoh ketika saudara iman mengundang kita untuk menghadiri “walimatul ‘urs” atau pesta pernikahan, apabila acara sudah selesai hendaknya segera mohon diri untuk pulang. Tidak bijaksana apabila kita masih asyik mengobrol dengan mempelai, sementara teman-teman yang lain sudah pergi meninggalkan acara, hal ini dapat menimbulkan hal yang tidak mengenakkan pihak mempelai yang sudah penat mengikuti prosesi resepsi pernikahan. Dengan kita segera bersurai (bubar jalan) dari rumah pengantin, berarti memberikan kesempatan kepada mereka untuk segera berisirahat.

(c) Kata “yarfa’I” dengan kata dasar “rofa’a” = mengangkat / meninggikan. Tambahan huruf “ya” berarti fiil mudhori’ , maksudnya kata kerja yang sedang atau akan berlangsung. Pada ayat tersebut Alloh SWT berjanji akan mengangkat / meninggikan derajat bagi orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu.

Derajat adalah suatu posisi kehormatan atau predikat yang merupakan hasil atas suatu prestasi. Dalam suatu komunitas masyarakat tertentu, seseorang dinilai memiliki “derajat” biasanya karena dia memiliki suatu hal yang menonjol, disbanding orang pada umumnya. Contoh memiliki pangkat atau jabatan, titel akademik, memiliki kemampuan lebih seperti seorang mahasiswa teladan, mempunyai banyak harta dll.

Dalam pandangan manusia, seseorang diposisikan memiliki kelebihan biasanya dilihat dari profil yang secara fisik/ lahiriyah terlihat oleh orang lain. Orang kaya raya akan dipandang dan lebih disegani dibanding orang yang belum kaya, seorang sarjana Strata 1 (S-1) yang sudah sukses meraih karier mapan boleh jadi lebih dihormati dibanding dengan mahasiswa lulusan strata 2 (S-2) namun belum bekerja, dsb.

Seorang wanita yang memiliki nasib mujur berwajah cantik dangan postur tubuh / fisik yang menawan berhasil menjadi artis atau ratu kecantikan, juga dipandang lebih tinggi “derajatnya” di hadapan manusia, seolah menjadi “bintang /primadona”.

Cara pandang manusia yang demikian tentu berbeda dengan cara pandang Sang Pencipta seluruh alam raya ini.

Ternyata Alloh SWT memiliki cara lain dalam memandang dan menilai serta mendudukkan hamba di sisinya.

Alloh SWT dengan sifat Maha Adilnya mengangkat derajat seorang hamba tergantung kepada keimanannya serta ilmu yang dimiliki sebagaimana pengertian ayat di atas.

Derajat manusia yang dinilai oleh manusia lain hanya berlaku di dunia sehingga orang tersebut meninggal dunia, sedang derajat manusia menurut padangan Alloh adalah derajat pada kehidupan di alam dunia juga di alam abadi, di akhirat nanti.

Jadi kalau Saudara ingin mendapatkan derajat yang tinggi menurut penilaian Alloh SWT maka syaratnya adalah menjadi insan beriman dan memiliki banyak ilmu. Ilmu yang dimaksud dalam konteks ayat tersebut yaitu ilmu yang “wajib” dicari, antara lain Ilmu Al-Quran, Al-Hadits dan ilmu Faroidh (bagi warisan). Hadits Riwayat Abu Dawud KItabul Faroidh , Kitabul Adilah hal.9.

March 31, 2009  Tags:   Posted in: Tafsir Al-Quran

2 Responses

  1. HR.Ibnu Madjah Juz 1 hal.16: ”Wasiat Nabi Muhammad SAW Sebelum Wafat” | binanurani.com - August 30, 2009

    [...] Ingin Ditinggikan Derajatnya di Sisi Alloh SWT ? [...]

  2. HR Tobroni : “Berkumpul Bersama Keluarga di Akhirat, Bisa ? InsyaAlloh “ | binanurani.com - February 20, 2010

    [...] # Ingin ditinggikan derajatnya di sisi Alloh ? [...]

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.