Bahtera Nabi Nuh Alaihi Salam (part-1)

Nama lengkap Nabi Nuh adalah Nuh bin Lamak bin Mat Wahyalah bin Khanuk (Idris) bin Yarad bin Mahyalil bin Qonin bin An-Wasy bin Syits bin Adam AS. Jarak antara Nuh dan Adam adalah sepuluh abad. Alloh berfirman ” Dan mereka berkata: jangan sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Tuhan -tuhan kalian dan jangan pula sekali-kali meninggalkan (penyembahan) wadda, dan jangan pula suwa, yoguts, ya’uq dan nasr….” Mereka (nama-nama tersebut ) yang di jadikan nama berhala adalah kaum yang hidup diantara Adam dan Nuh ,mereka orang-orang yang shaleh dan mempunyai pengikut.

Setelah mereka meninggal, pengikutnya berkata, “Seandainya kita menggambar mereka niscaya kita akan rindu beribadah jika kita ingat mereka” Turun temurun mereka menggambar wajah orang-orang sholih itu, lalu iblis datang pada generasi berikutnya dan membisiki :” Orang-orang terdahulu menyembah gambar-gambar itu dan melalui gambar-gambar itu mereka meminta hujan” dan mulailah kaum itu membuat beraneka ragam bentuk sesembahan ada yang dibuat lukisan dan patung-patung yang menyerupai orang-orang solih itu.

Lalu Alloh mengutus Nuh yang merupakan keturunan kesembilan dari Adam. Nuh merupakan rasul/utusan pertama yang diutus Alloh ke muka bumi, maka Nuh pun segera menyeru kaumnya supaya mengesakan Alloh dan beribadah tidak menyekutukan, tetapi kaumnya mendustakan bahkan mereka menangkap dan menyiksa Nabi Nuh, kaumnya mengolok-olok nabi Nuh dan pengikutnya karena pengikut Nabi Nuh kebanyakan dari golongan orang-orang lemah dan miskin. Mereka tiada henti-henti mengolok-olok Nabi Nuh, firman Alloh: ” Berkata pemuda-pemuda dari kaum Nabi Nuh sesungguhnya kami memandangmu berada dalam kesesatan yang nyata Nuh menjawab:” Hai kaum-ku tidak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam” <Al-A’rof (7):60-61> .

Mereka heran seorang manusia biasa bisa menjadi Rasul Tuhan, zaman terus berlalu perseteruan antara Nuh AS dan kamunya tetap terus berlangsung. “Dan sesungguhnya Kami mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun, maka mereka ditimpa banjir besar… QS An-Kabut (29):14. Ketika Nuh sudah merasa putus asa karena dari keturunan mereka tidak ada yang beriman, bahkan semakin parah dari kewajaran dengan penentangan dan mendustakan dalam bentuk ucapan sehinggalah perbuatan.

Akhirnya Nabi Nuh mendoakan keburukan bagi kaumnya dan Alloh mengabulkannya. Kemudian Alloh memerintah kepada Nuh agar menanam sebatang pohon untuk dibuat sebuah kapal. Maka iapun menanamnya dan menunggu selama seratus tahun. Kayu tersebut kemudian dijadikan bahan utama pembuatan kapal dengan dikerjanan oleh Nuh sendiri dengan langsung mendapat bimbingan dan pengarahan dari Alloh SWT. Tidak sedikit hambatan dan cobaan dari kaumnya dalam pembuatan kapal tersebut, bahkan kaumnya mengolok-olok Nabi Nuh adalah orang gila , karena pembuatan kapal dikerjakan pada musim kemarau bahkan letaknya di atas bukit.

Kebencian kaum tersebut terhadap Nabi Nuh sangatlah keterlaluan, mereka sampai berani buang kotoran di dalam kapal Nabu Nuh yang belum selesai dibuat, namun akibat perbuatan itu akhirnya banyak di antara mereka yang kemudian sakit. Merekapun merengek-rengek kepada Nabi Nuh untuk mengobati, Nabi Nuh menyuruh mereka untuk membersihkan kotoran mereka sendiri dari dalam kapal. Dengan cara seperti itu, merekapun sembuh dari sakit…Bersambung ke part-2

January 2, 2009   Posted in: Kisah-kisah Teladan

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.