Bagaimana Rosulullohi SAW Pertama Kali Menerima Wahyu? Semak Kisahnya !

Gua Hiro , tempat Rosulullohi SAW pertama kali menerima wahyu

Saya kutipkan kisah ini dari terjemahan Sohih Bukhori. Kitab ini saya beli 5 Maret 1991 di toko buku Gramedia Yogyakarta.

Saat dibeli masih asli tulisan Arab belum ada terjemahan sebagaimana kitab impor cetakan dari Beirut, Lebanon.

Kemudian “belajar mengaji” dengan diajari dan dibimbing langsung metode “ bedah kitab “ oleh mubaligh waktu itu. Caranya dengan dibacakan didikte makna kata per kata , kemudian saya menuliskan pada kitab milik sendiri. Tentu saja mubalighnya juga memiliki kitab seruba yang sudah dia kaji sebelumnya. Hanya bedanya hadits miliknya sudah dia tulisi makna per kata lengkap dengan keterangannya, sedang punyaku masih baru , gress.

Hadits ini pertama kali saya kaji 25 Februari 1991 dan dikaji ulang pada 10 April 1996.

Kisah tentang turunnya wahyu pertama ini ditulis oleh Imam Bukhori dalam jilid satu juz satu dan halaman pertama. Imam Bukhori sendiri punya nama panjang juga julukan “ Syaikh al-imam al hafidh  Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh al Bukhoriyu “ . Penjelasan mengenai kitabnya lihat di sini.

Judul babnya adalah “ Kaifa bada-ul wahyi ila Rosulillahi SAW wa qoulillahi jal-la dzikruhu < inna auhaina ilaika kama auhaina ila Nuh wan-nabiyin min ba’dihi>

Makna bab itu “ Bagaimana permulaan wahyu kepada Rosulillahi SAW dan firman Alloh Yang Agung sebutannya, < Sesungguhnya Kami (Alloh ) memberi wahyu kepadamu sebagaimana kami berikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya>.

Baik ! inilah kutipannya :

Cerita padaku ( aku Imam Bukhori) , (siapa yang cerita) Abdulloh bin Yusuf berkata, mengabarkan padaku Malik dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Aisyah umil mu’minin rodhiallohu anha sesungguhnya Harits bin Hisyam Rodhiallohu anhu bertanya kepada Rosulallohi SAW. Berkata dia “ Ya Rosulalloh bagaimana wahyu datang kepada Engkau ? “ bersabda Rosululloh “ terkadang wahyu datang kepadaku semisal suara lonceng dan wahyu itu bagi ku paling berat, ketika wahyu itu putus , saya sudah paham apa yang Jibril sampaikan kepadaku. Dan terkadang malaikat datang kepadaku menyerupai seorang lelaki yang mengajak bicara denganku sehingga aku paham apa yang dikatakannya.

Aisyah rodhiallohu anha berkata “ sungguh aku lihat wahyu turun kepada Nabi pada suatu hari yang sangat dingin , ketika wahyu putus maka pelipis Nabi niscaya mengalirkan keringat”.

March 20, 2010   Posted in: Home  One Comment

Hari Wuryanto Menjawab ( Ttg. Sholat Berjamaah, Sholat Sunah dan Ziarah Kubur)

Melalu inbox Yahoo mail Saudara Abu ‘abdillah mengirimi Anda pesan.

Inilah tulisannya :

( Pertanyaan ini juga dimuat di “Forum Diskudi ” dari group

Forum Interaktif Belajar Ilmu Agama Islam Berlandaskan Al-Quran dan Sunah

Ok pak ini beberapa pertanyaan saya…..:

1.    Saya bingung tentang kewajiban sholat berjama’ah, yang dibingungkan antara lain:

a.    Saya pernah mendengar penjelasan bahwa seseorang wajib sholat bejama’ah di masjid jika seandainya ia mendengar adzan langsung dari mulut. Nah, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana dengan kedaan sekarang? Sekarang hampir semua masjid difasilitasi speaker untuk mengeraskan suara adzan. Apakah kewajiban sholat berjama’ah di masjid masih ada dengan keadaan seperti itu?
b.    Saya pernah mendengar penjelasan pula bahwa kewajiban sholat berjama’ah itu hanya untuk laki-laki. Untuk perempuan tergantung situasi kondisinya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah walaupun perempuan tersebut telah mendengar adzan lewat mulut langsung (apakah) ia tetap tidak wajib sholat berjama’ah di Read the rest of this post »

March 12, 2010   Posted in: Hari Wuryanto Menjawab Pertanyaan  No Comments

Shohih Bukhori (194-256 H / 810-870 M)

Siapa yang tidak kenal dengan Kitab Sohih Bukhori ?

Di kalangan para ahli hadits Imam Bukhori penghimpunnya dikenal sebagai “ Thobibul hadits” doctor nya hadits.

Ini bukan buku karangan, tetapi hadits=cerita seputar kehidupan Rosulullohi SAW beserta sohabatnya dalam memberikan contoh suri tauladan dalam kehidupan beribadah. Jenis isinya bukan opini tetapi fakta sejarah yang mempunyai tarikh dengan indikasi kapan , dimana dan bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Beliau adalah Amirul Mu’minin fil Hadits yaitu pemimpin orang mu’min dalam hadits , gelar ahli hadits yang tertinggi. Adapan nama aslinya adalah Abu Abdilah Muhamad bin Ismail bin Ibrohim bin al-Mughiroh bin Bardizbah.

Kakeknya, Bardizbah adalah pemeluk Majusi, agama kaumnya. Kemudian putranya al-Mughiroh memeluk Islam di bawah bimbingan al-Yaman alJa’fi, gubernur Bukhoro. Pada masa itu Walid dinisbahkan kepadanya. Karena itulah ia dikatakan “alMughiroh alJa’fi”.

Imam Bukhori dilahirkan di Bukhoro sehabis sholat Jumat 13 Syawal 194 H. ayahnya meninggal dunia semasa dia masih kecil dan meninggalkan banyak harta yang memungkinkan dia hidup dalam perkembangan dan pertumbuhan yang baik. Karena itu ia dididik dan dirawat ibunya dengan tekun dan penuh perhatian. Sejak kecil ia selalu mendapat lindungan dan bimbingan Ilahi.

Diceritakan pada waktu kecil ia pernah terserang penyakit mata. Ibunya sangat sedih karenanya dan ia senantiaa berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan sakit Read the rest of this post »

March 6, 2010  Tags:   Posted in: Home, Seri Penghimpun Kutubus-Sitah  No Comments

Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-2 ; Hatinya Cocok Dengan Rosululloh SAW )

“ ….Qola akhodha biyadiy Rosulullohi SAW fa qola <Ya Aba Umamah in-na minal mu’minina man yalinu lahu qolbi> HR Ahmad fii Tafsir Ibni Katsir Juz 1 -420 min Surati Ali Imron. Dapat dilihat Kitab Mukhtarul Adilah – Kitabul adab hal.3-4

Berkata Abu Umamah Rosulullohi SAW memegang tanganku dan bersabda “ Hai Abu Umamah sesungguhnya sebagian tanda orang iman adalah orang yang lemas hatiku bagi dirinya”"

Hadist ini menerangkan bahwa seorang mu’min hatinya cocok dengan hati Rosulillahi SAW.

Apa yang Rosul sabdakan, lakukan maka dalam hati seorang mu’min akan tumbuh rasa percaya, cinta dan memiliki. Dadanya selalu merasa kering dan haus akan nasihat dan petuah Rosul dengan selalu ingin belajar mengerti kelakuan dan sabda Rosul dalam kitab-kitab sunah. Mengaji Read the rest of this post »

February 20, 2010  Tags:   Posted in: Home  No Comments

HR Tobroni : “Berkumpul Bersama Keluarga di Akhirat, Bisa ? InsyaAlloh “

An Said bin Jubair ‘an Ibni Abas adhun-nuhu ‘ani Nabiya SAW ” idha dakhola rojulu al jan-nah sa-ala ‘an abawaihi wa zaujatihi wa waladihi, fa yuqolu in-nahum lam yab’lughu darojataka wa ‘amalaka. fa yaqulu ya rob-bi qod ‘amiltu li wa lahum, fa yu’maru bi ilhaqihim bihi. Wa qoro-a Ibnu Abas < wal-ladhina amanu wattaba’athum dhur-riyatuhum bi imanin —ila akhiri ayah . Rowahu Tobroni 12248

Dari Said bin Jubair dari Ibnu Abas aku sangka dia dari Nabi SAW “ ketika seorang masuk ke surga dia bertanya tentang dua orang tuanya dan istrinya dan anaknya, maka dikatakan sesungguhnya mereka tidak sampai kepada derajatmu dan amalanmu . Orang laki-laki itupun berkata sesungguhnya saya beramal untuk ku dan untuk mereka, maka diperintahkan untuk mempertemukan keluarganya dengan laki-laki tersebut. Dan Ibnu Abas membaca < Dan orang –orang iman yang diikuti anak turunnya dengan keimanan ……hingga akhir ayat.

Hadits dari sohabat Ibni Abas ini merupakan tafsir dari surah at-Thur (52);21 “ dan orang-orang iman yang diikuti anakturunnya dengan iman maka Aku Read the rest of this post »

February 20, 2010  Tags:   Posted in: Home  No Comments

4 Pilar Penjaga Kemurnian Agama Islam ( Bag-3: Murni Cara Mengkaji )

Pendengaran langsung dapat memberikan kesan hasil yang efektif, pesan yang disampaikan dapat diterima lebih "hidup" oleh pendengar. Komunikasi dua arah terjalin dengan baik.

Untuk tema yang sama posting lalu adalah :

-          Murni dalam niyat

-          Murni dalam pedoman

Untuk posting kali ini , adalah Murni / Mukhlish dalam “cara mengkaji”.

Mengapa musti dengan cara murni ?

Kalau ditelusuri pengertian dalam Kitab Suci Al-Quran maupun Kitab-kitab hadits  seperti Sohih Bukhori, sohih Muslim, Abu Dawud dll, bab demi bab, sampai dengan sub bab , maka akan terilhat bahwa diskripsi ilmu agama disusun dengan rapih dan systematis. Hal demikian memudahkan kita mengkaji ulang dan mencari dengan cepat bab apa yang dimaksud. Juga penelusuran suatu bab tertentu seperti melihat “peta lokasi” saat seseorang akan melakukan suatu perjalanan.

Dengan pengamatan yang seksama  maka semua ilmu yang terkandung dalam Al-Quran dan al-Hadits kesemuanya mempunyai fungsi kedudukan serta peranan terhadap pemahaman yang utuh, global dan universal.

Beberapa ayat/hadits seakan berfungsi sebagaimana pondasi, beberapa ayat/hadits lain berpungsi sebagaimana pilar / colom , jadi atap, genting bahkan ada yang Read the rest of this post »

February 14, 2010  Tags:   Posted in: Home  2 Comments

Syarat Terjadi Kiyamat : ” Fenomena Kemunculan Rosul Palsu “

Mengomentari sebuah status tentang ” fenomena rosul palsu” di forum  http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=286470716022

maka saya terbitkan artikel yang sejenis.

Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ Tidak akan terjadi kiyamat sehingga (1)saling berperang dua golongan yang besar dan menelan banyak  korban di antar keduanya, ajakan keduanya sama (akidah), dan (2) sehingga diutus dajjal pendusta mendekati jumlah 30 semua diantara mereka mengaku dirinya adalah rosulullohi, dan (3) sehingga digenggam /dihilangkan ilmu dan (4)banyak kegoncangan, dan (5)semakin dekat zaman /perputaran waktu terasa makin singkat, dan (6) banyak huru-hara yaitu pembunuhan, dan sehingga (7) banyak harta di kalangan kamu hingga meluap dan menyusahkan pemiliknya siapa yang akan menerima sodakoh ? , ketika seorang menawarkan sodakoh hartanya maka orang yang didatangi berkata “ aku tidak memerlukan harta”, dan (8)sehingga manusia saling berlomba-lomba dalam bangunan, dan (9)sehingga seorang laki-laki melewati kuburan orang lain maka dia berkata “ seandainya tempatku nanti di situ”/bumi sudah menjadi tanah pekuburan raksasa, (10)dan sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, ketika manusia melihat matahari demikian maka semua manusia bertaubat dan ketika itulah keimanan tidak lagi bermanfaat yang sebelumnya tidak pernah ada, atau berbuat kebaikan dengan imannya,  dan (A)niscaya kiyamat terjadi sungguh sedangkan dua orang yang sedang membentangkan dagangan kainnya belum sempat bertransaksi dan belum melipat kainnya, dan (B)niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang berangkat untuk memerah susu unta maka belum merasakan hasil perahannya, dan (C) niscaya kiyamat terjadi sungguh ketika seorang membuat pematang di telaga belum sempat mengaliri sawahnya, (D) dan niscaya sungguh terjadi kiyamat ketika seorang mengangkat sesuap makanan ke mulutnya  belum sempat merasakan makanannya “

Shohih Bukhori juz 8 hal .101

Kiyamat, perkara besar yang merupakan prosesi pembongkaran “ panggung dunia”. Read the rest of this post »

February 9, 2010  Tags:   Posted in: Tafsir Al-Hadits, Tanda Akan Terjadi Kiamat  No Comments

Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-1 ; Lapang Dada Menerima Islam )

" Maka suatu saat sungguh datang kepadamu "hidayahku" /petunjukku, maka barang siapa yang mengikuti petunjukku dia tidak akan tersesat dan celaka" QS Toha(20);123

Surga ( al-janah) dan Neraka ( an-nari) haq adanya, saat ini juga sudah diciptakan, di mana letaknya

“ Fa man yuridillahu an yahdiyahu yasroh sod’rohu lil Islami, wa man yurid’ an yudhil-lahu yaj’al sod’rohu dhoy-yiqon harojan ka an-nama yas-so’adi fi sama’i , kadzalika yaj’alullohu rij’sa ‘alal-ladzina laa yu’minuun “

QS Al-An’am (6) ; 125

Barang siapa Alloh menghendakinya untuk memberi hidayah, maka Alloh melapangkan dadanya terhadap Islam, dan barang siapa yang dikehendaki disesatkan Alloh , maka Alloh membuat hatinya sempit, berat seakan-akan naik ke langit. Demikian Alloh mejadikan beban / siksaan bagi orang yang tidak beriman.

Ayat di atas menitikberatkan tentang tanda-tanda orang yang hidupnya di dunia mendapat hidayah (petunjuk) ataukah sebaliknya tersesat. Memang di dunia ini kita tidak dapat mengidentifikasi mana orang yang kelak bakal masuk surga kelak pada hari kiyamat atau neraka, karena hanya Alloh SWT yang Maha Tahu, namun Read the rest of this post »

February 6, 2010  Tags:   Posted in: Home, Tafsir Al-Quran, Tanda Calon Penghuni Surga  No Comments

Tiga Golongan Orang Jihad Masuk Neraka

Idealnya jihad adalah berakibat semakin mengharumkan agama Alloh, semakin tegak dan berjaya.

Mujahid adalah orang yang berjuang (jihad) menggunakan harta, tenaga, waktu bahkan nyawanya di jalan agama Alloh SWT. Betapa besar derajatnya di sisi Alloh kelak. Tapi kenapa tiga golongan orang tersebut berjuang di jalan Alloh justru berujung menjadi narapidana akhirat ? apa gerangan penyebabnya ?

Ok , langsung saja semak paparan berikut.

Dari Abi Huroiroh , berkata kepadanya seorang pria dari negeri Syam “ wahai syaikh ceritakanlah hadits yang kau dengar dari Rosulillahi SAW”.

Berkata Abu Huroiroh “ ya , aku dengar kepada Rosulullohi SAW bersabda < awalnya manusia yang diberi hukuman pada hari kiyamat adalah tiga golongan orang yang mati syahid. Maka didatangkan orang tersebut dan ditunjukkan besarnya nikmat (pahala). Alloh bertanya “ apa yang kau amalkan dengan nikmat itu ? berkata hamba “ saya berperang di jalan Mu sehingga aku mati syahid” . Alloh berfirman “ dusta engkau , sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan seorang pemberani, bukankah engkau sudah dikatakan (di dunia)? !” maka diperintahkan malaikat dan dijerumuskan wajah orang itu dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang yang belajar ilmu agama dan mengajarkan serta membaca al-Quran, maka didatangkan dia dan diperlihatkan besarnya nikmat sehingga orang itu melihat nikmat tersebut. Bertanya Alloh “ apa yang kau amalkan? Saya belajar dan mengajarkan ilmu agama dan membaca al-Quran di jalanMU. Alloh berfirman “ dusta engkau, sesungguhnya engkau belajar ilmu dengan niyat agar disebut “alim dan kau baca quran agar disebut “ahli baca” bukankah sebutan itu Read the rest of this post »

February 3, 2010  Tags: ,   Posted in: Kisah-kisah Teladan, Tafsir Al-Hadits, Tentang Pemuda  No Comments