Surga dan Neraka, Dimanakah Gerangan?

Surga dan Neraka, di manakah gerangan ?

Ya, pertanyaan untuk kita renungkan,

Sering kita dengar orang mengucapkan kata “surga” demikian juga “neraka”, di mana saja, siapapun juga, bahkan di dalam film-film barat sekalipun, Eropa, Amerika dll, seorang actor mengucapkan “go to hell” sebagai ungkapan rasa kesal / marah kepada musuhnya dalam cerita di film tersebut.

Orang Christiani juga mengenal istilah “Bapa yang ada di surga”. Bahkan group band Gun and Roses mendendangkan “Knockin on Heaven’s Door”

Di kalangan budaya Jawa, salah satu suku terbesar di Indonesia juga biasa disebutkan biasanya untuk menyebut nama orang yang sudah meninggal dunia. sebagai contoh jenate Sukarjo, jenate Mariam. Dimana kata jenate adalah “Javanisasi “ dari bahasa Arab “janati” yang berarti surga, itu kalau yang meninggal orang biasa.

Tapi kalau yang meninggal orang yang lebih terhormat maka sebutannya menggunakan tingkatan bahasa halus tingkat tinggi “kromo inggil” contoh : Raden Mangun suwargi, Eyang Kakung suwargi, kata suwargi ini kata halusnya suwargo=surga.

Sedang di dalam bahasa Indonesia orang laki-laki yang sudah meninggal mendapat title di depan namanya almarhum Sudibyo, sedang bagi wanitanya kita biasa mendengar almarhumah, artinya semoga orang yang dikasihani / disayangi.

Orang yang masih hidup memanggil nama seperti itu dengan harapan yang di alam baqa si jenazah disayangi Alloh SWT dan bisa masuk ke surga.

Ucapan surga atau neraka betul-betul sudah merambah ke berbagai budaya ,bangsa di muka bumi ini diucapkan seakan-akan seperti di bawah alam sadar mereka.

Kalau kita sedikit kritis sebenarnya surga dan neraka itu bendanya seperti apa, atau asal kita percaya tanpa mencari jalan untuk lebih bisa membayangkan dan menghayati?

Kita dapat membuka di dalam Muhtarul Adilah , bagian “Kitabu Sifatil Janati wa Nar” hal.22-23 yang merupakan himpunan hadis tentang surga dan neraka dikutip/disalin dari berbagai hadis sohih.

Salah satunya adalah hadis Sunan Tirmidzi “Jami’ Shohih” juz 4 no.hadis 2685, menurut sohabatnya Abu Huroiroh, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa :

“ Seketika setelah menciptakan surga dan neraka, Alloh SWT mengutus Malaikat Jibril “ Lihatlah kepada surga dan juga lihatlah apa yang aku sediakan untuk penghuni surga”. Maka Jibrilpun datang menuju surga dan melihat terhadap apa yang telah Alloh SWT sediakan untuk calon penghuninya.

Nabi melanjutkan sabdanya, kemudian Jibril menghadap Alloh SWT Demi kemulyaanmu Ya Alloh, tak ada seorangpun yang mendengar surga kecuali pasti ingin masuk ke dalamnya”

Setelah mendengar laporan Malaikat Jibril demikian maka Alloh memerintahkan agar surga dipagari dengan kebencian / ha-hal yang tidak menyenangkan.

Alloh SWT berfirma “ kembalilah menuju surga dan lihatlah apa yang Aku sediakan di dalam surga untuk calon penghuni”. Jibril kemudian kembali ke surga maka ketika itu surga sudah betul-betul dipagari dengan kebencian, Jibril kembali menghadap Alloh SWT “Demi kemulyaanmu sungguh aku kuatir tak ada seorangpun yang berhasil ( mampu ) masuk surga.

Kemudian Alloh SWT berfirman” Pergilah ke neraka dan lihatlah apa yang Aku sediakan di dalamnya untuk penghuninya” Jibril berangkat menuju neraka, ketika itu api menyala sebagian dengan sebagian yang lain saling berkobar menjilat / membumbung tinggi.

Jibril Menghadap Alloh SWT “ Demi kemulyaanmu tidak seorangpun yang mendengar neraka kemudian dia ingin memasukinya”

Karena keadaan neraka seperti itu Alloh SWT memerintah agar neraka dipagari dengan kesenangan / hal-hal yang memancing hawa nafsu, meggiurkan. “Kembalilah menuju ke neraka” . Setelah Jibril menuju ke neraka untuk melihatnya maka kemudian kembali mengahadap Alloh SWT “ Demi kemulyaamu sungguh saya kuatir bahwa tidak ada seorangpun yang bisa selamat dari neraka”

Ulasan:

Ø Mengamati hadis Sabda Nabi Muhammad SAW di atas berarti sekarang ini, belum kiyamat tapi surga dan neraka sudah ada / sudah diciptakan.

Ø Dua tempat , surga dan neraka yang sifat keadaannya sangat jauh berbeda , surga yang sebenarnya merupakan tempat tinggal yang menyenangkan di akhirat nanti tetapi akhirnya dipagari dengan hal yang membencikan/tidak menyenangkan. Sedangkan neraka yang merupakan tempat segala penderitaan, penyiksaan tetapi dipagari dengan hal yang menyenangkan/menggiurkan.

Ø Apa dan bagaimana penjabaran yang lebih luas, lebih mendalam kiranya mari kita renungkan dan hayati bersama.

Ø Bagaimana menurut saudara, sidang pembaca yang saya hormati?, ada yang memberikan saran, ulasan, komentar, Kami sangat bersyukur bila media ini bisa sebagai wahana tukar pengalaman. Kami tunggu…..wa salam

February 11, 2009  Tags:   Posted in: Kitabu Sifatil Jannati wan-Nari

5 Responses

  1. HR.Al-Baihaqi-Kitabil ‘Idaini : “Ucapan Ketika Ber-Hari Raya” | binanurani.com - September 23, 2009

    [...] Surga dan Neraka, Dimanakah Gerangan? [...]

  2. Tafsir QS Al-Baqoroh (2); “Ucapan Ketika Mengalami Musibah” | binanurani.com - September 25, 2009

    [...] Surga dan Neraka, di manakah Gerangan ? [...]

  3. Cara Wanita Menjaga Kecantikan Abadi | binanurani.com - December 30, 2009

    [...] Dan ibarat bekerja kita mesti paham apa yang diperintahkan oleh majikan untuk dikerjakan supaya kerjaan kita sesuai dengan order dan mendapat upah, maka beramal juga harus belajar mengaji dulu agar kelak di akhirat amal kita dinilai sah, diterima dan diberi upah/pahala = surga. [...]

  4. Menolak Untuk Masuk Surga | binanurani.com - January 6, 2010

    [...] tempatnya segala kebahagianan, kenikmatan yang kekal abadi selama-lamanya, sedangkan saat ini di mana letaknya surga itu ? Saat kiyamat sudah terjadi yang diawali dengan beberapa tandanya -à maka periode berikutnya adalah [...]

  5. Tanda Calon Penghuni Surga, (Bag-1 ; Lapang Dada Menerima Islam ) | binanurani.com - February 6, 2010

    [...] Surga ( al-janah) dan Neraka ( an-nari) haq adanya, saat ini juga sudah diciptakan, di mana letaknya [...]

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.