Tafsir QS Al-Haji (22); 27 “ Masjidil Haram Pusat Perhatian Dunia “
Wa adhin fin-nisa bil haj-ji ya’tuka rijalan wa ‘ala kul-li dhomirin *)984 ya’tina min kul-li faj-jin ‘amiq’
Dan beritahukan kepada manusia untuk berhaji , mereka akan datang kepadamu denan berjalan kaki dan atas tiap unta yang kurus (kendaraan) *984 dari tiap-tiap penjuru yang jauh ( seluruh dunia).
[984] Unta yang kurus menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji.
MEKAH adalah kota pertama di dunia. Di kota inilah Nabi Ibrahim dan Hajar membentuk suatu komunitas kehidupan di mana dalam menjalaninya mereka meminta kepada Allah untuk diselamatkan dari godaan setan yang terkutuk.
Kemudian Allah mengabulkan doa mereka dan diutuslah para malaikat untuk menjaga mereka. Tempat-tempat para malaikat itulah yang sekarang menjadi batas Tanah Haram. Adapun batas Tanah Haram adalah: sebelah utara 6 km (Tan’im), selatan 12 km (Adhah), barat 15 km (Syumaisyi), timur 16 km (Ji’ranah), dan tenggara 13 km (Wadinah).
Kakbah dibentuk langsung oleh Alloh SWT sebelum keberadaan manusia pertama di bumi, Nabi Adam alaihi salam. Aliran banjir di sebelah kanan dan kiri menyisakan gundukan tanah sebagai titik awal terwujudnya baitulloh ( bait- Alloh) rumah Alloh. Nabi Adam AS sendiri selama hidupnya sudah 1000 kali melaksanakan ibadah haji ke baitulloh berjalan kaki dari negeri Hindiy (sekarang India).
Seiring dengan perkembangan zaman pada saat ini di sekelilingnya dibangun tempat sujud yang kita kenal dengan Masjidil Haram yang mempunyai luas 328 ribu m2 dan dapat menampung 730.000 jamaah pada hari biasa. Sedangkan pada musim haji, jamaah di Masjidil Haram bisa mencapai satu juta orang. Pada akhir tahun 2008 dilaksanakan pelebaran areal Masjidil Haram. Di sekelilingnya seperti Pasar Seng dan beberapa hotel sudah diratakan dengan tanah. Demikian pula bukit-bukit banyak yang diratakan.
Praktis hanya Hotel Hilton, Hotel Intercontinental, dan Zamzam Tower (hotel baru) yang bertahan. Semua ini untuk mengantisipasi jumlah orang yang datang ke Masjidil Haram, baik saat umrah maupun pada musim haji yang setiap tahunnya selalu meningkat. Cuaca Kota Mekah tidak menentu dan perubahaan setiap waktu sangat drastic , baik malam hari maupun siang hari. Siang hari “hanya” mencapai 35-40 derajat celsius sedangkan malam hari sekitar 30 derajat sehingga sehingga cukup kondusif bagi jamaah yang melaksanakan ibadah umrah dalam keadaan puasa. Namun pada musim tertentu suhu pada siang hari dapat pencapai 49 derajat dan pada malam hari hingga 23 derajat.
Setiap pribadi muslim pasti bercita-cita untuk ke Masjidil Haram. Selain wajib bagi yang sudah mampu dalam bekal perjalanan, juga setiap orang yang pernah ke Mekah akan selalu berdoa agar bisa kembali untuk beribadah di Masjidil Haram seperti yang tersirat dalam doa: Allahumma balligna makkata wal madinata wal `arafata warzuknal hajjal mabrur, wardha anna wagfirlana warhamna anta maulana fansyurna `alal kaumil kaafirin. Kota Suci Mekah dengan Masjidil Haramnya merupakan magnit bagi umat Islam. Setiap muslim bercita-cita datang ke Masjidil Haram, minimal sekali seumur hidup. Kalaupun belum bisa, biasanya kita menitip doa kepada orang-orang yang akan berangkat ke Mekah, baik untuk umrah maupun ibadah haji. Ada banyak keutamaan Tanah Haram Mekah, antara lain, beribadah disana membandingi dengan beribadah seratus ribu kali lipat dari tempat-tempat lainnya di bumi ini (Hadits riwayat Ibnu Majjah).
Keutamaan umrah di bulan Ramadhan adalah pahalanya membandingi haji bersama Nabi Muhammad (Hadis riwayat Muslim dari Ibnu Abbas). Dalam Hadits riwayat Ibnu Majjah dari Ibnu Abbas diterangkan bahwa barang siapa yang menjumpai bulan Ramadhan di Mekah lalu melaksanakan puasa dan salat maka pahalanya sama dengan seratus ribu bulan Ramadhan diluar Mekah, subhanallah.
Begitu banyak pahala dan maghfirah yang diperoleh di Mekah. Namun keutamaan bulan Ramadhan bukan hanya diperoleh di Kota Mekah. Di mana saja di muka bumi ini bila kita melaksanakan puasa dan semua amalan yang ada di dalamnya maka kita akan memperoleh pahala yang juga besar. Dalam sebuah riwayat hadis Buhori diterangkan, “Man shauma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqaddama min dhan bihi ”. Artinya: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan niyat mencari pahala maka niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.”
Related Post
|
|
# |
|
|
|
# |
HR.Ibnu Madjah Juz 2 no.1376 : “Ingin Hatinya Tenteram Sempatkan Beribadah” |
|
|
# |
|
|
|
# |
|
|
|
|
|
August 12, 2009
Tags: Ka'bah Magnit di Bumi Posted in: Kisah-kisah Teladan, Kitabul Haji, Sa'airulloh, Tafsir Al-Quran












Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.