<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binanurani.com &#187; Qunut pada Sholat Subuh = Bid&#8217;ah ?</title>
	<atom:link href="http://binanurani.com/tag/qunut-pada-sholat-subuh-bidah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binanurani.com</link>
	<description>Majelis Ta'lim Bina Nurani Istiqomah &#124; Generasi Cinta Quran &#124; Menuju Islam Kafah &#124; Bicara Lepas &#124; Berbagi Manfaat Kepada Sesama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Doa Qunut pada Sholat Subuh = Bid&#8217;ah ?</title>
		<link>http://binanurani.com/sholat-subuh-perlukah-melakukan-doa-qunut/</link>
		<comments>http://binanurani.com/sholat-subuh-perlukah-melakukan-doa-qunut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 22:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hari Wuryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Qunut pada Sholat Subuh = Bid'ah ?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binanurani.com/?p=1236</guid>
		<description><![CDATA[‘An Anas bin Malik qola qonata Rosulullohi SAW syahron ba’da ruku’ yad’u ‘ala ri’lin wa dzakwa wa ‘usoy-yah ‘asotillahi wa Rosulahu “ Hadits Riwayat Sunan Nasa’I  juz 2 Bab Kitabusholah hal 200.  Artinya “ dari Anas bin Malik berkata , Roslululohi SAW melakukan qunut selama satu bulan sesudah ruku’ untuk mendoakan atas desa Ri’lin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 145px"><img style="margin: 5px;" title="Doa qunut pada sholat subuh sepertinya masih menjadi bahan ikhtilaf ( perbedaan pendapat) di umumnya kalangan muslim, bagaimana sebenarnya asal-usul qunut pada masa Rosulillahi SAW ?" src="http://img709.imageshack.us/img709/5808/berdoa1.jpg" alt="" width="135" height="135" /><p class="wp-caption-text">Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai doa qunut maka perlu dikaji beberapa hadits yang memuat dokumen/arsip yang mengkisahkan amalan Rosulillahi SAW dalam hal yang bersangkutan.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">‘An Anas bin Malik qola qonata Rosulullohi SAW syahron ba’da ruku’ yad’u ‘ala ri’lin wa dzakwa wa ‘usoy-yah ‘asotillahi wa Rosulahu</span> “ Hadits Riwayat Sunan Nasa’I  juz 2 Bab Kitabusholah hal 200.  Artinya “ <span style="color: #800000;">dari Anas bin Malik berkata , Roslululohi SAW melakukan qunut selama satu bulan sesudah ruku’ untuk mendoakan atas desa Ri’lin dan desa ‘Usoyah yang menentang pada Alloh dan utusannya.</span> Ok , itu baru satu hadits,</p>
<h3>Baik ! kita lanjutkan <span style="color: #008000;"><strong><span style="text-decoration: underline;">hadits yang kedua</span></strong><span style="text-decoration: underline;">:</span></span></h3>
<p>“<span style="color: #000080;">An Abi Huroiroh qola la-uqor-riban-na lakum sholata RosulillahinSAW qola , fa kana Abu Huroiroh yaq-nutu fii rok’atil akhir min sholati dhuhri wa sholatil ‘isak il akhir wa sholatil subhi ba’da ma yaqulu sami’allohu liman hamidah fa yad’u lil mu’minina wa yal’anul kafarota</span>.  Hadits Riwayat Sunan Nasa’I juz 2 hal 302  <span style="color: #800000;">Dari Abu Huroiroh berkata “ niscaya aku dekatkan sungguh ( memberi contoh) untuk kamu tentang sholatnya Rosulillahi SAW,</span> <span style="color: #800000;">( perowi) berkata maka Abu Huroiroh melakukan doa qunut pada rokaat akhir sholat dhuhur dan juga pada sholat isak dan pada sholat subuh , dilakukan sesudah berdoa sami’allohu liman hamidah” dengan tujuan mendoakan (keselamatan) bagi orang iman dan melaknati orang kufur.</span></p>
<h3><span style="color: #008000;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Hadits ketiga :</span></strong></span></h3>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong> “<span style="color: #003366;"> An Anas bin Malik suila hal qonata Rosulillahi SAW fii sholatis subhi ? qola na’am , fa qila lahu qob’la ruku’ aw ba,da hu ? qola ba’da ruku</span>’ “ Riwayat Hadits Sunan Nasai juz 2 hal 200 Fii Kitabusholah.  <span style="color: #800000;">Dari Anas bin Malik , ditanya dia apakah Rosulullohi SAW doa qunut pada sholat subuh ? berkata dia (Anas) “ ya” , dikatakan lagi padanya “ sebelum ruku’ atau sesudahnya? “ maka dijawabnya “ sesudah ruku’</span></p>
<h3><span style="color: #008000;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Hadits keempat</span></strong></span></h3>
<p><span style="color: #000080;">‘An Anas an-na Rosulallohi SAW qonata syahron yad’u ‘ala hay-yin min ahya-il ‘arobi tsuma tarokahu “</span> <span style="color: #800000;">Dari Anas sesungguhnya Rosulallohi SAW qunut selama satu <span id="more-1236"></span>bulan mendoakan untuk suatu desa di antara beberapa desa Arab , kemudian meninggalkannya (tidak qunut lagi).</span></p>
<h3>Masih dengan perowi yang sama, <span style="color: #008000;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Hadits kelima</span></strong></span></h3>
<p><span style="color: #000080;">‘An Abi Malik al-Asja’i ‘an abihi qola shol-laitu kholfa Rosulillahi SAW fa lam yaqnut wa shol-laitu kholfa Abi Bakrin fa lam yaqnut , wa shol-laitu kholfa Umar fa lam yaqnut, wa shol-laitu kholfa Utsman fa lam yaqnut, wa shol-laitu kholfa ‘Ali fa lam yaqnut. Tsuma qola ya bunay-ya in-naha bid’ah “</span> Hadits Riwayat Sunan Nasai juz 2 hal 203-204.  <span style="color: #800000;">Dari Abi Malik al- Asja’i dari ayahnya berkata : saya sholat di belakang Rsoulillah SAW maka beliau tidak lagi doa qunut, dan saya sholat di belakang Abu Bakar ( kholifah pertama) maka beliau tidak qunut, dan saya sholat di belakang Umar (kholifah kedua) maka beliau tidak qunut, dan saya sholat dibelakang Utsman ( kholifah ketiga ) maka beliau tidak qunut, dan saya sholat di belakang Ali RA (kholifah keempat) maka beliau tidak qunut. (kemudian ayah dari Abi Malik) berkata “ wahai anakku sesungguhnya qunut ( yang secara berkelanjutan hingga kini dibaca pada sholat subuh saja ) adalah bid’ah.</span></p>
<p>Saudara, mengingat banyaknya pertanyaan di <a href="http://www.facebook.com/groups.php?ref=sb#/group.php?gid=146085780497" target="_blank">Forum Tanya Jawab Islam</a> tentang doa qunut pada sholat subuh , maka saya tergerak untuk &#8221; urun rembug &#8221; di sini , semoga dapat diambil mnfaatnya.</p>
<p>Doa qunut sholat subuh sepertinya masih menjadi bahan pembicaraan bahkan ikhtilaf ( perselisihan pendapat) di kalangan umat muslim.</p>
<p>Baik, dari beberapa hadits di atas dapatlah diambil garis tengah sebagai berikut:  Dari hadits yang pertama, bahwa doa qunut <span style="text-decoration: underline;">dilakukan</span> Rosulullohi SAW dengan tujuan khusus yaitu mendoakan bagi kaum yang melanggar atau menentang agama Alloh. Pada hadits lain yang tidak sempat disertakan di sini , bahwa dikisahkan  adanya suatu kaum yang memohon kepada Rosulillah agar dikirimkan penasihat / ulama. Namun kenyataan setelah dikirim 70 orang mubaligh, kesemuanya mubaligh tersebut dibunuh. Bagaimana perasaan Nabi dan orang iman pada masa itu?. Keadaan yang sangat urgent / genting (status gawat darurat), betapa umat Islam yang masih sedikit secara kuantitas, pertumbuhan dan kalangsungan agama Islam mendapat ancaman serius dari kaum yang benci terhadap agama Islam (kufur).</p>
<p>Pada hadits keempat diterangkan bahwa Nabi melakukan doa qunut untuk suatu desa tertentu selama satu bulan, setelah dirasa cukup, dengan adanya perasaan tenang, status menurun menjadi aman terkendali maka Rosululloh SAW tidak lagi melakukan doa qunut.</p>
<p>Apabila situasi dan kondisi umat Islam menuntut dilakukan doa qunut, maka pelaksanaannya tidak hanya pada salah satu waktu dari kelima waktu sholat saja namun juga sholat yang lain , seperti hadits kedua saat Abu Huroiroh memberikan contoh sholat yang dikerjakan oleh Rosulillah SAW.  Doa qunut untuk tujuan tertentu itu pun dilaksanakan oleh Rosulullohi SAW sebagai amirul mu’minin kemudian degerakkan ke lingkungan &#8220;jamaatul muslimin&#8221;. Bukannya pribadi secara individu secara parsial.</p>
<p>Kemudian bagaimana penerapan doa qunut pada zaman kita sekarang ini?  Mengingat fungsi dan kedudukan doa qunut adalah doa khusus yang diterapkan dalam kondisi dan situasi tertentu, dalam kurun waktu yang terbatas pula, maka penerapannya tidak lepas dari kesepakatan ijma’ ( musyawaroh para ulama &amp; umaro) , kelayakan penentuan status stabilitas keamanan umat Islam, kapan mulai dilaksanakan dan kapan dihentikan.  Pelaksanaan doa qunut bagi setiap individu di dalam wadah jamaatul muslim didasarkan ketaatan kepada keputusan ta’mir /keimaman, lihat Al-Quran Surah An-Nisa (4) ; 59.</p>
<p>Mengamati konteks penerapan doa qunut seerti hadits di atas, saat ini ketika agama Islam di Indonesia secara umum dalam keadaan kondusif, aman fii amanillah, kerukunan antar umat beragama terjalin dengan baik, mama doa qunut tidak dilakukan lagi.  Pelaksanaan ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rosulillahi SAW , dirubah atau ditambah maka <span style="color: #ff0000;"><strong>termasuk bid’ah</strong></span>. Amalan yang dapat merusak ibadah kita, bahkan semua amalan yang lain juga <a href="http://binanurani.com/pekerja-dunia-pengamal-akhirat/" target="_blank">“ ditolak “ oleh Alloh</a> kelak di akhirat sehingga tidak mendapatkan hasil apapun.</p>
<p>Sebagaimana hadits kelima, dikisahkan dari Abi Malik al-Asja’i yang mendapatkan ilmu dan nasihat dari ayahnya sendiri.  Ayahnya yang seorang sohabat pernah mengalami sholat berjamaah menjadi makmum di belakang Rosulillah SAW kemudian mengalami perkembangan Islam hingga kekholifahan Ali RA lebih kurang 30 tahun sepeninggal Rosulillahi SAW.  Pada saat itu kondisi dan situasi umat Islam sudah berbeda dengan asa hidup Rosulillahi SAW, sehingga amalan doa qunut yang pernah dilakukan oleh Rosulillahi SAW kerena dilakukan dalam kondisi dan situasi berbeda, dengan substansi yang berbeda pula, maka sepatutnya ayahnya menasihati Abi Malik ( putranya) bahwa qunut subuh yang masih dilakukan ada masa itu adalah bid’ah.  <span style="text-decoration: underline;"> </span></p>
<h3><span style="text-decoration: underline;">Doa Qunut di Sholat Subuh.</span></h3>
<p>Hadits ketiga cukup jelas bahwa Rosulillah melakukan doa qunut pada sholat subuh. Ini didasarkan pada jawaban Anas atas pertanyaan dari seseorang “ apakah Nabi doa qunut pada sholat subuh? Maka dijawabnya “ ya”. Sedang pelaksanaannya sesudah ruku’ setelah i’tidal membaca sami’allohu liman hamidah , rob-bana lakal hamd’ .  Secara terpisah hadits ini melukiskan Nabi melakukan doa qunut ketika sholat subuh, namun hendaknya kita juga melihat hadits yang lain secara lebih komplet sehingga kita mendapatkan gambaran secara global, bukan tergantung dari satu hadits saja.</p>
<p>Memang demikian Saudara !,  Mempelajari Islam sepatutnya dikaji dengan sumber yang jelas secara berkesinambungan. Dengan demikian usaha kita untuk menetapi (istiqomah) agama Islam insyaAlloh lebih dekat menuju Islam yang kaffah (totalitas) lihat Al-Baqoroh (2) ; 208.</p>
<p>Semoga dapat menambah wawasan dan gambaran yang lebih lengkap.</p>
<p>Bagi Saudara ada yang ingin melengkapi, pertanyaan, tanggapan , saran silahkan tinggalkan komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binanurani.com/sholat-subuh-perlukah-melakukan-doa-qunut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
