Teks Nasihat-1: Peningkatan Amalan Akhlaqul Karimah (Part-1)

Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh

Bismillahirohmanirohim,

Alhamndulillahil-ladzi adh haba ‘an-nal hazan in-na rob-bana laghofurur-run syakur , As
yhadu al-laa ilaha il-lalloh , wa asyhaduan-nam-Muham-madar-Rosululloh SAW, wa ‘ala alihi wa as-habihi, amma ba’du.

I.PENDAHULUAN

Puji syukur Alhamndulillah kita panjatkan ke hadhirat Alloh Azza wa jal-la atas limpahan rohmat yang diberikan kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita masih ditetapkan dalam hidayah Alloh berupa Agama Islam yang hak berpedoman Quran dan Hadits secara murni dan konsekuen, dan tetap dalam perlindungan Alloh Subhanahu wa ta’ala. Sholawat serta salam semoga dicurahkan kepada Nabi Agung Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa salam, segenap keluarga dan para shohabt-shohabatnya.

Situasi global saat ini, pengaruh westernisasi (budaya barat) semakin mewarnai kehidupan kaum muda, dimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat jauh menyimpang dari aturan Quran dan Sunah sebagai “way of life”. Akhlaq manusia semakin mendekati pada perilaku binatang yang ditandai hilangnya rasa malu, rasa hormat, tidak adanya sopan santun, anak berani kepada orang tuanya, anak muda tidak lagi menghormati kepada yang lebih tua, banyak terjadi perilaku amoral seperti tawuran, pembunuhan, pemerkosaan, anarki / kebrutalan, penyalahgunaan obat terlarang dan lain sebagainya.

Untuk mencegah makin merebaknya perilaku tersebut diperlukan pembinaan akhlaqul karimah (budi pekeri yang mulia) secara berkesinambungan dengan memberikan contoh konkret dalam praktek kehidupan sehari-hari. Hal ini harus direalisasikan dalam lingkungan keluarga, hubungan antar sesama muslim, jamaah dengan para ta’mir , sesama ta’mir dan tidak kalah pentingnya hubungan para jamaah majelis ta’lim dengan tetangga dan lingkungan pada umumnya dimana jamaah bertempat tingal sebagai pelaksanaan praktek berbudi luhur.

Guna mendukung tercapainya tujuan tersebut diperlukan keteladanan dari para ta’mir dan pengurus majelis taklim sebagai public figure dalam jamaah, yang pada akhirnya perilaku akhlaqul karimah itu tercermin dalam pola pikir, perasaan dan kepribadian serta terlahir dalam sikap, ucapan dan perbuatan.

Rosulullohi Sholallohu ‘alaihi wa sama telah memberikan keteladanan kepada kita dengan akhlaqul karimah yang sempurna untuk dijadikan sebagai pedoman, sebagaimana firman Alloh SWT

“ wa in-naka la’ala khuluqun ‘adzim” Surat Al-Qolam (68):4

Sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya di atas budi pekerti yang agung (luhur)

Pada kesempatan lain Rosululloh bersabda :

“ In-nama bu’itstu li utam-mima makarimal akhlaq” Hadits Riwayat Al-Baihaqi.

Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan mulianya budi pekerti.

Dengan demikian, semua muslim dituntut untuk dapat menetapi akhlaqul karimah. Dalam hal ini generasi muda mempunyai peranan yang penting dalam mempraktekkan akhlaqul karimah sebagai salah satu modal dasar dalam pengembangan agama Islam yang hak berpedoman kepada Quran Hadits ila yaumil kiyamah. Bagaimana mungkin seorang yang bertabiat jelek akan dapat diikuti ajakannya? hal ini akan menjadi bomerang bagi kita sendiri apabila akhlaqul karimah tidak terwujud. Di samping itu perangai / tabiat jelek bukan merupakan sifat ahli surga, dan akhlaqul karimah adalah cirri dari ahli surga sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut :

“in-nama makarimal akhlaqi min a’maliahi jannah” Hadits riwayat Ibnu Abi dun-ya

Sesungguhnya akhlaq yang mulia adalah merupakan amalan ahli surga

“min sa-a’datil mar-i husnul khuluqi wa min saqowatihi su’ul khuluqi” Hadits Riwayat Al-Baihaqi dari jabir.

Termasuk kebahagiaan seseorang adalah (memiliki) budi pekerti yang luhur, dan termasuk celakanya seseorang apabila (memiliki) budi pekerti yang jelek.

Selain Quran Hadits yang sudah jelas sebagai pedoman hidup bagi setiap muslim, nilai yang terkandung pada budaya / adat istiadat dimana seorang muslim bertempat tinggal juga harus diperhatikan jangan diremehkan selagi tidak bertentangan dengan Quran dan Hadits. Adat istiadat atau budaya suatu daerah dengan daerah lain tidaklah sama padahal tidak jarang adat istiadat tersebut bergeser menjadi semacam tata nilai / hukum bagi masyarakat didaerah setempat , inilah yang mesti setiap muslim memahami.

Contohnya di Indonesia orang akan marah apabila dipegang jenggotnya, sementara di Arab Saudi orang sedang maka akan berubah menjadi tersenyum dan manggut-manggut apabila jenggotnya dipegang. Maka dalam tek nasihat ini selain diuraikan tentang bagaimana agar kita dapat menjadi orang yang berbudi pekerti mulia juga akan diasajikan bebrapa contoh actual tentang akhlaqul karimah yang sesuai dengan Quran Hadits serta budaya ketimuran dengan tujuan agar jamaah majelis taklim pada umumnya dan muda-mudi khususnya dapat dengan mudah menerapkan akhlaq yang mulia sehingga dicintai oleh Alloh dan Rosulnya dan memperoleh obot amal baik yang berat pada yaumil hisab, sebagaimana sabda Rosululloh SAW :

“ in-na min ahabikum ilaya wa aq’robikum min-ni mjlisan yaumil qiyamah ahasinukum akhlaqon …al-hadits” Hadits Riwayat Tirmidzi dari Jabir

Orang yang paling saya cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku (Nabi Muhammad) pada hari kiyamat adalah orang yang bagus budi pekerinya.

“ ma min syai-in atsqolu fil mizan min husnil khuluqi” HR Abu Dawud dari Abi Darda’

Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amal (di hari kiyamat) daripada budi pekerti yang baik.

Bersambung…..

February 7, 2009  Tags:   Posted in: Part-1

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.