Tafsir QS Al-Baqoroh (2); “Ucapan Ketika Mengalami Musibah”

“ Al-ladhiina idha ashobathum musibah qolu in-na lillahi wa inna ilaihi roji’uun”

(Yaitu ) Orang-orang ketika menimpa kepada mereka musibah, mereka mengatakan “ in-na lillahi wa inna ilaihi roji’uun” = sesungguhnya kami milik Alloh dan kepadaNYA akan kembali.

QS Al-Baqoroh (2); 156

Suasana haru dan hikmat meliputi acara pelepasan jenazah Bp.Iswanto Dusun Pengkol, Wonogiri, Salaman Kab .Magelang yang dilangsungkan di rumah duka siang tadi jam 10.30. WIB.

Setengah terhentak dan kuucap “In-na lillahi wa in-na ilaihi roji’un” ketika malam sebelumnya saya di sms tentang berita lelayu tersebut . Akhirnya saya berangkat siang tadi berbonceng dengan Saudara Marman, awal berangkat dari rumah sebenarnya sudah diperkirakan terlambat, dengan jarak tempuh lebih kurang 45 km dimana beberapa lampu merah dan medan sedikit berbukit sedangkan waktu yang tersisa menjelang jadwal upacara pelepasan jenazah tinggal sekitar 40 menit lagi. Namun alhamndulilah saya tekan gas sepeda motor guna mempercepat perjalanan dan tepat jam 10, sudah masuk di kampungnya.

Perasaan sedih dan terharu yang diderita istri dari almarhum Bp.Iswanto tak dapat dibendung lagi dengan menutupkan kain pada wajahnya sambil duduk terdengar menangis saat kerenda akan diberangkatkan. Itulah musibah yang sedang menimpanya.

Musibah adalah segala sesuatu yang menimpa manusia dan tidak disenangi. Kehilangan anggota keluarga yang dicintai adalah salah satu bentuk musibah yang suatu saat pasti dialami oleh manusia. Al-marhum dikenal baik di lingkungan keluarga, di masyarakat maupun di lingkungan majelis ta’lim. Wajar apabila sepengatuan pandangan mata saya jumlah takziyin –takziyah yang menyolati dan mengantarkan ke pemakan (khusus bagi laki-laki) diperkirakan mencapai 300 orang dari warga setempat, dari aparat pemerintah juga dari saudara-saudara kita se majelis ta’lim.

Siapa yang sedang terkena apapun musibah, menurut salah satu ayat Kitab Suci al-Quran di atas sepatutnya membaca “in-na lillahi wa in-na lillahi roji’un.

Seorang yang mengalami musibah seperti ketika sedang berjalan tiba-tiba kaki tersandung benjolan batu kecil di tanah sehingga sebagian jari kaki lecet tentu terasa sakit, atau mempunyai anak kecil yang sedang belajar minum lalu airnya tertumpah di lantai sedangkan gelasnya hancur pecahannya tajam berserakan di lantai.

Seorang pengusaha yang sudah susah payah mendapatkan bahan baku untuk dijual kembali, tiba-tiba harga di pasaran anjlok, kerugian besarpun ditanggungnya. Dan tentu masih segudang cerita tentang banyak perkara yang tidak disenangi menghinggapi dan mewarnai perjalanan hidup kita.

Ucapan ketika mengalami musibah istilahnya “ istirja’ “ yaitu mengembalikan semua urusan hanya kepada Alloh SWT, Dzat yang menghendaki, menjadikan dan akhirnya mengambil kembali.

Membiasakan ucapan-ucapan yang “Islami” seperti ketika mendapatkan nikmat mengucapkan alhamndulillah= segala puju bagi Alloh”, ketika terheran melihat sesuatu “ masyaAlloh= Apapun kehendak Alloh”. Ketika secara tidak sengaja berbuat kesalahan “ astaghfirulloh = saya mohon ampun kepada Alloh dsb maka akan semakin mendekatkan diri kita kepada Alloh.

Sesungguhnya kita ini milik Alloh, Dial ah yang menciptakan manusia, yang membikin manusia jadi pintar, yang memberikan karunia kesehatan, ketika sudah menjadi kaya raya akhirnya kembali menjadi miskin , Alloh yang menghendaki kembali. Harta yang kita dapatkan hakikatnya juga pemberian Alloh melalui usaha kita yang diberkati. Bahkan nyawa kita pun suatu saat akan kembali kepadaNYA.

Selamat jalan Pak Iswanto (alm), semoga Alloh memberi ketetapan iman ketika menghadapi pertanyaan malaikat di alam kubur. Keluarga dan kita semua yang ditinggalkan semoga ditetapkan dalam hidayah Alloh , diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan dalam menyelesaikan tugas melaksanakan ibadah hingga tutup usia dalam istiqomah, amin

Related Post

#

Mengisi Hati Yang Kosong

#

Surga dan Neraka, di manakah Gerangan ?

#

Memperkirakan Kedalaman Nerakan Jahannam

#

Rekontruksi Jasad Manusia di Alam Akhirat

August 19, 2009   Posted in: Laporan Pandangan Mata, Tafsir Al-Quran

2 Responses

  1. Enam Syarat Mencari Ilmu Agama Islam. Bag-4 : Bulghotun = Bekal, Biaya | binanurani.com - October 18, 2009

    [...] Kalau kita sadari dengan benar, kita ini lahir ke dunia dalam keadaan bayi yang lemah tidak berdaya dan tidak punya apa-apa, kemudian Alloh memberi kekuatan, pikiran yang normal dan cerdas, kalau dapat bekerja sehingga mendapat rejeki . Itu semua pemberian Alloh. Kita harus faham semua yang kita miliki ini harta, jabatan, pangkat bahkan nyawa sekalipun hakikatnya adalah pinjaman yang setiap saat diminta kembali, kita tidak dapat menolaknya. In-na lillahi wa in-na ilaihi roji’un. [...]

  2. Tips Wanita Menjaga Kecantikan Abadi | binanurani.com - December 30, 2009

    [...] dari Alloh SWT yang setiap saat akan diminta kembali. Bukankah Rosulullohi SAW mengajarkan do’a istirja’ yang selayaknya diucapkan ketika mengelami [...]

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.